Featured:
2 jam yang lalu
32
Fotoyu adalah platform online yang memudahkan fotografer untuk distribusi hasil fotonya, dan memudahkan kita untuk menemukan foto tersebut dengan menggunakan face recognition. Singkatnya, ketika kita lagi gowes/lari kemudian ada fotografer memotret, cari aja di Fotoyu, jika fotografer upload ke Fotoyu, otomatis kita menemukan dengan mudah dari pencocokan wajah. Tidak Ada Fitur Download di Aplikasi Fotoyu Disclaimer Nah disini kita tidak akan panjang lebar seputar cara penggunaan Fotoyu. Untuk bisa download menggunakan cara di artikel ini, pastikan kamu sudah tahu cara menemukan foto di Fotoyu, dan cara memasukan ke Keranjang. Secara default Fotoyu tidak memberikan akses screenshot di aplikasi mereka. Jadi disini kami tidak memberikan tampilan-tampilan ketika menggunakan aplikasi di Fotoyu. Disamping itu, juga tidak ada tombol download di Fotoyu sehingga penggunoa tidak bisa download foto mereka di Fotoyu, hanya terbatas menambah di favorite untuk menyimpan. Untuk hasil download di Fotoyu nanti kita akan mendapatkan foto yang resolusi cukup besar, namun masih dengan watermark dari Fotoyu, untuk versi tanpa watermark, tentu kita perlu membelinya dari fotografer yang bersangkutan. Download Foto dari Fotoyu Menggunakan Fotoyu Web Version Untuk Download Gambar Untuk step berikutnya, akan lebih mudah jika menggunakan laptop/komputer. Sebelum step ini, di aplikasi Fotoyu, pilih foto-foto yang akan kita download. Untuk selanjutnya "add to chart" atau "tambahkan ke keranjang", kumpulkan semua foto-foto yang ingin didownload disana. Akses Keranjang Fotoyu dengan Browser Langkah pertama, buka browser kamu, diutamakan menggunakan laptop/komputer, akses https://www.fotoyu.com , untuk panduan di postingan ini, kami menggunakan Google Chrome. Selanjutnya silahkan login, hingga masuk ke akun kamu. Untuk selanjutnya kita akses foto-foto yang ada di keranjang kita, setelah login sukses, langsung bisa aja link berikut https://www.fotoyu.com/cart . Step berikutnya agak teknikal, pas di gambar preview, klik kanan dan pilih inspect. Setelah klik inspect akan di dapatkan tampilan seperti diatas. Cari di bagian "src=.." didalam tag <img />, nah disanalah kamu bisa mendapatkan url gambarnya, tinggal open new tab, dan hola gambar sukses didapat, tinggal download aja. Selamat mencoba. Cara ini sofar masih aman digunakan di April 2026, ada kemungkinan Fotoyu, merubah kebijakan untuk mengganti halaman yang membuat cara ini tidak valid digunakan.
7 hari yang lalu
742
Dalam beberapa tahun terakhir, iGPSPORT semakin serius menggarap segmen cycling computer berbasis navigasi. Salah satu produk andalannya adalah seri BiNavi, yang kemudian diperbarui dengan versi terbaru bernama BiNavi Air. Sekilas, kedua perangkat ini terlihat sangat mirip—bahkan menggunakan platform teknologi yang sama. Namun jika ditelusuri lebih dalam, ada sejumlah perbedaan penting yang membuat masing-masing punya target pengguna berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan antara BiNavi Air dan BiNavi dari sisi dimensi, fitur, hingga teknologi yang digunakan. Perbedaan Dimensi dan Desain Perbedaan paling mencolok antara kedua perangkat ini terletak pada ukuran dan bobotnya. Ukuran dan Bobot BiNavi Air Berat: ±77 gram Layar: 3.0 inci Desain: lebih tipis dan aerodinamis BiNavi Berat: ±103 gram Layar: 3.5 inci Analisis BiNavi Air jelas dirancang untuk pengguna yang mengutamakan ringan dan minimalis, seperti: Road cyclist Gravel rider Bikepacking ringan Sementara BiNavi lebih cocok untuk: Pengguna yang ingin layar lebih besar Navigasi yang lebih nyaman secara visual Dengan kata lain, BiNavi Air adalah versi “compact performance”, sedangkan BiNavi adalah versi “comfort navigation”. Layar dan Tampilan BiNavi Air Layar 3.0 inci dengan resolusi sekitar 240×400 Tetap readable di bawah sinar matahari (transflective display) BiNavi Layar lebih besar 3.5 inci Lebih nyaman untuk melihat peta detail Analisis Perbedaan layar ini cukup signifikan dalam penggunaan nyata: BiNavi → lebih enak untuk navigasi kompleks & touring panjang BiNavi Air → cukup untuk quick navigation & riding ringan Daya Tahan Baterai BiNavi Air: ±30 jam BiNavi: ±35 jam Analisis Perbedaan 5 jam ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa terasa dalam: Ultra cycling Touring multi-hari BiNavi masih unggul dalam endurance, sedangkan Air lebih ke efisiensi. Fitur Navigasi (Core Feature) Keduanya sebenarnya memiliki DNA yang sama: navigation-first cycling computer. Fitur yang Sama Offline map navigation Turn-by-turn navigation dengan alert Auto rerouting jika keluar jalur Climb analysis (iClimb 3.0) Elevation profile Kompatibilitas sensor (HR, cadence, power meter) Analisis Dari sisi navigasi, keduanya hampir identik. Bahkan banyak review menyebutkan bahwa: Perbedaannya lebih ke bentuk, bukan kemampuan utama. Perbedaan Fitur dan Interface Di sinilah mulai terlihat positioning produk. BiNavi Air Interface lebih simpel dan minimalis Custom navigation widget (lebih fleksibel layout) Fokus pada penggunaan cepat dan praktis BiNavi Interface lebih kompleks dan kaya fitur Lebih cocok untuk eksplorasi data dan training Analisis BiNavi Air = “less distraction, more riding” BiNavi = “full feature navigation + training” Teknologi dan Sensor Keduanya menggunakan teknologi yang sangat mirip: Teknologi yang Digunakan Multi-GNSS (GPS, GLONASS, Galileo, dll) Dual-frequency GPS (lebih akurat) Barometric altimeter ANT+ & Bluetooth connectivity Indoor training (Virtual Ride) Keunggulan BiNavi Air Lebih efisien secara hardware (ringan + tipis) Optimisasi UI untuk navigasi cepat Kesimpulan Teknologi Tidak ada lompatan teknologi besar, BiNavi Air lebih ke refinement, bukan revolusi. Target Pengguna BiNavi Air cocok untuk: Cyclist yang ingin perangkat ringan Rider yang fokus navigasi simpel Gravel / road minimalist setup BiNavi cocok untuk: Touring jarak jauh Pengguna yang butuh layar besar Rider yang ingin fitur lebih lengkap Harga Dari segi harga iGPSPORT Bi Navi Air lebih murah dari Bi Navi, di Tokopedia iGPSPORT Bi Navi Air seharga sekitar Rp3.249.000, untuk iGSPORT Bi Navi sekitar Rp 5.000.000,- Kesimpulan Akhir Perbedaan antara iGPSPORT BiNavi Air dan BiNavi bukan soal siapa yang lebih canggih, tetapi siapa yang lebih sesuai kebutuhan. BiNavi Air Lebih ringan, lebih ringkas Interface sederhana Cocok untuk penggunaan praktis BiNavi Layar lebih besar Baterai lebih tahan lama Fitur lebih lengkap Secara keseluruhan, BiNavi Air adalah evolusi yang mengarah ke efisiensi dan minimalisme, sementara BiNavi tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman navigasi yang lebih lengkap dan nyaman secara visual. JIka kamu tertarik, silahkan cek di link berikut: iGPSPORT Bi Navi Air Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSuQ6LeKv/ Shopee: https://s.shopee.co.id/4frYDvv1im iGPSPORT Bi Navi Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSHkuo9c4/ Shopee: https://s.shopee.co.id/8phYuKMLCr
18 hari yang lalu
512
Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggiat ultra-cycling akhirnya tiba. Bentang Jawa, ajang balap sepeda jarak jauh mandiri (unsupported ultra-cycling race) melintasi Pulau Jawa, telah resmi membuka pendaftaran untuk edisi tahun 2026. Bagi kamu yang ingin menguji batas kemampuan diri dengan menempuh jarak sekitar 1.500 KM dari Barat ke Timur Jawa, inilah saatnya untuk beraksi. Berikut adalah detail lengkap mengenai pendaftaran Bentang Jawa 2026. Kategori yang Dilombakan Bentang Jawa 2026 tetap mempertahankan dua kategori utama bagi para pesertanya: SOLO: Kategori bagi pesepeda yang ingin menuntaskan tantangan secara sendirian. Kamu harus mengatur navigasi, logistik, dan waktu istirahat sepenuhnya secara mandiri. PAIR (Berpasangan): Kategori untuk dua orang pesepeda yang berkomitmen untuk memulai dan menyelesaikan balapan bersama-sama. Cocok bagi kamu yang ingin berbagi suka duka di jalanan Jawa. Syarat Pendaftaran Mengingat tingkat kesulitan yang ekstrem (jarak ±1.500 KM dengan elevation gain ±16.000m), panitia menerapkan syarat yang cukup ketat untuk memastikan keselamatan peserta: Pengalaman Bersepeda Jarak Jauh: Calon peserta diharapkan memiliki catatan menyelesaikan ajang jarak jauh sebelumnya (seperti Audax, Kelana, Lintang Flores, atau ajang mandiri lainnya) dalam dua tahun terakhir. Kedisiplinan Data: Pendaftar wajib melampirkan akun Strava sebagai bukti riwayat latihan dan kemampuan fisik (rata-rata jarak tempuh mingguan). Kesehatan & Mental: Memahami risiko balapan unsupported dan setuju untuk mematuhi semua peraturan ketat yang telah ditetapkan. Cara Mendaftar Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui situs resmi. Berikut langkah-langkahnya: Buka laman resmi di bentangjawa.cc/id/pendaftaran . Isi formulir dengan data diri lengkap sesuai kartu identitas. Lengkapi informasi pengalaman bersepeda, motivasi, serta profil media sosial/Strava. Pastikan kamu telah membaca dan menyetujui seluruh peraturan lomba sebelum menekan tombol kirim. Biaya Pendaftaran Untuk edisi 2026, biaya pendaftaran ditetapkan berdasarkan kategori: Kategori Solo: Rp 3.500.000,- Kategori Pair: Rp 7.000.000,- (per pasangan) Periode Pendaftaran: Dimulai dari tanggal 1 April hingga 4 Mei 2026. Jangan sampai terlambat, karena biasanya kuota peserta sangat terbatas dan melalui proses seleksi (screening). Jadwal Penting (Timeline) Pendaftaran: 1 April - 4 Mei 2026 Pengumuman Peserta Terpilih: 12 Juni 2026 Start (Carita, Banten): 16 Agustus 2026 Finish (Banyuwangi, Jatim): 22 Agustus 2026 Ref: https://bentangjawa.cc/id/bentang-jawa/
14 hari yang lalu
272
Siapkan tabungan kalian, karena Bugatti baru saja merilis "kendaraan" terbarunya. Bukan bermesin W16, tapi bertenaga dua kaki. Bekerja sama dengan produsen sepeda high-end asal Inggris, Factor Bikes, Bugatti resmi memperkenalkan Bugatti Factor ONE. Apa yang membuatnya spesial selain logo "Dancing Elephant" yang ikonik itu? Mari kita bedah secara teknis. Desain yang "Menghina" Aturan UCI Credit by factorbikes.com Jika Factor ONE standar sudah dianggap sebagai salah satu sepeda paling aero, versi Bugatti ini melangkah lebih jauh. Tim engineer Bugatti dan Factor memutuskan untuk mengabaikan regulasi UCI demi performa murni. Wide Front End: Fork depan memiliki lebar 147mm, jauh melampaui batas UCI yang hanya 115mm. Desain ini diklaim mampu mengelola aliran udara di sekitar kaliper rem dengan jauh lebih efisien. Aerodinamika Ekstrim: Dengan fork yang lebih dalam dan lebar, sepeda ini dirancang untuk stabilitas tinggi di kecepatan yang biasanya hanya dicapai oleh hypercar. Material dan Komponen "Dream Build" Credit by factorbikes.com Hampir setiap jengkal sepeda ini menggunakan material eksklusif yang mencerminkan kemewahan Bugatti: Frame Carbon 3K Twill: Menggunakan pola anyaman karbon yang sama dengan yang ditemukan pada body mobil Bugatti. Wheelset Black Inc Hyper 62: Wheelset carbon dengan profil 62mm yang hanya berbobot 1.298 gram sepasang. Ringan, kaku, dan sangat aero. Komponen Bespoke: Menggunakan drivetrain SRAM RED AXS yang dipadukan dengan chainring carbon-ti kustom berlogo Bugatti, serta saddle Selle Italia yang dibalut material Alcantara. Bahkan sampai bartapenya, ada logo Bugatti juga loh. Eksklusivitas dan Harga Credit by factorbikes.com Sesuai dengan brand-nya, sepeda ini hanya diproduksi sebanyak 250 unit di seluruh dunia. Berapa harganya? $23,599 USD atau sekitar Rp370 Jutaan. Harga yang mungkin setara dengan sebuah mobil baru di Indonesia, namun bagi kolektor, ini adalah piece of art yang bisa dikendarai. Ref: https://factorbikes.com/bikes/bugatti-factor-one
20 hari yang lalu
262
Wah, ini adalah berita besar yang ditunggu-tunggu oleh banyak goweser! Akhirnya, Shimano resmi membawa Tiagra ke ranah 11-speed. Ini adalah langkah besar karena sebelumnya Tiagra (seri 4700) tertahan di 10-speed selama bertahun-tahun. Akhirnya! Shimano Tiagra Resmi Menjadi 11-Speed: Era Baru Grup-set Mid-Range Selama hampir satu dekade, Shimano Tiagra dikenal sebagai "anak tengah" yang tangguh namun seringkali dianaktirikan karena jumlah percepatannya yang hanya 10-speed. Namun, hari ini sejarah berubah. Shimano secara resmi merilis pembaruan untuk lini Tiagra, yang kini mengadopsi sistem 2x11-speed. Pembaruan ini bukan sekadar menambah satu gir di belakang, melainkan sebuah perombakan total yang membawa fitur-fitur kelas atas (trickle-down technology) dari seri 105 dan Ultegra ke level harga yang lebih terjangkau. Apa yang Baru di Shimano Tiagra 11-Speed? 1. Transisi ke 11-Speed (The Big Leap) Credit by bike.shimano.com Dengan berpindah ke 11-speed, Tiagra kini memiliki gear ratio yang sama dengan Shimano 105 R7000. Artinya, goweser kini bisa menikmati perpindahan gigi yang lebih halus (tight gear steps) tanpa ada lompatan irama kayuhan (kadensi) yang terlalu drastis. Ini sangat terasa saat kita sedang melakukan climbing atau menjaga kecepatan di jalan datar. 2. Desain Crankset yang Lebih Modern Credit by bike.shimano.com Crankset Tiagra terbaru mengadopsi desain 4-arm asymetric yang kini menjadi standar di seluruh lini Shimano Road. Selain terlihat jauh lebih sleek dan mahal, desain ini memberikan kekakuan (stiffness) yang lebih baik namun dengan bobot yang tetap ringan. 3. Ergonomi Shifter yang Lebih Baik Credit by bike.shimano.com Salah satu keluhan pada seri lama adalah bentuk hoods yang agak besar. Di seri 11-speed terbaru ini, Shimano mendesain ulang dual control lever dengan ergonomi yang lebih ramping, mirip dengan seri 105 R7000. Ini memberikan kenyamanan lebih saat tangan kita berada di atas hoods dalam waktu lama. 4. Peningkatan Sistem Pengereman (Hydraulic Disc Focus) Shimano memberikan perhatian khusus pada pengereman cakram (disc brake). Kaliper hidrolik Tiagra terbaru kini lebih efisien dalam membuang panas, memberikan pengereman yang konsisten meski digunakan di turunan panjang yang teknis. Mengapa Ini Mengubah "Peta" Rakit Sepeda? Sebelumnya, banyak orang yang rela menabung lebih lama hanya untuk mendapatkan Shimano 105 demi angka "11-speed". Dengan hadirnya Tiagra 11-speed: Sepeda Full-Bike Akan Lebih Terjangkau: Kita akan melihat banyak pabrikan sepeda merilis unit full-carbon dengan harga lebih bersahabat namun sudah memiliki performa 11-speed yang mumpuni. Kompatibilitas: Ini adalah kabar terbaik bagi para engineer dan mekanik. Dengan sistem 11-speed, besar kemungkinan ekosistem spare part (rantai, kaset) akan lebih mudah saling bertukar dengan seri di atasnya.
sebulan yang lalu
390
Bagi pengguna pedal road bike dengan sistem Shimano SPD-SL, cleat adalah komponen "habis pakai" yang paling sering diganti. Gesekan saat berjalan kaki dan proses clipping berulang kali membuat cleat aus seiring waktu. Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan: membeli cleat original dengan harga tinggi, atau melirik produk pihak ketiga yang jauh lebih murah namun kualitasnya meragukan. Di sinilah Strummer masuk memberikan jalan tengah melalui Cleat SPD-SL Compatible mereka. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa produk ini layak menjadi pilihan utama untuk spare part gowes Anda. Our Verdict : Pros: Murah, harga awal rilis Rp 75.000,- untuk sepasang cleat Tersedia 3 opsi floating seperti Shimano dengan warna seperti Shimano. Stiff, Precision Const Lebih berat 0,5gram dari cleat Shimano SPD-SL Material Plastik yang Benar-benar "Stiff" Salah satu masalah utama cleat murah di pasaran adalah penggunaan bahan plastik yang terlalu lunak. Plastik yang lembek menyebabkan transfer tenaga tidak maksimal dan rasa "oblak" saat kita sedang melakukan sprint atau menanjak. Strummer menggunakan bahan plastik berkualitas tinggi yang terasa stiff (kaku). Keunggulan material ini memastikan: Transfer Tenaga Efisien: Tidak ada energi yang terbuang karena deformasi plastik saat mengayuh kuat. Daya Tahan Lebih Lama: Plastik yang kaku cenderung lebih lambat aus dibandingkan plastik lunak milik kompetitor di rentang harga yang sama. Konstruksi "Properly Bonded": Tidak Gampang Lepas Banyak goweser mengeluhkan bagian karet (warna kuning atau merah) pada cleat murah seringkali lepas atau copot setelah dipakai berjalan beberapa kali. Pada produk Strummer, bagian plastiknya terlihat properly bonded atau menyatu dengan sempurna. Proses manufaktur yang presisi memastikan bagian anti-selip ini menempel kuat pada bodi cleat, sehingga Anda tetap mendapatkan traksi yang aman saat berjalan di ubin atau aspal tanpa takut bagian karetnya tertinggal di jalan. Dimensi Presisi untuk Clipping yang Mantap Presisi adalah kunci dari sistem SPD-SL. Sedikit saja perbedaan dimensi akan membuat proses masuk (clip-in) atau lepas (clip-out) menjadi keras atau justru terlalu longgar. Cleat Strummer dirancang dengan dimensi yang sangat akurat terhadap standar SPD-SL. Hasilnya, bunyi "klik" yang dihasilkan saat memasang sepatu ke pedal terasa sangat solid dan meyakinkan. Tidak ada drama susah melepas sepatu di lampu merah karena dimensi yang tidak pas. Jenis-jenis Cleat SPD-SL dari Streamer Ada 3 opsi dari cleat SPD-SL mirik Streamer, dan semuanya dibedakan dengan warna ada kuning, biru dan merah, persis seperti dari Shimano. Cleat Kuning Cleat jenis ini ada sisa ruang untuk pergerakan bebas ketika sudah terhubuh ke pedal, yakni 6°, memberikan pergerakan paling banyak. Cleat Biru Ruang untuk pergerakan sedang yakni 2°. Cleat Merah Menawarkan posisi tetap tanpa float untuk cleat merah, alias 0°. Perbandingan dengan Kompetitor Sekelas Jika dibandingkan dengan cleat generik tanpa merek yang sering ditemukan di marketplace dengan harga serupa, Strummer unggul telak dari sisi build quality. "Seringkali kompetitor di harga yang sama menggunakan plastik yang jauh lebih lunak, sehingga cepat rusak dan terasa kurang stabil saat dikunci di pedal." Strummer menjual produk cleat mereka di harga Rp 75.000,- berlaku untuk semua tipe cleatnya , cukup ekonomis. Kita bandingan Shimano di halaman resmi menjual cleat dengan harga USD34 jika dirupiahkan saat ini menjadi +- Rp 200.000,-. Bisa cek di link berikut untuk spesidikasi lengkapnya https://strummerbikes.com/products/cleat-strummer-spd-sl-compatible , Impresi Pertama Untuk Gowes Kami pun mencoba cleat ini di pedal SPD-SL saya Shimano Ultegra. Impresi pertama ketika instalasi adalah, cleat ini presisi dan mudah untuk dipasang dan dilepas dengan cleat Shimano, so smooth. Ketika digunakan gowes, kami merasakan stiffnesnya, dipakai gowes slow dan kencang kami merasakan stiff yang di maksud, yes kami mendapatkannya. Tersedia di Marketplace Lokal Produk Strummer juga mudah di temukan di marketplace dari Tokopedia hingga Shopee. Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSue8c3gm/ Shopee: https://s.shopee.co.id/4qAfI7i7K8
3 bulan yang lalu
925
11 hari yang lalu • 34 views
sebulan yang lalu • 99 views
2 bulan yang lalu • 142 views
10 bulan yang lalu • 855 views
setahun yang lalu • 940 views
2 tahun yang lalu • 1.68K views