Featured:
Bagi pengguna pedal road bike dengan sistem Shimano SPD-SL, cleat adalah komponen "habis pakai" yang paling sering diganti. Gesekan saat berjalan kaki dan proses clipping berulang kali membuat cleat aus seiring waktu. Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan: membeli cleat original dengan harga tinggi, atau melirik produk pihak ketiga yang jauh lebih murah namun kualitasnya meragukan. Di sinilah Strummer masuk memberikan jalan tengah melalui Cleat SPD-SL Compatible mereka. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa produk ini layak menjadi pilihan utama untuk spare part gowes Anda. Our Verdict : Pros: Murah, harga awal rilis Rp 75.000,- untuk sepasang cleat Tersedia 3 opsi floating seperti Shimano dengan warna seperti Shimano. Stiff, Precision Const Lebih berat 0,5gram dari cleat Shimano SPD-SL 1. Material Plastik yang Benar-benar "Stiff" Salah satu masalah utama cleat murah di pasaran adalah penggunaan bahan plastik yang terlalu lunak. Plastik yang lembek menyebabkan transfer tenaga tidak maksimal dan rasa "oblak" saat kita sedang melakukan sprint atau menanjak. Strummer menggunakan bahan plastik berkualitas tinggi yang terasa stiff (kaku). Keunggulan material ini memastikan: Transfer Tenaga Efisien: Tidak ada energi yang terbuang karena deformasi plastik saat mengayuh kuat. Daya Tahan Lebih Lama: Plastik yang kaku cenderung lebih lambat aus dibandingkan plastik lunak milik kompetitor di rentang harga yang sama. 2. Konstruksi "Properly Bonded": Tidak Gampang Lepas Banyak goweser mengeluhkan bagian karet (warna kuning atau merah) pada cleat murah seringkali lepas atau copot setelah dipakai berjalan beberapa kali. Pada produk Strummer, bagian plastiknya terlihat properly bonded atau menyatu dengan sempurna. Proses manufaktur yang presisi memastikan bagian anti-selip ini menempel kuat pada bodi cleat, sehingga Anda tetap mendapatkan traksi yang aman saat berjalan di ubin atau aspal tanpa takut bagian karetnya tertinggal di jalan. 3. Dimensi Presisi untuk Clipping yang Mantap Presisi adalah kunci dari sistem SPD-SL. Sedikit saja perbedaan dimensi akan membuat proses masuk (clip-in) atau lepas (clip-out) menjadi keras atau justru terlalu longgar. Cleat Strummer dirancang dengan dimensi yang sangat akurat terhadap standar SPD-SL. Hasilnya, bunyi "klik" yang dihasilkan saat memasang sepatu ke pedal terasa sangat solid dan meyakinkan. Tidak ada drama susah melepas sepatu di lampu merah karena dimensi yang tidak pas. 4. Jenis-jenis Cleat SPD-SL dari Streamer Ada 3 opsi dari cleat SPD-SL mirik Streamer, dan semuanya dibedakan dengan warna ada kuning, biru dan merah, persis seperti dari Shimano. Cleat Kuning Cleat jenis ini ada sisa ruang untuk pergerakan bebas ketika sudah terhubuh ke pedal, yakni 6°, memberikan pergerakan paling banyak. Cleat Biru Ruang untuk pergerakan sedang yakni 2°. Cleat Merah Menawarkan posisi tetap tanpa float untuk cleat merah, alias 0°. 5. Perbandingan dengan Kompetitor Sekelas Jika dibandingkan dengan cleat generik tanpa merek yang sering ditemukan di marketplace dengan harga serupa, Strummer unggul telak dari sisi build quality. "Seringkali kompetitor di harga yang sama menggunakan plastik yang jauh lebih lunak, sehingga cepat rusak dan terasa kurang stabil saat dikunci di pedal." Strummer menjual produk cleat mereka di harga Rp 75.000,- berlaku untuk semua tipe cleatnya , cukup ekonomis. Kita bandingan Shimano di halaman resmi menjual cleat dengan harga USD34 jika dirupiahkan saat ini menjadi +- Rp 200.000,-. Bisa cek di link berikut untuk spesidikasi lengkapnya https://strummerbikes.com/products/cleat-strummer-spd-sl-compatible , Impresi Pertama Untuk Gowes Kami pun mencoba cleat ini di pedal SPD-SL saya Shimano Ultegra. Impresi pertama ketika instalasi adalah, cleat ini presisi dan mudah untuk dipasang dan dilepas dengan cleat Shimano, so smooth. Ketika digunakan gowes, kami merasakan stiffnesnya, dipakai gowes slow dan kencang kami merasakan stiff yang di maksud, yes kami mendapatkannya. Tersedia di Marketplace Lokal Produk Strummer juga mudah di temukan di marketplace dari Tokopedia hingga Shopee. Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSue8c3gm/ Shopee: https://s.shopee.co.id/4qAfI7i7K8
2 bulan yang lalu
417 views
Dalam dunia balap sepeda modern, power meter bukan lagi barang mewah yang hanya milik atlet profesional. Ia sudah menjadi alat wajib bagi siapa pun yang ingin gowes lebih efisien, baik untuk latihan terstruktur maupun sekadar memantau performa di Strava. Namun, masalah klasiknya tetap sama: Harga yang mahal dan keterbatasan kompatibilitas. Baru-baru ini, sebuah perusahaan startup asal Swiss bernama Cyclowatt muncul dengan inovasi yang cukup mengguncang pasar. Mereka menawarkan solusi yang selama ini diimpikan banyak goweser: sebuah power meter yang bisa "masuk" ke pedal yang sudah kita miliki. Apa Itu Cyclowatt? Source cyclowatt.ch Berbeda dengan Garmin Rally atau Favero Assioma yang menjual satu set pedal utuh, Cyclowatt berfokus pada cleat. Konsepnya sederhana namun brilian. Cyclowatt memindahkan seluruh teknologi sensor strain gauge, baterai, dan transmisi data ke dalam sebuah cleat. Cleat support untuk pedal road populer di pasaran, seperti Shimano SPD-SL dan KEO Look. Mengapa Ini Adalah Sebuah Inovasi Besar? Source cyclowatt.ch 1. Kebebasan Memilih Pedal Masalah utama power meter berbasis pedal saat ini adalah kamu dipaksa menggunakan sistem cleat tertentu. Jika kamu membeli power meter Look, kamu tidak bisa memakai cleat Shimano, begitu juga sebaliknya. Dengan Cyclowatt, kamu tetap bisa menggunakan pedal favoritmu, karena power meter ini ada di cleat. 2. Lebih Ekonomis (Eco-Friendly) Banyak goweser merasa sayang jika harus membuang atau memensiunkan pedal Shimano Ultegra atau Dura-Ace mereka yang masih bagus hanya karena ingin upgrade ke power meter. Cyclowatt ini sama aja kamu ganti cleat. 3. Akurasi Tanpa Kompromi Meski konsepnya "modular", Cyclowatt tidak main-main soal data. Mereka mengklaim akurasi hingga ±3%. Data yang dikirimkan mencakup Power (Watt), Cadence. 4. Konektivitas Modern Tentu saja, Cyclowatt sudah dilengkapi dengan teknologi ANT+ dan Bluetooth. Ini artinya, ia bisa langsung terhubung ke Head Unit (Garmin, Wahoo, Bryton) milikmu, atau digunakan untuk balapan virtual di Zwift menggunakan tablet atau laptop. 5. Tidak Terlihat Stealth Tidak Terlihat (Stealth): Tidak ada lagi modul besar di tangan crank atau pedal yang menonjol. Estetika sepeda Anda tetap 100% original. Keunggulan Utama Cyclowatt Plug and Play Nyata: Tidak perlu kunci torsi atau bongkar pasang crank yang rumit. Cukup pasang cleat seperti biasa di sepatu balap Anda. Berat Minimal: Karena ukurannya yang sangat kecil, tambahan beratnya hampir tidak terasa dibanding cleat standar. Akurasi Langsung dari Sumber: Mengukur daya langsung dari titik kontak antara kaki dan sepeda memberikan data yang sangat murni tentang bagaimana tenaga Anda disalurkan. Hal yang Perlu Diperhatikan Source cyclowatt.ch Durabilitas: Karena cleat adalah bagian yang sering bergesekan dengan tanah saat kita berjalan, tantangan terbesar Cyclowatt adalah melindungi sensor sensitif di dalamnya agar tidak rusak saat dipakai jalan kaki. Baterai: Ukuran kecil berarti baterai yang digunakan juga kecil. Namun, Cyclowatt telah mengoptimalkan efisiensi dayanya agar tahan untuk gowes jarak jauh. Kesimpulan CycloWatt Untuk saat postingan ini dibuat, CycloWatt masih single side power meter, tapi kita terus ikuti saja update-update terbaru dari CycloWatt apakah kedepan akan menghadirkan dual sided. Kami telah menanyakan melalui email ke perwakilan CycloWatt, untuk saat ini belum ada opsi float degree untuk masing2 Shimano SPD-SL dan Keo Look, jadi masih hanya ada satu opsi, tapi tidak menutup kemungkinan di masa depan akan ada opsi-opsi berikutnya. Untuk saat ini CycloWatt ini belum di jual secara umum, namun bisa kita awasi projectnya di kickstarted melalui link berikut https://www.kickstarter.com/projects/cyclowatt/cyclowatt-power-meter-that-moves-with-you?ref=discovery&term=cyclowatt%20&total_hits=3&category_id=52
sehari yang lalu
232 views
Bagi pengguna road bike , gravel bike yang menggunakan dropbar, memasang aksesoris di area kemudi (cockpit) seringkali menjadi dilema. Kita ingin tetap aman dengan adanya bel, tapi di sisi lain kita tidak ingin tampilan sepeda jadi berantakan atau merusak aerodinamika. Rockbros baru saja merilis solusi jenius untuk masalah ini: Road Bike Handlebar Plug Bell. Sebuah bel yang bersembunyi di ujung drop bar kamu. Inovasi: Bel yang Menggantikan Bar-End Plug Source rockbrossport.co.uk Biasanya, ujung stang (drop bar) hanya ditutup dengan plastik biasa. Rockbros memanfaatkan ruang kosong tersebut untuk menempatkan mekanisme bel mekanik. Hasilnya? Bel ini benar-benar tidak terlihat dari depan, menjaga tampilan sepeda tetap sleek dan bersih. Untuk bisa menggunakan bel ini, posisi tanya haruslah di drop persis seperti gambar diatas. Hal ini menjadi nilai plus juga, ketika sedang sprint, kita bisa lebih aman karena ada bel yang siap dipakai. Mengapa Ini Penting untuk Keamanan? Keunggulan utama bel ini bukan cuma soal estetika, tapi posisi aksesnya: Aman Saat Sprint: Saat kamu sedang dalam posisi drop (memegang stang bawah) untuk sprint atau memacu kecepatan tinggi, tangan kamu berada tepat di sebelah bel ini. Kamu bisa membunyikannya cukup dengan jari kelingking atau jari manis tanpa harus melepas genggaman atau pindah posisi tangan ke bagian atas stang. Respon Cepat: Dalam situasi darurat di jalanan padat, sepersekian detik sangat berharga. Posisi bel yang ergonomis ini memungkinkan kamu memberi peringatan kepada pejalan kaki atau pengendara lain secara instan. Suara Nyaring: Meski ukurannya mungil, bel ini terbuat dari material copper alloy (tembaga) yang menghasilkan suara "ting" yang sangat jernih dan melengking, cukup kuat untuk menembus kebisingan jalan raya. Instalasi yang Mudah Source https://rockbrosbike.de/ Pemasangannya sangat simpel. Bel ini dirancang untuk masuk ke lubang stang standar (diameter dalam sekitar 18-20mm). Kamu hanya perlu memasukkannya dan mengencangkan baut hex yang akan membuat bagian dalamnya mengembang dan terkunci rapat. Kelebihan Rockbross Bar-End Bell Estetika Maksimal: Tidak ada klem tambahan di stang. Aerodinamis: Tidak menambah hambatan angin. Material Premium: Tahan karat dan awet. Kekurangan Rockbross Bar-End Bell Suaranya hanya satu nada (singel tone). Ukuran lebih besar dari bar-end handlebar asli Rockbross Bar End Bell di Marketplace Indonesia Kami melakukan pencarian di Tokopedia dan Shopee, dan surprisingly Rockbros Barend Bell ini sudah kami temukan, dengan harga rata-rata Rp 100.000,-, dan variasi yang tersedia lengkap, opsi warna Titanium atau hitam. Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSmgFDSBh/ Shopee: https://s.shopee.co.id/9fFjZrXOXI Kesimpulan Untuk goweser yang peduli dengan keamanan tapi tetap ingin sepedanya terlihat "pro", Rockbros Handlebar Plug Bell adalah aksesoris wajib. Harganya terjangkau, namun manfaat keselamatannya—terutama saat kamu sedang asyik ngebut—sangat besar.
8 hari yang lalu
352 views
Bagi banyak goweser, sepeda lipat (seli) alias folding bike sering dianggap hanya untuk santai atau komuting jarak pendek. Namun, Birdy mematahkan stigma tersebut. Didesain oleh duet desainer Jerman, Riese & Müller, Birdy hadir dengan satu fitur utama yang jarang dimiliki seli lain: Full Suspension dalam paket yang sangat ringan. Mengapa Birdy Berbeda? Source: https://www.birdybicycle.com/ Rahasia utama Birdy terletak pada desain main frame yang kaku tanpa engsel di tengah. Tidak seperti Brompton atau seli konvensional yang membelah rangka jadi dua, Birdy melipat melalui titik pivot suspensi depan dan belakangnya. Keuntungannya? Rangka jadi jauh lebih kaku (stiff), minim bunyi beritit (creaking), dan transfer tenaga dari pedal ke roda jadi jauh lebih efisien. Teknologi Suspensi yang Ikonik Leading Link Front Suspension: Garpu depan Birdy menggunakan sistem leading link yang meredam getaran jalan dengan sangat halus tanpa membuat sepeda terasa "mentul-mentul" saat dipacu kencang. Elastomer Rear Suspension: Di bagian belakang, terdapat blok elastomer yang berfungsi menyerap shock dari lubang atau jalanan tidak rata. Hasilnya? Kamu bisa gowes lebih lama tanpa merasa cepat pegal. Varian Birdy yang Wajib Kamu Tahu di 2026 Untuk pembaca MauGowes, berikut adalah rangkuman model Birdy yang paling relevan: Birdy R20 (Racing): Menggunakan ban 20 inci dan groupset Shimano 105 (11-speed). Ini adalah seri terkencang untuk kamu yang hobi ngebut di aspal. Birdy Gravel: Dilengkapi ban yang lebih lebar dan bergerigi (18 inci) serta groupset 10-speed. Sangat cocok untuk kamu yang ingin gowes ke jalur makadam atau jalanan rusak di sekitar Indonesia. Birdy Rohloff: "The Holy Grail" dari Birdy. Menggunakan hub internal Rohloff 14-speed yang sangat low maintenance dan kuat. Birdy City: Varian standar yang paling pas untuk penggunaan harian di perkotaan dengan groupset 9-speed yang simpel. Birdy JK11 Series: Hasil kolaborasi dengan Joseph Kuosac, menggunakan wheelset karbon untuk bobot yang sangat ringan dan tampilan super mewah. Kesimpulan: Apakah Worth It? Dengan harga yang berkisar antara Rp25 juta hingga Rp60 juta-an (tergantung spesifikasi), Birdy memang investasi yang cukup besar. Namun, jika kamu mencari satu sepeda yang bisa dilipat masuk ke bagasi mobil tapi punya rasa berkendara sekelas road bike atau hardtail MTB, Birdy adalah jawabannya. Ref: https://www.birdybicycle.com/
17 hari yang lalu
238 views
Apa yang kamu lakukan kalau sedang malas keluar rumah tapi ingin tetap gowes 100km? Bagi Billy Reed @_billy.reed , jawabannya sederhana: lakukan saja di balkon rumah! Baru-baru ini, Billy mengunggah aksi mencengangkan di mana ia menyelesaikan jarak century ride (100km) hanya dengan berputar-putar di area balkon yang sangat terbatas. Siapa Billy Reed? Billy Reed adalah seorang atlet endurance dan konten kreator yang populer di Instagram dan TikTok dari Scotland, UK. Ia juga dikenal karena kontennya yang sering menunjukkan sisi "penderitaan" sekaligus kesenangan dalam bersepeda jarak jauh. Billy sering melakukan tantangan yang menguji mental, seperti gowes berjam-jam di atas indoor trainer atau melakukan rute tanjakan yang diulang-ulang (everesting). Billy Reed Gowes 100KM Hanya Di Balkon Rumah Detail Aksi 100km di Balkon Dalam unggahan terbarunya, Billy memperlihatkan dedikasi yang luar biasa: Medan: Bukan aspal mulus Baturraden atau rute datar Ponorogo, melainkan lantai balkon rumahnya sendiri. Alat: Ia menggunakan sepeda XC bike tanpa indoor trianer Tantangan Mental: Berbeda dengan gowes outdoor di mana pemandangan berubah, gowes 100km di dalam ruangan (indoor) membutuhkan kekuatan mental berkali-kali lipat karena rasa bosan dan panas (kurangnya hembusan angin alami). Bahkan di captionnya Billy memberikan kalimat. "Swim cap gave me aero gains 😈 #cycling #reels", sangat lucu. Aksinnya bisa kamu cek di https://www.instagram.com/reel/DTa6s0WDRwl/ . Sepeda Yang Digunakan Billy Reed Gowes 100KM Indoor Source Instgram @_billy.reed Billy menggunakan Sepeda XC full suspensions yang biasa dia gunakan untuk kompetisi yaitu "SCOTT Spark RC", kami belum meengetahui seri tahun berapa. Untuk groupsetnya, dilihat dari foto diatas, kami memiliki estimasi: Groupset: SRAM Eagle (kemungkinan seri GX atau X01 Eagle AXS nirkabel). Brakes: Shimano XT atau SRAM Level Hydraulic Disc Brakes. Wheels: Syncros Silverton (Wheelset in-house Scott). Tires: Maxxis Rekon Race (terlihat jelas di ban depan dan belakang), ban spesialis XC yang sangat cepat di medan kering. Kamu berminat untuk mengalahkan rekor Billy Reed gowes 100km diIndoor, yuk do it! :)
18 hari yang lalu
540 views
Pernah membayangkan gowes bareng rombongan tapi tetap bisa ngobrol tanpa harus teriak-teriak atau menoleh ke belakang? Lazer baru saja merilis solusi jenius bernama Lazer VeloVox. Bukan sebuah helm baru, VeloVox adalah sistem komunikasi audio open-ear yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan keseruan gowes bareng. Desain Open-Ear: Aman & Legal Source lazersport.com Berbeda dengan earbuds yang menyumbat telinga, VeloVox menggunakan desain open-ear yang menempel pada tali helm (helmet strap). Kamu tetap bisa mendengarkan musik atau instruksi teman tanpa kehilangan kesadaran akan suara sekitar, seperti klakson mobil atau suara ban goweser lain. Komunikasi Grup Hingga 30 Orang Fitur utamanya adalah Intercom. Dengan bantuan aplikasi Cardo Connect, kamu bisa terhubung dengan hingga 30 goweser lainnya dalam satu jaringan. Sangat cocok untuk: Koordinasi rute saat touring. Memberi peringatan lubang (pothole) di depan. Mengatur strategi saat sedang latihan interval bersama tim. Kontrol Lewat Brifter Shimano Di2 Source lazersport.com Ini fitur yang paling disukai tim MauGowes! Jika kamu menggunakan Shimano Di2 atau E-Bike Shimano STEPS, kamu bisa mengatur volume, mengganti lagu, hingga melakukan mute/unmute langsung melalui tombol di brifter. Tangan tetap di dropbar, mata tetap ke jalan. Berikut step penggunaan Lazer Velofox dan Shimano Di2 Nyalakan Shiomano Di2 system terlebih dahulu. Pairing dengan Lazer Velovox dengan press 2 tombol di sebelah kiri secara bersamaan, dan terkoneksi dengan cepat. Sisanya tinggal setup tombol dan fungsional yang ingin kamu gunakan, semuanya bisa menggunakan Aplikasi Shimano Di2. Panduan lengkapnya bisa cek di https://www.youtube.com/watch?v=i-cSJQ86AfA . Jika kamu tidak memilki Shimano Di2 tidak usah khawatir, Lazer Velovox masih bisa digunakan dengan lengkap, tentunya menggunakan tombol yang ada di di devicenya. Ringan dan Tahan Cuaca Satu unit VeloVox hanya berbobot 19 gram per sisi. Tidak akan terasa membebani helm kesayanganmu. Selain itu, sudah memiliki sertifikasi IP54, jadi tidak perlu panik kalau tiba-tiba gowes kehujanan atau berdebu. Spesifikasi Teknis Lazer Velovox Baterai: Tahan hingga 11 Jam (Cukup untuk gowes Gran Fondo). Koneksi: Bluetooth via Smartphone (Membutuhkan sinyal seluler). Jangkauan: Hingga 1 km (kondisi tanpa hambatan). Charging: USB-C (Sudah kekinian!). Kesimpulan Lazer VeloVox adalah game changer bagi komunitas yang suka gowes bareng namun tetap ingin terhubung secara digital tanpa mengorbankan keamanan. Dengan harga di kisaran €160 (sekitar Rp2,7 jutaan), ini adalah investasi menarik untuk meningkatkan pengalaman bersepeda kamu.
23 hari yang lalu
460 views
Ketika explore di Instagram kami akhirnya berkenalan dengan Gregory Otero dari Florida, AS. Dia memiliki Polygon Strattos S5 Disc, brand sepeda kebanggan Indonesia. Ada beberapa setup yang diubah agar cocok untuk gowes di daerah Florida. Sebelum memulai pembasan bikecheck ini, kami telah secara resmi izin ke Gregory Otero (kedepan akan kami sebut Gregotero) untuk posting cerita dan beberapa foto sepeda dan aktifitasnya dengan sepeda di MauGowes.com . Bagaimana Gregotero Mendapatkan Polygon Strattos S5 Disc di Florida, Amerika Serikat Sebelum kami tanya-tanya detail seputar spek sepedanya Gregotero, kami tanya dulu bagaiman dia bisa mendapatkan sepeda Polygon di Florida, Amerika Serikat. Polygon Strattos S5 D ini di Florida bisa dibeli di toko sepeda lokal bikesonline.com . Dan setelah kami cek websitenya, merek-merek sepeda yang dijual mirip di Roda Link, seperto Polygon dan Marin. Produk yang di ada di sana juga juga up to date engan produk dari Polygon Bikes yang terbaru. Karena bikesonline.com adalah official distributor Polygon untuk pasaran United States. Saat itu dia membeli sepeda ini dengan harga USD 1.299 , jika di Rupiahkan 21.843.680, waw jauh sekali perbedaan harganya. Menggunakan Setup Chainring 1x Yang paling terlihat disaini adalah Gregotero dengan setup 1x chainring. dan Cassete/Sprocket masih menggunakan bawaan dari Polygon Strattos S5 D, yaitu 11-30t 11 speed dari Shimano 105 R7000 Mechanical. Nah disini Gegotero tidak langsung menggunakan setup chainring 1x, tapi dia sempat beberapa saat gowes menggunakan setup 2x bawaan pabrik, Shimano 105 R7000, namun setelah beberapa saat penggunakan akhirnya memutuskan menggunakan setup 1x dengan chainring 5t, fd pun dilepas. Keunggulan dari setup ini adalah lebih ringan daripada menggunakan setup 2x. FD dilepas, Chainring ke dia dilepas, dan inner shifter juga bisa di lepas. Memilih Setup ini Karena Jalanan Florida Banyak Flat Kami juga sempat menanyakan, "Untuk setingan seperti itu, bagaimana nanti ketika bertemu tanjakan ekstrim?". Gregotero menjawah "Mengganti setup chainring ke 1x sangat cocok untuk Florida, Florida sangatlah flat, dan banyak cyclist disini yang memiliki pace yang cepat.". Yes, dan itulah penjelasannya, 1x chainring ditujukn untuk mendapatkan speed yang kencang terutama di jalur flat. Untuk mencapai hal tersebut Gregtero mengganti wheelsetnya dengan Elite Wheels ent 50 dengan tebal rims 50mm dan dikombonasikan Pirellu P Zero untuk mendpatkan grip dan speed maksimal. Untuk kamu yang suka membangin kecepatan di rute flat, setup ini mungkin membuat kami tertarik, 1x chainring dan deep wheel. Semua gambar dari postingain ini kami dapatkan dan dari kiriman langsung dari Gregorytero, kamu bisa cek akun sosial medianya di : Instagram: https://www.instagram.com/gregotero/ Tiktok: https://www.tiktok.com/@gregoryotero8 Disana kamu bisa melihat aksi-aksi Gregorytero dengan sepeda-sepedanya, salah satunya Polygon Strattos S5D ini dan dibalik jalan raya, ketika dia merapikan atau sekedar dandan-dandan.
24 hari yang lalu
742 views
10 hari yang lalu • 34 views
9 bulan yang lalu • 748 views
setahun yang lalu • 841 views
2 tahun yang lalu • 1.58K views
2 tahun yang lalu • 1.56K views
2 tahun yang lalu • 1.19K views