Berbagi cerita seputar dunia sepeda
Menampilkan 2 dari total 2 post
So hari ini kita akan bahass seputar helm sepeda nih, dan sepeda apa yang cocok untuk menggunakannya, seperti yang kita tahu ada banyak sekali jenis helm sepeda, dan jenis sepedanya, yuk kita bahas di sini. Time Trial Bike Helm Helm untuk time trial diciptakan untuk bisa menembus angin, dibuat panjang, lebih berat dari helm sepeda biasa, dan panjang, agar aerodinamis dan bisa memecah angin dengan gampang. Jika kita bisa bicara untuk sepeda triathlon yang punya desain yang agak mirip dengan TT bike, helm ini kurang cocok karena jarak sepeda Thriathlon bisa sampai 180 untuk ironman, memperlukan helm yang lebih banyak lubang untuk ventilasi dan lebih ringan. Track Bike Untuk helm track bike, sama-sama ditujukan untuk menghasilkan aero, tapi karena ada di dalam velodrome, sehingga angin yang di temukan tidak seliar ketika berada di luar, sehingga helm untuk track bike, tetap terlihat hampir tanpa lubang, namun lebih ringan dan tidak sepanjang helm untuk time trial bike. Road Bike Produsen helm sepeda berlomba-lomba menciptakan helm sepeda yang ringan, nyaman namun tetap kuat dan banyak teknologi keselamatan lainnya. Hal tersebut yang cocok untuk helm roadbike, lubang ventilasi dibuat banyak agar nyaman digunakan, terutama untuk jarak ratusan kilometer, CX / Cyclocross dan gravel bike juga cocok untuk menggunakan helm road bike ini, dan cocok juga menggunakan helm xc/cross country dibawah. XC / Cross Country Spesifikasi dibuat mirip dengan helm road bike, cocok untuk digunakan gowes dekat / jauh di alam bebas, contohnya event enduro yang bisa sampai 180 km. Ada tambahan visor kecil di bagian depan, ditujukan untuk mencegah mengenai ranting, dan bisa juga menghalau sinar matahari yang silau. Downhill Helm fullface sangatlah cocok untuk sepeda downhilll, melindungi kepala kita ketika turun dengan kecepatan sangat tinggi, agar aman dari batu-batu dan pohon keras ketika terjadi crash. Helm jenis ini juga dipakai atlit BMX.
11 hari yang lalu
146
Di dunia sepeda, kita sering melihat pesepeda profesional dengan perlengkapan super canggih menaklukkan trek terjal dan berbahaya. Namun, di Indonesia, ada sebuah fenomena unik yang menunjukkan bahwa semangat petualangan tidak selalu bergantung pada sepeda mahal. Fenomena itu dikenal dengan "Jobike". Aksi yang viral di media sosial ini melibatkan seorang pemuda yang berani menuruni jalur downhill dengan sepeda anak-anak. Video ini langsung menjadi sensasi karena kontras yang ekstrem antara medan yang menantang dan sepeda yang terlihat sangat tidak cocok untuk aksi tersebut. Sepeda Anak-Anak Untuk Downhill Sepeda yang digunakan Jo Bike dan kawan-kawannya menggunakan sepeda anak-anak, yang sepertinya sudah di modif agar lebih aman untuk turunan dengan ban besar dan wheelset yang lebih proper. Untuk pengereman, sepertinya tidak banyak perubahan, bahkan dalam beberapa video terlihat hanya menggunakan rem depan saja. Siapa di Balik Jobike? Aktor di balik aksi ini adalah seorang pemuda bernama Yana Haikal dari Sukabumi, Jawa Barat. Ia bukan pesepeda amatir biasa. Yana dikenal di komunitasnya sebagai sosok yang berani mencoba hal-hal ekstrem dan unik dengan sepedanya. Namun, aksi dengan sepeda mainan ini benar-benar membawa namanya ke tingkat yang lebih luas. Video yang beredar menunjukkan Yana dengan santai menuruni turunan curam, melompat di atas gundukan, dan bermanuver seolah-olah ia sedang mengendarai sepeda downhill profesional. Hal yang paling mencengangkan adalah sepeda yang ia gunakan adalah sepeda khusus anak-anak yang hanya dilengkapi dengan rem sederhana dan ban kecil. Meskipun Asyik ada Risiko Mengintai, Tetap Hati-Hati Meski terlihat menyenangkan tentu aksi ini bisa rawan risiko jika tidak hati-hati. Untuk ini Jo Bike dan kawan-kawan menggunakan gear yang proper, baju tebal, helm , sepatu dan lainnya. Dalam bebeapa video POV di Instagram dan Youtube Jo Bike nampak juga beberapa adegan crashnya. So far berkat gear yang proper semua aman-aman dan melanjutkan kembali descendingnya. Membawa Sepeda Dengan Di Panggul Untuk menuju keatas, para goweser ini membawa sepeda dengan di Panggul. Berkat ukurannya yang minimalis, tentu beratnya tidak seberat menggotong sepeda downhill. Melihat Sepeda Lebih Dekat Berikut jika kita lebih dekat sepeda yang digunakan Jo Bike dan kawan-kawan untuk menuruni lembah, tidak banyak perubahan, hanya ban yang terlihat lebih besar agar nyaman di jalanan tidak rata. Kesimpulan Tentu saja, aksi seperti ini juga datang dengan risiko. Bersepeda di medan yang tidak rata dengan sepeda yang tidak didesain untuk itu sangatlah berbahaya. Sepeda anak-anak tidak memiliki kekuatan struktural yang cukup untuk menahan beban dan guncangan dari jalur downhill, sehingga risiko kerusakan dan cedera sangat tinggi. Ini sebabnya, aksi seperti ini sebaiknya tidak ditiru tanpa pengetahuan dan keahlian yang memadai. Yana Haikal, sebagai seorang pesepeda berpengalaman, tahu betul batasan-batasan yang ia hadapi dan mengambil risiko yang terukur. Sebagai penutup, fenomena Jobike adalah bukti nyata bahwa semangat bersepeda bisa datang dari mana saja. Kisah Yana Haikal dan sepeda mainannya mengingatkan kita bahwa yang terpenting dalam bersepeda adalah hasrat untuk mengayuh dan keberanian untuk menaklukkan tantangan. Ini adalah sebuah kisah tentang kreativitas, keberanian, dan semangat yang layak kita angkat di Maugowes.com. Silahkan kunjungi sosial media Jo Bike untuk menikmati aksi-aksinya: Youtube: Jo Bike Instagram: @jobikeofficial
9 bulan yang lalu
1.03K