MauGowes Logo
BlogVideosBikesTop CyclistsKamus Sepeda

Tag "gravel"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari total 55 post

gravel bike
xc bike
Pinarello Grevil MX: Hasil Perkawinan antara Gravel dan XC

Pinarello baru saja meluncur sepeda terbaru mereka, dengan konsep yang sangat menarik yakni perpaduan gravel dan xc, dan sudah full internal router. Ini adalah Pinarello Grevil MX. The Best View dari 2 Alam Source pinarello.com Dengan kombinasi drop handlebar khas gravel dan geometry frame xc, ini adalah sepeda yang menggambarkan sepeda untuk 2 alam.  Bukannya hanya itu ada beberapa main feature dari Pinarello Grevil MX ini yang patut di perhatikan untuk kamu yang ingin kencang di jalanan gravel. Bottom Bracket Area Yang Unik Source pinarello.com Frame ini memberikan kekakuan ekstrem pada segitiga belakang dan bottom bracket, berkat bearing dan pivot point yang berukuran besar untuk segitiga belakang. Hal ini membuat power kamu tertransfer dengan baik kesepeda ini untuk menghasilkan kecepatan yang maksimal. Frame Asimetris Source pinarello.com Segitiga belakang menggunakan desain asimetris yang dipatenkan dengan sisi kiri yang diperkuat, memungkinkan sepeda untuk menyeimbangkan gaya yang lebih tinggi yang diterapkan pada sisi berlawanan dari sistem penggerak (drivetrain). Ini menghasilkan transfer energi yang lebih seimbang, peningkatan kecepatan, dan traksi. Asimetri juga telah dimaksimalkan di area lain dari rangka, dengan rantai dan seatstay jok mendorong konsep ini ke tingkat berikutnya untuk menahan akselerasi kuat yang dihasilkan dalam balapan lintas alam tim elit. TiCR Source pinarello.com Sistem pengaturan kabel internal tercanggih di seluruh industri sepeda (TiCR). Sistem ini memungkinkan pemasangan groupset wireless untuk menyembunyikan kabel sepenuhnya di dalam frameset dan handlebar terintegrasi untuk meningkatkan performa aerodinamis dan perlindungan kabel. Selengkapnya silahkan cek di https://pinarello.com/global/en/bikes/gravel/competition/grevil-mx#bikes_anchor 

2 hari yang lalu

58 views

udh
sram
SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger): Satu RD Hanger Bisa Untuk Semua Frame dan Semua Jenis RD

Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh 

5 hari yang lalu

116 views

marauder
gravel
Void Titanium Rilis New Bike Marauder Gravel

VOID, brand yang dikenal dengan pendekatan desainnya yang berani, baru saja merilis Marauder. Mengusung nama yang berarti "penjarah" atau "penjelajah", sepeda ini tampaknya memang dirancang untuk menaklukkan medan yang lebih kasar dari sekadar jalan raya aspal. Mari kita bedah apa saja yang ditawarkan oleh VOID Marauder dan mengapa sepeda ini layak masuk dalam daftar incaran Anda di tahun 2026. Desain Frame: Estetika dan Ketangguhan Source: vortexofinfinitediscovery.com Satu hal yang langsung mencuri perhatian dari VOID Marauder adalah geometri frame-nya. VOID tampak sangat memperhatikan keseimbangan antara comfort untuk perjalanan jarak jauh dan agility saat melibas jalanan berbatu. Frame Marauder dibangun dengan material yang dioptimalkan untuk meredam getaran (vibration damping), sebuah aspek krusial untuk sepeda gravel yang sering menghadapi permukaan tanah atau makadam. Finishing catnya pun terlihat premium, khas VOID yang selalu mengutamakan visual yang estetik namun tetap terlihat tangguh. Spesifikasi yang Menunjang Performa Source: vortexofinfinitediscovery.com Berdasarkan detail teknis yang dirilis, Marauder dibekali dengan fitur-fitur modern yang dibutuhkan oleh para gravel enthusiast: Tyre Clearance Luas: Marauder memberikan ruang yang cukup lega untuk ban berukuran besar. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memakai ban dengan knob yang lebih agresif untuk medan berlumpur atau berpasir tanpa khawatir terjadi gesekan pada frame. Drivetrain Optimized: Sistem transmisi yang digunakan dirancang untuk memberikan rentang gigi yang lebar, memudahkan rider saat harus menghadapi tanjakan terjal dengan beban bikepacking sekalipun. Mounting Points Melimpah: Bagi Anda pecinta touring atau bikepacking, VOID Marauder adalah kanvas yang sempurna. Tersedia banyak titik pemasangan (mounting) untuk rak, fender, hingga bottle cage ekstra. Handling dan Kenyamanan Saat berkendara di atas Marauder, Anda akan merasakan posisi berkendara yang cenderung "upright" dibanding sepeda balap murni. Ini memberikan kontrol yang lebih baik saat menuruni bukit di jalur tanah dan mengurangi kelelahan pada punggung saat bersepeda seharian. Garpu depan (fork) didesain kaku namun tetap memiliki sedikit fleksibilitas vertikal, memberikan feedback yang baik ke tangan tanpa membuatnya terasa sakit saat menghantam lubang kecil. Mengapa Memilih VOID Marauder? Di pasar yang sudah cukup padat dengan berbagai pilihan sepeda gravel, VOID Marauder memposisikan diri sebagai sepeda yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki karakter. Sepeda ini cocok bagi: Commuter Urban: Yang menginginkan sepeda tangguh untuk menghadapi jalanan kota yang tidak selalu mulus. Bikepackers: Yang membutuhkan reliabilitas tinggi untuk perjalanan lintas kota atau provinsi. Weekend Warriors: Yang ingin mengeksplorasi jalur-jalur baru di luar aspal setiap akhir pekan. Ada Opsi Part Ketika Pembelian Salah satu alasan mengapa VOID Marauder menjadi perbincangan hangat di komunitas gravel adalah kebijakan "Build Yours" yang diterapkan VOID. Berbeda dengan mayoritas brand yang menjual sepeda dalam paket Full Build (FB) statis, VOID memberikan fleksibilitas bagi calon pemilik untuk menentukan spesifikasi sejak dari meja pemesanan. Kesimpulan VOID Marauder bukan sekadar tren, melainkan sebuah pernyataan bahwa petualangan bisa dimulai di mana saja. Dengan kombinasi spesifikasi yang mumpuni dan desain yang memikat, Marauder siap menjadi teman setia Anda di jalur gravel manapun. Bagi teman-teman maugowes yang sudah tidak sabar ingin menjajal, pastikan memantau ketersediaannya karena biasanya produk VOID memiliki peminat yang sangat besar di komunitas. Cek disini untuk selengkapnya ya https://www.vortexofinfinitediscovery.com/products/marauder . Bagaimana menurut Anda? Apakah VOID Marauder ini akan menjadi primadona baru di komunitas gravel Indonesia? Tulis pendapat Anda di kolom komentar! Salam Gowes,Tim Maugowes

12 hari yang lalu

211 views

cane creek
gravel
Shockbreaker Gravel Upside Down dari Cane Creek

Dunia gravel bike kembali mendapatkan penyegaran penting. Setelah bertahun-tahun fokus pada inovasi di sektor MTB dan road, kini Cane Creek—brand komponen premium asal Amerika Serikat—kembali mengguncang pasar dengan perilisan Cane Creek Invert, sebuah shock gravel terbaru dengan desain upside down yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan kontrol ekstra bagi pesepeda di berbagai kondisi jalur. Apa Itu Cane Creek Invert? Credit by canecreek.com Cane Creek Invert adalah fork shock gravel dengan desain inovatif yang menempatkan elemen-elemen suspensi secara terbalik (inverted-style). Desain ini sebelumnya umum ditemui di dunia MTB downhill, namun Cane Creek berhasil menerapkannya untuk kebutuhan gravel dengan hasil yang sangat impresif. Tujuannya sederhana:memberikan peredaman optimal di jalur berbatu, rumput, pasir, hingga trail ringan—tanpa membuat sepeda terasa berat atau sluggish. Suspensi ini menjadi jawaban bagi gravel rider yang membutuhkan kombinasi: kenyamanan stabilitas efisiensi tenaga estetika modern Shock Breaker Upside Down Banyak Di Pakai di Dunia Balap Motor Profesional Credit by.hondaracingcorporation.com Jika lihat di Moto GP, World Super Bike, MXGP dan seri balap motor profesional lainnya, shock breaker sisi depan selalu menggunakan up side down alias USD, tentu jika dilihat dari sisi manfaat ada banyak yang bisa di dapatkan. Keunggulan Shock Breaker Upside Down 1. Stabil saat pengereman keras Shock USD lebih kaku di bagian atas sehingga tidak mudah melintir ketika motor melakukan pengereman kuat. Hal ini membuat motor tetap stabil dan mudah dikendalikan. 2. Handling lebih presisi Karena lebih kaku dan minim flex, USD memberikan rasa kontrol yang lebih baik saat menikung. Pengendara bisa mendapatkan umpan balik yang lebih akurat dari ban depan. 3. Unsprung mass lebih ringan Bagian yang bergerak naik-turun di shock USD lebih ringan karena pipa kecil berada di bawah. Ini membuat respons suspensi lebih cepat dan meningkatkan traksi ban di permukaan jalan. 4. Lebih kuat terhadap tekanan USD memiliki konstruksi yang lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap gaya ekstrem pada motor balap seperti pengereman keras, tikungan cepat, dan permukaan trek yang kasar. 5. Penyerapan getaran lebih efisien Dengan distribusi beban yang lebih baik, USD mampu meredam getaran kecil dan guncangan dengan lebih halus. 6. Menjadi standar motor performa tinggi Karena keunggulan teknisnya, hampir semua motor balap modern menggunakan shock USD sebagai standar. Kelebihan tersebut membuat motor lebih kompetitif di lintasan. Shock upside down hadir terutama untuk kebutuhan kestabilan, kekuatan, dan kontrol pada kecepatan tinggi. Lebih Lengkapnya silahkan cek di https://www.canecreek.com/products/invert?srsltid=AfmBOopG5v5m63J1ZgkOx8uUaW2iFbLisXzvGYR6e65TsVnQw6J4JerQ 

2 bulan yang lalu

543 views

merida
merida mission
Gravel Bike Race Terbaru Merida Mission 2026

Merida baru saja merilis sepeda gravel terbaru mereka dengan caption "Fast on Any Surface", yakni Merida Mission. Misi dari Merida adalah sepeda ini dirancang untuk kecepatan, baik di jalan kerikil maupun hutan, aspal, atau apa pun di antaranya. Menggabungkan pengendalian presisi, fitur aerodinamis, dan akselerasi yang memukau dengan stabilitas, kenyamanan, dan kepercayaan diri, mobil ini menawarkan keseimbangan sempurna antara kecepatan dan kendali. MISI baru Anda: pace yang kencang di hari gravel dan jalanan lainnya. Lebih Dekat Dengan Merida Mission 2026 Perlu dicatat, Merida sebelumnya memiliki model bernama Mission CX yang fokus pada cyclocross. Namun, model Mission 2026 yang baru ini adalah sepeda balap gravel (gravel race bike) yang sepenuhnya didesain ulang untuk mengisi celah antara sepeda adventure gravel mereka (Silex) dan sepeda endurance road mereka (Scultura Endurance GR). Merida Mission 2026 tidak diciptakan untuk perjalanan bikepacking yang santai, melainkan untuk kecepatan, responsivitas, dan balapan di atas permukaan campuran (aspal dan kerikil). Filosofi desainnya sangat condong ke sepeda balap jalan raya (road race bike). Bisa dibilang Merida Mission 2026 ini adalah kelahiran road bike on steroids untuk Gravel. 1. Fokus Desain: Aero dan Agresif Image source merida-bikes.com Jembatan Antar Segmen: Mission dirancang untuk menjadi model di tengah-tengah lini gravel Merida: lebih cepat dan lebih agresif daripada Silex (yang fokus pada bikepacking) tetapi lebih tangguh di medan off-road daripada Scultura Endurance GR (yang fokus pada jalan raya). Keunggulan Aerodinamis (Aero): Rangka Mission mengadopsi banyak bentuk tabung dan profil aero dari sepeda balap Merida Scultura. Ini memberikan keunggulan kecepatan signifikan di jalur lurus, baik di aspal maupun di trek kerikil. Posisi Berkendara Balap: Geometri Mission jauh lebih rendah (lower Stack) dan lebih panjang (shorter Reach) dibandingkan Silex. Ini menempatkan pengendara dalam posisi yang lebih rendah, lebih agresif, dan lebih aerodinamis, mirip dengan sepeda balap. 2. Geometri yang Responsif (Nimble Geometry) Image source merida-bikes.com Untuk memberikan rasa berkendara yang cepat dan lincah, Merida memotong beberapa ukuran penting: Chainstay Pendek: Memiliki chainstay yang sangat pendek, hanya 419 mm. Ini adalah ukuran yang pendek untuk sepeda gravel, membuatnya sangat responsif dan lincah saat berakselerasi atau bermanuver di tikungan tajam. Sudut Head Tube yang Curam: Sudut head tube yang lebih curam (sekitar 72°) juga berkontribusi pada pengendalian yang lebih tajam dan mirip sepeda jalan raya. Bottom Bracket Rendah: Meskipun lebih cepat, Mission memiliki bottom bracket yang lebih rendah dari Silex, yang memberikan sensasi duduk "di dalam" sepeda (sitting in the bike), bukan "di atas" sepeda, meningkatkan stabilitas dan kontrol. 3. Batasan Ban dan Penyimpanan Terintegrasi Image source merida-bikes.com Salah satu keputusan Merida yang paling menarik pada model ini adalah batasan lebar ban. Kapasitas Ban Maksimal: Secara resmi, Merida membatasi lebar ban hingga 40mm. Ini adalah batas yang konservatif untuk tren gravel global (di mana 45mm hingga 50mm sudah umum), namun ini sejalan dengan fokus Merida untuk menjadikannya sepeda balap yang cepat. Catatan: Beberapa pengujian menunjukkan bahwa ban 45mm masih dapat dipasang pada beberapa rim tertentu. Penyimpanan G.U.T.: Mission 2026 dilengkapi dengan fitur penyimpanan terintegrasi (sering disebut Internal Frame Storage) di dalam downtube (G.U.T. - Gravity Under Tube). Ini memungkinkan pengendara menyimpan peralatan penting (seperti tabung dalam dan tool kit) di dalam frame untuk menjaga estetika dan aero. 4. Bukti di Arena Balap Image source road.cc Sepeda ini sudah membuktikan kemampuannya sebelum peluncuran resmi. Pembalap Merida, Matej Mohorič, mengendarai prototipe Mission Gravel ini dan berhasil meraih posisi ketiga (perunggu) di Kejuaraan Dunia Gravel UCI. Ini adalah bukti nyata bahwa desain yang agresif dan aero ini efektif di level kompetisi tertinggi. Varian Merida Mission  Merida Mission 2026 hadir dalam lima varian utama yang terbagi menjadi dua kubu besar: penggunaan 1x SRAM XPLR untuk balapan murni, dan 2x Shimano GRX untuk pengendara yang membutuhkan rentang gigi yang lebih rapat dan lebar. Merida Mission 2026 diluncurkan dengan beberapa varian utama, yang semuanya menggunakan frame Mission CF4 Carbon kelas atas yang sama, yang menunjukkan fokus Merida pada performa balap di seluruh lini. Perbedaan utama terletak pada groupset (Shimano vs. SRAM) dan level komponen (roda, cockpit). Berikut adalah detail lengkap varian baru Merida Mission 2026: Merida Mission 2026: Varian Model Utama Merida Mission 2026 hadir dalam lima varian utama yang terbagi menjadi dua kubu besar: penggunaan 1x SRAM XPLR untuk balapan murni, dan 2x Shimano GRX untuk pengendara yang membutuhkan rentang gigi yang lebih rapat dan lebar.4 Detail Varian 1. MISSION 10K (The Flagship) Groupset: SRAM Red XPLR AXS (1x13-speed). Fitur Spesial: Ini adalah varian paling ringan dan tercepat. Dilengkapi dengan SRAM Red AXS Power Meter standar, wheelset Carbon Zipp 303 XPLR SW berprofil dalam, dan cockpit carbon satu bagian Merida Team SL GR1P. Beratnya berkisar 7.6kg tanpa pedal. 2. MISSION 9000 (The Wireless Racer) Groupset: SRAM Force XPLR AXS (1x13-speed) nirkabel. Fitur Spesial: Ini adalah pilihan terbaik kedua setelah 10K. Menawarkan performa nirkabel SRAM dengan harga yang lebih mudah diakses daripada SRAM Red. Dilengkapi dengan SRAM Force AXS Power Meter standar (siap balap), wheelset Carbon Zipp 303 XPLR S (kualitas balap), dan cockpit carbon satu bagian Merida Team SL GR1P yang terintegrasi penuh. Ini adalah sepeda yang sangat ringan dan siap balap serius di luar kotak. 3. MISSION 6000 (The AXS Entry) Groupset: SRAM Rival XPLR AXS (1x13-speed) nirkabel. Fitur Spesial: Pilihan ideal bagi pengendara yang menginginkan performa nirkabel SRAM AXS dengan anggaran paling efisien. Menggunakan groupset Rival AXS yang sangat fungsional, frame CF4 Carbon yang sama, tetapi dikombinasikan dengan wheelset aluminium DT Swiss G1800 Spline yang andal dan kokpit aluminium. Ini adalah pilihan upgrade yang fantastis dari Mission 4000, terutama jika Anda ingin beralih ke shifting nirkabel. 4. MISSION 7000 (The Shimano Di2 Option) Groupset: Shimano GRX Di2 (2x12-speed) Fitur Spesial: Varian ini menargetkan penggemar Shimano dan pengendara yang menyukai gigi depan ganda (2x) untuk rentang gigi yang lebih halus dan lebar, terutama saat di aspal. Dilengkapi roda Carbon Reynolds ATR dan cockpit carbon terintegrasi. 5. MISSION 4000 (The Entry Point) Groupset: Shimano GRX 400 (2x10-speed) mekanik. Fitur Spesial: Ini adalah model paling terjangkau yang memungkinkan pengendara mendapatkan frame CF4 Carbon Mission yang sama dengan geometri balap. Menggunakan wheelset aluminium dan cockpit aluminium. Ini adalah pilihan bagus bagi mereka yang ingin memulai balap gravel dengan platform frame performa tinggi.

2 bulan yang lalu

369 views

audax
audax yogyakarta
Slot Gratis Audax Yogyakarta 2025 untuk Pengguna Marin

Hai kamu ingin ikut serta Audax Yogyakarta besok 18 November 2025. Ada slot gratis nih, khusus untuk kamu pengguna Marin Bikes. Audax Yogyakarta November 2025 Audax Yogyakarta kali ini akan diadakan besok 15 November 2025. Ada 4 kategory yang tersedia: 50KM - Rp 350.000,- 100KM - Rp 450.000,- 200KM - Rp 450.000,- 600KM - Rp 875.000,- Pendaftaran hanya bisa melalui KUYY App bisa didownload di Play Store dan App Store. Pendaftaran hanya melalui aplikasi @kuyy.app - gunakan kode promo : YUCC2025 untuk mendapatkan potongan 20% selama promo ‘early bird’ (slot sangat terbatas ). Giveaway Free Slot Audax Yogyakarta Untuk Pengguna Sepeda Marin Ikuti step berikut:  Follow Instagram @marinbikesid  Comment sepeda marin kamu dan tag 3 orang teman kamu di postingan berikut https://www.instagram.com/p/DQV77Aak_UO/  LIke postingan diatas dan share ke Story kamu. Akan di dapatkan 2 orang beruntung untuk mendapatkan slot gratis Audax, silahkan pilih rute yang ingin kamu ikuti. Kompetisi ini berlangsung dari 16 November 2025 hingga Audax Yogyakarta siap dimulai.

3 bulan yang lalu

685 views

road bike
gravel bike
Ubah Setup Road ke Gravel di Specialized Crux Berikut Adalah Hasilya

Specialized Crux adalah varian sepeda yang diciptakan untuk menggabungkan kecepatan sepeda balap, dengan tire clearance sepeda gravel. Di sini kita akan membahas project dari @peformancebike di Instagram, untuk mengubah setup Specialized Crux dari Road ke Gravel. Setup Road Specialized Crux Kita mulai dari setup roadnya terlebih dahulu. Menggunakan seatpost bawaan Specialized Crux D-Shape, wheelset dengan profiling cukup tebal, sepertinya antara 5cm, dibalut dengan ban road sekitar 28-30mm. Sepeda tersebut telah menggunakan setup 1x untuk drivetrainnya dari SRAM, sehingga kita tidak perlu utak-atik bagian tersebut. Cukup mengganti wheelset dan groupset yang support gravel, serta mengganti seatpost ke dropper seatpost. Berat total setup road diatas adalah 7.18kg atau 15.8lbs. Ubah Wheelset dan Ban Road ke Gravel Step pertama, mengganti wheelset yang inner rim lebih lebar agar muat dengan baik ban gravel yang lebih lebar juga. Disini rotor masih menggunakan spek yang sama, hal ini berlaku juga di roda belakang Penggantian part wheelset dan tire ini menambahkan beban +535g untuk depan dan 630g utuk belakang. Ubah Pedal Road ke Pedal MTB Step berikutnya mengganti pedal road ke pedal MTB, tujuannya agar kita bisa menggunakan sepatu denga cleat MTB yang lebih friendly di jalanan gravel, terutama ketika bertemu pasir atau tanah liat, tapi penggantian ini bukanlah hal wajib. Penggantian part ini menambahkan beban 24g. Ubah Seatpost ke Dropper Seatpost Part terakhir yang diganti adalah seatpost, agar lebih meredam getaran serta mudah di ganti ketinggian, dropper seatpost pun dipasang. Dropper seatpost yang dipilih dari SRAM yang menggunakan remote untuk naik turunnya tanpa kabel. Penggantian dropper seatpost ini menambahkan beban 390g. Hasil Final Perbandingan Berat Road dan Gravel Dan berikut adalah penampakan total hasil perubahan setup Road dan Gravel di Specialized Crux. Penambahan total beratnya 1580g setelah ganti part ke gravel. Tentu penambahan berat ini bisa berbeda-beda tergantun part yang digunakan. Sumber Gambar: https://www.instagram.com/p/DPINQ28kQFT

3 bulan yang lalu

734 views

polygon
polygon tambora
Bikecheck Polygon Tambora G4 Dengan Shock Gravel dari Strummer

Polygon Tambora G4, adalah varian gravel bike dari bahan alloy milik Polygon. Bike check kali ini ada beberapa bagian yang ingin kami jelaskan lebih dekat. Dimana pemilik sepeda menggantikan fork carbon dengan fork gravel dengan shock dari Strummer yang telah di repaint menjadi putih, dan hasilnya sangat keren sekali. Bikecheck Polygon Tambora G4 Milik Diko Fayumi Sepeda ini milik Diko Fayumi yang telah di posting di Group Facebook GX-ID. Fork depan di ganti dengan gravel shock yang memiliki traveling lebih pendek serta lebih ringan. Produk tersebut dari Strummer yakni Strummer GVL32, bisa cek di link berikut .  Direpaint dengan warna putih agar senada dengan warna frame, selain itu ada tambahan teks "Gravel Is King". Banyak Part Dari Strummer Terpasang Stem diganti dengan internal route stem dari Strummer, yakni seri Strummer ST-ICR-0, full internal mirip Stem FSA ACR tapi dengan harga jauh lebih murah. Untuk wheelset dari Strummer juga, yakni seri Strummer Tempo 30, wheelset alloy ringan dan support untuk gravel, dengan lebar dalam 22mm, bisa untuk ban gravel yang besar sekalipun. Link Selengkapnya: Sumber Post: https://www.facebook.com/groups/260107147993705/posts/1716398289031243/  Strummer : https://strummerbikes.com/  Polygon Tambora G4: https://www.polygonbikes.com/id/tambora-g4/ 

3 bulan yang lalu

558 views

gravel
gravel bike
Trek x Topo Design Project One Gravel dari Surga

Di dunia sepeda, kolaborasi antara merek sepeda dan brand gaya hidup bukanlah hal baru, namun yang satu ini patut mendapat perhatian khusus. Trek Bicycle yang legendaris, baru-baru ini mengumumkan kolaborasi mereka dengan Topo Designs, sebuah perusahaan perlengkapan outdoor asal Colorado yang dikenal dengan desain produknya yang fungsional, penuh warna, dan bergaya heritage-modern. Trek Project One sendiri adalah program kustomisasi yang ditawarkan oleh Trek Bicycle yang memungkinkan pelanggan mendesain dan memesan sepeda impian mereka secara unik. Intinya, ini adalah layanan di mana Anda dapat memilih setiap detail sepeda—mulai dari warna cat, desain grafis, hingga spesifikasi komponen—agar benar-benar mencerminkan gaya dan preferensi Anda. Kali ini Trek bersama Topo Design menghadirkan design eksklusif. Siapa Topo Design Sebelum membahas produknya, mari kenali Topo Designs. Berdiri pada tahun 2008, Topo Designs telah menjadi ikon dalam dunia perlengkapan outdoor. Mereka terkenal dengan tas ransel, tas pinggang, dan aksesori lainnya yang dibuat dengan material berkualitas tinggi, warna-warna cerah yang khas, dan desain yang klasik namun tetap relevan untuk kehidupan modern. Filosofi mereka adalah menciptakan produk yang bisa digunakan baik di perkotaan maupun di alam liar, sebuah konsep yang sangat cocok dengan semangat bersepeda. Selengkapnya bisa cek di web resmi Topo Design https://topodesigns.com/ .  Trek x Topo Design Project One Terlahir dari kecintaan bersama terhadap desain yang hebat dan mengajak orang-orang beraktivitas di luar ruangan, skema cat Project One ICON dari Trek x Topo Designs menghadirkan sentuhan baru pada sepeda gravel Checkmate dari Trek. Kolaborasi ini memadukan seni Project One dengan gaya khas Topo — garis-garis organik, pola-pola cerah, dan warna-warna yang terinspirasi oleh petualangan penuh peralatan dan lanskap alam. Kombinasi ini merupakan perpaduan yang seimbang antara ekspresi artistik dan mesin penghancur kerikil. Dari jalanan terpencil hingga hari-hari balapan yang berat, skema ini memukau dan menceritakan sebuah kisah: tentang gerakan, alam, dan peralatan yang membantu kita menjelajahi semuanya. Tersedia secara eksklusif untuk sepeda gravel Checkmate SLR. Hadir dengan warna utama black matte dan corak khas Topo Design di beberapa tempat, serta ada corak stripping biru muda, dan ungu. Selengkapnya https://www.trekbikes.com/us/en_US/trek-topo-designs-collab-project-one-icon-premium-bike-paint/ 

4 bulan yang lalu

365 views

MauGowes Logo

MauGowes - Adalah platform online yang dibuat untuk kamu para pecinta sepeda. Disini kamu bisa dapat konten menarik dan sekalian belanja pula.

© 2026 MauGowes - All Right Reserved

Powered by Y&A Studio

Socials

YoutubeTelegramInstagramTwitterFacebookTokopediaShopee