Featured:
Industri sepeda road bike kembali diramaikan oleh kehadiran generasi terbaru dari melalui lini terbaru mereka, yaitu dan . Kehadiran dua model ini langsung menarik perhatian para cyclist karena menawarkan kombinasi desain modern, teknologi terbaru, kenyamanan endurance, dan spesifikasi tinggi dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibanding banyak brand global lainnya. Polygon memang dikenal sebagai salah satu brand asal Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Polygon terus meningkatkan kualitas frame, teknologi, hingga positioning produknya agar bisa bersaing dengan brand-brand besar Eropa maupun Amerika. Melalui seri Strattos terbaru ini, Polygon tampaknya ingin menunjukkan bahwa sepeda road bike premium tidak selalu harus memiliki harga yang terlalu mahal. Varian Strattos 7 dan 8 2026 Strattos 6 (Just Updated 4th May 2026) Frame: ALX Alloy Frame, Internal Cable Routing Fork: Full Carbon Fork Shifter: Shimano Tiagra ST-4720, 2x10-Speed Crank Set: Shimano Tiagra FC-4700, 50/34T Cassette: Shimano Tiagra HG500, 11-34T Rear Derailleur: Shimano Tiagra RD-4700 Front Derailleur: Shimano Tiagra FD-4700 Wheel Set: Alloy Double Wall Disc Tire: 700x28C Road Tire Brake Lever: Shimano Tiagra Hydraulic Brake Caliper: Shimano Hydraulic Disc Brake Rotor: 160mm Center Lock Strattos 7 Frame: ACX ALL-ROUND, ICR READY Fork: ACX ALL-ROUND Shifter: SHIMANO 105 R7120, 2x12-Speed Crank Set: SHIMANO 105 R7100, 50/34T Cassette: SHIMANO 105 R7101, 11-34T Rear Derailleur: SHIMANO 105 R7100 Wheel Set: POLYGON RD6 DISC Tire: SCHWALBE ONE ADDIX TLE 700x30C Brake Lever: SHIMANO 105 R7120 Brake Caliper: SHIMANO 105 Hydraulic Disc Rotor: SHIMANO RT54 160mm Center Lock Strattos 7 Di2 Frame: ACX ALL-ROUND, ICR READY Fork: ACX ALL-ROUND Shifter: SHIMANO 105 Di2 R7170, 2x12-Speed Crank Set: SHIMANO 105 R7100, 50/34T Cassette: SHIMANO 105 R7101, 11-34T Rear Derailleur: SHIMANO 105 Di2 R7150 Wheel Set: POLYGON RD6 DISC Tire: SCHWALBE ONE ADDIX TLE 700x30C Brake Lever: SHIMANO 105 R7170 Brake Caliper: SHIMANO 105 Hydraulic Disc Rotor: SHIMANO RT54 160mm Center Lock Strattos 8 Di2 Frame: ACX ALL-ROUND, ICR READY Fork: ACX ALL-ROUND Shifter: SHIMANO ULTEGRA Di2 R8170, 2x12-Speed Crank Set: SHIMANO ULTEGRA R8100, 50/34T Cassette: SHIMANO ULTEGRA R8101, 11-34T Rear Derailleur: SHIMANO ULTEGRA Di2 R8150 Direct Attach Wheel Set: POLYGON RD6 DISC Tire: SCHWALBE ONE ADDIX TLE 700x30C Brake Lever: SHIMANO ULTEGRA R8170 Brake Caliper: SHIMANO ULTEGRA Hydraulic Disc Rotor: SHIMANO ULTEGRA CL800 160mm Center Lock Desain Baru yang Lebih Modern dan Elegan Source: https://www.polygonbikes.com/id/strattos-id/ Salah satu perubahan paling mencolok dari generasi terbaru Strattos adalah desain frame yang jauh lebih modern. Polygon mengusung konsep endurance road bike dengan tampilan clean dan aerodinamis. Internal cable routing membuat keseluruhan tampilan sepeda terlihat lebih rapi dan premium. Frame carbon terbaru yang digunakan juga memiliki bentuk tubing yang lebih agresif dibanding generasi sebelumnya. Meski mengusung kategori endurance, tampilan Strattos 7 dan 8 tetap terlihat sporty dan siap diajak ngebut di jalanan. Selain estetika, desain baru ini juga membantu meningkatkan aerodinamika dan efisiensi saat berkendara. Hal ini menjadi nilai tambah besar bagi cyclist yang ingin menggunakan sepeda untuk long ride, gran fondo , hingga event kompetitif. Geometry Endurance yang Nyaman untuk Long Ride Source: https://www.polygonbikes.com/id/strattos-id/ Polygon memahami bahwa banyak pengguna road bike modern tidak hanya mencari kecepatan, tetapi juga kenyamanan. Karena itu, seri Strattos terbaru menggunakan geometry endurance yang dirancang agar posisi berkendara lebih nyaman dalam perjalanan jauh. Dengan stack yang lebih tinggi dan posisi riding yang tidak terlalu agresif, rider dapat mengurangi tekanan pada punggung dan leher ketika melakukan perjalanan berjam-jam. Ini membuat Strattos sangat cocok untuk: Long ride Touring ringan Endurance event Harian premium Gran Fondo Rider pemula yang ingin naik kelas ke road bike carbon Menariknya, meskipun nyaman, handling sepeda ini tetap responsif dan terasa cepat saat dipacu di tanjakan maupun sprint pendek. Tire Clearance Lebih Lebar Tren road bike modern saat ini mulai mengarah pada penggunaan ban lebih lebar untuk meningkatkan kenyamanan dan grip. Polygon mengikuti tren tersebut dengan menghadirkan tire clearance hingga sekitar 34mm pada Strattos terbaru. Keunggulan ban lebih lebar: Lebih nyaman di jalan kasar Grip lebih baik saat cornering Stabilitas meningkat Cocok untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia Fitur ini membuat Strattos tidak hanya cocok digunakan di aspal mulus, tetapi juga tetap nyaman di jalanan perkotaan yang tidak selalu sempurna. Perbedaan Dengan Polygon Strattos C yang Rilis beberapa Bulan sebelumnya Secara arti Polygon Strattos C = Comfort & Endurance. Sepeda ini dirancang untuk rider yang mengutamakan: Kenyamanan Stabilitas Long ride santai Riding harian premium Efisiensi tenaga Geometry-nya dibuat lebih santai dibanding Strattos 7 dan 8. Sementara itu untuk Polygon Stratos 7 dan 8 punya karakter lebih sporty dan agresif. Walaupun masih masuk kategori endurance road bike, handling dan feel-nya lebih dekat ke performance bike. Cocok untuk: Rider speed Gran Fondo Competitive endurance Climbing Fast group ride Jadi jika Strattos C fokus ke comfort riding, maka Strattos 7 dan 8 lebih fokus pada kombinasi comfort + speed. Selengkapnya seputar Stattos 7 dan 8: https://www.polygonbikes.com/id/strattos-id/
12 hari yang lalu
302
Strummer mengeluarkan produk baru yang cocok untuk kalangan gravel bike. Sebuah stem yang dilengkapi dengan peredam getaran, apa itu, yuk kita bahas lebih lanjut. Strummer Shock Stop Stem ini memiliki mekanisme bergerak yang diantara part yang bergerak ini ada elastomer yang bertujuan untuk meredam getaran, yups itulah cara kerja utama dari Stem Strummer Shock Stop ini. 2 Macam Pegas Strummer Shock Stop Ada 2 macam pegas yang disupport oleh stem Strummer Shock Stop ini. 🟢 Hijau = lebih lunak 🟤 Cokelat/Kuning = lebih keras Yes kamu bisa dengan mudah mengganti opsi kekerasan dari stem ini, dan karena ukurannya minimalis mudah untuk dibawa-bawa ketika sepedaan. Pegas tersebut diamankan dengan bolt yang ada disisi atas. Spesifikasi Stem Strummer Shock Stop 31.8 mm bar clamp 28.6 mm steerer 100 mm 323 g Untuk rilis awal ini, pihak Strummer menyampaikan baru ada satu size untuk stemnya, yakni size opsi panjang 100mm. Harga Stem Strummer Shock Stop Hingga postingan ini dibuat, kami belum menemukan produk ini di marketplace, sehingga kami belum mengetahui berapa harga untuk stem terbaru Strummer ini.
21 hari yang lalu
530
Siapa bilang road bike harus selalu menggunakan drop bar? Polygon baru saja meluncurkan varian terbaru dari keluarga Strattos, yaitu Polygon Strattos F. Ini adalah upaya Polygon untuk menghadirkan performa geometri road bike yang teruji ke dalam platform flat handlebar. Bagi kamu yang sering beraktivitas di dalam kota namun tetap ingin merasakan kecepatan, inilah bedah teknisnya. Filosofi Desain: Performa Bertemu Kenyamanan Strattos selama ini dikenal sebagai platform balap yang lincah. Pada varian Strattos F, Polygon mengambil frame seri Strattos yang sudah aerodinamis dan responsif, lalu melakukan penyesuaian pada posisi berkendara. Flat Handlebar: Memberikan posisi tangan yang lebih lebar dan tegak. Hasilnya? Visibilitas yang jauh lebih baik saat menavigasi kemacetan atau traffic light. Agile Geometry: Berbeda dengan sepeda hybrid biasa yang cenderung "santai", Strattos F tetap mempertahankan sudut head tube yang agresif, sehingga akselerasinya tetap terasa seperti sepeda balap. Spesifikasi Teknis Strattos F3 dan F4 Dari sisi engineering, Polygon tetap mempertahankan standar tinggi pada seri ini: ALX Alloy Frame: Menggunakan material Alloy ringan yang diproses dengan hydroformed agar mendapatkan rasio stiffness-to-weight yang optimal. Internal Cable Routing: Tampilan terlihat sangat bersih dan sleek, mengurangi hambatan angin (walaupun tidak se-drastis drop bar, tetap memberikan estetika premium). Disc Brakes: Keamanan adalah kunci, terutama untuk penggunaan komuter. Rem cakram (hidrolik) memastikan daya henti yang konsisten di segala kondisi cuaca—sebuah peningkatan signifikan dibanding rim brake konvensional. Spesifikasi Strattos F3 Frame: ALX All-Round Alloy Fork: Lightweight Carbon Fork Groupset: Shimano Sora 2x9-Speed Shifters: Shimano Sora SL-R3000 Rapid Fire Crankset: Shimano Sora FC-R3000 50/34T Cassette: Sunrace CSM96.9AS 11-28T Brakes: Tektro R315 Rim Brakes Tires: 700x25C Performance Tires Handlebar: Polygon Sport Alloy, 680mm width Spesifikasi Strattos F4 Frame: ALX All-Round Alloy Fork: Lightweight Carbon Fork Groupset: Shimano Tiagra 2x10-Speed Shifters: Shimano Tiagra SL-4700 Rapid Fire Crankset: Shimano Tiagra FC-4700 50/34T Cassette: Shimano CS-HG500 12-28T Brakes: Tektro/Shimano (Varies by specific production batch) Tires: 700x28C Performance Tires (Note: The F4 accommodates slightly wider tires than the F3) Handlebar: Polygon Sport Alloy, 680mm width Mengapa "Strattos F" Layak Jadi Incaran? The Best of Both Worlds: Kamu mendapatkan kecepatan road bike untuk weekend ride, namun tetap nyaman untuk daily commuting ke kantor. Maintenance Friendly: Perawatan flat bar groupset biasanya lebih sederhana dan lebih murah dibanding sistem brifter terintegrasi pada drop bar. Customization: Sangat mudah untuk mengganti komponen seperti grip atau stem untuk menyesuaikan fit tubuh kamu. Kesimpulan Polygon Strattos F bukan sekadar "Strattos yang dipotong stangnya". Ini adalah sepeda yang didesain ulang untuk memberikan efisiensi pedaling maksimal bagi goweser urban yang tidak ingin berkompromi soal performa.
25 hari yang lalu
564
Fotoyu adalah platform online yang memudahkan fotografer untuk distribusi hasil fotonya, dan memudahkan kita untuk menemukan foto tersebut dengan menggunakan face recognition. Singkatnya, ketika kita lagi gowes/lari kemudian ada fotografer memotret, cari aja di Fotoyu, jika fotografer upload ke Fotoyu, otomatis kita menemukan dengan mudah dari pencocokan wajah. Tidak Ada Fitur Download di Aplikasi Fotoyu Disclaimer Nah disini kita tidak akan panjang lebar seputar cara penggunaan Fotoyu. Untuk bisa download menggunakan cara di artikel ini, pastikan kamu sudah tahu cara menemukan foto di Fotoyu, dan cara memasukan ke Keranjang. Secara default Fotoyu tidak memberikan akses screenshot di aplikasi mereka. Jadi disini kami tidak memberikan tampilan-tampilan ketika menggunakan aplikasi di Fotoyu. Disamping itu, juga tidak ada tombol download di Fotoyu sehingga penggunoa tidak bisa download foto mereka di Fotoyu, hanya terbatas menambah di favorite untuk menyimpan. Untuk hasil download di Fotoyu nanti kita akan mendapatkan foto yang resolusi cukup besar, namun masih dengan watermark dari Fotoyu, untuk versi tanpa watermark, tentu kita perlu membelinya dari fotografer yang bersangkutan. Download Foto dari Fotoyu Menggunakan Fotoyu Web Version Untuk Download Gambar Untuk step berikutnya, akan lebih mudah jika menggunakan laptop/komputer. Sebelum step ini, di aplikasi Fotoyu, pilih foto-foto yang akan kita download. Untuk selanjutnya "add to chart" atau "tambahkan ke keranjang", kumpulkan semua foto-foto yang ingin didownload disana. Akses Keranjang Fotoyu dengan Browser Langkah pertama, buka browser kamu, diutamakan menggunakan laptop/komputer, akses https://www.fotoyu.com , untuk panduan di postingan ini, kami menggunakan Google Chrome. Selanjutnya silahkan login, hingga masuk ke akun kamu. Untuk selanjutnya kita akses foto-foto yang ada di keranjang kita, setelah login sukses, langsung bisa aja link berikut https://www.fotoyu.com/cart . Step berikutnya agak teknikal, pas di gambar preview, klik kanan dan pilih inspect. Setelah klik inspect akan di dapatkan tampilan seperti diatas. Cari di bagian "src=.." didalam tag <img />, nah disanalah kamu bisa mendapatkan url gambarnya, tinggal open new tab, dan hola gambar sukses didapat, tinggal download aja. Selamat mencoba. Cara ini sofar masih aman digunakan di April 2026, ada kemungkinan Fotoyu, merubah kebijakan untuk mengganti halaman yang membuat cara ini tidak valid digunakan.
sebulan yang lalu
3.82K
Dalam beberapa tahun terakhir, iGPSPORT semakin serius menggarap segmen cycling computer berbasis navigasi. Salah satu produk andalannya adalah seri BiNavi, yang kemudian diperbarui dengan versi terbaru bernama BiNavi Air. Sekilas, kedua perangkat ini terlihat sangat mirip—bahkan menggunakan platform teknologi yang sama. Namun jika ditelusuri lebih dalam, ada sejumlah perbedaan penting yang membuat masing-masing punya target pengguna berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan antara BiNavi Air dan BiNavi dari sisi dimensi, fitur, hingga teknologi yang digunakan. Perbedaan Dimensi dan Desain Perbedaan paling mencolok antara kedua perangkat ini terletak pada ukuran dan bobotnya. Ukuran dan Bobot BiNavi Air Berat: ±77 gram Layar: 3.0 inci Desain: lebih tipis dan aerodinamis BiNavi Berat: ±103 gram Layar: 3.5 inci Analisis BiNavi Air jelas dirancang untuk pengguna yang mengutamakan ringan dan minimalis, seperti: Road cyclist Gravel rider Bikepacking ringan Sementara BiNavi lebih cocok untuk: Pengguna yang ingin layar lebih besar Navigasi yang lebih nyaman secara visual Dengan kata lain, BiNavi Air adalah versi “compact performance”, sedangkan BiNavi adalah versi “comfort navigation”. Layar dan Tampilan BiNavi Air Layar 3.0 inci dengan resolusi sekitar 240×400 Tetap readable di bawah sinar matahari (transflective display) BiNavi Layar lebih besar 3.5 inci Lebih nyaman untuk melihat peta detail Analisis Perbedaan layar ini cukup signifikan dalam penggunaan nyata: BiNavi → lebih enak untuk navigasi kompleks & touring panjang BiNavi Air → cukup untuk quick navigation & riding ringan Daya Tahan Baterai BiNavi Air: ±30 jam BiNavi: ±35 jam Analisis Perbedaan 5 jam ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa terasa dalam: Ultra cycling Touring multi-hari BiNavi masih unggul dalam endurance, sedangkan Air lebih ke efisiensi. Fitur Navigasi (Core Feature) Keduanya sebenarnya memiliki DNA yang sama: navigation-first cycling computer. Fitur yang Sama Offline map navigation Turn-by-turn navigation dengan alert Auto rerouting jika keluar jalur Climb analysis (iClimb 3.0) Elevation profile Kompatibilitas sensor (HR, cadence, power meter) Analisis Dari sisi navigasi, keduanya hampir identik. Bahkan banyak review menyebutkan bahwa: Perbedaannya lebih ke bentuk, bukan kemampuan utama. Perbedaan Fitur dan Interface Di sinilah mulai terlihat positioning produk. BiNavi Air Interface lebih simpel dan minimalis Custom navigation widget (lebih fleksibel layout) Fokus pada penggunaan cepat dan praktis BiNavi Interface lebih kompleks dan kaya fitur Lebih cocok untuk eksplorasi data dan training Analisis BiNavi Air = “less distraction, more riding” BiNavi = “full feature navigation + training” Teknologi dan Sensor Keduanya menggunakan teknologi yang sangat mirip: Teknologi yang Digunakan Multi-GNSS (GPS, GLONASS, Galileo, dll) Dual-frequency GPS (lebih akurat) Barometric altimeter ANT+ & Bluetooth connectivity Indoor training (Virtual Ride) Keunggulan BiNavi Air Lebih efisien secara hardware (ringan + tipis) Optimisasi UI untuk navigasi cepat Kesimpulan Teknologi Tidak ada lompatan teknologi besar, BiNavi Air lebih ke refinement, bukan revolusi. Target Pengguna BiNavi Air cocok untuk: Cyclist yang ingin perangkat ringan Rider yang fokus navigasi simpel Gravel / road minimalist setup BiNavi cocok untuk: Touring jarak jauh Pengguna yang butuh layar besar Rider yang ingin fitur lebih lengkap Harga Dari segi harga iGPSPORT Bi Navi Air lebih murah dari Bi Navi, di Tokopedia iGPSPORT Bi Navi Air seharga sekitar Rp3.249.000, untuk iGSPORT Bi Navi sekitar Rp 5.000.000,- Kesimpulan Akhir Perbedaan antara iGPSPORT BiNavi Air dan BiNavi bukan soal siapa yang lebih canggih, tetapi siapa yang lebih sesuai kebutuhan. BiNavi Air Lebih ringan, lebih ringkas Interface sederhana Cocok untuk penggunaan praktis BiNavi Layar lebih besar Baterai lebih tahan lama Fitur lebih lengkap Secara keseluruhan, BiNavi Air adalah evolusi yang mengarah ke efisiensi dan minimalisme, sementara BiNavi tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman navigasi yang lebih lengkap dan nyaman secara visual. JIka kamu tertarik, silahkan cek di link berikut: iGPSPORT Bi Navi Air Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSuQ6LeKv/ Shopee: https://s.shopee.co.id/4frYDvv1im iGPSPORT Bi Navi Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSHkuo9c4/ Shopee: https://s.shopee.co.id/8phYuKMLCr
sebulan yang lalu
844
Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggiat ultra-cycling akhirnya tiba. Bentang Jawa, ajang balap sepeda jarak jauh mandiri (unsupported ultra-cycling race) melintasi Pulau Jawa, telah resmi membuka pendaftaran untuk edisi tahun 2026. Bagi kamu yang ingin menguji batas kemampuan diri dengan menempuh jarak sekitar 1.500 KM dari Barat ke Timur Jawa, inilah saatnya untuk beraksi. Berikut adalah detail lengkap mengenai pendaftaran Bentang Jawa 2026. Kategori yang Dilombakan Bentang Jawa 2026 tetap mempertahankan dua kategori utama bagi para pesertanya: SOLO: Kategori bagi pesepeda yang ingin menuntaskan tantangan secara sendirian. Kamu harus mengatur navigasi, logistik, dan waktu istirahat sepenuhnya secara mandiri. PAIR (Berpasangan): Kategori untuk dua orang pesepeda yang berkomitmen untuk memulai dan menyelesaikan balapan bersama-sama. Cocok bagi kamu yang ingin berbagi suka duka di jalanan Jawa. Syarat Pendaftaran Mengingat tingkat kesulitan yang ekstrem (jarak ±1.500 KM dengan elevation gain ±16.000m), panitia menerapkan syarat yang cukup ketat untuk memastikan keselamatan peserta: Pengalaman Bersepeda Jarak Jauh: Calon peserta diharapkan memiliki catatan menyelesaikan ajang jarak jauh sebelumnya (seperti Audax, Kelana, Lintang Flores, atau ajang mandiri lainnya) dalam dua tahun terakhir. Kedisiplinan Data: Pendaftar wajib melampirkan akun Strava sebagai bukti riwayat latihan dan kemampuan fisik (rata-rata jarak tempuh mingguan). Kesehatan & Mental: Memahami risiko balapan unsupported dan setuju untuk mematuhi semua peraturan ketat yang telah ditetapkan. Cara Mendaftar Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui situs resmi. Berikut langkah-langkahnya: Buka laman resmi di bentangjawa.cc/id/pendaftaran . Isi formulir dengan data diri lengkap sesuai kartu identitas. Lengkapi informasi pengalaman bersepeda, motivasi, serta profil media sosial/Strava. Pastikan kamu telah membaca dan menyetujui seluruh peraturan lomba sebelum menekan tombol kirim. Biaya Pendaftaran Untuk edisi 2026, biaya pendaftaran ditetapkan berdasarkan kategori: Kategori Solo: Rp 3.500.000,- Kategori Pair: Rp 7.000.000,- (per pasangan) Periode Pendaftaran: Dimulai dari tanggal 1 April hingga 4 Mei 2026. Jangan sampai terlambat, karena biasanya kuota peserta sangat terbatas dan melalui proses seleksi (screening). Jadwal Penting (Timeline) Pendaftaran: 1 April - 4 Mei 2026 Pengumuman Peserta Terpilih: 12 Juni 2026 Start (Carita, Banten): 16 Agustus 2026 Finish (Banyuwangi, Jatim): 22 Agustus 2026 Ref: https://bentangjawa.cc/id/bentang-jawa/
sebulan yang lalu
650
sebulan yang lalu • 102 views
2 bulan yang lalu • 154 views
3 bulan yang lalu • 197 views
setahun yang lalu • 915 views
setahun yang lalu • 988 views
2 tahun yang lalu • 1.74K views