Menampilkan 9 dari 65 post
Polygon kembali menggebrak pasar road bike Indonesia dengan meluncurkan seri terbaru mereka: Polygon Strattos C. Jika seri Strattos S dikenal sebagai all-rounder yang kompetitif dan seri Helios adalah mesin balap murni, maka Strattos C hadir untuk mengisi celah yang sangat dinantikan oleh para pecinta jarak jauh: Endurance Carbon Performance. Bagi Goweser yang mencari keseimbangan antara kecepatan karbon dan kenyamanan untuk gowes berjam-jam, Strattos C adalah jawaban yang sudah lama ditunggu. Apa Makna "C" pada Strattos Terbaru? Dalam klan Strattos yang baru, huruf "C" melambangkan Comfort (Kenyamanan) dan Carbon. Berbeda dengan saudaranya yang berorientasi pada kompetisi agresif, Strattos C dirancang untuk meredam getaran jalanan dengan lebih baik tanpa mengorbankan transfer tenaga yang efisien. Ini adalah sepeda yang dibuat untuk Century Ride, Gran Fondo, atau sekadar gowes akhir pekan yang menempuh jarak ratusan kilometer dengan rasa pegal yang lebih minimal. Sumber polygonbike.co.id Salah satu yang terlihat adalah stack/headtube yang lebih tinggi, hal ini untuk menunjang posisi yang lebih rileks daripada seri Strattos S. Disamping itu, desain seatstay yang tidak pure segitiga memberikan sensai redaman yang lebih baik, namun tetap stiff untuk peforma. Fitur Unggulan Polygon Strattos C Source polygonbikes.co.id 1. Frame ACX Carbon yang Tersertifikasi UCI Meskipun fokus pada kenyamanan, Polygon tidak main-main soal kualitas. Strattos C dibangun di atas frame ACX Carbon yang ringan dan kaku. Yang paling membanggakan, frameset ini sudah UCI Approved, artinya sepeda ini memiliki standar internasional yang diakui untuk digunakan dalam balapan resmi dunia. 2. Geometri Endurance yang 'Ramah Punggung' Salah satu perbedaan paling mencolok adalah geometrinya. Strattos C memiliki stack yang sedikit lebih tinggi dan reach yang lebih pendek dibandingkan seri R. Hal ini membuat posisi duduk pengendara lebih tegak, mengurangi tekanan pada punggung bawah dan leher, sehingga Anda bisa gowes lebih lama dengan posisi yang tetap aerodinamis namun nyaman. 3. Desain Clean Look & Integrated Cockpit Mengikuti tren sepeda modern (seperti modifikasi clean look yang sedang ramai), Strattos C hadir dengan sistem Internal Cable Routing. Kabel-kabel masuk melalui headset, memberikan tampilan yang sangat bersih dan rapi. Desain ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan keuntungan aerodinamis karena berkurangnya hambatan angin dari kabel yang berseliweran. 4. Vibration Dampening yang Luar Biasa Berkat penggunaan material karbon dan desain seatstay yang dioptimalkan, Strattos C memiliki kemampuan alami untuk menyerap getaran mikro dari permukaan aspal yang tidak rata. Hasilnya? Guncangan tidak langsung tersalurkan ke tubuh pengendara, membuat otot tidak cepat lelah. Kenapa Anda Harus Melirik Strattos C? Jika Anda adalah tipe pesepeda yang: Gemar menempuh jarak jauh (Long Distance Cycling). Ingin merasakan sensasi sepeda karbon yang ringan namun tidak ingin posisi merunduk yang terlalu ekstrem. Menghargai estetika sepeda yang rapi dan minimalis. Membutuhkan sepeda yang serbaguna: kencang untuk sprint tipis-tipis, namun stabil untuk touring. Maka Strattos C adalah pilihan yang sulit untuk dikalahkan di kelas harganya. Polygon berhasil membuktikan bahwa sepeda karbon berperforma tinggi tidak harus selalu menyiksa tubuh. Polygon Strattos C7, C8 dan C9 Saat peluncurannya, Polygon menghadirkan dua varian utama untuk seri Strattos C, yaitu Strattos C7, Strattos C8 dan Strattos C9. Ketiganya menggunakan basis frame karbon yang sama namun dibedakan oleh kasta groupset dan komponen pendukungnya. Berikut adalah rincian spesifikasi untuk kedua seri tersebut: 1. Polygon Strattos C7 (The Di2 Entry) Source: polygonbikes.co.id Ini adalah varian paling terjangkau untuk merasakan teknologi perpindahan gigi elektronik (Di2) dari Shimano. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano 105 Di2 R7170 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano 105 Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity XL3 Disc (Alloy), Tubeless Ready. Tires: Performance Road Tires, 700x28C (Clearance up to 32C). Cockpit: Entity Expert Alloy (Handlebar & Stem). Saddle: Entity Flux. Fokus: Memberikan kenyamanan shifting elektronik dengan harga yang kompetitif, namun masih menggunakan roda aluminium untuk menekan harga. 2. Polygon Strattos C8 (The Peformance Balance) Source: polygonbikes.co.id Varian ini adalah "Sweet Spot" bagi banyak rider karena sudah mendapatkan groupset kelas balap dan wheelset karbon. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano Ultegra Di2 R8170 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano Ultegra Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity Carbon Wheelset (WR5 Disc), Tubeless Ready. Tires: Schwalbe One TLE / Setara, 700x28C. Cockpit: Entity Expert Alloy (Integrated System). Saddle: Entity Flux. Fokus: Keseimbangan antara berat yang ringan, akselerasi roda karbon, dan kecepatan perpindahan gigi Ultegra Di2. 3. Polygon Strattos C9 (The Flagship) Source: polygonbikes.co.id Ini adalah kasta tertinggi dari seri C saat ini, ditujukan bagi mereka yang menginginkan teknologi perpindahan gigi elektronik yang cepat dan presisi serta bobot yang lebih ringan. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano Dura-Ace Di2 R9270 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano Dura-Ace Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity Carbon Wheelset (Premium Grade), Tubeless Ready. Tires: Premium Road Tires (Schwalbe Pro One atau setara), 700x28C. Cockpit: Entity Expert Alloy / Integrated Carbon (Tergantung region/batch produksi). Saddle: Entity Flux dengan carbon rail. Fokus: Performa tanpa kompromi, bobot paling ringan di kelasnya, dan gengsi tertinggi sebagai model flagship. Kesimpulan Kehadiran Polygon Strattos C mempertegas posisi Polygon sebagai produsen yang mendengarkan kebutuhan komunitas. Dengan kombinasi frame karbon kelas atas, desain yang sangat bersih, dan geometri yang memanusiakan pengendara, Strattos C siap menjadi raja baru di jalur endurance Indonesia. Siapkan rute terjauh Anda, karena dengan Strattos C, batasnya bukan lagi rasa lelah, melainkan sejauh mana mata Anda ingin memandang jalanan.
16 hari yang lalu • yussan • 152 views
DIMS Bike adalah bengkel sepeda di Yogyakarta, yang banyak membuat karya untuk konversi sepeda yang routing cablenya masih di luar menjadi full internal, alias clean look. Karya terbaru saat ini adalah Polygon Path 4, sepeda urban Polygon yang menggunakan flatbar dan cable luar, di konversi menjadi full cable dalam dan di tambah dropbar, mari kita lihat lebih dekat. MauGowes telah mendapatkan izin untuk menggunakan gambar dan memposting di maugowes.com dari DIMS Bike. Versi Original Polygon Path 4 Sumber polygonbikes.com Ini adalah versi asli dari Polygon Path 4, dengan handlebar flat dan caliper menggunakan postmount, serta masih single chainring. Jika kita lihat, cable routing dari Polygon Path ini ada disisi samping dari downtube, lalu lanjut ke chainstay untuk rd dan caliper belakang, untuk caliper depan routing melalui fork. Hasil Konversi Polygon Path ke Clean Look dari Dims Bike Sumber instagram @dimsbike.yk Dan berikut adalah hasil dari tangan Dims Bike, ada beberapa part yang diganti untuk mendukung desain clean look. Seperti : Groupset menggunakan Shimano Tiagra 4700, yang otomatis caliper diganti flat mount, sehingga lebih rapi Saddle, untuk saddle kami belum mengetahui merek dan seri yang digunakan. Integrated handlerbar dari Tooseek membuat tampilan clean looknya lebih garang dan lebih enak untuk perjalanan jau Sumber instagram @dimsbike.yk Salah satu yang menjadi kunci dari suksesnya project konversi ke clean look ini adalah part ini. Part headset yang memungkinkan menggunakan bearing besar di headset bagian atas, biasanya ukuran 52mm untuk diameter, sehingga memungkinkan cable bisa masuk semua kedalam headset dan headtube, dan kemungkinan dilanjutkan ke frame hingga di titik akhir dari cable. Karena tidak ada cable yang masuk di lubang routing, maka PR berikutnya adalah menutup lubang tersebut. Dims Bike juga ada solusi untuk itu, lihat saja gambar diatas. Penutup cable routingnya terbuat dari karet dan cukup rapi. Jika minat konversi sepeda kamu ke clean look, kontak saja Dims Bike di Instagram @dimsbike.yk, pastikan sepeda kamu support terlebih dahulu sebelum kirim-kirim.
sebulan yang lalu • yussan • 245 views
Hai kamu ingin ikut serta Audax Yogyakarta besok 18 November 2025. Ada slot gratis nih, khusus untuk kamu pengguna Marin Bikes. Audax Yogyakarta November 2025 Audax Yogyakarta kali ini akan diadakan besok 15 November 2025. Ada 4 kategory yang tersedia: 50KM - Rp 350.000,- 100KM - Rp 450.000,- 200KM - Rp 450.000,- 600KM - Rp 875.000,- Pendaftaran hanya bisa melalui KUYY App bisa didownload di Play Store dan App Store. Pendaftaran hanya melalui aplikasi @kuyy.app - gunakan kode promo : YUCC2025 untuk mendapatkan potongan 20% selama promo ‘early bird’ (slot sangat terbatas ). Giveaway Free Slot Audax Yogyakarta Untuk Pengguna Sepeda Marin Ikuti step berikut: Follow Instagram @marinbikesid Comment sepeda marin kamu dan tag 3 orang teman kamu di postingan berikut https://www.instagram.com/p/DQV77Aak_UO/ LIke postingan diatas dan share ke Story kamu. Akan di dapatkan 2 orang beruntung untuk mendapatkan slot gratis Audax, silahkan pilih rute yang ingin kamu ikuti. Kompetisi ini berlangsung dari 16 November 2025 hingga Audax Yogyakarta siap dimulai.
2 bulan yang lalu • yussan • 607 views
Specialized Crux adalah varian sepeda yang diciptakan untuk menggabungkan kecepatan sepeda balap, dengan tire clearance sepeda gravel. Di sini kita akan membahas project dari @peformancebike di Instagram, untuk mengubah setup Specialized Crux dari Road ke Gravel. Setup Road Specialized Crux Kita mulai dari setup roadnya terlebih dahulu. Menggunakan seatpost bawaan Specialized Crux D-Shape, wheelset dengan profiling cukup tebal, sepertinya antara 5cm, dibalut dengan ban road sekitar 28-30mm. Sepeda tersebut telah menggunakan setup 1x untuk drivetrainnya dari SRAM, sehingga kita tidak perlu utak-atik bagian tersebut. Cukup mengganti wheelset dan groupset yang support gravel, serta mengganti seatpost ke dropper seatpost. Berat total setup road diatas adalah 7.18kg atau 15.8lbs. Ubah Wheelset dan Ban Road ke Gravel Step pertama, mengganti wheelset yang inner rim lebih lebar agar muat dengan baik ban gravel yang lebih lebar juga. Disini rotor masih menggunakan spek yang sama, hal ini berlaku juga di roda belakang Penggantian part wheelset dan tire ini menambahkan beban +535g untuk depan dan 630g utuk belakang. Ubah Pedal Road ke Pedal MTB Step berikutnya mengganti pedal road ke pedal MTB, tujuannya agar kita bisa menggunakan sepatu denga cleat MTB yang lebih friendly di jalanan gravel, terutama ketika bertemu pasir atau tanah liat, tapi penggantian ini bukanlah hal wajib. Penggantian part ini menambahkan beban 24g. Ubah Seatpost ke Dropper Seatpost Part terakhir yang diganti adalah seatpost, agar lebih meredam getaran serta mudah di ganti ketinggian, dropper seatpost pun dipasang. Dropper seatpost yang dipilih dari SRAM yang menggunakan remote untuk naik turunnya tanpa kabel. Penggantian dropper seatpost ini menambahkan beban 390g. Hasil Final Perbandingan Berat Road dan Gravel Dan berikut adalah penampakan total hasil perubahan setup Road dan Gravel di Specialized Crux. Penambahan total beratnya 1580g setelah ganti part ke gravel. Tentu penambahan berat ini bisa berbeda-beda tergantun part yang digunakan. Sumber Gambar: https://www.instagram.com/p/DPINQ28kQFT
2 bulan yang lalu • yussan • 666 views
Bagi para pesepeda yang sedang mencari frame dengan performa tinggi, bobot ringan, dan tampilan modern, Mosso 795 Pro bisa menjadi pilihan yang tepat. Frame ini merupakan salah satu produk unggulan Mosso yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pesepeda kompetitif maupun penggemar custom build. Apa saja keunggulannya? Mari kita bahas secara detail. Material Premium: Alloy 7046 Berkualitas Tinggi Source mosso.com.tw Mosso dikenal sebagai produsen frame aluminium yang inovatif. Mosso 795 Pro menggunakan alloy 7046, material aluminium kelas pesawat terbang yang memiliki kekuatan luar biasa dengan bobot yang sangat ringan. Kelebihan material ini adalah: Kekuatan tinggi namun tetap ringan, sehingga frame mampu menahan beban dan tekanan saat bersepeda dengan intensitas tinggi. Durabilitas optimal untuk penggunaan jangka panjang. Responsif terhadap transfer tenaga, membuat setiap kayuhan lebih efisien. Bobot Super Ringan untuk Akselerasi dan Tanjakan Source mosso.co.tw Frame ringan adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kecepatan, terutama saat mendaki. Mosso 795 Pro menawarkan bobot yang sangat rendah untuk ukuran frame alloy. Walaupun bobot pastinya tergantung ukuran dan set fork yang digunakan, frame Mosso seri Pro seperti 795 Pro berada di kisaran 1,3 kg untuk frame dan sekitar 0,34 kg untuk fork carbon. Dengan bobot ini, Mosso 795 Pro masuk ke kategori super light alloy frame yang mampu memberikan akselerasi cepat sekaligus membuat tanjakan terasa lebih ringan. Kekakuan (Stiffness) Maksimal untuk Efisiensi Pedal Selain ringan, Mosso 795 Pro juga dikenal memiliki kekakuan (stiffness) yang sangat baik. Kekakuan frame ini berarti tenaga dari kayuhan pedal langsung tersalurkan ke roda tanpa banyak kehilangan energi. Hasilnya: Akselerasi lebih cepat dan responsif. Handling lebih stabil saat sprint maupun cornering. Efisiensi tinggi untuk pesepeda yang fokus pada performa. Mosso berhasil menemukan keseimbangan ideal antara stiffness dan kenyamanan, sehingga tidak hanya cocok untuk kompetisi, tapi juga masih nyaman dipakai harian atau long ride. Desain Modern dengan Full Internal Routing Source mosso.com.tw Salah satu fitur modern yang membuat Mosso 795 Pro menonjol adalah full internal cable routing. Semua jalur kabel shifter dan rem masuk ke dalam frame, menciptakan tampilan yang sangat bersih dan rapi. Keunggulan desain ini meliputi: Tampilan lebih aerodinamis karena kabel tersembunyi. Perlindungan kabel lebih baik dari debu dan air. Estetika premium yang membuat sepeda terlihat mewah. Desain modern ini menjadikan Mosso 795 Pro sangat cocok untuk penggemar custom build yang ingin tampil beda dan profesional. Source mosso.com.tw Yang saya suka dari frame Mosso 795 Pro ini adalah, internal routingnya sampai ke bagian chain stay, jalur untuk kabel rd. Kebanyakan produk Mosso frame alloy lainnya yang sudah full internal belum ada fitur ini, masih menggunakan routing di luar chain stay. Pilihan Warna Mosso 795 Pro Ada 4 varian warna dari Mosso 795 Pro ini ketika postingan ini dibuat, antara lain: Green Metalic Red Metalic Black Matte Silver Metalic dan 1 satu varian spesial, yakni all elements. Semua opsi warna diatas jadi satu dalam satu frame. Untuk semua varian warna kecuali Black Matte menggunakan warna fork yang sama, yakni hitam metalic. Selengkapnya https://mosso.com.tw/products.php?func=p_detail&p_id=340&pc_parent=2
4 bulan yang lalu • yussan • 930 views
Engine 11, sepeda yang terkenal di dunia balap track dan fixed gear, kini hadir dalam bentuk roadbike dengan balutan frame alloy AL6069 yang terkenal ringan dengan beragam part yang eksotis. Sepeda ini milik Deddybram dan kami mendapatkan kehormatan untuk di perbolehkan melakukan bikecheck. Sekilas Pandang Ini adalah potret dari fullbike Engine 11 critD milik Mr Deddybram. Frame hadir dengan warna dasar putih, dengan berbagai finishing corak warna-warni, frame ini adalah Engine 11 critD AL6069 edition. Crit-D Crit D sendiri merujuk pada balapan sepeda "Criterium" yang merupakan balapan tertutup, biasanya diadakan di dalam kota, yang mana sepeda yang digunakan banyak menggunakan sepeda alloy hingga fixed gear, karena relatif flat untuk rute, dan alloy lebih kuat dari kerusakan semisal terjadi crash. Untuk milik Deddybram ini adalah versi frame roadbike. Jika dilihat sekilas, sepertinya warna utama dari sepeda ini adalah kombinasi putih dan orange, terpantau part-part yang digunakan banyak berwarna orange, nanti akan kita lihat lebih dekat. Jembatan Gantung Kali Boyong Untuk lokasi pemotretannya juga spesial, merupakan jalur yang biasa digunakan pesepeda untuk menikmati tanjakan menuju Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, tepatnya di Jembatan Kali Boyong. Jika beruntung kita bisa melihat Gunung Merapi dengan kegagahannya dan Kali Boyong di bawahnya. Spesifikasi Frameset Frame dari Engine 11 critD-Deluxe Road dengan size 51, hadir dengan frame Alloy AL6069 dan Fork Carbon. Yang menarik disini adakah, untuk warnanya putih dan finishing cakep yang berseni banget. Disamping itu sambungan dari weldingnya juga terlihat rapi. Di Indonesia sendiri kami menemukan frame ini dijual Di Charlie Bike, bisa kunjungi tokonya di Tokopedia atau Shopee, atau bisa DM ke Instagramnya https://www.instagram.com/charliebikeid/ untuk mendapatkan harga khusus. Ultegra Shifter, FD, RD and OSPW Ceramic Speed Shifter, RD dan FD hadir dari Shimano Ultegra 8170 Di2. Untuk rd sendiri di kombinasi dengan OSPW dari Ceramic Speed. Rantai beliau memilih menggunakan dari Shimano 12 speed yang sudah sangat mumpuni dari segi ringan dan menaikan peforma. Untuk mencegah rantai crop di sisi dalam crankset, beliau menggunakan chain catcher warna orange yang senada dengan part-part lainnya. Chainring Alugear 50-34 dan Sprocket Strummer Superdura 11-34 Disini Deddybram tidak menggunakan chainring dan sprocket dari Shimano Ultegra 12 Speed. Untuk chainring dari Alugear 50-34 dan sprocket dari Strummer Superdura 11-34, anyway berat dari Strummer Superdura 11-34 hanya 163.2 grams. Caliper 4 Piston dari Hope RX4+ dan Rotor Hope 160 Hope RX4 adalah caliper untuk discbrake yang hadir dengan 4 piston, yang biasanya untuk caliper roadbike seperti Shimano 105, Ultegra, Dura-Ace hadir dengan 2 piston. Piston sendiri adalah bagian dari caliper yang menekan brakepad ke dalam untuk melakukan pengereman ketika tuas rem di tekan. Keunggulan kaliper dengan 4 piston dibanding 2 piston adalah performa pengereman yang lebih baik dibandingkan kaliper 2 piston. Kaliper 4 piston menawarkan pengereman yang lebih kuat, stabil, dan mampu mengatasi panas lebih baik saat pengereman intensif. Untuk itu kaliper 4 piston ini banyak di temukan di gropset MTB yang biasa untuk downhill, atau jalur-jalur yang ekstrem. Kaliper 4 piston tadi di kombinasi dengan Rotor Hope 160, 160mm untuk depan dan belakang, biasanya untuk rotor belakang lebih kecil dari depat seperti 140mm. Opsi rotor besar ini juga membuat pengereman lebih maksimal, makin besar rotor makin efektif pengereman, tapi tentu makin berat juga meski cuma beberapa gram. Full Spesifikasi Untuk full spesifikasinya adalah sebagai berikut. Frame : Engine 11 x Deluxe Road size 51 Headset : Wolftooth ZS44/EC44 BB : Tripeak T47 3-in-1 Groupset : Shimano Ultegra 8170 Crankarm : Rotor Aldhu Carbon Power Meter : Sigey Axo Chainring : Alugear 50-34 Sprocket : Strummer Superdura 11-34 Brakeset : Hope RX4+ Rotor : Hope 160 Wheelset : Roval Rapide CLX 50 Ban : Continental GP5000 ASTR 30c (tubeless 30 ml) Stem : FSA K-Force 110mm -6° (dikerok polos) Dropbar : FSA K-Wing Force 400mm (dikerok polos) Seatpost : FSA K-Force 27.2 (dikerok polos) Saddle : Prologo Dimension CPC 143 Bartape : Lizardskin 2.5mm Barfly : Framesandgear Lampu depan : Magicshine CBL-1600 Lampu belakang : Magicshine Seemee 200 V3 Pedal : Look Keo Blade Ceramic Bottlecage : Wolftooth Morse Cage Ti Note: Semua gambar sepeda dari postingan ini telah kami dapat izin dari pemilik sepeda dan foto "Deddybram" untuk dishare di MauGowes.com.
4 bulan yang lalu • yussan • 944 views
Akhirnya Favero merilis produk yang banyak di nanti pecinta road bike seluruh dunia, yaitu pedal power meter yang support Shimano SPD-SL, keunggulan lainnya adalah pedal ini lebih slim di banding Assioma Duo yang sudah lebih dulu hadir, hadir dengan harga Rp 10 jutaan untuk varian duo, dan Rp 6 jutaan untuk varian single, apa saja kurang lebihnya, mari kita bahas di sini. Lebih Ringan dan Lebih Shimano Felling Sumber: cycling.favero.com Merupakan power meter pedal teringan dari Favero Assioma saat ini, hanya 123.5gr sepasang. Assioma PRO RS menghadirkan akurasi dan keandalan mutakhir bagi para penggemar Shimano®. Direkayasa dan dibuat di Italia, pedal pengukur daya ini memberdayakan Anda untuk memaksimalkan potensi Anda di atas sepeda. Fitur lain yang dibawakan dari Assioma PRO RS ini adalah auto calibration, mengurangi kegiatan kita yang harus kalibrasi ketika di butuhkan, kita just install dan leave it. Disamping itu, di claim koneksi power meter ini lebih cepat dan install dengan ANT+ atau Bluetooth. Spesifikasi Lengkap Assioma PRO RS Left pedal with power meter Right pedal with power meter 100% compatible with Shimano® SPD-SL® cleats The lightest power meter pedal – only 123.5 g per side Power accuracy ±1% even with oval chainrings Rechargeable battery – over 60 hours of autonomy per charge Advanced cycling metrics (PCO included – Platform Center Offset) Pedal body made of carbon fiber reinforced technopolymer Reduced stack height (10.5 mm) Standard q-factor (+53 mm) Modular design – interchangeable pedal bodies (road/MTB) Made in Italy Fitur Assioma PRO RS Power Cadence PCO Power phase (PP) Pedal smoothness (PS) Torque efficiency (TE) Sitting/standing position (not available in Favero Assioma app) Didalam Assioma PRO RS Sumber: cycling.favero.com Apa yang membuatnya berbeda? Assioma Pro RS-2 adalah satu-satunya power meter yang mengintegrasikan elektronik, sensor strain gauge, dan baterai isi ulang sepenuhnya terlindungi di dalam poros pedal. Desain ini menghadirkan ketahanan luar biasa dan performa jangka panjang yang stabil. Karena tidak menggunakan konektor listrik seperti pada baterai yang bisa diganti, tidak ada risiko kehilangan daya akibat gangguan pada baterai. Tanpa port pengisian daya atau kompartemen baterai berarti tidak ada celah masuk air — menjadikannya tahan terhadap kondisi paling ekstrem. Dengan rating IP67 yang berlaku untuk seluruh unit, Assioma Pro RS-2 menawarkan keandalan tanpa kompromi, bahkan saat menghadapi hujan deras, lumpur, atau medan ekstrem lainnya. Mudah Untuk Switch dari Road ke MTB Keunggulan lain yang dimiliki Assioma Pro RS-2 adalah, mudahnya untuk switch dari road pedal ke mtb pedal, dengan spindle yang sama cukup lepas pedal body dan ganti sesuai kebutuhan. Harga di Pasaran Ketika postingan ini dibuat, berikut harga yang kami dapatkan ketika berkunjung ke ciclimattio.com, untuk varian double side power meter Rp 10.837.717,87 dan single side power meter di harga Rp Rp 6.806.386,83. Selengkapnya: https://cycling.favero.com/en/assiomaprors https://ciclimattio.com/en/p/favero-electronics/assioma-pro-rs-2-black https://ciclimattio.com/en/p/favero-electronics/assioma-pro-rs-1-black
6 bulan yang lalu • yussan • 841 views
Campagnolo kembali mengguncang dunia sepeda dengan peluncuran Super Record Wireless 13-Speed, groupset elektronik pertama di dunia yang menawarkan 13 percepatan dalam konfigurasi 2x13. Dengan teknologi nirkabel terbaru, desain ulang total, dan tetap mempertahankan identitas klasik Campagnolo, ini adalah salah satu inovasi terbesar dalam sejarah brand asal Italia tersebut. Apa yang Baru dari Campagnolo Super Record 13-Speed? Source: campagnolo.com 1. Pertama di Dunia: 13-Speed 2x Wireless Groupset Selama bertahun-tahun, SRAM dan Shimano mendominasi dunia groupset elektronik, tapi kini Campagnolo membawa sesuatu yang berbeda: 13 kecepatan nirkabel, bukan hanya di satu chainring (1x) tapi di dua chainring (2x13). Artinya, pengendara memiliki lebih banyak opsi gir yang halus dan optimal, terutama untuk medan tanjakan dan datar. 2. Sistem Shifter Ergonomis & Ikonik Campagnolo tetap mempertahankan ciri khasnya: thumb shifter. Namun kali ini, tampilannya lebih ramping dan ergonomis. Tombol shift disesuaikan agar mudah dijangkau tanpa kehilangan kontrol saat sprint atau menanjak. 3. Berat Teringan di Kelasnya Dengan bobot total sekitar 2.435 gram, Super Record 13 menjadi groupset elektronik disc brake teringan di dunia, mengalahkan SRAM Red AXS yang terkenal ringan. 4. Transmisi Nirkabel Penuh Baik derailleur depan maupun belakang menggunakan sistem wireless. Baterai bisa dilepas-pasang seperti pada SRAM AXS, dan memiliki daya tahan sekitar 750 km per pengisian daya. Pengisian 90% hanya butuh 45 menit. ⚙️ Spesifikasi Teknis Campagnolo Super Record Wireless Shifter: Ergopower baru, dengan reach adjust dan thumb shifter Front Derailleur: Kapasitas hingga 29–55T, respons cepat dan ringan Rear Derailleur: Desain berlubang, pulley 14T, cepat & senyap Battery: Daya tahan hingga 750 km, pengisian daya cepat Rem: Caliper forged aluminium, disc brake 160mm, menggunakan sintered pad terbaru Crankset: Tersedia pilihan 50/34, 45/29, dan konfigurasi lainnya Cassette: Rentang 10–29T hingga 10–36T, hanya kompatibel dengan wheelset Campagnolo N3W Harga dan Ketersediaan Tanpa Power Meter Harga: €4.300 Estimasi dalam Rupiah: ± Rp 75 juta Dengan Power Meter Harga: €5.399 Estimasi dalam Rupiah: ± Rp 95 juta Produk ini tersedia mulai Juni 2025 untuk versi road 2x13. Versi lainnya seperti gravel dan TT dijadwalkan rilis pada September 2025. Apakah Ini Cocok untuk Kamu? Campagnolo Super Record Wireless 13-Speed dirancang untuk: Pebalap profesional yang mencari presisi shifting tertinggi Pecinta teknologi yang ingin keunggulan kompetitif dan ergonomi khas Italia Komunitas premium yang menghargai estetika, kecepatan, dan eksklusivitas Jika kamu menggunakan Campagnolo sebelumnya, ini adalah upgrade wajib. Dan jika kamu pengguna Shimano atau SRAM, mungkin ini saatnya melirik alternatif yang tidak hanya cepat dan ringan, tetapi juga penuh karakter. Penutup Peluncuran Campagnolo Super Record Wireless 13-Speed bukan sekadar pembaruan teknologi—ini adalah deklarasi bahwa Campagnolo belum habis. Mereka kembali sebagai inovator utama dalam industri groupset road bike, menawarkan sesuatu yang baru tapi tetap menghormati tradisi. Dengan teknologi nirkabel, shifting tercepat, dan bobot teringan di kelasnya, ini bisa jadi groupset paling menarik di tahun 2025. Apakah kamu siap mencobanya? Selengkapnya: https://www.campagnolo.com/si-en/livestory-pages/new-groupset/super-record-13.html?needSetCurrentCountry=undefined.undefined
7 bulan yang lalu • yussan • 870 views
3 Februari 2025 kemarin, melalui postingan Istagramnya, Marika Nurmagitta merilis kerja samanya dengan Gusto Bike Indonesia, sekaligus memperkenalkan partner barunya Gusto Cobra Evo DB, mari kita check bagaimana spesifikasi sepeda baru Marika ini. Marika kerja sama dengan Gusto Bike Indonesia Disuatu jalanan di jakarta, Marika memposting aksinya dengan Gusto Cobra Evo DB, sekaligus public release kerja samanya dengan Gusto Bike Indonesia, terlihat sepeda marika gini berwarna putih, disc brake, Shimano Dura-Ace terbaru dan Rimsnya yang cukup tebal, penasaran untuk bike check lebih dekat. Terpantau juga Johny Ray memberikan komentar "Buat gowes berhari hari bisa ?", lucu banget om Johny Ray. Link postingan Instagram https://www.instagram.com/p/DFm2bFTp103/ Bike Check Gusto Cobra Evo DB Marika Nurmagitta Source: Strava Marika Nurmagitta Berikut adalah setup yang digunakan Marika ketika long ride, 2 biddon depan belakang dan tanpa ekstra tas. Gusto Cobra Evo Disc Brake Groupset; Shimano Dura Ace Di2 R9250 Whellset: Attaque 50C Carbon Wheelset Terpantau semua part masih bawaan dari Gusto Cobra Evo, hanya saja marika menambahkan 2 bottcle cage untuk bekal perjalanan. Dari segi ergonomi, sepeda ini sepertinya lebih mengarah ke Aero, untuk kencang2 di jalan raya, tapi jangan salah, Marika juga menggunakan sepeda ini untuk menanjak dan kencang, benar-benar all-rounder. Marika melakukan pengetesan menanjak di suatu gunung dengan elevation gain 1000m dengan speed kencang. Cek postingannya di https://www.instagram.com/p/DGfSGl1JcYg/?img_index=7. Keep update aja dengan instagarm @marikxx untuk tahu aksi-aksi Marika berikutnya dengan Gustonya.

7 bulan yang lalu • yussan • 695 views