Terbaru di Blog

Lebih Dalam Seputar Threadless Integrated Headset Sepeda

Jika bicara headset sepeda, banyak sekali jenis, sama seperti bicara bottom bracket, ada threaded dan threadless headset, bahkan untuk masing-masing threaded dan threadless headset masih banyak jenis-jenisnya. Disini kita akan bicara seputar threadless integrated headset di sepeda yang paling banyak ditemukan di sepeda saat ini, agar tidak salah beli dan bisa bingkar pasang sepeda. Komponen Threadless Integrated Headset Sepeda Integrated headset adalah jenis headset sepeda yang paling sederhana untuk pemasangan dan pelepasannya bahkan cukup dengan tangan biasa tanpa alat-alat khusus.  Berikut beberapa komponennya : Bearings Ada 2 Bearing, masing-masing untuk atas dan bawah,ada yang berdiameter sama dan ada pula yang sisi bawah memiliki diameter lebih besar untuk tappered fork. Bentuk bearing juga berbeda ada bagian yang meruncing dan landai, untuk bagian yang meruncing mengerah ke bagian headtube sepeda. Compression Ring Compression ring ini akan menekan bearing ke sisi headtube, tujuannya agar handlebar sepeda bisa berputar dengan lancar karena part sepeda seperti fork tidak bergesekan langsung dengan bearing. Compression ring sendiri juga banyak jenisnya, tergantung dari ketebalan ring, tapi dari bentuk masih sama seperti pada gambar di bawah, menyesuaikan dengan jenis sepeda. Biasanya jika compression ring terlalu tipis dan kamu ingin membuat sedikit lebih tinggi, bisa menambah spacer compression ring, agar bisa tambah tinggi beberapa mm. Crown Race Cara kerjanya mirip dengan compression ring diatas, hanya saja part ini akan menghubungkan bearing dengan sisi fork sebelah bawah. Tidak semua fork memerlukan crown race ini, karena ada beberapa fork yang sudah integrated dengan crown race, sehingga bisa lansung memasang bearing dibagian paling bawah. Top Cover Top cover untuk menutup compression ring dan agar tak langsung berhubungan dengan spacer atau stem. Top cover ini juga ada banyak macamnya terutama dari sisi ketinggiannya. Headset Star Nut / Compression Plug Komponen yang satu ini adalah komponen yang paling penting untuk headset jenis ini, karena jika salah pemasangan bisa membuat bagian depan sepeda menjadi oblak. Cara kerjanya adalah part ini sebagai jangkar membantu agar sisi atas headset bisa terkompresi dengan maksimal ke headtube sepeda melalui baut di top cap. Untuk gambar diatas adalah compression plug yang dipasang khusus untuk fork carbon, ketika dikencangkan bagian silver yang bergerigi akan mengembang, sehingga bisa menempel dengan erat di bagian dalam steerer tubenya.  Sedang untuk fork yang berbahan alloy atau besi, menggunakan compression plug berbeda, atau biasa dibilang star nut.  Cara kerjanya sama untuk mencengkeram sisi dalam steerer tube, hanya saja cara pemasangannya dengan cara di palu / di ketuk. Top Cap Top Cap adalah bagian yang digunakan untuk menutup bagian atas stem, dan baut dari top cap inilah yang langsung terhubung dengan compression plug. Jika pemasangan salah atau kurang kencang, maka akan sering kejadian oblak bagian depan sepeda, terutama ketika melakukan pengereman di sisi depan. Yaps thats all, sederhana sekali ya, untuk spacer tidak kami masukan ke part diatas karena sifatnya opsional dan kita bisa langsung pasang stem diatas top cover tanpa spacer. Image sources : https://us.bsdforever.com https://www.workscomponents.co.uk https://aliexpress.com


5 hari yang laluyussan

Direct Mount vs Regular Mount Untuk Rim Brake Calipers

Di postingan beberapa saat lalu pernah kita bahas kaliper rimbrake berdasarkan cara kerjanya, ada dual pivot dan single pivot, kali ini ini kita akan bahas dari jenis mountingnya, apa perbedaannya dan apa saja kekurangan dan kelebihannya.  Regular Mount Rim Brake Calipers Ini adalah opsi frame dengan rim brakes yang paling banyak ditemukan saat ini. Dengan baut ditengah berjumlah satu, disiinilah kaliper nanti akan dipasang. Kita ambil contoh saja produk dari Ultegra, yakni Ultegra R8000 dibawah ini. Cukup dengan 1 bolt bisa terpsang dengan kencang di frameset, nah berikut kekurangan dan kelebihannya. Ciri khasnya mudah ditemukan, pastikan dibelakang kalipers, tersedia bolt/baut yang cukup panjang, yang mana baut ini lah yang akan digunakan untuk pemasangan ke frame sepeda. Kekurangan :  calipers bisa tidak simetris antara kanan dan kiri (namun penemuan ini jarang ditemui di shimano seri atas, seperti Ultegra / Dura Ace) Kelebihan : banyak frame support dan mudah ditemukan harga lebih murah dari direct mount calipers Direct Mount Rim Brake Calipers Memiliki cara kerja yang sama dengan rim brake versi regular mount, hanya saja berbeda cara pemasangan dan tumpuan pengungkitnya. Jika regular mount hanya satu baut ditengah, maka direct mount menggunakan 2 baut dan dipasang secara simetris antara kanan dan kiri.  Ultegra seri diatas juga menyediakan untuk rim brake calipers versi direct mount, yakni Ultegra R8010, sepertin inilah tampilannya. Jika dilihat sekilas, versi direct mount ini lebih sederhanan mekanismenya, hal yang paling membedakan adalah baut yang berjumlah 2 dan panjangnya sama. Dengan 2 baut ini, sekaligus menjadi titip tumpu untuk gerakan putar dari kaliper, tentu dengan berbagai kekurangan kelebihannya, sebagai berikut :  Kekurangan : Tidak banyak frame support Harga lebih mahal dari regular mount Kelebihan : Mekanisme lebih sederhana, menyumbang ringan dari pada versi regular mount lebih kuat dan jarang terjadi miring ketika digunakan/dipasang Ref :  https://maugowes.com/blog/Lebih-Mengenal-Symetrical-Dual-Pivot-Rim-Brakes-5f282420ff736f2c526bb13f


5 bulan yang laluyussan

Yang Perlu Di Perhatikan ketika Ganti Stem

Apakah kamu ingin mengganti stem sepead, terutama roadbike, agar tidak salah beli berikut beberapa panduan yang bisa kamu perhatikan. Panjang Stem Panjang stem rata-rata memiliki ukuran mm atau cm. Panjang stem biasanya diukur dari ujung ke ujung ya, tetapi di titik tengah bagian yang terkoneksi ke steerer tube dan titik tengah yang terkoneksi ke handlebar, seperti pada gambar diatas. Tapi untuk catatan tidak semua merek menggunakan aturan seperti itu, bisa juga ujung ke ujung. Untuk amannya bisa mengecek reach di spesifikasi stem, reach diukur dari titik tengah steerer rube ke titik tengah handlebar, jika pada gambar di atas, ditandai dengan garis biru. Kemiringan Stem Kemiringan stem menggunakan satuan degree, disampung itu ada 2 opsi untuk kemiringan ini, bisa + deg / - deg, perbedaannya adalah jika positif degree, stem lebih miring keatas dan jika negatif degree, stem lebih miring ke bawah. Untuk catatan juga, stem yang dibuat dengan kemiringan minus hingga -17deg biasa disebut, slammed stem, bertunjuan agar posisi berkendara semakin agresif dan aero. Diameter Steerer Tube Steerer tube adalah part dari fork yang tersambung langsung ke stem sepeda. Hingga postingan ini dibuat ada 2 opsi steerer tube yang paling banyak ditemukan di roadbike berdasarkan diameter. Ada yang Oversize 1 1/8 inc atau 28.6mm, dan OD2 (Over Drive 2) 1 1/4 inc atau 31.75mm. Tapi ukurannya nggak cuma terbatas 2 itu aja ya, masih ada beberapa sizing lainnya untuk steerer tube. Tapi intinya pastikan ketika beli spek, cek dulu stem tersebut untuk ukuran steerer berapa. Material Stem Ada beberapa material stem yang di temukan di pasaran mulai dari alloy, titanium dan carbon. Sebenarnya ini hanya penutup aja sih, tidak masalah kamu menggunakan stem alloy, titanium hingga carbon asalnya ukuran-ukuran sesuai dengan yang ada di poin-poin diatas. Dan juga tentu harga stem carbon / titanium lebih mahal dari pada alloy , tapi lebih ringan dan lebih stiff. Sebagai perbandingan, pro vibe carbon stem harga bisa sampai Rp 4.8juta, sedangkan bersi alloynya hanya Rp 1.2juta.


10 hari yang laluyussan

BENTANG JAWA 2021 Gowes 1500KM dan Elevation Gain 16000M

Bentang jawa adalah event sepeda jarak jauh mandiri atau bisa dibilang (unsupported ultra cycling race) dengan jarah 1.500 kilo meter dan elevation gain 16.000 meter. di Bentang Jawa 2021, peserta dapat gowes secara mandiri (individu), atau berdua (pair), dan sudah hanya itu saja, tidak diperbolehkan adanya tim support lain. Bentang Jawa 2021 ini powered by Temple Project dan diadakan pada 3 Oktober 2021. COT / Cut of Time untuk Bentang Jawaw 2021 ini adalah 156 jam. Sehingga Bentang Jawa 2021 akan berakhir pada Sabtu, 9 Oktober 2021, pukul 17.30 WIB (waktu tentatif). Rute Bentang Jawa 2021 Ada 6 provinsi yang akan dilewati di rute gowes ini, yakni dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta hingga Jawa Timur.  Start dimulai dari titik terbarat di Pulau Jawa, yakitu di Provinsi Banten tepatnya di Pantai Carita menelusuri daerah pantai selatan provinsi Banten, dan finishing di Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Siapa Peserta Bentang Jawa 2021 Event ini diadakan untuk Warga Negara Indonesia dan juga Warga Negara Asing yang berada di Indonesia, semua bisa bergabung, baik dari umum atlit dan lain-lain. Jika dalam satu minggu terbiasa gowes diatas 250km, event Bentang Jawa ini akan cocok untuk kami mencapai next level dalam dunia gowes. Untuk Bentang Jawa 2021, tercatat ada 38 peserta yang terdaftar, bisa dicek di halaman ini https://www.gravelgravelan.com/ta . Kita doadakan saja semoga event ini berjalan dengan lancar, tidak ada aral melintang. Monitor Bentang Jawa 2021 Live Pesepeda dapat menggunakan GPS tracker yang dimiliki sendiri dan didaftarkan ke Bentang Jawa, seperti misalnya SPOT (https://www.findmespot.com/en-us/), atau dengan memasang aplikasi RACEMAP (https://racemap.com/apps) di telepon genggam mereka. Kamu bisa melihat perjalanan mereka secara live di Racemap ini. https://racemap.com/player/bentang-jawa-2021_2021-09-27#selected=615159eb2122b122e58626f2Reference https://www.gravelgravelan.com/


16 hari yang laluyussan

Perbedaan Ban Tubular, Clincher dan Tubeless

Ada berbagai macam opsi ban disepeda dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, disamping itu juga tidak bisa asal pakai karena memastikan kompatibilitas dengan wheelset yang kamu gunakan, ada tubular, clincher dan tubless. Apa saja perbedaannya mari kita bahas di postingan ini. Ban Tubular Sumber : http://davesbikeblog.squarespace.com Dari ketiga jenis ban ini, ban tubular adalah yang umurnya paling tua. Bicara masa lalu ban tubular, penulisan jadi teringat ketika dulu Tour de France masih menggunakan sepeda single speed dan mengalungkan ban tubular untuk cadangan, bahkan sampai bawa lem segala. Ban tubular adalah jenis ban yang komposisinya sama dengan ban clicher dengan bentuknya full lingkaran, jika kita lihat ban2 saat ini kan bentuknya bisa dibilang seperti huruf u ya, lebih jelas bentu seputar ban tubular bisa di cek pada gambar dibawah. Source: bike24.com Untuk bisa menyatu dengan rims, ban tubular ditempelkan dengan lem khusus untuk ban tubular, karena hal ini pula untuk menambal atau mengganti ban tubular bisa memakan waktu, karena harus membersihkan sisa lem dan lem ulang. Source: bike24.com Tapi seiring berjalannya waktu, hadil double tape khusus ban tubular, proses pemasangannya mirip rim tape sih. Tapi tidak sembarang orang bisa memasangnya sih, karena perlu ketelitian agar ban yang dipasang tetap lurus dan enak digunakan. Kelebihan ban tubular adalah jauh lebih ringan daripada ban biasa, karena ada bagian di rims yang bisa dihilangkan yakni hooknya menjadi tempat ban non tubular untuk mencengkeram. Disamping itu ban tubular juga relatif lebih aman ketika terjadi bocor, karena ketika angin habis ban tidak akan mudah terlepas, bahkan menjadi flat dan masih aman untuk dikendarai. Ban Clicher Source: cyclingweekly.com Jenis ban ini adalah yang saat ini paling banyak ditemukan jika kamu membeli full bike, terutama yang menengah kebawah. Ban clicher adalah jenis ban yang terbagi menjadi 2 yakni inner tube/ban dalam dan tire/ban luar.  Biasanya ketika terjadi kebocoran hanya perlu mengganti ban dalamnya, yang mana harganya jauh lebih murah dari pada ban luarnya, disamping itu proses penggantiannya juga relatif lebih cepat. Untuk itu banyak cycling yang membawa cadangan sendiri ban dalam ini, tentu jangan lupakan tool untuk ganti bannya ya, detail seputar cara ganti ban clicher bisa di cek di video ini ya https://www.youtube.com/watch?v=fQcq0MTkrGY.  Ban Tubeless Source: talitafrerraz.com.br Ban tubeless adalah jenis ban yang banyak ditemui juga di kendaraan lain, seperti motor dan mobil. Konsep dari ban tubeless ini adalah ban tanpa inner tube / ban dalam. Jadi angin akan langsung tertahan oleh rim wheelset dan ban luar.  Karena hal tersebut, maka ada yang namnya wheelset tubeless ready, karena ban tubeless ini mengahruskan memiliki dinding rim yang lebih tebal daripada yang clicher , karena tekanan angin langsung mengenai dinding rim. Karena hal ini pula wheelset tubeless memiliki bobot lebih berat daripada wheelset clincher.  Pastikan membeli wheelset tubeless ready ya untuk menggunakan tubeless tire, tapi sisi lainnya kamu juga bisa menggunakan clincher tire di tubeless ready wheelset. Untuk lebih lengkap seputar penggunaan tubeless bisa cek di link berikut https://maugowes.com/blog/Yang-Perlu-Disiapkan-Untuk-Menggunakan-Tubeless-Tires-di-Roadbike-613af3d5a6720d2f7d1e0c43 Sumber Gambar https://www.vittoria.com/ww/en/


20 hari yang laluyussan

Mau Gowes Dark Mode Hadir Untuk Kamu Yang Suka Kegelapan

Dark Mode adalah opsi tema serba hitam yang kini populer di dunia apps mobile / desktop hingga mobile. 1 Oktober 2021 kemarin Mau Gowes baru saja rilis fitur terbaru dark mode untuk web https://maugowes.com untuk kamu yang suka gelap2.  Caranya gampang banget sih, buka dimanapun halaman di maugowes.com , geser ke footer / paling bawah pilih "Switch to Dark Mode" , jika ingin kembali, lakukan langkah yang sama, cuman klik menu "Switch to Light Mode".


21 hari yang laluyussan

Pilih Rotor 140mm atau 160mm Untuk Roadbike

Ketika berencana membeli rotor disc brake untuk roadbike, sering kali ditemukan 2 opsi, untuk diameter 140mm atau 160mm. Dari sinilah banyak timbul pertanyaan, apa yang kalebihan dan kekurangan jika memilih rotor ukuran 140mm atau 160mm, mari kita bahas disini. Makin Besar Rotor Pengereman Makin Baik Source : https://www.astra-honda.com/ Mari kita beralih ke dunia balap sepeda motor, yang mana cakram yang digunakan sangat besar sekali di bandingkan cakram pada motor-motor harian. Cakram/rotor besar ini ditujukan untuk mendapatkan peforma pengeriman terbaik ketika melaju di trek, bisa dibilang makin besar rotor maka makin baik peforma pengeremannya.  Namun makin besar rotor makin berat pula bobot yang dihasilkan, untuk hal itu pula kendaraan harian yang mesinnya biasa saja, tinggal menggunakan rotor sebesar itu karena akan membebani mesin. Hal tersebut juga berlaku di sepeda, makin besar rotor tentu juga berpengaruh pada bobot sepeda, jika siap bertambah beberapa gram, ok pasang saja. Jangan lupa makin besar rotor ada ektra power yang ditambahkan untuk menggerakan sepeda, tapi kita mendapatkan kelebihan peforma pengereman yang lebih baik. Memastikan Frame Support Tidak semua frame roadbike support untuk rotor ukuran 160mm. Jangan sampai menjadi penyesalan, terlanjur beli Rotor 160mm ternyata tidak support di pasang di frame. Memang lebih aman menggunakan rotor ukuran 140mm yang memang umum digunakan roadbike saat ini. Perlu Adapter Caliper Rotor 160mm Source: mantel.com Rata-rata ketika pembelian kaliper, terutama yang flat mount. Baca: Perbedaan kaliper flat mount dan postmount , menyediakan adapter untuk kaliper bagian depan, sehingga bisa dipasang rotor 140mm atau 160mm, namun tidak untuk belakang. Sehingga untuk memasang rotor ukuran 160mm dibagian belakang, selain memastikan frame support, kamu jua harus memiliki adapter ini agar kaliper juga support dengan rotor ukuran 160mm. 


sebulan yang laluyussan
Video Youtube Terbaru
Sepeda Baru Rilis

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean