Berbagi cerita seputar dunia sepeda
Menampilkan 2 dari total 2 post
Banyak pria baru sadar kualitas ereksinya menurun setelah berbulan-bulan, dan langsung menyalahkan faktor usia atau stres. Padahal sering kali pelakunya adalah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele: begadang, jarang gerak, merokok, atau makan sembarangan. Kabar baiknya, kebiasaan bisa diubah. Artikel ini membahas gaya hidup apa saja yang diam-diam memengaruhi ereksi, kenapa efeknya terjadi, dan langkah realistis yang bisa kamu mulai tanpa harus mengubah hidup secara drastis. Ereksi Itu Soal Aliran Darah Ereksi terjadi ketika pembuluh darah di penis melebar dan terisi darah. Prosesnya dipicu sinyal saraf dan didukung hormon. Jadi apa pun yang mengganggu pembuluh darah, saraf, atau hormon bisa ikut mengganggu ereksi. Itu sebabnya kesehatan jantung dan kesehatan ereksi sering berjalan beriringan. Kebiasaan yang baik untuk jantung umumnya juga baik untuk kualitas ereksi. Merokok dan Vape Nikotin menyempitkan pembuluh darah dan merusak lapisan dalam dinding pembuluh. Efek ini mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area penis. Sebagian orang beralih ke vape dan merasa lebih aman. Padahal nikotin tetap ada di dalamnya, sehingga efek pada pembuluh darah belum tentu hilang. Berhenti atau mengurangi adalah langkah paling berdampak. Alkohol Berlebihan Segelas dua gelas mungkin terasa membantu relaks, tapi alkohol dalam jumlah banyak menekan sistem saraf dan menurunkan respons seksual. Dalam jangka panjang, konsumsi berat bisa mengganggu hormon dan saraf. Perhatikan polanya. Kalau kamu cenderung minum sebelum berhubungan untuk meredakan gugup, coba cari cara lain mengelola kecemasan itu. Kurang Tidur Kronis Hormon testosteron banyak diproduksi saat tidur nyenyak. Pria yang rutin tidur kurang dari enam jam cenderung punya energi dan libido lebih rendah. Jam tidur yang berantakan juga memengaruhi stres dan suasana hati, dua hal yang berkaitan erat dengan kualitas ereksi. Tidur teratur adalah perbaikan murah yang sering diremehkan. Jarang Bergerak Gaya hidup sedentari melemahkan jantung dan pembuluh darah. Duduk berjam-jam di depan layar tanpa jeda membuat sirkulasi darah kurang optimal. Olahraga aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang membantu memperbaiki aliran darah. Tiga sampai empat kali seminggu sudah memberi manfaat nyata. Berat Badan Berlebih Kelebihan lemak, terutama di perut, berkaitan dengan peradangan, gula darah, dan perubahan hormon. Kombinasi ini bisa menurunkan kadar testosteron dan merusak pembuluh darah. Menurunkan berat badan secara bertahap sering memperbaiki kualitas ereksi, bahkan tanpa terapi lain pada sebagian pria. Pola Makan Tinggi Gula dan Lemak Jenuh Makanan olahan, minuman manis, dan gorengan yang dikonsumsi terus-menerus memicu kolesterol tinggi dan gula darah naik. Dua hal ini adalah musuh utama pembuluh darah. Perbanyak sayur, buah, ikan, dan biji-bijian. Pola makan ala Mediterania sering direkomendasikan untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Stres yang Tidak Pernah Selesai Stres kronis membuat tubuh terus berada dalam mode siaga. Hormon stres seperti kortisol yang tinggi bisa menekan gairah dan mengganggu respons seksual. Kelola stres dengan cara yang cocok untukmu, entah olahraga, ngobrol dengan teman, meditasi, atau hobi. Yang penting konsisten, bukan sempurna. Kebiasaan Digital dan Layar Scroll larut malam memotong waktu tidur, menurunkan fokus, dan bikin kamu lelah keesokan harinya. Kelelahan ini ikut memengaruhi gairah. Beri jarak antara layar dan jam tidur. Kualitas tidur yang membaik biasanya memberi efek berantai pada energi dan suasana hati. Obat dan Suplemen Sembarangan Beberapa obat resep memengaruhi fungsi seksual sebagai efek samping. Sementara suplemen penambah stamina yang dijual bebas bisa berisiko, terutama jika tidak jelas komposisinya. Konsultasikan semua obat dan suplemen yang kamu pakai kepada dokter. Jangan menghentikan obat resep tanpa arahan medis. Kapan Perubahan Gaya Hidup Saja Tidak Cukup Kalau sudah memperbaiki kebiasaan selama beberapa minggu dan keluhan tetap ada, mungkin ada penyebab lain yang perlu dicek, misalnya diabetes, gangguan hormon, atau masalah pembuluh darah. Pada titik itu, pemeriksaan ke dokter adalah langkah berikutnya yang masuk akal. Ulasan tentang terapi disfungsi ereksi bisa membantu kamu memahami pilihan yang tersedia. Pilihan Terapi Non-Bedah Selain obat, saat ini tersedia terapi non-bedah seperti gelombang kejut intensitas rendah dan PRP. Terapi ini bertujuan memperbaiki aliran darah dan kualitas jaringan, dan biasanya dijalani tanpa masa pemulihan panjang. Tidak semua orang cocok dengan semua terapi. Dokter akan menilai penyebab dan kondisimu sebelum menyusun rencana. Rencana Mingguan yang Realistis Mulai dari tiga hal saja: tidur di jam yang sama, jalan kaki 30 menit beberapa kali seminggu, dan kurangi rokok serta alkohol. Setelah dua sampai empat minggu, tambahkan perubahan pola makan. Perubahan bertahap lebih mudah bertahan dibanding revolusi total yang berakhir di hari ketiga. Libatkan Pasangan Ajak pasangan menjalani kebiasaan sehat bersama, misalnya jalan sore atau masak di rumah. Dukungan seperti ini membuat perubahan terasa ringan dan mempererat hubungan. Keterbukaan juga mengurangi tekanan performa, yang sering jadi bagian dari masalah itu sendiri. Kapan Harus Segera ke Dokter Segera periksakan diri bila keluhan ereksi muncul mendadak, disertai nyeri dada, sesak napas, atau gejala diabetes seperti sering haus dan sering buang air kecil. Jangan menunda karena disfungsi ereksi bisa menjadi tanda awal gangguan pembuluh darah yang juga memengaruhi jantung. Mencari Bantuan Profesional Klinik yang berfokus pada kesehatan pria menyediakan konsultasi privat untuk membahas keluhan seperti ini. Salah satunya adalah The Men’s Clinic, yang memiliki cabang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Datang dengan catatan sederhana tentang kebiasaanmu akan membantu dokter melihat gambaran yang lebih lengkap. Kafein dan Minuman Energi Kopi dalam jumlah wajar umumnya aman, bahkan sebagian penelitian mengaitkannya dengan manfaat tertentu bagi pembuluh darah. Masalahnya muncul ketika kamu mengandalkan minuman energi dan kopi berlapis-lapis untuk menutupi kurang tidur. Jantung berdebar, cemas, dan susah tidur justru memperburuk kondisi yang sedang kamu coba perbaiki. Batasi asupan dan perhatikan respons tubuhmu. Kalau setelah minum kopi kamu jadi gelisah dan sulit rileks, kurangi porsinya terutama di sore hari. Duduk Terlalu Lama dan Posisi Kerja Bekerja berjam-jam tanpa berdiri membuat sirkulasi di area panggul kurang lancar. Bangun dan bergerak setiap satu jam, meski hanya berjalan beberapa menit, membantu aliran darah tetap baik. Latihan otot dasar panggul juga sering disarankan dokter untuk menunjang fungsi seksual. Tanyakan teknik yang benar supaya gerakannya efektif dan aman. Kebiasaan Kecil yang Mudah Dimulai Minggu Ini Taruh botol minum di meja, pasang alarm untuk berdiri, ganti camilan manis dengan buah atau kacang, dan siapkan jam tidur yang konsisten. Tidak ada yang rumit, tapi efeknya menumpuk dari hari ke hari. Catat perubahannya di ponsel. Melihat kemajuan, sekecil apa pun, membuat kamu lebih semangat untuk bertahan. Pantau Tekanan Darah dan Gula Darah Cek rutin tekanan darah, gula darah, dan kolesterol setidaknya setahun sekali, terutama kalau ada riwayat keluarga. Kondisi ini sering tidak bergejala di awal tapi diam-diam memengaruhi ereksi. Hasil pemeriksaan juga membantu dokter menentukan apakah keluhan ereksimu berkaitan dengan kondisi lain yang perlu ditangani lebih dulu. Mengapa Hasilnya Tidak Instan Pembuluh darah dan hormon butuh waktu untuk pulih setelah kebiasaan diperbaiki. Wajar kalau perubahan baru terasa setelah beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung kondisi awalmu. Jangan menyerah di minggu kedua hanya karena belum ada hasil besar. Konsistensi lebih penting dibanding intensitas, dan tubuh biasanya merespons kalau diberi waktu. Kesimpulan Kualitas ereksi dipengaruhi banyak hal, dan sebagian besar ada dalam kendalimu. Rokok, alkohol, tidur, gerak, makan, dan stres adalah enam tuas utama yang bisa kamu atur mulai hari ini. Kalau perubahan gaya hidup belum cukup, jangan ragu mencari bantuan medis. Semakin cepat kamu bertindak, semakin banyak pilihan yang terbuka.
sehari yang lalu
50
Akhir - akhir ini dijalan mulai banyak ditemui pesepeda di jalanan jogja, mulai dari pagi, bahkan hingga malam, sayangnya ada banyak pula yang berkelompok, pada status saat ini dari surat Keputusan Gibernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 121/KEP/2020, status tanggap darurat bencana COVID-19 diperpanjang hingga 30 Juni 2020. Hingga ada suatu berita di berbagai media, ribuan pesepeda di Malioboro, sebenarnya masih banyak lagi pesepeda di titik-titik lain di Jogja, tapi karena Jogja tekenal dengan Malioboronya maka pusat berita ada disana. Komentar Dony Adhika Dony Adhika, sebagai seorang pesepeda entusias yang terkenal di Yogyakarta memeberikan beberapa komentar seputar fenomena ini, bisa cek di videonya berikut https://youtu.be/o4IvuC69yss . Beliau berkomentar bahwa toko-toko sepeda di Yogyakarta mulai kebanjiran pembelian, bahkan di beberapa tempat displaynya juga ikutan habis, rata-rata sepeda yang laku kelas diharga 10 juta rupiah kebawah, beliau juga meminta agar para pesepeda toleransi dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19. Seperti menggunakan masker, tidak bergerombol, dan yang tidak kalah penting, ketika dijalanan jangan sampai menutup jalan dan mengganggu pengguna jalan lain. Dimulai dari Bersepeda Sendiri Jika saya untuk masa-masa seperti ini, lebih memiliki bersepeda sendiri dan memilih waktuyang sepi, biasanya saya bersepeda selepas sholat shubuh dimana masih gelap kondisi jalan masih sepi. Penggunaan masker sebenarnya sangat mengganggu untuk pesepeda, terutama jika sudah kena keringat, masker akan menempel di hidung dan membuat susah bernafas, ada bebeapa solusi, seperti menggunakan msker yang berbahan keras atau semi keras. Jika tidak menggunakan masker, alangkah baiknya dirumah saja. - yussan -
6 tahun yang lalu
1.7K