Terbaru di Blog

Opsi Clipless Pedal Road dari Brand-Brand Populer

Clipless yang sering kita jumpai untuk roadbike kebanyakan dari Shimano SPD-SL, Look Keo, Wahoo Speedplay. Disini MauGowes akan bahas opsi-opsi clipless pedal lainnya juga yang bisa kamu gunakan untuk roadbike kamu. Sampel dari masing-masing pedal per brand kami ambil seri tertinggi. Shimano SPD-SL Sebagai brand part sepeda paling populer, mari kita tempatkan pedal dari Shimano ini nomor 1, Untuk seri tertinggi dari Shimano sendiri ada pedal Shimano Dura-Ace PD-r9100 dengan body dari carbon berat sepasang 228gr. Jika kita lihat diatas, ada opsi standard dan +4mm, nah itu adalah perbedaan panjang spindle dari crankarm.  Ref: https://ride.shimano.com/products/pd-r9100 Cleat yang digunakan ada Shimano SPD-SL, ada 3 macam yang tersedia, berikut perbedaannya : Kuning, bisa goyang-goyang 6 derajat Biru, bisa goyang-goyang 2 derajat Merah, 0 derajat, alias posisinya fixed Ref: https://ride.shimano.com/collections/cleats-all  KEO Look KEO sendiri adalah pabrikan yang sudah lama mengenalkan clipless pedal bahkan sejak tahun 70an. Untuk seri tertinggi saat post ini dibuat ada Look Keo Blade Ceramic TI . Hadir dengan body carbon + carbon blade untuk menambah stifness dengan spindle dari titanium. Ref: https://www.lookcycle.com/jp-en/products/pedals/road/race/keo-blade-ceramic-ti   Dari KEO menghadirkan sistem cleat sendiri yakni KEO Grip, dengan opsi 3 warna dengan opsi sebagai berikut: Merah dengam 9 derajat float Gray dengan 4.5 derajat float Hitam dengan 0 derajat float, fixed Ref: https://www.lookcycle.com/jp-en/products/spare-parts/cleat-keo-grip  Wahoo Speedplay Ketiga dari brand Wahoo yakni sistem Wahoo Speedplay, sistem penjepit di seri speedplay ini cukup berbeda dengan 2 pedal sebelumnya, dimana untuk pedalnya tidak ada pegas sama semali, sedangkan untuk sistem penjepitan ada di cleatnya. Disamping itu dengan cleat yang sangat lebar, jadi lebih memudahkan untuk berjalan di banding 2 cleat diatas. Untuk cleat tertinggi ketika postingan ini dibuat ada Speedplay Nano, dengan berat total hanya 168gr dan spindle titanium. Ref: https://eu.wahoofitness.com/devices/pedals/speedplay  Cleats yang di sediakan Wahoo Speedplay saat ini ada 2 opsi, yakni speedplay easy tension warna gray dan speedplay standard tension warna black. Ref: https://eu.wahoofitness.com/devices/pedals/view-all#section-62  Time XPRO Hadir dari SRAM yakni Time Xpro, dengan area pijakan yang jauh lebih besar di bandingkan dengan 3 brand sebelumnya, dan menggunakan sistem penjepit yang mirip dengan Shimano dan Look. Seri tertinggi dari TIME XPRO ini ada TIME XPRO 15, dengan kombinasi carbon body dan titanium axle, dengan berat 87gr per pedal. Source: https://www.sram.com/en/time-sport/models/pd-xpro-15-a1  Ada opsi yang di cleat Time ini, pertama ada fixed cleat dan free cleats , free cleats ada float sampai 16deg. Ref: https://www.sram.com/en/time-sport/series/xpro?filters=cattype|Accessories&sort=Relevancy&page=1  Magped Road Sistem clipless di pedal ini adalah menggunakan magnet agar sepatu tetap menempel di pedal. Saat ini opsi pedal road tertinggi adalah versi baru, yakni magped ROAD2. Ref: https://www.magped.com/en/shop/magped-road2/  Cleat yang tersedia di Magped Road 2 ini hanya 1 opsi, yang plat besi seperti diatas, yang flat jadi lebih enak buat jalan. Ref: https://www.magped.com/en/shop/metallic-plates-road/ 

6 hari yang laluyussan 70 views

Favero Rilis Assioma Pro MX Pedal Power Meter untuk MTB Gravel Cyclocross

Produk terbaru dari Favero, power meter pedal untuk MTB, Gravel, CX, dengan nama Favero Assioma MX, menggunakan sistem pedal SPD Shimano yang sudah terkenal handal bertahun-tahun. Spesifikasi Berat sepasang 191.4g SPD system compatibility Adavanced Metric Auto calibration Bluetooth ANT+ Connectivity Fitur Lengkap yang Sama Dengan Favero Assioma Sebelumnya Produk Assioma yang sudah dilirilis sebelumnya, seperti Assioma Duo, Uno, Duo Shi, dll, memiliki fitur yang sangat lengkap sebagai power meter, mulai tahu power yang digunakan oleh cyclist, persentasi effor dari masing-masing pedal, tahu titik mana dari pedaling yang paling banyak mengeluarkan power, dan masih banyak lagi. Fitur-fitur tesebut, tentu juga hadir di Assioma Pro MX, hanya saja pedal ini tersedia untuk off road cycling. Lokasi Led Indicator yang berbeda dengan Assioma Road Jika kamu telah memiliki adapter charger dari Assioma Road, tentu masih bisa digunakan untuk charging power meter, hanya ada perbedaan di bentuk socketnya yang sesuai dengan gambar diatas. Led indicator yang memberikan info power meter sedang on, atau sedang di charge memiliki posisi yang berbeda, yakni berada di ujung spinder sisi dalam, sehingga power meter ini lebih berkesan clean dan mirip dengan pedal spd biasa. Varian Assioma PRO MX Ada 2 varian power meter yang di rilis Favero untuk Assioma Pro MX, yakni Assioma Pro MX-2 untuk dual side pedal power meter dengan harga Euro 613.93 atau Rp 10.386.632,83, dan Assioma Pro MX-1 untuk single side pedal power meter dengan harga Euro 368,00 atau Rp 6.225.922,96. Tentu yang dual side lebih mahal dari yang single side, disamping itu selisih harga yang diberikan juga tidak sampai 50%, tapi diatasnya.  Favero juga menjual opsi Assioma Pro MX-UP, opsi ini bisa untuk mengunbak Assioma PRO MX-1 yang single side menjadi Assioma PRO MX-2 yang dual side dengan harga Euro 352,38 atau Rp 5.962.265,24. Info Lebih Lengkap: ASSIOMA PRO MX | favero-cycling 

4 hari yang laluyussan 85 views

SPD Cleat Adapter Untuk Sepatu Road Shimano SM-SH41

dfdShimano SM-SH41 Adalah adapter untuk memasang spd cleat atau mtb cleat lain dengan 2 bolts di sepatu road yang memiliki 3 road. Berikut adalah impresi kami dari MauGowes. Isi Di dalam Paket Kami mendapatkan produk ini dengan harga Rp 200.000,- di Januari 2024 dengan isian paket adalah sebagai berikut. Pertama ada sebuah mounting dari metal untuk di pasang di 3 boltsnya. Next ada adapter dari bahan plastik keras, mirip cleat road, yang disinilah cleat 2 bolts akan berlabuh dan ada extra rubber agar sepatu road bisa digunakan untuk berjalan, mirip dengan yang kami temukan di sepatu MTB/Gravel. Dan ada beberapa baut, dengan total 10 baut. Dengan 3 baut diameter payung lebih besar di masing-masing sisi, untuk di pasang dengan adapter segitiga dari metal. Berat total dari hasil timbangan kami adalah 110 per pasang, tentu lebih berat setelah dipasang spd cleat. Instalasi Shimano SM-SH41 Sebelum mulai instalasi ada hal yang perlu di perhatikan. Yaitu jenis dari 3 bolts di sepatu road, apakah yang fixed atau bisa di geser-geser.  Diatas ada sample 3 bolts yang bisa di geser atas bawah, dan sebelahnya 3 bolts yang fixed. Kelebihan adapter ini, tidak akan bisa adjust naik turun jika 3 boltsnya fixed, hal itu tidak ditemukan di 3 bolts yang bisa di adjust naik turun. Namun untuk spd cleatnya masih bisa di adjust kanan kiri dan kemiringannya. Apakah Walkable Salah satu fitur unggulan dari adapter ini adalah kemampuan untuk berjalan, karena ada extra sol dan cleat yang sejajar dengan cleat spd. Ketinggiannya sendiri sedikit lebih tinggi dari cleat Look KEO Grip, yang mana Look KEO Grip sendiri sedikit lebih tinggi dari SPD SL. Suara yang di hasilkan lebih senyap daripada cleat spd sl dan lebih senyap dan kesat, thank dari rubber. Kamu pun mencoba gowes 100km dan ada di jalan kena hujan sehingga sepatu basah. Feel yang kami rasakan ketika basah, saat itu di toilet licinnya mirip dengan spd-sl. Feel Mirip Dengan Cleat Road, Testing di Road Untuk testing kami gowes di rute road flat, ascending dan descending. Sepatu dengan Shimano RC502. Tanpa ada adjustmet ulang seatpost, pasang adapter fiting kemiringan dan gowes hingga 100km. Feel yang kami rasakan mirip dengan cleat road, tekanan merata, dan perbedaan ketinggian tidak berasa ketika gowes. Kami Tidak melakukan testing untuk rute tanah, karena dari jenis sepatunya tidak cocok, dengan cleat carbon flat bisa menimbulkan lecet dan licin. So adapter ini masih aman ketika taget kamu untuk gowes di road, dengan sepatu road yang tidak support 2 bolts cleat, dan ingin menggunakan pedal mtb/gravel.

9 hari yang laluyussan 117 views

Opsi Clipless Pedal Populer Untuk Gravel

Berikut adalah beberapa opsi pedal untuk gravel dari brand-brand terkenal. Gravel pedal yang kami list di postingan ini adalah, pedal yang sama digunakan di MTB, XC dan sejenisnya. Disini kami ambil sampel 5 pedal dari 5 brand yang berbeda. Mari kita cek-cek satu persatu. Shimano SPD Credit by bike.shimano.com Salah satu pedal terkenal dari Shimano untuk mtb, cx, xc dan tentu bisa di pakai untuk gravel, yakni varian SPD Pedal. Shimano sendiri untuk varian pedal spd ini sangat banyak sekali variannya:  ada spd pedal 2 side seperti gambar diatas ada juga opsi single side spd pedal 2 side spd pedal dengan extra ada extra plate di dedapan dan belakang bahkan ada kombinasi pedal spd dan hybrid dengan flat pedal. Bicara seputar pedal teringan, so far ketika postingan ini dibuat, dari Shimano kami menemukan Shimano XTR PD-9100. Credit by bike.shimano.com Cleat yang digunakan adalah 2 bolts cleat seperti diatas, yang bernama SPD Cleats, dengan bahan 100% dari metal. Bahkan kamu bisa juga menemukan opsi yang lebih ringan dengan bahan dari Titanium tapi dibuat dari 3th party. Dari Shimano sendiri untuk SPD pedal ada 2 tipe, yaitu opsi bisa di lepas single side, misal dengan kaki geser ke arah luar, atau bisa pilih opsi lepas dual side, bisa di lepas dengan geser kaki ke arah luar / dalam. Look X-Track Credit by lookcycle.com Look X-Track pedal ini juga support untuk cleat spd, meski look juga membuat sendiri varian cleat spd dengan spek persis. Namun Look X-Track sendiri ada opsi menggunakan bahan carbon, dan plate yang lebih luas. Varian tertinggi dari pedal ini adalah X-TRACK RACE CARBON TI. Credit by lookcycle.com SRAM Time Atac Credit by sram.com Dari SRAM ada varian Time, antara lain SRAM Time Atac XC untuk varian yang minimalis, SRAM Time Atac MX dan SRAM Time Speciale.  Dengan desain mirip dengan Shimano SPD XTR atau Look X-Track race carbon yang minimalis, Time Atac XC 12 hadir dengan berat yang sangan ringan 124gr sepasang, yang mana SPD dan X-track tembus 300gr keatas untuk sepasang. Hal itu dikarenakan XC 8 tidak 100% metal, untuk body menggunakan Carbon-filled dan beberapa komposit lain, dan untuk versi low budgetnya, misal XC 2 , juga cukup ringan, karena menggunakan komposit juga bukan full metal. Credit by crankbrothers.com sram.com Cleat yang digunakan modelnya seperti diatas, dengan sistem 2 bolts dan kompatible dengan lubang bolt darri Shimano SPD. Ada 2 opsi untuk Atac Easy 10 derajat, dan Atac 13/17 derajat. Derajat ini untuk seberapa banyak kaki bisa di geser2. Crankbrothers Eggbeater Credit by crankbrothers.com Opsi pedal dari Cranbkbrothers kali ini adalah desain yang paling minimalis, hanya berupa spindle di kelilingi pegas dan cleat clamp. Crankbrothers Eggbeater. Selain desain diatas, Crankbrothers Eggbeater ada opsi lain dengan plat yang lebih lebar. Credit by crankbrothers.com Dengan desain pedal dan cleat yang sama ada beberapa tambahn di plat agar bagian yang mengenai di kaki lebh luas, dan beberapa opsi flat pedal juga di sediakan oleh crankbrothers.  Credit by crankbrothers.com Varian tertinggi dari Crankbrothers Eggbeater ini adalah Eggbeater 11 dengan kombinasi part dari titanium, berat sepasangnya hanya 179 gram sepasang. Magped Gravel Dengan desain yang mirip dengan pedal flat, tidak ada pegas atau bagian yang menjepit, Magped menggunakan sistem magnet untuk mengaitkan dengan cleatnya. Cleat yang digunakan adalah plat besi yang ditujukan untuk menempel ke magnet di pedalnya. Ada beberapa perbedaan tinggal ketinggian dari outsol sepatu, untuk menangani hal tersebut, Magped ada spacer yang bisa diputar-putar untuk menyesuaikan dengan ketinggian agar pedal dan sepatu benar-benar dalam posisi flat.

25 hari yang laluyussan 175 views

Panduan Membeli Thru-Axle Untuk Sepeda

Thru axle alias as yang di sepeda banyak ditemukan di sepeda yang sudah disc brake, thru memiliki diameter yang lebih besar dari qr (quick release), sehingga selain kuat juga semakin stiff. Semisal kamu ingin beli Thru Axle baru untuk frame kamu, berikut hal yang perlu kamu perhatikan, jika tidak ada sample thru axle lama untuk di tiru speknya. Cek Panjang dan Diameter dari Thru Axle Dimulai dari Diameter dan panjang dari thru axle yang digunakan. Diameter dari thru-axle yang tepat, memastikan bisa masuk kedalam lubang dari frame dengan pas, tidak kebesaran dan tidak kekecilan Kita mulai dari sample diatas, Thru Axle dengan size 163.5 M12XP1.5 ,  oke disini kita fokus panjangnya, terlihat 163.5 atau 163.5MM (satuan milimeter adalah default). Untuk panjangnya diukur dari ujung sekrup dan pertemuan dengan sisi terbesar thru axle jika diatas cek garis merah.  Untuk diameter adalah M12 alias 12MM, 12MM ini standar untuk frame roadbike/gravel. Untuk MTB sendiri kadang diameternya lebih besar. Jarak Non Thread TA Sesuai Setelah tahu panjang length TA yang dibutuhkan, pastikan juga panjang untuk sisi yang non theaded, bukan termasuk mur yang ada bergaris biru di gambar diatas. Jika sisi non threaded lebih pendek tapi panjang threaded sesuai, tenang masih aman dan TA masih bisa di pakai. Tapi jika sisi non threaded lebih pajang dari speknya, membuat TA masih bisa kencang terpasang, tapi wheelsetnya tidak bisa terpasang dengan kencang, karena ada space di sisi samping hub dengan frame. Thread Length and Thread Space Setelah mengetahui panjang dari sisi non threadnya, memastikan panjang thread atau sisi yang ada ulirnya juga penting, apa lagi untuk TA yang menggunakan mur / nutt.  Threadnya sendiri juga bisa beda-beda untuk jaraknya, mari cek sample TA Standert paling atas, yakni 163.5 M12XP1.5, yang mana kitkita tahun 163.5 adalah panjang, M12 adalah diameter, dan P1.5 ini lah untuk mengetahui space dari thread/ulirnya yaitu 1.5mm. Seringnya Roadbike menggunakan size 1.5mm ini. Jika space ulir tidak cocok dengan frame, ada kemungkinan TA tidak bisa di pasang. Cone Seat / Flat Seat Thru Axle Ujung dari sisi non threaded dengan kepala thru-axle ada 2 jenis, pastikan sesuai dengan frame yang kamu gunakan, ada yang flat seat ada yang cone seat, bentuk dari seat ini menyesuaikan dengan bentuk frame yang kamu gunakan. Thru Axle With Nutt atau Without Nutt Ada beberapa frame yang menggunakan thru-axle tapi tidak dilengkapi thread, dan untuk frame jenis ini biasanya menggunakan extra mur atau nutt, tentu hal ini perlu di perhatikan, agar kami bisa beli sekalian TA yang sesuai dengan speks.

2 bulan yang laluyussan 322 views

Lebih Dekat dengan Frame Cannondale CAAD13 Alloy Super Ringan dan Beraura Race

CAAD13 adalah varian dari Roadbike Cannondale dengna frame dari alloy yang dirilis 2020 lalu. Frame alloy dari CAAD13 terkenal ringan dan cocok menjadi pendamping dari Supersix EVO yang keluar di tahun yang sama karena memiliki geometri dan feel yang mirip-mirip. Di postingan ini kita akan fokus membahas frame CAAD13 ini. CAAD13 ada opsi Rim atau Disc Brakes Sepeda terbaru kebanyakan menyuntik mati rim brakes, biasanya di seri flagship. Berbeda dengan CAAD13 masih menyediakan 2 opsi, rim brakes dan disc brakes, bisa juga karena CAAD13 bukan seri flagship. Kelebihan dari rim brakes, tentu part-partnya, yang lebih murah dibandingkan seri disk brakes, selain itu framenya lebih ringan dari pada disc brakes, frame disc brakes lebih berat karena ada beberapa lubang untuk pemasangan calipernya, dan kemungkinan ada penguatan di beberapa tempat lain karena pengereman disc brakes yang lebih pakem. CAAD13 Frame Only Hanya 1.094grams Untuk size diatas kami mendapatkan informasinya dari postingan di road.cc , dengan size yang sama 56cm, Cannondale mengklaim bahwa frameset CAAD13 dan CAAD12 disc version memiliki bobot 1.094gram, tentu versi rim brakes akan lebih ringan. Dan berat tersebut tergolong sangat ringan untuk frame alloy, bahkan beberapa frame carbon memiliki berat yang lebih.Ref: https://road.cc/content/review/cannondale-caad13-disc-105-2020-269731  Credit by road.cc Karena tujuan itulah, kita melihat beberapa sambungan las tidak dirapikan oleh Cannondale, melainkan di biarkan apa adanya. Sambungan las ini bisa kita lihat di semua sambungan frame, mulai bagian depan , tengah , hingga bawah. Hal ini berbeda di frame alloy Trek yang bisanya bagian headtubenya dibuat rapi, bahkan Polygon Strattos S5 disc keluiaran tahun 2022 -2023 bagian headtube juga dibuat mulus seolah-olah tidak ada sambungan. Kami belum tahu apakah membuat sambungan mulus seperti brand lain apakah bisa membuat frame lebih berat. CAAD13 Ban Support Sampai 30mm Sepertinya sepeda-sepeda terbaru saat ini dibuat support untuk ban-ban yang lebih lebar, bisa jadi karena ban sekarang tetap kencang meski lebih lebar, dengan rolling resistance lebih kecil dan masih tetap ringan. Dari web official canondalle, spek dari CAAD13 ini max tire sampai 28mm, tapi dilansir dari velo.outsideonline.com , CAAD 13 ini support sampai 30mm https://velo.outsideonline.com/road/road-racing/cannondale-caad13-review/ . Credit by reddit.com Namun kami menemukan info menarik dari Reddit di sub Reddit r/bicycling , ada pemilik CAAD13 yang memasang ban 700x32 Gravelking di sepedanya, dan masih muat serta fungsional. TS tidak menyebutkan seri Gravelkingnya, tapi kami menduga seri SS (semi slick), terlihat knobnya tidak tinggi dan terkesan flat. Source https://www.reddit.com/r/bicycling/comments/mu0nj0/ntd_put_some_gravelkings_32s_on_the_caad13/?rdt=61745&onetap_auto=true .   Cable Clip di Chain Stay bisa Dilepas untuk AXS atau Di2  Credit by cannondale.com Coba kita lihat kabel untuk rd di setup CAAD13 diatas, menggunakan groupset dari SRAM Force AXS yang full wireless. Clip/hanger untuk cable rd terlihat tidak ada, yang biasanya bisa temukan di frame alloy lain yang tidak full internal untuk cable belakang. Credit by giantbicycle.id Sebagai sample diatas adalah Giant Conted SL 2023, terlihat ada clamp untuk stopper cable rd dibawah chain stay, yang mana meski pakai SRAM AXS yang wireless, bagian tersebut tidak bisa dilepas kecuali di potong. Credit by avantebike.com CAAD13 memiliki pendekatan berbeda agar bagian tersebut bisa di lepas, namun jika bisa frame alloy premium lain seperti Specialized Allez Sprint Comp 2023, sudah full internal hingga chain stay, jadi tidak memerlukan cable clamp./

2 bulan yang laluyussan 479 views

new Giant TCX Sepeda Cyclocross Berasa TCR

Akhir 2023 ini Giant merilis varian sepeda cyclocross mereka, yakni Giant TCX, yang sekilas jika kita lihat mirip dengan Giant TCR atau Propel terbaru. Giant TCX Advanced Pro 2023 Geometry Yup sekilas kami merasa desain dan geometrynya mirip dengan Giant TCR Advanced yang terkenal, dengan seatstay dropped mirip Giant Propel Advanced 2023. Hanya saja beberapa bagian tubing dibuat lebih besar, seperto di bagian fork, seatstay, chainstay hingga toptube, tentu agar semakin aman di gravel ride dengan jalanan multi terrain. Tidak Menggunakan Fulll Internal Route Cabling Giant TCX Advanced Pro 2023 ini masih melanjutkan nafas dari Giant TCR yang masih belum menggunakan full internal cable route yang mana masih banyak sekali penggemarnya saat ini, selain itu juga lebih mudah untuk diperbaiki dari tangan mekanik. Berbanding terbalik dengan Giant Propel yang memang dibuat untuk aero, sehingga kabel dibuat full internal route. Spesifikasi Giant TCX Advanced Pro 2023 Sebelum ada beberapa seri dari Giant TCX Advanced Pro ini, mulai 1 2 dst, yang bedanya di sisi groupset wheelset, jadi kita ambil sampel salah satu varian dengan harga tertinggi, varian Giant TCX Advanced Pro 1:  Wheels: Giant CXR 2 Carbon Disc WheelSystem,[F] 35mm, [R] 35mm Shifters: SRAM Rival eTap AXS 1x12 Crakset: SRAM Rival D1 DUB, 40t XS:170mm, S:170mm, M:172.5mm, M/L:172.5mm, L:175mm, XL:175mm Fork: Advanced-Grade Composite, full-composite OverDrive 2 steerer, disc Colors: Supernova Yang Membedakan Dengan Giant Revolt Giant sendiri telah memiliki varian gravelnya sendiri yang sangat populer, yakni Giant Revolt, yang hadir dengan opsi alloy dan carbon framenya.  NNamun Giant sendiri mengkategorikan Giant TCX ini untuk cycloross. Sama-sama sepeda all terrain, tapi cyclocross memiliki geometry yang lebih aggresive karena sepanjang race akan lebih sering gas-gasan, dan lebih sering juga untuk di angkat-angkat ketika melewati rute tangga, atau pasir yang sangat ekstrim. Untuk aturan UCI di Cyclocross world championship sendiri ban yang digunakan adalah 700x33mm, dengan knob yang sangat tinggi agar mudah jalan di jalan berlumpur hingga pasir. Giant TCX Advanced Pro sendiri untuk tire clearencenya bisa sampao 45mm, sedang Giant revolt bisa sampao 53mm.

2 bulan yang laluyussan 368 views

Rapha Festive 500 2023 Sudah Dimulai Berikut Cara Daftarnya

Rapha Festive 500 adalah challenge di Strava yang rutin di adakan di akhir tahun, yakni tanggal 24-31 Desember, dengan jarak hari tersebut kamu harus bisa finish minimal 500km. Cara Mengikuti Rapha Festive 500 2023 Untuk bisa mengikuti Rapha Festive 500 ini kamu wajib memiliki akun Strava terlebih dahulu, jika belum punya registrasi dulu ya https://www.strava.com/ . Selanjutkan join aja challenge kamu melalui link berikut Rapha Festive 500 - Strava Challenges , tentu untuk tahun-tahun berikutnya link ini akan berbeda. Sisanya kamu tinggal gowes saja dari tanggal 24-31 Desember 2023, hingga mencapai total distrance 500km. Syarat Gowes yang Valid untuk Rapha Festive 500 Untuk Rapha Festive 500 2023 ini aktifitas gowes yang di perbolehkan ada beberapa ride, virtual ride, handcycle bahkan hingga e-bike ride. Apa Yang Bisa Kamu Dapatkan di Rapha Festive 500 Jika kamu sukses dengan challenge yang diberikan Rapha, kamu akan mendapatkan badge Rapha Festive 500 yang unik tiap tahunnya, penampakannya seperti gambar dibawah.

2 bulan yang laluyussan 561 views
Video Youtube Terbaru
Sepeda Baru Rilis
Top Cyclist Terbaru

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean