MauGowes Logo
BlogVideosBikesTop CyclistsKamus SepedaApps

Tag "bicycle tech"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari total 12 post

udh
sram
SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger): Satu RD Hanger Bisa Untuk Semua Frame dan Semua Jenis RD

Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh 

14 hari yang lalu

221 views

cane creek
gravel
Shockbreaker Gravel Upside Down dari Cane Creek

Dunia gravel bike kembali mendapatkan penyegaran penting. Setelah bertahun-tahun fokus pada inovasi di sektor MTB dan road, kini Cane Creek—brand komponen premium asal Amerika Serikat—kembali mengguncang pasar dengan perilisan Cane Creek Invert, sebuah shock gravel terbaru dengan desain upside down yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan kontrol ekstra bagi pesepeda di berbagai kondisi jalur. Apa Itu Cane Creek Invert? Credit by canecreek.com Cane Creek Invert adalah fork shock gravel dengan desain inovatif yang menempatkan elemen-elemen suspensi secara terbalik (inverted-style). Desain ini sebelumnya umum ditemui di dunia MTB downhill, namun Cane Creek berhasil menerapkannya untuk kebutuhan gravel dengan hasil yang sangat impresif. Tujuannya sederhana:memberikan peredaman optimal di jalur berbatu, rumput, pasir, hingga trail ringan—tanpa membuat sepeda terasa berat atau sluggish. Suspensi ini menjadi jawaban bagi gravel rider yang membutuhkan kombinasi: kenyamanan stabilitas efisiensi tenaga estetika modern Shock Breaker Upside Down Banyak Di Pakai di Dunia Balap Motor Profesional Credit by.hondaracingcorporation.com Jika lihat di Moto GP, World Super Bike, MXGP dan seri balap motor profesional lainnya, shock breaker sisi depan selalu menggunakan up side down alias USD, tentu jika dilihat dari sisi manfaat ada banyak yang bisa di dapatkan. Keunggulan Shock Breaker Upside Down 1. Stabil saat pengereman keras Shock USD lebih kaku di bagian atas sehingga tidak mudah melintir ketika motor melakukan pengereman kuat. Hal ini membuat motor tetap stabil dan mudah dikendalikan. 2. Handling lebih presisi Karena lebih kaku dan minim flex, USD memberikan rasa kontrol yang lebih baik saat menikung. Pengendara bisa mendapatkan umpan balik yang lebih akurat dari ban depan. 3. Unsprung mass lebih ringan Bagian yang bergerak naik-turun di shock USD lebih ringan karena pipa kecil berada di bawah. Ini membuat respons suspensi lebih cepat dan meningkatkan traksi ban di permukaan jalan. 4. Lebih kuat terhadap tekanan USD memiliki konstruksi yang lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap gaya ekstrem pada motor balap seperti pengereman keras, tikungan cepat, dan permukaan trek yang kasar. 5. Penyerapan getaran lebih efisien Dengan distribusi beban yang lebih baik, USD mampu meredam getaran kecil dan guncangan dengan lebih halus. 6. Menjadi standar motor performa tinggi Karena keunggulan teknisnya, hampir semua motor balap modern menggunakan shock USD sebagai standar. Kelebihan tersebut membuat motor lebih kompetitif di lintasan. Shock upside down hadir terutama untuk kebutuhan kestabilan, kekuatan, dan kontrol pada kecepatan tinggi. Lebih Lengkapnya silahkan cek di https://www.canecreek.com/products/invert?srsltid=AfmBOopG5v5m63J1ZgkOx8uUaW2iFbLisXzvGYR6e65TsVnQw6J4JerQ 

3 bulan yang lalu

571 views

pedal
keo look
Lampu di Pedal dengan Keo Blade Vision Upgrade Kit

Keo membuat terobosan baru, sebuah lampu yang bisa di pasang di pedal. Lampu ini hanya compatible untuk Keo Blade pedal generasi ke 4, apa saja fiturnya mari kita bahas. Apa Itu Kéo Blade Vision Upgrade Kit? Secara sederhana, Kéo Blade Vision Upgrade Kit adalah satu set modul lampu LED yang dapat dipasang secara terintegrasi di bagian belakang pedal Look Kéo Blade Anda. Ini adalah cara termudah dan tercepat untuk memberikan fitur keamanan canggih ke pedal balap Kéo Blade Generasi ke-4 Anda. Kit ini dirancang untuk mengatasi kelemahan lampu belakang tradisional yang terpasang di seatpost—yaitu, lampu tersebut mudah tertutup oleh tas sadel atau tubuh rider sendiri, terutama saat bersepeda berkelompok. Fitur Utama: Kekuatan Visibilitas 'Biomotion' Inovasi terbesar dari Vision Kit ini adalah pemanfaatan prinsip Biomotion. Apa itu Biomotion? Penelitian menunjukkan bahwa mata manusia dan otak pengemudi merespons gerakan biologis (seperti gerakan kaki saat mengayuh) 5.5 kali lebih baik daripada cahaya statis. Dengan menempatkan dua lampu (satu di setiap pedal), gerakan kaki saat mengayuh (naik dan turun) menjadi penanda yang sangat jelas bagi pengendara di belakang. Visibilitas 180° dan Jarak Jauh: Lampu LED merah dengan output hingga 60 Lumen ini diklaim terlihat hingga jarak 1 kilometer, memberikan visibilitas 180° yang optimal, baik siang maupun malam. Desain Sangat Ringan dan Plug-and-Play: Setiap modul lampu hanya menambah bobot sekitar 20 gram pada pedal Anda. Pemasangannya pun sangat mudah dan cepat (tool-free), sehingga Anda bisa melepasnya kapan pun untuk mengisi daya atau jika tidak diperlukan. Disamping itu di klaim Keo, lampu ini bisa dilihat dari jarak 1 Km dan baterai bisa bertahan sampai 40jam. Kompatible dengan New Keo Blade Kit Keo Vision Upgrade ini dilengkapi dengan satu set aksesori lengkap, yang memudahkan Anda mengonversi dan mengadaptasi Keo Blade generasi ke-4 Anda menjadi Keo Blade Vision. Untuk mengidentifikasi apakah model Anda generasi ke-4, lihat pelat depannya — pelat tersebut seharusnya terdiri dari tiga bagian terpisah. Harga Keo Vision Pedal Untuk Keo Blade Vision Upgrade Kit vissionnya sendiri dijual USD 79, dan bisa di pasang di pedal Keo generasi ke-4.  Bagi kamu yang menginginkan pedal KEO yang sudah include Keo blade vision upgrade, bisa merogoh kocek: Keo 2 Max Vision USD 175.000 Keo Blade Ceramic Vision USD 325.000 Detail selengkapnya bisa cek di halaman berikut  

3 bulan yang lalu

372 views

road bike
mosso
Mosso 795 Pro: Frame Alloy Ringan, Full Internal Routing, dan Super Stiff untuk Performa Maksimal

Bagi para pesepeda yang sedang mencari frame dengan performa tinggi, bobot ringan, dan tampilan modern, Mosso 795 Pro bisa menjadi pilihan yang tepat. Frame ini merupakan salah satu produk unggulan Mosso yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pesepeda kompetitif maupun penggemar custom build. Apa saja keunggulannya? Mari kita bahas secara detail. Material Premium: Alloy 7046 Berkualitas Tinggi Source mosso.com.tw Mosso dikenal sebagai produsen frame aluminium yang inovatif. Mosso 795 Pro menggunakan alloy 7046, material aluminium kelas pesawat terbang yang memiliki kekuatan luar biasa dengan bobot yang sangat ringan. Kelebihan material ini adalah: Kekuatan tinggi namun tetap ringan, sehingga frame mampu menahan beban dan tekanan saat bersepeda dengan intensitas tinggi. Durabilitas optimal untuk penggunaan jangka panjang. Responsif terhadap transfer tenaga, membuat setiap kayuhan lebih efisien. Bobot Super Ringan untuk Akselerasi dan Tanjakan Source mosso.co.tw Frame ringan adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kecepatan, terutama saat mendaki. Mosso 795 Pro menawarkan bobot yang sangat rendah untuk ukuran frame alloy. Walaupun bobot pastinya tergantung ukuran dan set fork yang digunakan, frame Mosso seri Pro seperti 795 Pro berada di kisaran 1,3 kg untuk frame dan sekitar 0,34 kg untuk fork carbon. Dengan bobot ini, Mosso 795 Pro masuk ke kategori super light alloy frame yang mampu memberikan akselerasi cepat sekaligus membuat tanjakan terasa lebih ringan. Kekakuan (Stiffness) Maksimal untuk Efisiensi Pedal Selain ringan, Mosso 795 Pro juga dikenal memiliki kekakuan (stiffness) yang sangat baik. Kekakuan frame ini berarti tenaga dari kayuhan pedal langsung tersalurkan ke roda tanpa banyak kehilangan energi. Hasilnya: Akselerasi lebih cepat dan responsif. Handling lebih stabil saat sprint maupun cornering. Efisiensi tinggi untuk pesepeda yang fokus pada performa. Mosso berhasil menemukan keseimbangan ideal antara stiffness dan kenyamanan, sehingga tidak hanya cocok untuk kompetisi, tapi juga masih nyaman dipakai harian atau long ride. Desain Modern dengan Full Internal Routing Source mosso.com.tw Salah satu fitur modern yang membuat Mosso 795 Pro menonjol adalah full internal cable routing. Semua jalur kabel shifter dan rem masuk ke dalam frame, menciptakan tampilan yang sangat bersih dan rapi. Keunggulan desain ini meliputi: Tampilan lebih aerodinamis karena kabel tersembunyi. Perlindungan kabel lebih baik dari debu dan air. Estetika premium yang membuat sepeda terlihat mewah. Desain modern ini menjadikan Mosso 795 Pro sangat cocok untuk penggemar custom build yang ingin tampil beda dan profesional. Source mosso.com.tw Yang saya suka dari frame Mosso 795 Pro ini adalah, internal routingnya sampai ke bagian chain stay, jalur untuk kabel rd. Kebanyakan produk Mosso frame alloy lainnya yang sudah full internal belum ada fitur ini, masih menggunakan routing di luar chain stay. Pilihan Warna Mosso 795 Pro Ada 4 varian warna dari Mosso 795 Pro ini ketika postingan ini dibuat, antara lain: Green Metalic Red Metalic Black Matte Silver Metalic dan 1 satu varian spesial, yakni all elements.  Semua opsi warna diatas jadi satu dalam satu frame. Untuk semua varian warna kecuali Black Matte menggunakan warna fork yang sama, yakni hitam metalic. Selengkapnya https://mosso.com.tw/products.php?func=p_detail&p_id=340&pc_parent=2

5 bulan yang lalu

1.17K views

rockbross
light
Rockbros Handle Plug Light Solusi Lampu Simple Untuk Dropbar

Ada banyak macam bentuk desain lampu sepeda, berikut dengan bermacam-macam teknologi di dalamnya. Namun yang satu ini berbeda. Penempatannya minimalis pas di bagian endcap dari handlebar dropbar yang biasa di roadbike/gravel bike. Tetap minimalis, namun fungsional dan tetap terlihat jelas dari belakang, inilah Rockbros Handle Plug Light. Spesifikasi Rockbros Handle Plug Light Sensor Accelometer, Brake sensing, Light sensing, Vibration sensing; Baterai, 250mAh power reserve,with Type-C charging,more convenient to use; Tahan Air, High-sealing shell without fear of rain,life-grade waterproof; 5 macam tipe bracket,unlock new ways to play with cycling accessories; Pemasangan Rockbros Handle Plug Light Step pertama adalah memasang bracket yang berbentuk seperti endcap di ujung dari handlebar. Pemasangan lampu cukup simple, tinggal masukan dan putar untuk mengunci, persis seperti memasang cyclocomp seperti Garmin, dsb. Lampu kuat untuk menerima getaran dan aman mendapatkan guncangan ketika di jalan. Untuk tombol on/off bisa diakses di bagian tengah lampu. Tekan lama untuk on/off dan tekan bentar untuk ganti mode kedip. Sudah Type-C Hal penting lainnya, lampu ini sudah support type-c untuk pengecesan. Bisa dibilang fitur yang wajib ada untuk perangkat eletronik saat ini. Harga Di Marketplace Indonesia Kami menemukan Rockbros Handle Plug Light ini di beberapa marketplace di Indonesia dari official storenya, dan rata-rata harga yang di tawarkan Rp 286.000,- cukup murah. Link pembelian bisa cek di bawah. Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSSD8ksPM/  Shopee: https://s.shopee.co.id/2VhBnzQH6g?share_channel_code=2 

6 bulan yang lalu

1.15K views

rockbros
lampu sepeda
Kini Lampu Sein bisa Terpasang di Sepeda dengan Produk dari ROCKBROS Bike Tail Light Smart with Turn Signals

RockBros menghadirkan inovasi menarik: sebuah lampu belakang pintar 2 warna (merah dan kuning) yang dilengkapi fungsi sein kiri/kanan, sensor rem, dan laser ground line—semuanya dapat dikontrol lewat remote wireless handlebar. Sumber: rockbrosbike.us Fitur Utama ROCKBROS Bike Tail Light Smart with Turn Signals Sumber: rockbrosbike.us 80–85 lumen output LED ultra-bright, terlihat sampai ±100 meter untuk siang & malam hari ROCKBROSUSA+2ROCKBROSUSA+2ROCKBROS-US+2. 5–6 mode lampu: steady, flashing, flowing, turn left, turn right, dan ground line mode ROCKBROS-US. Brake & ambient light sensor: lampu otomatis menyala saat kamu mengerem atau kondisi gelap YouTube+5YouTube+5YouTube+5. Remote wireless (handlebar): memudahkan mengaktifkan sein tanpa melepas tangan . Laser ground line: membentuk garis virtual di belakang sepeda, menambah visibilitas dan memperingatkan pengendara lain . USB‑rechargeable 2000 mAh battery: tahan 5–10 jam; remote pakai baterai CR2032 dengan daya tahan sekitar 12 bulan YouTube+4ROCKBROS-US+4YouTube+4. Waterproof rating IPX4–6: tahan hujan ringan/berat . Kenapa Layak Punya Fitur Laser di Rockbros bike tail light with turn signal, Sumber: rockbrosbike.us  Fitur sein praktis membantu meningkatkan kesadaran pengendara di belakang, ideal untuk bersepeda di area padat. Modus laser ground line unik dan berguna untuk memberi ruang aman saat situasi gelap atau ramai. Kontrol jarak jauh meningkatkan keamanan, menjaga fokus tangan saat berkendara. Auto‑brake sensor menambah keamanan tanpa perlu tombol manual, sangat berguna saat situasi darurat. Pertimbangan Versi remote Bluetooth/wireless bisa mengalami delay atau koneksi putus jika jarak terlalu jauh atau ada gangguan elektromagnetik. Meski diklaim tahan air, tetap jaga konektor USB tetap kering untuk menghindari kerusakan ekstrem. Tips Instalasi & Penggunaan Pasang lampu di seatpost atau san­dalier bracket dan pastikan sudut menghadap belakang. Tempel remote di handlebar dengan strap karet— letakkan dekat jari ibu untuk akses cepat. Lakukan charging USB penuh sebelum perjalanan malam panjang. Coba semua mode lampu offline untuk memahami fungsi sein, lampu rem, dan ground line sebelum dipakai di jalan. Kesimpulan RockBros Bike Tail Light with Turn Signals adalah lampu belakang multifungsi yang menambahkan fungsi sein, sensor rem, dan laser ground line—fitur yang jarang ditemukan di lampu sepedaan umum. Dengan harga terjangkau dan fitur lengkap, ini adalah aksesori cerdas untuk kamu yang berkendara di jalan raya, route urban, atau night rides. Bisa beli di: Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSBgvxb8j/  Shopee: https://s.shopee.co.id/1g7dSvmN7Y?share_channel_code=2  Selengkapnya: https://www.rockbrosbike.us/products/rockbros-bike-tail-light-smart-with-turn-signals-wireless-remote-brake 

7 bulan yang lalu

1.23K views

shimano grx
shimano grx di2 12 speed
Shimano GRX Di2 12 Speed Akhirnya Rilis Mei 2024

Akhirnya Shimano GRX 12 speed hadir versi wirelessnya, namun hadir hanya untuk varian 2x, apa saja yang bisa kita dapatkan, mari kita bahas lebih lengkap. Yang Didapatkan di Shimano GRX RX825 Di2 Mari kita buka dengan apa saja yang bisa kita dapatkan di varian baru Shimano GRX Di2 12 Speed ini. Credit by instagram @shimanogravel Yang pertama ada brake shofter hoodnya, desain mirip dengan seri 11 speed di2nya, tapi ada beberapa detailing yang berbeda disini. Sudut-sudut bagian depan lebih kaku, dan diameter hood yang lebih sempit sehingga lebih nyaman di pegang untuk tangan kecil. Credit by instagram @shimanogravel New FD, secara speks, kita masih bisa menggunakan FD 11 speed yang sudah di2 juga, hanya saja ada beberapa pengembangan di seri 12 speed ini.  Credit by instagram @shimanogravel Hadir untuk opsi 2x, yang artinya FD untuk GRX 12 speed di2 ini tidak akan support dengan baik untuk cassete atau sprocket yang besar, menurut spesifikasi rekomendasi maksimum cassete ada 36t. Dibandingkan seri 1x di 12speed mechanical bisa sampai 52t dan bisa di pakai dengan lancar, sayang sekali opsi di2 ini belum hadir untuk opsi 1x. Bagaimana dengan part lainnya? Kita masih bisa menggunakan part yang sama dengan GRX 12 speed mechanical, mulai dari calipers, cassete, hingga cranksetnya, bahkan bisa di kombine dengan opsi dari Shimano MTB. Harga di Marketplace Indonesia Sayang sekali hingga postingan ini dibuat, kami belum menemukan produk ini terjual di Tokopedia, yang mana biasanya tidak menemukan juga di marketplace lain. Hingga akhirnya kamu menemukan GRX 2x12 Speed Di2 terbaru ini di ciclimattio.com. Satu set grou pset Shimano GRX Di2 RX825 2x12speed, hadir dengan harga Rp 34.123.765 , mirip-mirip dengan harga Shimano Ultegra 12 Speed Di2 seri yang sama di tahun 2024, ref https://ciclimattio.com/en/c/search?q=RX825&page=1 .  References: https://bike.shimano.com/en-EU/product/component/grx-12-speed.html

2 tahun yang lalu

1.81K views

tailfin
rack cargo
Carbon Rack Cargo untuk Bikepacking dari Tailfin

Rack Cargo dari Tailfin ini adalah solusi untuk membuat setup backpacking kamu tetap ringan tapi dengan material yang kuat, karena terbut dari carbon. Kami Pertama Melihat Cargo ini dari Video Safa Brian "Tour to the Tour" Safa Brian membuat beberapa episode epic ketika Tour de France 2023, yakni Tour to The Tour, bikepacking untuk melihat stage-stage di Tour de France 2023m dam bike cargo yang digunakan adalah Tailfin ini, video lengkapnya bisa cek di TdF 2023 stage 1 recon of the final kilometres + Taylor's bike check [TtTT #2] (youtube.com) . Tailfin Road/Touring Yang menjadi fokus pembahasan di postingan ini adalah carian Road/Touring dari Tailfin, untuk Rack, hingga Bag dan Panier. Untuk rack road touring sendiri, Tailfing memiliki 2 macam yakni varian carbon dan alloy dengan desain yang sama persis, perbedaannya tentu di harganya, untuk carbon 1.6x lipat lebih mahal dari alloy. Talfin memberikan opsi menarik di websitenya untuk pembelian, selain memilih bahan racknya, ada beberapa opsi lain, seperti mounting untuk di ta quick release atau di frame, ingin sekalian dengan rack panier dan tas-tasnya atau tidak. Harga akan otomatis menyesuaikan dengan opsi yang digunakan. Selengkapnya bisa cek di Carbon Rack - Tailfin Cycling Carbon Rack With and Without Pannier Mount Hal ini penting karena dengan tambahan baut untuk pannier ini maka akan membuat desain dari rack berubah, bisa cek di gambar atas. Baut untuk panier memberikan ekstra part di rack, berbeda dengan tanpa rack yang benar-benar mulus. Spesifikasi Carbon Rack Carbon rack - with pannier mounts : Berat: 395g fast-release mounting 335g direct mount Dimensi top bag:  Lebar: 160mm (rear) / 128mm (front) Panjang: 430mm Maximum Load 27kg Maximum Top Load 9kg Maxium Side load , 9kg / each side Carbon without rack - with pannier mounts : Berat: 317g fast-release mounting 257g direct mount Dimensi top bag: Lebar: 160mm (rear) / 128mm (front) Panjang: 430mm Maximum Load 27kg Maximum Top Load 9kg Maxium Side load , 9kg / each side

2 tahun yang lalu

1.58K views

favero assioma pro mx
power meter
Favero Rilis Assioma Pro MX Pedal Power Meter untuk MTB Gravel Cyclocross

Produk terbaru dari Favero, power meter pedal untuk MTB, Gravel, CX, dengan nama Favero Assioma MX, menggunakan sistem pedal SPD Shimano yang sudah terkenal handal bertahun-tahun. Spesifikasi Berat sepasang 191.4g SPD system compatibility Adavanced Metric Auto calibration Bluetooth ANT+ Connectivity Fitur Lengkap yang Sama Dengan Favero Assioma Sebelumnya Produk Assioma yang sudah dilirilis sebelumnya, seperti Assioma Duo, Uno, Duo Shi, dll, memiliki fitur yang sangat lengkap sebagai power meter, mulai tahu power yang digunakan oleh cyclist, persentasi effor dari masing-masing pedal, tahu titik mana dari pedaling yang paling banyak mengeluarkan power, dan masih banyak lagi. Fitur-fitur tesebut, tentu juga hadir di Assioma Pro MX, hanya saja pedal ini tersedia untuk off road cycling. Lokasi Led Indicator yang berbeda dengan Assioma Road Jika kamu telah memiliki adapter charger dari Assioma Road, tentu masih bisa digunakan untuk charging power meter, hanya ada perbedaan di bentuk socketnya yang sesuai dengan gambar diatas. Led indicator yang memberikan info power meter sedang on, atau sedang di charge memiliki posisi yang berbeda, yakni berada di ujung spinder sisi dalam, sehingga power meter ini lebih berkesan clean dan mirip dengan pedal spd biasa. Varian Assioma PRO MX Ada 2 varian power meter yang di rilis Favero untuk Assioma Pro MX, yakni Assioma Pro MX-2 untuk dual side pedal power meter dengan harga Euro 613.93 atau Rp 10.386.632,83, dan Assioma Pro MX-1 untuk single side pedal power meter dengan harga Euro 368,00 atau Rp 6.225.922,96. Tentu yang dual side lebih mahal dari yang single side, disamping itu selisih harga yang diberikan juga tidak sampai 50%, tapi diatasnya.  Favero juga menjual opsi Assioma Pro MX-UP, opsi ini bisa untuk mengunbak Assioma PRO MX-1 yang single side menjadi Assioma PRO MX-2 yang dual side dengan harga Euro 352,38 atau Rp 5.962.265,24. Info Lebih Lengkap: ASSIOMA PRO MX | favero-cycling 

2 tahun yang lalu

1.64K views

MauGowes Logo

MauGowes - Adalah platform online yang dibuat untuk kamu para pecinta sepeda. Disini kamu bisa dapat konten menarik dan sekalian belanja pula.

© 2026 MauGowes - All Right Reserved

Powered by Y&A Studio

Socials

YoutubeTelegramInstagramTwitterFacebookTokopediaShopee