Blog - Mau Gowes

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 130 post

Yang Perlu Disiapkan Untuk Menggunakan Tubeless Tires di Roadbike

tubeless tire adalah teknologi pada ban, hampir semua alat transportasi yang menggunakan roda bisa mengimplementasikan ban jenis ini, yang man komposisi ban hanyalah ban luar saja, tanpa ban dalam, hadir dengan berbagai kelebihannya. Untuk bisa mengimplementasi tubeleaa tirebdi roadbike, berikut adalah beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan. Wheelset Tubeless Ready Ini adalah bagian penting dari penggunaan ban tubeless, wheelset tubeless ready berbebeda dari wheelset clincher/dengan inner tube yang biasa kita jumpai. Dari segi komposisi, wheelset tubeless memiliki dinding yang lebih tebal dan benar-benar kedap udara. Karena ban roadbike memiliki tekanan tinggi, dan ditubeless yang tanpa ban dalam, angin akan langsung bertemu dengan dinding wheelset sebelah dalam. Disamping itu wheelset tubeless juga memiliki ciri lain yakni tersedianya valve di paket pembelian. Ukuran valve juga bisa berbeda, tergantung kebetuhan dan beda tinggi profiling rims, juga tidak akan mempengaruhi panjang valve seperti di di ban clincher. Tubeless Ready Tires Harga ban tubeless biasanya lebih mahal dari ban clincher, tapi tak lebih mahal dari ban tubular. Untuk tahu apakah ban itu tubeless atau bukan pastikan membaca speknya dengan seksama. Cari lebar yang diinginkan dan tinggal dipasang  Tubeless Sealant Cairan sealant memiliki tugas untuk mengisi lubang yang muncul ketika ban tubeless bocor, karena otomatis menutup lubang maka bocor akan berhenti tidak sampai angin di dalam habis, berikut adalah salah satu hal yang membuat orang menyukai ban tubeless. Tubeless Air Liner Air liner dib ban tubeless merupakan tambahan ekstra di dalam ban berbahan busa, ditujukan agar bisa menggunakan tekanan angin yang lebih rendah daripada tanpa memasang air linner. Lebih rendah tekanan maka lebih nyaman ban digunakan. Disamping itu, seperti di ban-bang mobile ada fitur run-flat, jadi meski angin kamu habis, ban tubeless masih bisa digunakan dengan aman dan kamu masih bisa pulang dengan gembira. Sumber Gambar : https://www.vittoria.com/us/en/


7 hari yang laluyussan

Brand New Shimano Dura-Ace R9200 dan Ultegra R8100 Kini 12 Speed dan hanya Di2

Setelah penantian panjang sejak akhir flagship groupset dari Shimano yakni Dura-Ace rilis juga versi terbarunya, yakni R9200 dengan berbahai teknologi terbaru, yuk kita cek. New Design Desain tebaru untuk Dura-ace R9200 dan Ultegra R8100 lebih terlihat smooth dari seri sebelumnya, dibagian cranksetnya pure black dengan logo Dura Ace / Ultegra dan tidak meninggalkan desain Xnya yang ikonik.  Lebih menarik lagi karena 2 seri terbaru tersebut juga menyediakan opsi power meter untuk crankset mereka. 12 Speed Seperti rivalnya SRAM dan Campagnolo yang sudah duluan rilis 12 speed sprocket, kini Shimano juga menggunakan teknologi yang sama untuk rilis terbaru ini. Tentunya dengan 12 speed rasio tiap gearnya akan semakin rapat semakin smooth dan semakain cepat untuk melakukan shifting. Lima sprocket terbesar terbuat dari titanium di Dura-Ace terbaru, sedangkan sisanya terbuat dari baja berlapis, sedangkan untuk seri Ultegra semuanya dari baja berlapis Untuk bisa menggunakan 12 Speed ini, Shimano menggunakan sprocket housing Micro Sline. Semi Wireless Kini tidak ada lagi di2 junction box di Shimano Di2 terbaru, untuk brifter memiliki baterai sendiri, dan untuk rd dan fd memilki baterai yang bisa dipasang di seatpost, kenapa seatpost tentu agar ukuran baterai bisa besar dan bisa tahan digunakan lebih lama. Ketidak adanya di2 junction box ini karena Shimano Di2 2021 sudah menganut semi wireless sistem, yups semi wireless karena masih ada kabelum penghubung tiap komponentnya. Hanya Menyediakan opsi Di2 Sebagai produk flagship, Dura-Ace ditujukan untuk semua fitur top line yang yang ditujukan peforma untuk mencapai hasil terbaik di race, dan karena itu pula di Shimano Dura-Ace R9200 hanya tersedia opsi Di2, hal tersebut sama seperti Ultegra R8100. Bedanya kamu bisa memilih opsi wireless atau opsi wired. Masih Menyediakan Opsi Rim Brake Bagi kamu penyuka Rim Brake, untungnya di seri terbaru ini Shimano tidak menghapusnya varian Rim Brake seperti SRAM. Yang artinya Shimano terbaru ini masih mendukung rem mechnical, bisa jadi opsi kamu juga yang ingin menggunakan disc brake mekanikal yang tentu bisa menghemat lebih banyak biaya. Untuk opsi rim brake/mekanikal brake ini, hanya tersedia Ultegra dan Dura-Ace Di2 versi fullcabling. Image source : https://bike.shimano.com/en-EU/product/component/duraace.html


13 hari yang laluyussan

e-bike Roadbike Dengan Motor dan Baterai yang Tak Terlihat

Banyak e-bike yang akhir-akhir ini mudah dijumpai pasaran, cocok untuk sarana transportasi dibandingkan sepeda motor karena zero emisi. Namun kebanyakan bentuk ebike adalah frame yang besar, bateray dan motor terlihat dari luar, sehingga yang sekali melihat langsung tahu kalo itu adalah e-bike. Berikut adalah opsi e - roadbike dengan baterai dan motor yang hampir tak terlihat perlu melihat lebih dekat untuk tahu kalo itu benar-benar e-bike. Ribble Endurance SL e Ribble brand asal UK, menghadirkan opsi Electronic Roadbike yang terlihat sleek dan tidak seperti e-bike. Ketika postingan ini dibuat, ada 4 varian Ribble SL e, antara lain Ribble SL e - Sport Ribble SL e - Enthusiast Ribble SL e - Pro Ribble SL e - Hero  Untuk seri tertinggi sudah menggunakan groupset Shimano Dura Ace Di2 dan berat total 10.5kg. Semua varian Ribble SL e diatas menggunakan frame dari carbon fiber dan menjadi salah satu e-bike teringan. Menggunakan sistem Mahle Ebikemotion, Endurance SL e tidak mendapatkan unit kontrol, melainkan memilih tombol di top tube yang berputar melalui tiga tingkat assistance. Tersembunyi di dalam downtube adalah baterai Panasonic 250Wh, yang terhubung ke motor berbasis hub belakang yang memberikan torsi 40Nm. Ada juga aplikasi yang menyertainya, untuk mengetahui seperti info sisa baterai dan sebagainya. Ref: https://www.ribblecycles.co.uk/ribble-endurance-sl-e/ Bianchi Aria E-Road Sekilas orang akan mengira kita sedang menggunakan Bianchi Oltre XR4 ketika menggunakan Bianchi Aria E-Road, yups mirip sekali geometri nya, tapi jika lihat lebih teliti perbedaannya banyak juga sih, dari desain toptube yang beda, seatpost yang beda dan lain sebagainya. Hasil penelurusan kami di web resmi Bianchi E-Road, selain seri electronik roadbike, Bianchi juga mengeluarkan seri e-gravel bike yakni seri Bianchi E-Imppulso.  Untuk seri E-Road ini dari pabrik, bianchi hanya menyediakan opsi groupset Shimano Ultegra, baik yang mechanical maupun di2 hingga postingan ini dibuat. Ref: https://www.bianchi.com/bikes/e-bike/e-road-e-bike/ Colnago E64 Menurut saya, dari semua list yang ada di e-roadbike ini, opsi Colnago E64 ini lah yang plaing saya suka, dengan tubing khas Colnago, diameter tube yang tidak besar dan gemoetri yang mirip Colnago C64, memang tidak terlihat ini adalah e-bike. Di website resminya tidak banyak yang bisa kita ulik disana, hanya ada size chart, spesifikasi dan deskripsi frame, untuk tahu lebih banyak seputar seri Colnago E64 ini, bisa menghubungi dealer / kontak yang tersedia di link bawah. Ref: https://www.colnago.com/en/bikes/e64/ Trek Domane+ LT Sebagai brand sepeda paling populer di US, Trek tentu tidak akan kalah dengan genre e - roadbike ini. Hadir dengan seri Trek Domane+ LT, yang kita tahu sendiri Trek Domane adalah lini roadbike endurance, dan kini hadir seri e-bikenya. Perbedaan besar yang paling kelihatan ada dibagian downtube, sangatlah besar yang tentu berisi baterai yang besar pula agar bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, sedangkan untuk opsi groupset sama dengan opsi yang bisa kamu dapatkan di Trek Domane. Ref: https://www.trekbikes.com/us/en_US/bikes/road-bikes/performance-road-bikes/domane/domane-lt/domane-lt/p/30915/ Pinarello Nytro PInarello NYTRO adalah motor pertama dengan DNA road racer murni yang menandai sebuah era di dunia E-ROAD. Menampilkan desain ikonik dari Pinarello. Selain opsi e-roadbike, Pinarello Nytro juga hadir untuk opsi e-gravel bike yakni Pinarello Nytro Gravel. Ref: https://pinarello.com/global/en/bikes/road/endurance/nytro-road/nytro-road-ultegra Specialized Creo SL Expert Diluncurkan selama Tour de France 2019 adalah tambahan terbaru untuk jajaran sepeda Specialized Turbo, yakni Creo SL, yang dirancang untuk menjadi sepeda e-road berperforma tinggi yang ditenagai oleh sistem penggerak SL 1.1 brak mereka sendiri, juga menggunakan Futureshock 2.0 di bagian depan. Alih-alih solusi aftermarket dari Bosch, Fazua atau Shimano, Specialized mendesain sendiri, yang diklaim hanya berbobot 1,96kg. Specialized Creo SL ini menggunakan opsi single chainring, yang memang tidak terlalu ngefek pada e-bike, karena sumber tenaga utama berasal dari motor yang memang power full untuk flat maupun nanjak. Ref: https://www.specialized.com/us/en/turbo-creo-sl-expert/p/170238?color=274020-170238 Giant Road E+ 1 Pro Giant menghadirkan Giant Road Eplus 1 Pro untuk varian electronik roadbike mereka. Dari frame aluminium yang responsif, composit fork, dan motor SyncDrive Pro yang diperbarui membantu kamu memperpanjang petualangan berkendara di jalan raya. Yang Berbeda dari sepeda-sepeda e-bika diatas adalah, adanya integrated spedometer dan control system di bagian handlebarnya, yups aura e-bike nampak sangat kuat di seri Giant Road Eplus 1 Pro ini. Ref: https://www.giant-bicycles.com/int/road-eplus-1-pro Cannondale Synapse Neo 2 Synapse sendiri adalah varian dari Canondale yang diciptakan untuk sepeda edurance, dan kini hadir versi e-bikenya di Canondale Synapse Neo 2. Framenya terbuat dari lightweight smartform c1 alloy dan fork dari fiber carbon. Dari groupsetnya hadir sejak Shimano Tiagra 2x10speed, yups sepertinya varian ini diciptakan untuk menengah keatas. Dengan motor dan unit dari Bosch Active Line Plus drive system w/ Cannondale road-specific software / Range: up to 166km (103 mi). Ref: https://www.cannondale.com/en/bikes/electric/e-road/synapse-neo/synapse-neo-2-smu


8 hari yang laluyussan

Impresi Elite Wheelset ENT-DISC 50mm Setelah 1000KM

Beberapa saat yang lalu salah satu partner MGWS Mr WSNJY merakit road bike, dan unutk part wheelsetnya mengguakan produk dari Elite Wheels, serinya Elite ENT 50mm untuk Disc Brake dengan Hub RD07. Wheelset terbaru merupakan produk baru yang di beli langsung dari official store Elite Wheels di Ali Express, berikut adalah impresi setelah 1000KM penggunaan. Desain Yang Simple dan Sleek Corak utama dari Elite ent ini adalah hitam matte penuh tanpa corak macam-macam, tentunya dengan decal dari Elite wheel seri 2.0 alias terbaru untuk 2020. Rimsnya sangat cocok dan elegan di padukan dengan vittoria corsa gumwall dan frame delihea rest yang serba hitam. Spesifikasi Untuk opsi discbrake lebar rim 50mm berat total sepasang adalah +- 1656±30g, dan berikut adalah spesifikasi lengkapnya :  UCI Certified Support clincher dan tubeless Hub untuk rotor center lock, support untuk Shimano 10-11 speed / XDR 11-12 speed Axle: F-qr*100 &12*100mm.R-qr*135&12*142mm Freebody: 6 pawls Holes: Front 24.rear 24 Spokes: Pillar 1423 Dan dilengkapi dengan valvle untuk ban tubeless beserta spokes/ruji cadangannya. Tetap Nyaman Untuk Climbing Berkat ringan dan stiffness dari carbon, wheelset ini tetap enak digunakan nanjak. Terbukti dari pengetesan di Bukit Turgo dengan ketinggal sekitar 1000mdpl, watt yang dihasil untuk bisa membawa sepeda kepuncak lebih rendah daripada wheelset dengan harga sejenis terutama yang non carbon. Kondisi Setelah 1000Km UCI Certified memang adalah pantokan yang benar untuk mengetahui kualitas dari suatu part sepeda, dan Elite ent ini sudah UCI Certified. Dari pengalaman gowes WSNJY menjelaskan sering masuk lubang dengan highspeed / kecepatan tinggi dan langsung gas saja karena merasa wheelset baik - baik saja. Benar saja, sejak awal pembelian hingga review ini dibuat WSNJY sama sekali belum pernah setel ulang ruji, karena memang belum di butuhkan. So far dengan harga kurang lebih Rp 5 jutaan, Elite ent ini tidak mengecewakan dan rekomended, tapi untuk dapat harga aslinya kamu perlu beli di Ali Express, dan untuk free ongkirnya harus memilih agen yang pengirimannya bisa 2-3 bulan. - yussan -


12 hari yang laluyussan

Impresi Superteam 50mm Rim Brakes Hub Poweray R13 Setelah 1000km

Superteam memberikan opsi harga yang cukup terjangkau untuk Wheelset dengan bahan fiber carbon dan sudah sudah tersertifikasi UCI. Pembeli juga dengan mudah untuk mengcustomisasi pilihan warna decal, hub, lebar rims dan spesifikasi lain. Berikut adalah impresis superteam 50mm Rim Brakes dengan Hub Poweray R13 setelah 1000km oleh salah satu penulis MGWS, Yussan. Telah di Coba Di Frame Chromoly hingga Carbon Decal yang kimi pilih untuk wheelst ini adalah warna hitam glossy, karena menurut kami warna ini lebih kalem dan tidak mencolok. Dipasang di frame kecil dari bahan chromoly hingga di frame carbon sama-sama membuatnya semakin keren. Hal pertama yang dirasakan ketika menggunakan wheelset ini tentu bobotnya yang berkurang drastis, karena berat total +-1.4kg, berat totla di support adalah 140kg. Spesifikasi Materail: Full Carbon Fiber-Toray T700 Suit For Bike: For Shimano Road Bike(If your bike for Campagnolo also have Campagnolo Cassette) Wheels ERD: 544cm Spokes Tension/Front Wheel&Rear Wheel not-Driver Side: 100-130kgf Spoke Tension/Rear Wheels Driver Side: 150-180kgf Spoke type: aero alloy Quality Control: All pass EN14781(SGS) Standard Test Warranty: 2 Years Rider Weight Limit: 130kgs Freehub: Poweray R13 Max Tire Widh: 28mm Braking Power Rim Brakes carbon tidak semuanya memiliki peforma pengerima yang sama, untuk mendapatkan peforma pengeriman yang baik biasanya pada bagian brake line menggunakan seperti carbon lebih tebal atau menggunakan bahan lainnya. Dikombinasikan dengan brake shoes dari Swisss Stop https://maugowes.com/blog/Swiss-Stop-Rekomendasi-Untuk-Brake-Pad-Carbon-Rim-Brake-6074bc5f99f33b5ace6df3a9 , kami mendapatkan peforma yang diharapkan, namun ketika hujan, kami dapat belum sebaik dengan brake line berbahan alloy. Riding Peformance Sebelumnya penulis telah menggunakan Novatec Jetfly dan mendapatkan kelebihan, namin di Superteam 50mm Rim Brakes Carbon ini kami mendapatkan lebih. Kami merasakan akselerasi lebih baik ketika menggunakan wheelset ini, tiap kayuhan berasa power yang tertransfer ke putaran roda lebih effisien. Memang kelebihan dari bahan carbon adalah lebih stiff daripada bahan alloy, sehingga transfer power memang lebih efektif dan efisien, ditambah bobotnya yang lebih ringan. Meski lebih stiff namun wheelset karbon juga membuat lebih mudah untuk meredam getaran, kami akan merasakan sensasi sepeda lebih empuk dengan menggunakan wheelset carbon dan tanpa mengurangi peforma. Untuk peforma ketika menajak hanya sedikit perbedaan dengan rim cabon dengan profil rendah, bahkan kami merasakan lebih stiff dengan rim lebar ini. Kekurangan Ketika cuaca luar tidak berangin wheelset ini sangat menyenangkan untuk digunakan, namun hal tersebut sangat berbeda ketika kami mendapatkan angin samping, atau bahkan ketika sedang asyik gowes dipinggir tiba-tiba disalip/dilewati bus atau kendaraan besar lainnya, kami merasakan sensai seolah-olah sepeda bisa berbelok sendiri. Thanks - Yussan.


21 hari yang laluyussan

Sebelum Upgrade Disc Brake Mekanikal ke Hidrolis Bisa Perhatikan Ini Dulu

Untuk kamu yang saat ini memilki roadbike disc brake tapi masih mekanikal dan ingin upgrade ke seri hidrolis, berikut ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, mulai dari opsi upgrade lain, dan penjelasan seputar part-part yang dibutuhkan untuk menggunakan rem hidrolis Perbedaan Rim Brake Mekanikal dan Hidrolis Cara kerja utamanya adalah sama sih,untuk menekan piston dikaliper untuk menjepit disc untuk menghentikan putaran roda, tapi tentu saja feel, penampakan dan peforma dari disc brake mechanical dan hidrolis jelas berbeda Penampakan Disc Brake Mekanikal Disc brake mekanikal untuk menyampaikan perintah pengereman dari lever ke kaliper menggunakan kawat besi kuat. Jika dilihat dari lever, baik disc brake mekanikal / hidrolis terlihat sama saja, tapi jika di bagian kaliper, disc brake mekanikal terlihat sisi inner cable brakenya yang dari logam terlihat dari luar.  Tugas dari inner cable ini adalah menarik piston ketika ada pengereman sehingga disc/piringan bisa tergencet dan terjadilah deselerasi. Bagian ini lah yang terlihat tidak rapi dibandingan disc brake yang sudah hidrolis. Penampakan Disc Brake Hidrolis Cara kerja disc brake hidrolis adalah ketika terjadi proses pengereman, kita memberikan tekanan mineral oil yang ada di kabel rem dan tersalurkan hingga ke kaliper, yang mana tekanan oli ini akan menekan piston sehingga menjepit disc/piringan, disinilah proses deselerasi. Karena kabel rem disini bisa dibilang seperti selang, hanya berisi mineral oil, maka ketika ketika melihat caliper disc brake hidrolis terlihat jauh lebih rapi , simple dan tertutup. Feel Disc Brake Mekanikal dan Hidrolis Meski cara kerjanya sama, tapi perbedaan mekanikal dan hidrolis adalah feel ketika pengereman, untuk rem di disc brake hidrolis berapa lembut dan ringan, meski begitu pengereman tetap berjalan dengan maksimal. Untuk discbrake mekanikal, makin dalam melakukan pengereman makin berat dan keres untuk menarik brake levernya. Part Yang Perlu Diganti Untuk Upgrade Disc Brake Mekanikal ke Hidrolis Untuk memudahkan penjelasan di bagian ini, kita gunakan sample produk dari Shimano , Shimano Ultegra R8000 untuk mekanikal dan R8020 untuk hidrolis. Untuk part-part yang perlu diganti ketika upgrade dari disc brake mekanikal ke disc brake hidrolis antara lain :  kaliper kabel rem hidrolis shifter Sisanya adalah pembelian untuk mineral oilnya. Yup cuma perlu 3 part ini, namun perbedaan harga tiap part tentu ada, dan harga part-part untuk rem hidrolik jelas lebih tinggi. Kita ambil contoh untuk perbedaan harga parts shifter/brifternya, untuk seri Ultegra R8000 yang masih mekanikal, harganya kurang lebih Rp 4.000.000,-  Sedangkan untuk seri Ultegra R8020 yang seri hidrolis, harga kurang lebih Rp 5.000.000,- selisih 1 juta rupiah lebih mahal lah daripada yang seri mekanikal. Opsi Disc Brake Mechanical Semi Hidrolis TRP HY-RD Opsi ini adalah, kita masih bisa menggunakan part-part untuk rem mekaninal tapi bisa sedikit merasakan nikmatnya rem hidrolis. Yakni dengan mengganti kaliper ke TRP Hy RD. Part hidrolis dari kaliper ini adalah di pistonnya yang menjepit ke piringan/disc nya, sisanya sampai ke shifter masih mekanikal sehingga kita masih bisa menggunakan part-part lama. Giant Conduct Hyraulic Disc Brake Giant Conduct Hydraulic Disc Brake menciptakan teknologi kombinasi brake mekanikal berpadu dengan brake hidrolis, yakni Giant Conduct Hydraulic Disc Brake. Jika dilihat pada gambar diatas, ada part tambahan di bagian depan stem/handlebar. Disitulah konversi dari brake lever mechanical menjadi hidrolis hingga ke kaliper. Karena kabel mechanical lebih pendek daripada yang menggunakan TRP Hy-rd maka feel hidrolisnya lebih berasa di produk ini. Namun bentuk dan ukuran di rasa cukup tidak biasa, penulis sendiri masih lebih suka untuk pakai TRP Hy-rd untuk opsi rem hybrid. Sumber Gambar https://www.cyclingweekly.com/ https://r2-bike.com


24 hari yang laluyussan

Elves Eglath Pro Disc 2021 Keluaran Terbaru Dengan Fully Internal Cable Routing

Sebelumnya Elves memiliki satu varian lain yang juga sama-sama internal cable routing secara full, yakni Elves Falath Pro Disc, yang ditujukan untuk sepeda aero dengan geometri aeronya. Tahun ini hadir lagi dengan geometri all roung, yang bisa dibilang lebih nyaman untuk flat, nanjak maupun endurance, mari kita lihat apa saja didalamnya. Eglath Pro Size dan Colors Melihat Frame Eglath Pro ini sekilas teringat frame Falath dan Vanyar, memang kombinasi yang menarik sih membuat frame ini memang true all rounder. Ketika postingan ini dibuat, Elves Bikes menyediakan beberapa opsi warna dan size sebagai berikut. Pilihan Warna : CHAMELEON (Black-Red) & CHAMELEON (Brown & Lichen Green) Silver & 3D Magic CHAMELEON (Forest Green) & Ceramic White Gentle Violet & Dawn Pink LEMON YELLOW & CHAMELEON (Brown-Lichen Green) GLOSSY BLACK & MATTE BLACK Pink & White CHAMELEON (Black-Red) & Blazing orange Custom Paint Eglath Pro Material Tim Elves menjadikan keamanan produk sebagai prioritas, frame Eglath Pro hadir dengan garansi global 5 tahun, serat karbon utamanya adalah Toray T800, dan kami menggunakan serat karbon T1000 di head tube dan bottom braket untuk meningkatkan kekakuan keseluruhan. Desain geometrinya mirip dengan sepeda allrounder lainnya, seperti Specialized Tarmac SL7, Scott Foil dan Wilier Filante SLR, geometri jalan yang seimbang, penanganan yang lebih stabil, pengendaraan yang lebih mulus, rem cakram yang kuat, dan jarak bebas ban hingga 28mm membuat Anda memegang kendali, bahkan di jalan yang kasar. Eglath Pro dikombinasikan dengan stang Elf OROME Aeropro memungkinkan Anda menyembunyikan semua kabel sepenuhnya secara internal melalui bilah dan headset ke dalam bingkai, dan Eglath Pro dilengkapi dengan adaptor spacer headset HPS03 untuk bilah tradisional dan kokpit kombo merek lain, sehingga kamu bisa mendapatkan sepenuhnya sistem routing kabel tersembunyi. Spesifikasi Frame FULL-CARBON (TORAY T800+T1000 CARBON FIBER) FRAME TYPE: All-ROUNDER FRAME SEAT CLAMP: INTEGRATED WEIGHT: 1060g (SIZE 50, BLACK COLOR) HEADSET:1-1/2” LOWER,1-1/2” UPPER BRAKE MOUNT: FLAT MOUNT BOTTOM BRACKET: BB86 PRESS FIT ELECTRIC DRIVETRAIN: DI2 & E-TAP COMPATIBLE EPS MOLDING TECHNOLOGY FULLY INTEGRATED CABLE ROUTING SYSTEM AXLE DIMENSION: 12 X 142 mm THRU-AXLE MAX TYRE SIZE:700CX28C Fork FULL-CARBON DISC FORK WEIGHT: 400g OFFSET: 45mm BRAKE MOUNT: FLAT MOUNT STEER TUBE LENGTH: 300mm AXLE DIMENSION: 12 X 100 mm THRU-AXLE Seatpost LENGTH: 350mm WEIGHT: 250g SINGLE BOLT PIVOT PRECISE ADJUSTMENT DIAMETER: ELVES TAPERED SEATPOST: FULL-CARBON SADDLE CLAMP: 7x7mm SADDLE RAIL CLAMP (7X9mm CLAMP FOR CARBON RAIL INCLUDED) SLIDING MOUNT FOR RAIL Certification BOTH EN 14766 AND ISO 4210-6:2014 Paket Pembelian Yang bisa kamu dapatkan pada pembelian frame Elves Eglath Pro Disc ini antara lain: BB86, CERAMIC BEARINGS BB ELVES HEADSET = INTEGRATED Handlebar spacers REAR DERAILLEUR HANGER X2 Thru Axle 12x100mm & 12x142mm (Thread: M12x1.0) Ketika postingan ini dibuat harga frameset ini adalah $1,499.00 atau Rp 21,588,822.85. Bisa didapatkan di https://bunnyhop.com.au/collections/elves-race-frames/products/2021-elves-eglath-pro-frame-disc-brake


sebulan yang laluyussan

Delihea Rest 2 Tank Machine Frame Keluaran Terbaru dengan Fully Internal Cable Routing

Tahun 2021 Delihea mengeluarkan varian baru di seri frame roadbike all roundnya, dengan geometry miliki Delihea Rest, tetapi dengan dengan full internal cable routing, tidak ada kabel menggantung lagi dibagian depan. Pilihan Warna Dari official store Delihea Bike di Ali Express tersedia 3 corak, yaknik merah dengan logo 1, hitam dengan logo 2 dan merah dengan logo 2, bagusnya seperti seri delihea sebelumnya juga menyediakan custom warna , tentu dengan logo yang tersedia. Size Chart Ukuran yang tersedia untuk frame terbaru ini adalah sama dengan seri Delihea Rest pertama, ada 44CM, 46.5CM, 49CM, 52CM, 54CM, 56CM dan 58CM. Jika kita bandingan dengan Delihea Rest, maka ada beberapa perbedaan, bisa saja Delihea Rest 2 lebih panjang dari Delihea Rest 1 atau bahkan sebaliknya, bisa dibandingkan dari gambar atas dan bawah ini. Untuk lebih menyederhanakan size chart diatas, Delihea Rest 2 ini juga memiliki size guide yang dibagi berdasarkan tinggi pengguna. 150-156cm: size 44cm 156-163cm: size 46.5cm 163-172cm: size 49cm 178-184cm: size 54cm 184-188cm: size 56cm 188-192cm: size 58cm Cukup menarik ya size guidenya, sepertinya Delihea menyasarkan bukan cuma untuk pasar Asia, tapi untuk Eropa, Amerika yang memang terkenal memiliki postur tinggi-tinggi. Spesifikasi Item Included: Frame,Fork,Seatpost,Clamp,Headset,Handlebar,Stem,Spacers,Axles Material: Full Carbon T800 Size: 44/46.5/49/52/54/56/58CM Routing: Full Internal Cables Warranty: Frame- 2 Years Fork&Seatpost- 1 Year Handlebar&Stem- 1 Year Headset Size: Up 52MM*8MM Down 52MM*7MM Max Tires: 28MM Thru Axles: Front 100*12 Rear 142*12 Weight: Frame:875g Fork:400g Handlebar:245g Stem:200g Seatpost:200g (Size 49CM Unpainted Max 40g Difference) Disc Rotor: 140MM/160MM Handlebar Size: 400/420/440MM Stem Size: 90/100/110/120MM Harga Harga resmi Delihea Rest 2 di official store di Ali Express adalah Rp 8,046,944.56 ketika postingan ini dibuat, bisa jadi plus pajak sampai Indonesia adalah kurang lebih 10% atau sekitar Rp804.694,-. Mungkin jika di marketplace local harganya bisa diatas 10 jutaan rupiah. Untuk belanja langsung bisa mengunjungi lin berikut https://www.aliexpress.com/item/1005002940083676.html , sampai Indonesia kurang lebih 40 harian.


sebulan yang laluyussan

Cara Download Gambar dari Aktifitas Strava

Ada kalanya ketika gowes bersama, dan teman-teman gowes juga upload gambar ke Strava, kamu ingin download foto-foto yang diuplodnya, bisa karena itu foto bersama atau foto-foto lain yang kamu tidak punya. Baik di akses di app atau web, tidak ada opsi download gambar, atau klik kanan save image as jika pakai komputer, berikut adalah caranya. Untuk pembuka, step-step dibawah ini dilakukan dengan membuat Strava dari website versi dekstop ya dengan browser Google Chrome, agar lebih mudah. Buka Aktifitas Strava Mulai dengan membuka aktiftas Strava target, ada kalanya kamu tidak bisa melakukan step ini, jika akun tujuan kami adalah private dan kamu belum berteman di strava. Di aktivitas Strava ini kan terlihat berbagai macam data, dan foto, dari list foto yang di upload, klik saja yang mau di download. Inpect Link Gambar Dibagian ini kita akan bahas yang agak teknikal, silahkan buka salah satu gambar, klik kanan dan pilih "inspect". Masuk ke tab "element" kamu akan mendapatkan tampian seperti pada gambar dibawah. Buka tag <figure>...</figure>, masuk ke photo-slideshow-content, dan lanjutkan ke .image-wrapper Tara dapat deh url image, tinggal klik kanan open new tab, atau copy saja linknya, gambar siap untuk didownload. Gambar hasil download pakai teknik ini cukup memuaskan, bisa jadi opsi utama daripada screenshoot.


2 bulan yang laluyussan

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean