MauGowes Logo
BlogVideosBikesTop CyclistsKamus SepedaApps

Tag "mtb"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari total 16 post

shimano
spd
CL-MT001: Setelah 30 Tahun Akhirnya Shimano Rilis Cleat SPD Baru

Yups sudah kurang lebih 30 tahun sejak Shimano merilis SPD cleat pertama mereka SM-SH51, dan sejak saat itu, Shimano hampir tidak pernah menyentuh desain fisik cleat untuk penggunaan MTB/Trail umum. Evolusi Cleat SPD Shimano  Sebelum lebih jauh dengan CL-MT001 mari kita cek terlebih dahulu evolusi dari cleat SPD shimano. Dominasi SM-SH51: Cleat standar SM-SH51 dirilis sekitar awal tahun 90-an (35 tahun yang lalu). Sejak saat itu, Shimano hampir tidak pernah menyentuh desain fisik cleat untuk penggunaan MTB/Trail umum. Evolusi Terakhir (SM-SH56): Pembaruan terakhir yang signifikan adalah seri SM-SH56 (multi-release) yang muncul sekitar tahun 2000-an awal (sekitar 25 tahun lalu). Hadirnya CL-MT001: Cleat baru ini bukan sekadar stok lama yang diberi nama baru, tapi benar-benar part number baru yang dirancang untuk tren Enduro dan Trail modern yang butuh keseimbangan antara kemudahan melepas kaki dan kenyamanan saat berjalan kaki. CL-MT001 Lebih Slim Lebih Nyaman Untuk Jalan Kaki Source shimano.com Secara umum Cleat SPD CL-MT001 sangat cocok jika ditujukan untuk pemula. Fitur seperti bisa dilepas dari berbagai sisi, memudahkan untuk melepas cleat ini ketika terpasang di pedal. Serta keunggulan utamanya adalah cleat ini lebih slim dari varian-varian sebelumnya, yang artinya ketinggian dengan outsole sepatu bisa sama bahkan di bawahnya, memudahkan untuk jalan kaki. Cleat CL-MT001 tentu memiliki semua kelebihan dari cleat SPD pendahulunya, dan kekurangan yang telah di perbaiki, dan masih sangat compatible dengan semua pedal SPD yang saat ini ada dipasaran. Selengkapnya: https://ride.shimano.com/products/cl-mt001 

4 hari yang lalu

106 views

gravel bike
xc bike
Pinarello Grevil MX: Hasil Perkawinan antara Gravel dan XC

Pinarello baru saja meluncur sepeda terbaru mereka, dengan konsep yang sangat menarik yakni perpaduan gravel dan xc, dan sudah full internal router. Ini adalah Pinarello Grevil MX. The Best View dari 2 Alam Source pinarello.com Dengan kombinasi drop handlebar khas gravel dan geometry frame xc, ini adalah sepeda yang menggambarkan sepeda untuk 2 alam.  Bukannya hanya itu ada beberapa main feature dari Pinarello Grevil MX ini yang patut di perhatikan untuk kamu yang ingin kencang di jalanan gravel. Bottom Bracket Area Yang Unik Source pinarello.com Frame ini memberikan kekakuan ekstrem pada segitiga belakang dan bottom bracket, berkat bearing dan pivot point yang berukuran besar untuk segitiga belakang. Hal ini membuat power kamu tertransfer dengan baik kesepeda ini untuk menghasilkan kecepatan yang maksimal. Frame Asimetris Source pinarello.com Segitiga belakang menggunakan desain asimetris yang dipatenkan dengan sisi kiri yang diperkuat, memungkinkan sepeda untuk menyeimbangkan gaya yang lebih tinggi yang diterapkan pada sisi berlawanan dari sistem penggerak (drivetrain). Ini menghasilkan transfer energi yang lebih seimbang, peningkatan kecepatan, dan traksi. Asimetri juga telah dimaksimalkan di area lain dari rangka, dengan rantai dan seatstay jok mendorong konsep ini ke tingkat berikutnya untuk menahan akselerasi kuat yang dihasilkan dalam balapan lintas alam tim elit. TiCR Source pinarello.com Sistem pengaturan kabel internal tercanggih di seluruh industri sepeda (TiCR). Sistem ini memungkinkan pemasangan groupset wireless untuk menyembunyikan kabel sepenuhnya di dalam frameset dan handlebar terintegrasi untuk meningkatkan performa aerodinamis dan perlindungan kabel. Selengkapnya silahkan cek di https://pinarello.com/global/en/bikes/gravel/competition/grevil-mx#bikes_anchor 

10 hari yang lalu

120 views

udh
sram
SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger): Satu RD Hanger Bisa Untuk Semua Frame dan Semua Jenis RD

Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh 

13 hari yang lalu

216 views

polygon
polygon strada
Polygon Strada 2004 Dipoles Jadi Makin Mantab

Polygon Strada adalah sepeda MTB XC dari Polygon, di keluar terbaru memakai frame dari Alloy, namun mundur di keluaran 2004, terbuat dari stell, dari pemilik sepeda "Bale Lettuce Hydroponics", restorasi Strada 2004 dan memoles hingga full chrome. MauGowes telah mendapatkan izin pemilik sepeda untuk memposting sepeda ini di bikecheck MauGowes. Polygon Strada 2004 Generasi Pertama Sumber Facebook FJB Berikut adalah penampakan dari Polygon Strada generasi pertama yang turun pada tahun 2024. Dari warna dasarnya sudah terlihat warna chrome yang menjadi bekal untuk di poles agar makin mengkilap, tinggal menghilangkan stripingnya. Hasil Polesan Full Chrome Polygon Strada 2024 Berikut adalah hasil polesan pemilik sepeda "Bale Lettuce Hydroponics", menjadi sepeda ini full chrome mengkilap dan makin terlihat classic. Ada beberapa ubahan yang dilakukan pemilik sepeda, salah satunya ada di pengkabelan, warna dibuat gray agar lebih terlihat monochrome. Pemilik sepeda mengganti crankset ke Strummer 40t single chainring dengan warna chrome juga agar makin seragam dengan frame. Rotor juga diganti lebih besar agar memberikan peforma pengereman lebih baik juga agar terlihat lebih kekar. Dan Berikut adalah tampilan lengkap setelah Strada 2004 ini dipoles menjadi full chrome.

3 bulan yang lalu

447 views

brake
mtb
Brembo Kini Hadir di Sistem Pengereman Sepeda Hasil Kerjasama Brembo-Specialized

Bergamo, 18 Juni 2025 – Dalam rangka merayakan 50 tahun kiprahnya di dunia motorsport, Brembo—perusahaan rem legendaris asal Italia—resmi memperluas sayap ke dunia sepeda, khususnya kompetisi downhill. Melalui kemitraan strategis dengan Specialized, Brembo memperkenalkan sistem pengereman khusus untuk sepeda gunung (MTB), menandai babak baru inovasi teknologi pengereman untuk goweser.  Source: Brembo.com Langkah Besar di Ajang Tingkat Dunia Source: Brembo.com  Melalui kerjasama ini, Brembo tampil di kancah MTB World Championships, menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan standar pengereman performa tinggi bagi sepeda. “Kami bangga memasuki dunia cycling melalui pintu depan di kejuaraan dunia MTB, bersama tim dan produsen yang memiliki visi sama soal performa dan inovasi… hari istimewa ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-50 Brembo di motorsport,” ungkap Andrea Paganessi, COO Motorcycle Global Brembo. Specialized: Alasan Sejatinya Partner Armin Landgraf, CEO Specialized menyatakan: “Specialized strongly believes that racing is the ultimate testing ground for innovation… Brembo’s history… led us to this choice. This partnership… supports athletes competing at the highest level.” Ucapan tersebut menegaskan bahwa Specialized menjadikan ajang balap MTB sebagai laboratorium inovasi, dan melihat Brembo sebagai mitra yang tepat untuk mendukung performa atlet mereka  Teknologi Sistem Pengereman Brembo untuk Specialized Sistem pengereman ini dirancang untuk penggunaan maksimal di medan ekstrem downhill. Komponen utama meliputi: Master silinder aksial dengan tiga jenis adjustmen: Jarak tuas Free-stroke Center-to-center (penyesuaian jarak antar tuas) Kaliper post-mount dengan empat piston aluminium 18 mm — memberikan kekuatan pengereman tinggi dan presisi. Selang braided steel — menjaga konsistensi dan feel tuas rem. Rotor 2,3 mm yang didesain khusus untuk disipasi panas lebih baik dalam penggunaan berat brembo.com. Teknologi ini menjadikan setir rem terasa lebih responsif, personal, dan tahan pada kondisi ekstrem.  Kepala Teknologi dan Dampaknya Andrea Paganessi mengeklaim: “Thanks to technological advances, Brembo has not simply improved braking, but has revolutionized it.” Dan, komitmen ini bukan sekadar gimmick: teknologi rem balap kelas dunia kini tersedia untuk para goweser yang menuntut performa ekstrem dan keselamatan maksimum.  Dampak dan Potensi ke Depan Menjadi stopper performa tertinggi untuk e‑MTB dan downhill. Potensi ekspansi ke penggunaan komersial di sepeda premium dan aftermarket. Mendorong standarisasi baru dalam dunia sepeda kompetisi, di mana pengereman saat ini sudah setingkat teknologinya dengan otomotif.  Kesimpulan Kolaborasi Brembo–Specialized menandai era baru dalam pengereman sepeda gunung: teknologi motorsport dikompresi menjadi sistem rem sepeda performa tinggi yang presisi dan handal. Goweser yang menuntut performa maksimal kini bisa merasakan rem kaliber balap profesional—sangat ideal untuk kompetisi downhill, maupun penggemar e‑MTB yang menginginkan sistem rem unggul dan stabil.  Selengkapnya: https://www.brembo.com/en/news-archive/brembo-specialized

7 bulan yang lalu

827 views

gravel bike
clipless pedal
Opsi Clipless Pedal Populer Untuk Gravel

Berikut adalah beberapa opsi pedal untuk gravel dari brand-brand terkenal. Gravel pedal yang kami list di postingan ini adalah, pedal yang sama digunakan di MTB, XC dan sejenisnya. Disini kami ambil sampel 5 pedal dari 5 brand yang berbeda. Mari kita cek-cek satu persatu. Shimano SPD Credit by bike.shimano.com Salah satu pedal terkenal dari Shimano untuk mtb, cx, xc dan tentu bisa di pakai untuk gravel, yakni varian SPD Pedal. Shimano sendiri untuk varian pedal spd ini sangat banyak sekali variannya:  ada spd pedal 2 side seperti gambar diatas ada juga opsi single side spd pedal 2 side spd pedal dengan extra ada extra plate di dedapan dan belakang bahkan ada kombinasi pedal spd dan hybrid dengan flat pedal. Bicara seputar pedal teringan, so far ketika postingan ini dibuat, dari Shimano kami menemukan Shimano XTR PD-9100. Credit by bike.shimano.com Cleat yang digunakan adalah 2 bolts cleat seperti diatas, yang bernama SPD Cleats, dengan bahan 100% dari metal. Bahkan kamu bisa juga menemukan opsi yang lebih ringan dengan bahan dari Titanium tapi dibuat dari 3th party. Dari Shimano sendiri untuk SPD pedal ada 2 tipe, yaitu opsi bisa di lepas single side, misal dengan kaki geser ke arah luar, atau bisa pilih opsi lepas dual side, bisa di lepas dengan geser kaki ke arah luar / dalam. Look X-Track Credit by lookcycle.com Look X-Track pedal ini juga support untuk cleat spd, meski look juga membuat sendiri varian cleat spd dengan spek persis. Namun Look X-Track sendiri ada opsi menggunakan bahan carbon, dan plate yang lebih luas. Varian tertinggi dari pedal ini adalah X-TRACK RACE CARBON TI. Credit by lookcycle.com SRAM Time Atac Credit by sram.com Dari SRAM ada varian Time, antara lain SRAM Time Atac XC untuk varian yang minimalis, SRAM Time Atac MX dan SRAM Time Speciale.  Dengan desain mirip dengan Shimano SPD XTR atau Look X-Track race carbon yang minimalis, Time Atac XC 12 hadir dengan berat yang sangan ringan 124gr sepasang, yang mana SPD dan X-track tembus 300gr keatas untuk sepasang. Hal itu dikarenakan XC 8 tidak 100% metal, untuk body menggunakan Carbon-filled dan beberapa komposit lain, dan untuk versi low budgetnya, misal XC 2 , juga cukup ringan, karena menggunakan komposit juga bukan full metal. Credit by crankbrothers.com sram.com Cleat yang digunakan modelnya seperti diatas, dengan sistem 2 bolts dan kompatible dengan lubang bolt darri Shimano SPD. Ada 2 opsi untuk Atac Easy 10 derajat, dan Atac 13/17 derajat. Derajat ini untuk seberapa banyak kaki bisa di geser2. Crankbrothers Eggbeater Credit by crankbrothers.com Opsi pedal dari Cranbkbrothers kali ini adalah desain yang paling minimalis, hanya berupa spindle di kelilingi pegas dan cleat clamp. Crankbrothers Eggbeater. Selain desain diatas, Crankbrothers Eggbeater ada opsi lain dengan plat yang lebih lebar. Credit by crankbrothers.com Dengan desain pedal dan cleat yang sama ada beberapa tambahn di plat agar bagian yang mengenai di kaki lebh luas, dan beberapa opsi flat pedal juga di sediakan oleh crankbrothers.  Credit by crankbrothers.com Varian tertinggi dari Crankbrothers Eggbeater ini adalah Eggbeater 11 dengan kombinasi part dari titanium, berat sepasangnya hanya 179 gram sepasang. Magped Gravel Dengan desain yang mirip dengan pedal flat, tidak ada pegas atau bagian yang menjepit, Magped menggunakan sistem magnet untuk mengaitkan dengan cleatnya. Cleat yang digunakan adalah plat besi yang ditujukan untuk menempel ke magnet di pedalnya. Ada beberapa perbedaan tinggal ketinggian dari outsol sepatu, untuk menangani hal tersebut, Magped ada spacer yang bisa diputar-putar untuk menyesuaikan dengan ketinggian agar pedal dan sepatu benar-benar dalam posisi flat.

2 tahun yang lalu

1.77K views

marikxx
marika nurmagita
Baru Pertama Lihat Marika Nurmagita aka Marikxx Riding MTB

Dari sekian lama follow Instagram dan Strava Marikxx alias Marika Nurmagita kami baru melihat beliau rading off road dengan MTB. di Strava terlihat judul yang diberikan adalah MTB to Mega Mendung dengan description first time... . Strava Activity Judul yang di berikan ada MTB to Mega Mendung, dengan jrak 36.66km dan elevation gainnya 957m, waw, 50m lagi tembus 1000m. Kami yakin dengan kombinasi jarak dan elevation gain segitu pasti ada tanjakan yang hampir atau lebih dari 15% slopenya. Ternyata setelah cek analyticsnya ada yang sampai 22,2% hingga 25% wow, tapi kita tidak bisa melihat di Strava apakah mode dirt/road. Selengkap bisa kamu cek di activity Marikxx di https://www.strava.com/activities/8104637264/analysis . Benar-Benar Jalurnya MTB Credit: Strava Marika Nurmagita Dari foto terlihat rute yang diberika memang benar-benar untuk MTB, tidak seperti pakai MTB tapi yang hampir semua riding di aspal. Terlihat jalannya ada yang basah teraliri air, apakah di namakan Mega Mendung karena memang sering mendung atau hujan, entahlah kami belum tahu ceritanya. Credit: Stava Marika Nurmagita Terlihat di salah satu spot foto, jika dilihat dari map Strava ini adalah titik balik, kabut menyelimuti tempat tersebut di tambah dengan suasana rindang dari dalam hutan, terlihat menarik sekali. Kamu juga bisa melihat jepretan aksi Marikxx di postingan Instagramnya, bisa cek pada link di bawah. https://www.instagram.com/p/Ck2kJnfr8Xa/

3 tahun yang lalu

1.24K views

ezmtb
ezmtb bleed kit
Lebih Mengenal Produk EZ-MTB Bleed Kit

Syringe Syringe atau injection dari EZ-MTB memiliki desain valve yang bisa dikunci, sehingga kamu tidak perlu takut jika selang tidak akan sengaja tertarik, mekanisme pengunci ini berada di ujung syringe berbentuk skrup. Multi Adapter Yang menarik dari bleed kit ini adalah opsi adapter yang banyak, sehingga cukup satu bleedkit bisa untuk berbagai macam merek, dari Shimano, SRAM hingga Campagnolo. Hose Clip Hose clip ini bertugas untuk mengunci di bagian calipers bagian lubang resevoir, tersedia dua macam ukuran ada 6.0mm hingga 6.5mm. Penggunaanya juga cukup mudah, cukup pasang seperti pada gambar diatas. Funnel Adapter Salah satu part wajib untuk full bleeding, memudahkan sistem hidrolis untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem hidrolis. Dikombinasikan dengan berbagai adapter yang tersedia, maka funnel adapter ini bisa langsung di pakai di Shimano, SRAM hingga Campagnolo. R-Clamp R-Clamp adalah semacam tool mirip dengan saklar untuk membuat dan menutup valve hidrolis, menggunakan r-clamp seperti ini, kamu tidak perlu repot-report untuk buka atau tutup valvel dengan menggunakan kunci pas. Bleed Block Bleed block sendiri dipakai untuk menjaga agar piston tidak terdorong kedalam ketika proses bleeding, tentu beda caliper beda bentuk brake pads yang digunakan, bentuk brake pads ini untuk juga mempengaruhi bentuk dari bleed block sendiri, EZ-MTB banyak menyediakan opsi untuk ini.

4 tahun yang lalu

832 views

quick release
thru axle
Perbedaan Ketika Menggunakan Quick Release dan Thru Axle

Sesuai dengan namnya quick release tercipta untuk memudahkan pengguna melepas atau memasang roda di sepeda dengan cepat, dan produk ini bertahan sangat lama, hingga akhirnya keluar thru axle yang lebih dahulu keluar di sepeda gunung, tidak seperti quick release (qr), bentuknya seperti skrup dengan diameter lebih besar, tentu ada tujuan kenapa thru axle tercipta. Quick Release Sumber : https://yubabikes.com/cargobikestore/quick-release Diciptakan untuk melepas dan memasang roda dengan cepat, tanpa alat tambahan cukup dengan tangan dan itu bekerja sangat baik sekali hingga saat postingan ini dibuat. Disamping fungsi diatas, beratnya juga sangat ringan, apalagi jika berbahan dasar titanium.  Untuk bisa berfungsi sempurna, semua bagian dari quick release (qr) haruslah lengkap, mulai dari 1 passang pegas, 1 pasang ring pengunci, 1 pengait dan 1 pengunci, jika ada satu yang bermasalah maka, qr tidak akan bekerja secara maksimal. Disamping itu karena diameternya yang kecil, qr tidak begitu cocok jika diterapkan untuk sepeda mtb terutama yang sering dipakai untuk aksi menantang seperti dirt jump, downhill dan sebagainya, Thru Axle Sumber gambar : https://feltbicycles.com/products/thru-axle-cx-front-15mm-with-qr?variant=22369878016118 Karena beberapa kelemahan diatas, maka terciptalah thru axle(ta). Diameter porosnya lebih besar sehingga lebih kaku dan kuat untuk kegiatan ekstrim, ditambahkan dengan porosnya langsung terkunci ke bagian frame/fork sepeda. Tentunya untuk menghasilkan hal tersebut, ada satu hal yang membuat ta kalah dengn qr, yakni kecepatan untuk ganti roda. Ada 2 macam TA dipasaran saat ini, yakni yang bisa dilepas dengan tangan (cara kerjanya seperta qa) dan yang membutuhkan alat untuk melepas atau memasangnya (cara kerjanya seperti skrup biasa) KESIMPULAN Dari kedua jenis ponos roda diatas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. qr yang terkenal ringan dan dinamis, lalu ta yang terkenal kuat dan lebih stiff. Pilih saja sesuai profil berkendara kamu, Disamping itu, bentu frehub dan frameset juga mempengaruhi apakah bisa menggunakan qr atau ta, karena frameset dan hub yang menggunakan qr tidak bisa menggunakan ta ataupun sebaliknya. Sumber Gambar Utama : https://unsplash.com/photos/JaLZ3X8BHc0

7 tahun yang lalu

39.92K views

MauGowes Logo

MauGowes - Adalah platform online yang dibuat untuk kamu para pecinta sepeda. Disini kamu bisa dapat konten menarik dan sekalian belanja pula.

© 2026 MauGowes - All Right Reserved

Powered by Y&A Studio

Socials

YoutubeTelegramInstagramTwitterFacebookTokopediaShopee