Berbagi cerita seputar dunia sepeda
Menampilkan 9 dari total 11 post
Pernah mengalami ketika shifting gear belakang tidak responsife, atau tiba-tiba rantai pindah sendiri, dan berbagai masalah lainnya. Melaui postingan ini kita pelajari dasar dari setup Rear Derailleur(RD) yang bisa kita lakukan sendiri, khusus untuk RD dari Shimano, baik untuk Shimano Road, Gravel, hingga MTB. Secara umum untuk RD Shimano mekanimal ada 4 setup yang bisa kita lakukan, high limit, low limit, b tension dan cable tension, masing-masing akan kita jelaskan di bawah. Untuk catatan, beda seri Shimano, ada perbedaan juga peletakan skrew ini, jadi silahkan cek manual terlebih dahulu atau bisa cek teks L/H yang ada di RD Shimano. High Limit Skrew Adjuster ini high limit skrew adalah untuk membatasi agar rd tidak melebihi batas dari gir terkecil. Jadi sebelum seting high limit skrew ini, pastikan posisi rantai di gir paling kecil, pastikan seting high limit agar lurus dengan posisi gir terkecil. Low Limit Skrew Sekarang bergeser ke low limit skrew, fungsinya adalah, ketika rantai ada di gir paling besar, memastikan tidak melebihi dari gir besar tersebut. Untuk adjustnya posisikan rantai di gir terbesar, gunakan low limit skrew ini agar posisi rd lurus dengan gir terbesar. B Tension Skrew B Tension digunakan untuk mengatur jarak dari rd pulley wheels dengan gear dari sprocket. Jarak ini ditujukan agar bisa melakukan shifting dengan sempurna di semua gigi atau sesuai dengan setingan yang diinginkan. Makin dekat jarak pulley dengan sprocket, menghasilkan perpindahkan gigi yang lebih cepat, cocok untuk pengguna roadbike yang rasio giginya tidak terlalu besar. Jarak pendek diatas, bisa saja menjadi masalah jika menggunakan sepeda gravel atau MTB yang kadang menemukan rasio gigi dengan jarak-jarak yang jauh, nah b-tension ini digunakan agar masing-masing gigi bisa melekakukan perpindahan dengan smooth, dengan cara mengatur jarak pulley dan rd arm. Barrel Adjuster Ketika shifting mungkin pernah mengalami, "sudah di klik kok gigi belum berpindah ya", ada kemungkinan rd cable kamu kurang tegangan. nah barrel adjuster ini digunakan untuk meregangkan atau mengendorkan inner cable rd sesuai dengan kebutuhan. Agar lebih banyak opsi, ketika proses instalasi kabel RD, kamu bisa set barrel adjuster ini sekencang mungkin ke rd, karena untuk mengencangkan tegangan, kamu bisa putar barrel adjuster ini berlawanan arah jarum jam alias mengendorkan. Sumber gambar: shimano.com
sehari yang lalu
514
Bagi banyak goweser, sepeda lipat (seli) alias folding bike sering dianggap hanya untuk santai atau komuting jarak pendek. Namun, Birdy mematahkan stigma tersebut. Didesain oleh duet desainer Jerman, Riese & Müller, Birdy hadir dengan satu fitur utama yang jarang dimiliki seli lain: Full Suspension dalam paket yang sangat ringan. Mengapa Birdy Berbeda? Source: https://www.birdybicycle.com/ Rahasia utama Birdy terletak pada desain main frame yang kaku tanpa engsel di tengah. Tidak seperti Brompton atau seli konvensional yang membelah rangka jadi dua, Birdy melipat melalui titik pivot suspensi depan dan belakangnya. Keuntungannya? Rangka jadi jauh lebih kaku (stiff), minim bunyi beritit (creaking), dan transfer tenaga dari pedal ke roda jadi jauh lebih efisien. Teknologi Suspensi yang Ikonik Leading Link Front Suspension: Garpu depan Birdy menggunakan sistem leading link yang meredam getaran jalan dengan sangat halus tanpa membuat sepeda terasa "mentul-mentul" saat dipacu kencang. Elastomer Rear Suspension: Di bagian belakang, terdapat blok elastomer yang berfungsi menyerap shock dari lubang atau jalanan tidak rata. Hasilnya? Kamu bisa gowes lebih lama tanpa merasa cepat pegal. Varian Birdy yang Wajib Kamu Tahu di 2026 Untuk pembaca MauGowes, berikut adalah rangkuman model Birdy yang paling relevan: Birdy R20 (Racing): Menggunakan ban 20 inci dan groupset Shimano 105 (11-speed). Ini adalah seri terkencang untuk kamu yang hobi ngebut di aspal. Birdy Gravel: Dilengkapi ban yang lebih lebar dan bergerigi (18 inci) serta groupset 10-speed. Sangat cocok untuk kamu yang ingin gowes ke jalur makadam atau jalanan rusak di sekitar Indonesia. Birdy Rohloff: "The Holy Grail" dari Birdy. Menggunakan hub internal Rohloff 14-speed yang sangat low maintenance dan kuat. Birdy City: Varian standar yang paling pas untuk penggunaan harian di perkotaan dengan groupset 9-speed yang simpel. Birdy JK11 Series: Hasil kolaborasi dengan Joseph Kuosac, menggunakan wheelset karbon untuk bobot yang sangat ringan dan tampilan super mewah. Kesimpulan: Apakah Worth It? Dengan harga yang berkisar antara Rp25 juta hingga Rp60 juta-an (tergantung spesifikasi), Birdy memang investasi yang cukup besar. Namun, jika kamu mencari satu sepeda yang bisa dilipat masuk ke bagasi mobil tapi punya rasa berkendara sekelas road bike atau hardtail MTB, Birdy adalah jawabannya. Ref: https://www.birdybicycle.com/
7 bulan yang lalu
1.03K
Ada banyak part sepeda yang bisa dipasang sebagai spakbor, tujuan utamanya untnuk melindungi pengguna dari cipratan air, lumpur hingga kotoran lainnya, terutama ketika bersepeda di musim penghujan. Ass Savers memiliki beberapa varian-varian spakbor yang menarik, membuat tampilan sepeda lebih keren tapi tetap menjaga fungsionalitasnya. Mudguard Clip-on Yang Mudah untuk Pasang dan Lepas Konsep utama dari mudguard produk-produk dari ass-savers adalah clip-on, yang artinya tanpa baut, mudguard bisa terpasang dengan mudah dan kuat. Hadir dengan banyak desain menarik yang cocok untuk sepeda kamu, dan beberapa varian desain mudguard. Ass Savers Win Wing 2 Ass savers win wing 2 adalah salah produk yang paling populer di ass savers, merupakan mudguard untuk ban belakang, yang mudah diinstall dengan sistem clip-on, dan bisa membuat tampilan sepeda lebih keren. Hal penting pertama yang perlu di perhatikan sebelum membeli produk ini adalah, pastikan kamu cek mudguard ini dipakai untuk roadbike atau gravel bike, karena ada perbedaan lebar ban, maka ada perbedaan juga mounting yang di support untuk mudguard ini. Mounting akan di pasang di frame seperti gambar diatas. Agar lebih kuat dan tidak merusak cat frame, ass savers memberikan extra silicon agar hal tersebut tercapai. Dan berikut adalah hasil akhir setelah mudguard terpasang, hal menarik lainnya adalah, kamu bisa mengajust kemiringan dari mudguard sesuai preferensi masing-masing. Masih Banyak Varian Produk Lainnya Ass savers masih memiliki banyak varian produk lainnya, baik itu untuk front guard, atau pun rear guard dengan desain lain, dan tentunya dengan banyak corak lain yang bisa kamu pilih sesuai dengan preferensi. Bisa cek di halaman berikut https://ass-savers.com/collections/all . Kesimpulan Ass savers memberikan opsi mudguard yang ringan , mudah diinstall dan gampang di adjust. Ringan ini sangat penting agar tidak menggangu peforma ketika di gowes. Desain yang menarik di sepeda membuat sepeda tidak kehilangan soulnya, tertama sepeda race, berbeda dengan mudguard yang biasa di pasang dengan baut, seolah-olah seperti berubah menjadi sepeda urban, hal itu tidak berlaku di ass savers ini. Selengkapnya kunjungi https://ass-savers.com/
setahun yang lalu
1.62K
31 Oktober 2023 di Velodromo Bicentenario, Aguascalientes, Mexico, Jeffrey Hoogland melakukan World Record Attempt, dan pesepeda 30 tahun dari Belanda ini, sukses memecahkan rekor 1KM TT dengan waktu 55.433 detik, luar biasa. Postingan dari Twitter @uci_track Pengumuman dari Twitter UCI track dengan tweet sebagai berikut : "👑The king of the 1km TT @JeffreyHoogland 🇳🇱 smashed the World Record in Aguascalientes 🇲🇽 with a lightning-fast 55.433 seconds 🚀" Dalam bahasa Indonesia: 👑Raja TT 1km @JeffreyHoogland 🇳🇱 memecahkan Rekor Dunia di Aguascalientes 🇲🇽 dengan waktu secepat kilat 55,433 detik 🚀 Bisa dikunjungi di link berikut twitter.com/UCI_Track/status/1719634669543510142 . Data di Wikipedia pun juga telah terupdate, terlihat untuk Jeffrey Hoogland telah mengisi row untuk 1 km time trial, yang sebelumnya diisi oleh pesepeda dari Prancis François Pervis dengan waktu 56.303 di 2013, sumber https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_world_records_in_track_cycling . Liputan Record Attempt Disiarkan di AD.NL Ad.nl, salah satu media dari Belanda, meliput secara komplit proses pemecahan rekor 1KM TT dari Jeffrey Hoogland. Berikut liputan di lansir dari Ad.nl: Selama balapan, Hoogland kesulitan mengapresiasi penampilannya. "Saya mengharapkan keajaiban di sini, di ketinggian, tapi bersepeda masih sangat sulit. Baru setelah saya mendengar sorak-sorai di garis finis, saya baru tahu bahwa itu adalah rekor dunia." Menambahkan sekilas: "Orang-orang di rumah menikmatinya. Atau apakah ini berakhir terlalu cepat?" Di trek dataran rendah, Nijverdaller sudah mencatatkan waktu tercepat sepanjang sejarahnya. Tahun ini di Grenchen, Swiss, ia berlari satu kilometer dalam 57,813 detik. Hoogland masih memiliki trek yang tersedia pada hari Rabu. Ada kemungkinan dia akan mencoba memecahkan rekor dunia di nomor 200 meter dengan apa yang disebut flying start. Sumber Track cyclist Jeffrey Hoogland writes history with world record on kilometre | Cycling | AD.nl .
3 tahun yang lalu
827
Audax Randonesia telah mengumumkan Surabaya Ultra Cycling Challenge akan di adakah di Surabaya pada 21 Oktober 2023. Type rutenya merupakan All road, bukan gravel/all terain, disarakan peserta menggunakan ban 700x32. Ada 2 opsi rute di Surabaya Ultra Cycling Challenge kali ini 200km dan 75km. Tanggal Acara 21 Oktober 2023 Start & Finsih di Kateko, jl Sumatera No 21. Pacar Keling, Kec Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60281 (parkir terbatas, pesepeda wajib gowes menuju start) Waktu Start 75KM 05:30 - ONWARDS 200KM 05:00 - ONWARDS Biaya Pendaftaran 75KM Rp 472.500,- Peserta akan mendapatkan Medali COT, cycling cap, safety triangle, snacks & drinks 200KM Rp 577.500,- Peserta akan mendapatkan Medali COT, BRM, Cycling CAP, safety triangle, snack & drinks Cara Pendaftaran Semua proses pendaftaran melalui app dashsport, jika belum install bisa didownload di link berikut. Android: Dash Sports: Your Sports Hub - Apps on Google Play iOS: Dash Sports: Your Sports Hub on the App Store (apple.com)
3 tahun yang lalu
3.04K
Mei 2023 Campagnolo merilis line baru groupset merek, yakni Campagnolo Super Record Wireless. Campagnolo Super Record sendiri adalah groupset flaship dari Campagnolo yang sudah 2x12 speed dengan desain lekukan berseni khas Italia. Kini Hadir versi wirelessnya, full tanpa kabel. Oh ya, disclaimer harga diatas ketika beli di luar ya, harga di Indonesia bisa lebih mahal karena ada pajak. Super Record Wireless Jika kita lihat dari brand lain, SRAM dengan eTap AXSnya menjadi pionir untuk groupset wireless yang pure tanpa kabel masing-masing rd dan fd memiliki baterai sendiri. Untuk Shimano sendiri ada opsi 12 speed semi wireless fd dan rd menggunakan satu baterai besar dan terhubung dengan kabel. Campagnolo Super Record sendiri menggunakan desain mirip dengan eTap AXS, masing-masing RD dan FD memiliki baterai individual, sehingga bisa tanpa kabel. Hanya saja saya pribadi lebih menyukai desain dari rd dan fd Campagnolo Super Record ini, terlihat tidak ada bagian yang menonjol untuk menyimpan rd, desain sesimpel dengan milik Shimano 12 Speed Di2. Untuk kamu pengguna super record terakhir dan berencana upgrade dengan biaya minimal. cukup beli baru saja brifter, rd dan fd wirelessnya dan masih bisa menggunakan part-part lama seperti rantai, crankset, sprockets, calipers dan rotorsnya. Hilangnya Shift Thumb Salah satu ciri khas dari shifter Campagnolo adalah adanya shift thumb, biasanya diset untuk memberatkan gir, dengan desain yang ergonomik, bahkan bisa diakses ketika tangan di drop. Namun desain tersebut tidak ditemukan di Super Record Wireless terbaru ini, semua shifting menjadi satu dengan lever dari rem. Spesifikasi Berat Campagnolo Super Record Wireless Kita mulai dari total beratnya terlebih dahulu, untuk full groupset dari Campagnolo Super Record Wireless ini memiliki berat 2,520g. Berikut jika di bandingkan dengan flagship dari brand lain. SRAM Red eTap AXS berat total 2,518g. Shimano Dura-Ace 12 Speed Di2 2,514g. Battery Lifetime Campagnolo Super Record Wireless Hal penting yang perlu di perhatikan untuk pengguna groupset electronik adalah daya tahan baterainya. Total ada 4 baterai yang terpasang di groupset ini, ada sepasang CR2032 untuk shifter kanan dan kiri, claim dari campagnolo bisa tahan sampai 2 tahun. Untuk baterai dan rd dan fd, Campagnolo claim bisa tahan samapai 750km untuk penggunaan berat, dan bisa sampai 1000km untuk penggunaan normal. Harga Campagnolo Super Record Wireless Kami melakukan pengecekan harga dari https://ciclicorsa.com/shop/super-record-wireless-disc-12s-groupset/ , dengan opsi full groupset terlihat harganya 4.307 €, atau Rp 68,687,082,- ketika postingan ini dibuat. Source: https://www.campagnolo.com/us-en/super-record-wireless-ergopower-controls/CCLSUPERRECORDWRLDB12S.html
3 tahun yang lalu
1.75K
Tsunami Bicycle terkenal dengan produk framenya yang cassic, terbuat dari steel / chromoly, dan harga yang terjangkau. Dari postignan instagramnya di @tsunamibikes kebanyakan sepeda yang di posting adalah fixed gear, namun jangan salah Tsunami Bikes hadir dengan seri frame Tsunami Seaboardnya, tersedia gravel bike juga, berikut opsinya. Tsunami Seaboard CX 1 Untuk saat ini frame Tsunami Seaboard CX01 menjadi pakling classic dari kategori gravel bike untuk line produk Tsunami. Desain tube yang kecil baik di toptube dan downtube, dan hero colornya adalah finishing Ti polish yang mengkilap. Frame ini cocok untuk kamu yang ingin tampilan classic yang benar-benar full. Tidakakan cocok untuk beberapa caliper rem hydrolic dari grx atau lainnya yang menggunakan flat mount, karena frame ini hanya support post mount, namun bisa di akali dengan memasang kaliper. Berat frame total plus fork 2.150g + 850g dan support sampai 40mm tire. Hadir dengan harga USD 439 alias Rp 6,863,852. Spesifikasi Tsunami Seaboard CX01: Frame: Material: heat-treated, triple-butted SEABOARD chromoly steel tubing – tig welded ultra-light forged and machined straight headtube Headset included. 135mm axle spacing. Welded stainless-steel derailleur hanger 27.2mm seat tube with alloy seat collar Front derailleur clamp size: 28.6mm (max torque setting: 2.5nm) Bottom bracket: 68mm – english threaded Accommodate 1x or 2x chainrings Crankset min/max ring size – single: 36 to 50t / double: 46/31t to 53/39t External brake cable routing Bottle mounts: 2 Fork: Chromely steel lugged disc road fork included. 1-1/8´´ straight steerer with integrated 45-degree crown race 100mm axle spacing Steerer length: 300mm Axle-crown: 371mm Rake/offset: 46mm Tire compatibility: Wheel and tire compatibility: 700 x 40c tire clearance (depending on tire/rim manufacturer) Frame max spacing: 43mm Fork max spacing: 43mm Brake compatibility: Post-mount brakes front and rear: 160/180mm ( Adaptors need separately) Details: Frame weight: 2,150g (size 50 – w/o thru-axle) Fork weight: 850g (uncut steerer – w/o thru-axle) Link Produk https://tsunamibicycle.com/product/2019-ck01-touring-frameset/ Tsunami Seaboard GR02 Seri GR02 ini bisa dibilang seri paling populer di pasaran, dan mudah di temukan di marketplace Indonesia, meski kebanyakan hanya tersedia satu warna gold. Salah satu alasan populer karena bahannya alloy yang tetap kuat tapi lebih ringan dari chromoly, serta desainnya yang lebih unik, karena sebagia besar frame moderen saat ini menggunakan desain dropped seat stay. Disamping itu forknya juga sudah full carbon, selain ringan juga lebih enak meredam getaran. Hadir dengan material alloy dan frame full carbon, berat total sepeda ini adalah 2.1kg, yap masih berat tapi masih untuk sepeda gravel yang memang lebih banyak di tanah dan bukan untuk speed di jalan raya. dan sudah flat mount untuk kaliper disc brakenya, sehingga mudah untuk memasang groupset moderen di frame ini. Berikut spesifikasi lengkap dari Tsunami Seaboard GR02. Spesifikasi Tsunami Seaboard GR02 Frame: Material: 6061 aluminum alloy (All cable inner routing ). Ultra-light forged and machined tappered headtub Headset included (integrated 41.8MM/52MM ) 142mm spacing (12mm alloy thru-axle included Replaceable stainless-steel derailleur hanger 27.2mm seat tube with integrated seat collar Front derailleur clamp size: 28.6mm (max torque setting: 2.5nm) Bottom bracket: 68mm – english threaded Accommodate 1x or 2x chainrings Crankset min/max ring size – single: 36 to 50t / double: 46/31t to 53/39t Internal brake cable routing bottle mounts: 3 Fork: GR02 carbon fiber disc gravel fork included 1-1/8´´ tapered steerer with integrated 45-degree crown race 100mm spacing (12mm alloy thru-axle included) steerer length: 300mm axle-crown: 371mm rake/offset: 46mm Tire compatibility: wheel and tire compatibility: Up to 700 x 50c tire clearance (depending on tire/rim manufacturer) Brake compatibility: flat-mount brakes Front : 160mm / 180mm max ( adaptors with caliper separately) flat-mount brakes Rear : 140mm without adaptor / 160mm /180mm max ( Need adaptor separately) frame flat-mount bracket height: 10mm Details : frame weight: 1644g (size 50 – w/o thru-axle) fork weight: 507g (uncut steerer – w/o thru-axle) Link sumber https://tsunamibicycle.com/product/gr02-gravel-frameset-alu-alloy-disc-brake-deep-grey/ Tsunami Seaboard CX05 Dengan konsep sama seperti kakaknya Tsunami Seaboard CX01, yakni dengan bahan dari chromoly. Untuk CX05 ini menggunakan bahan chromoly yang sama dengan desain classic tubing kecil, tapi dengan fork yang sudah full carbon. Dan terlihat juga masih menggunakan caliper postmount, sepertinya jika ingin pasang GRX disini, kamu perlu beli adapter postmount to flatmount. Berat totalnya adalah 2300gram, bisa lebih ringan setelah steerer tube kamu potong. Berikut spesifikasi lengkapnya. Spesifikasi Lengkap Tsunami Seaboard CX05 Frame: material: heat-treated, triple-butted SEABOARD steel tubing – tig welded ultra-light forged Φ44mm downtube and machined straight headtube Headset included (41.8MM/51MM ) 142mm spacing (12mm alloy thru-axle included) Replaceable stainless-steel derailleur hanger 27.2mm seat tube with integrated seat collar front derailleur clamp size: 28.6mm (max torque setting: 2.5nm) bottom bracket: 68mm – english threaded Accommodate 1x or 2x chainrings Crankset min/max ring size – single: 36 to 50t / double: 46/31t to 53/39t Internal brake and shifter cable routing bottle mounts: 2 Fork: CX05 carbon disc gravel fork included 1-1/8´´ straight steerer with integrated 45-degree crown race 100mm spacing (12mm alloy thru-axle included) steerer length: 300mm axle-crown: 371mm rake/offset: 46mm Tire compatibility: wheel and tire compatibility: 700 x 43c tire clearance (depending on tire/rim manufacturer) Brake compatibility: Post-mount brakes front and rear: 140mm (160mm max – adaptors available separately) Details: frame weight: 2020g (size 50 – w/o thru-axle) fork weight: 377g (uncut steerer – w/o thru-axle) Link sumber https://tsunamibicycle.com/product/ck05-tig-frameset-steel-gravel-bike-disc-break/ Tsuname Seaboard CX07 Tsunami Seaboard CX-07 hadir dengan desain dan geometri mirip dengan Tsunami CX-05 hanya saja untuk mounting caliper brakenya sudah support flat mount, sehingga cocok sekali untuk yang kamu yang ingin menggunakan Shimano GRX full atau opsi caliper modern lain yang sudah flat mount. Berikut Spesifikasi Lengkap dari Tsunami Seboard CX07 Frame: material: heat-treated, triple-butted SEABOARD steel tubing – tig welded ultra-light forged Φ50mm downtube and machined straight headtube Extenal Headset included (41.8MM/51MM ) 142mm spacing (12mm alloy thru-axle included) Replaceable stainless-steel derailleur hanger 27.2mm seat tube with integrated seat collar front derailleur clamp size: 28.6mm (max torque setting: 2.5nm) bottom bracket: 68mm – english threaded Accommodate 1x or 2x chainrings Crankset min/max ring size – single: 36 to 50t / double: 46/31t to 53/39t Internal brake and shifter cable routing bottle mounts: 2 Fork: CX07 carbon disc gravel fork included 1-1/8´´ straight steerer with integrated 45-degree crown race 100mm spacing (12mm alloy thru-axle included) steerer length: 300mm axle-crown: 371mm rake/offset: 46mm Tire compatibility: wheel and tire compatibility: 700 x 43c tire clearance (depending on tire/rim manufacturer) Brake compatibility: flat-mount brakes front and rear: 140mm (160mm max – adaptors available separately) frame flat-mount bracket height: 10mm Details: frame weight: 2020g (size 50 – w/o thru-axle) fork weight:477g (uncut steerer – w/o thru-axle)
4 tahun yang lalu
8.28K
Dirrect mount rd (rear derailleur) hanger memiliki banyak kelebihan di banding rd hanger yang biasa kita temukan dengan b2 link, yakni untuk shifting yang lebih tepat / precise shifting, berikut penjelasannya. Perbedaan RD Hanger Biasa dengan Dirrect Mount Credit by weightweenies.starbike.com Gambar diatas adalah sample rd hanger yang biasa kita termukan di sepeda kebanyakan. dari Frame terpasang RD Hanger, untuk kemudian ada B2 link baru terpasang ke rear derailleur. Yang membedakan dengan dirrect mount adalah, dari frame, rd hanger akan langsung terhubung ke rear direilleur, tanpa b2 link, berikut gambarnya. Credit by weightweenies.starbike.com Keunggulan Dirrect Mount RD Hanger Lebih Ringan tapi Lebih Kuat Keunggulan pertama yang kita dapatkan tentu dari segi beratnya yang banyak berkurang, karena bukan rahasia lagi part yang bergerak akan lebih berat daripada part yang diam. Lebih Stiff sehingga Shifting Lebih Presisi Pernahkah mengalami ketiks shifting gear baik ringan atau besar, kelebihan beberapa gir atau bahkan tidak bergerak ke gear sesuai ekspetasi?, hal itu akan minim dialami ketika menggunakan dirrect mount rd hanger ini, apalagi di kombinasikan dengan electronic shifting membuat tingkat kepresisiannya mendekati 100%. Lebih Gampang Mengganti Roda Belakang Pernah melihat bagaiamana cepat mekanik di pro peloton mengganti roda belakang sepeda, salah satu hal yang membantu adalah penggunan dirrect mount rd hanger ini, tentu karena ruang yang lebih banyak untuk pergerakan roda ketika dilepas. Menemukan Dirrect Mount RD Untuk Sepeda Saya Mencari dirrect mount rd hanger akan lebih mudah untuk kamu yang menggunakan brand-brand sepeda terkenal, sebagai contoh penulis mencari RD Hanger Dirrect Mount untuk Giant TCR dan mudah di temukan di Tokopedia. Jika tidak menemukan di marketplace, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu di social media brand sepeda kamu, atau bisa buat custom di tempat-tempat pongrajin besi / custom made. - yussan Image Sources : https://weightweenies.starbike.com/
4 tahun yang lalu
1.93K
Apakah kamu mencari frame dengan aura classic yang terbuat dari bahan steel tapi dengan bobot yang tidak terlalu berat dan support dengan part-part moderen. Frameset Tsunami Seaboard CR 03 memiliki berat 1.6kg saja, dengan fork carbon yang sudah tapered, siap di pasang dengan part-part modern, ini reviewnya. Geometry Headtube Geometri yang diusung cukup modern dan endurance, dilihat dari posisi head tubenya yang cukup tinggi, bahkan untuk ukuran medium / 50 yang ada di gambar ini. Jika diperhatikan bentuk headtubenya adalah pure tabung, tidak terlihat seperti tempered steerer tube. Tapi itu hanya bagian luarnya saja, forknya sudah tempered kok, dan full carbon dari atas hingga bawah. Headsetnya sendiri belum itegrated, masih menggunakan headset jenis semi integrated dan tentu didukung dengan bearing yang modern pula. Dropped Seatstay Bagian moderen terlihat di dropped seatstaynya, yups memang kebanyakan frame-frame roadbikek keluaran akhir ini menerapkan dropped seatstay. Seatstaynya juga berukuran ramping dan keren deh, hal lain yang saya suka adalah clean look, tidak ada lubang untuk rak dan pure untuk roadbike. Toptube Agak Sloping Ada beberapa suka toptube yang lurus ada yang suka toptube yang lurus, penulis sendiri lebih suka desain toptube yang sloping selain berapa sepeda lebih dinamis tidak terkesan kaku, juga bisa menambah stiffness dari frame yang bersangkutan, dan Tsunami Seaboard CR03 ini juga menerapkan hal tersebut, meskipun tidak terlalu sloping banget sih. Cable Routing Untuk menjaga kesan classic, ruting kabel dibuat di luar frame, banyak kelebihan juga sih, seperti memudahkan ketika ganti kabel rem atau shifter dan mudah untuk diatur. Integrated RD Hanger Frame alloy atau carbon biasanya memisahkan rd hanger dengan framenya dan dipasang dengan baut, tujuannya agar ketika rd hanger rusak / patah, tidak langsung merembet ke frame. Karena bahan Tsunami Seaboard CR03 dari chromoly yang mana itu steel, tentu sudah dijamin kekuatannya, sehingga pabrikan percaya diri untuk membuat rd hanger yang integrated. Ketersediaan Warna Hanya 2 warna yang tersedia ketika postingan ini dibuat, yakni gold silver seperti gambar diatas dan army green, tampak pada gambar dibawah. Spesifikasi CROM R625 butted tube set aero heat-treated tubing Mirco-TIG welding custom road bike dropouts a-head set type: integrated type 1 -1/8″, Ø41mm, 45° seat post: 27.2 mm bottom bracket: BSA / 68mm (English) suitable for front and rear brake weight: frame: 1,695g (Size 53) , Carbon fiber fork:350g. Kelengkapan Pembelian Untuk pemebelian baru kamu akan mendapatkan box besar yang muat satu frame ini dengan logo Tsunami tertampak besar di luar boxnya. Untuk part yang kamu dapat disamping frame antara lain : fork fd hanger headset Sedangkan untuk part-part pelengkap frame lain seperti bottom bracket, kamu harus beli sendiri ya, tipenya BB BSA 68, Source : https://www.youtube.com/watch?v=B1BfK9oQR3o https://tsunamibicycle.com/product/cr-3-road-frameset-army-green/
6 tahun yang lalu
11.6K