Postingan Dengan Tag "roadbike" - Mau Gowes

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 26 post

Yang Perlu Disiapkan Untuk Menggunakan Tubeless Tires di Roadbike

tubeless tire adalah teknologi pada ban, hampir semua alat transportasi yang menggunakan roda bisa mengimplementasikan ban jenis ini, yang man komposisi ban hanyalah ban luar saja, tanpa ban dalam, hadir dengan berbagai kelebihannya. Untuk bisa mengimplementasi tubeleaa tirebdi roadbike, berikut adalah beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan. Wheelset Tubeless Ready Ini adalah bagian penting dari penggunaan ban tubeless, wheelset tubeless ready berbebeda dari wheelset clincher/dengan inner tube yang biasa kita jumpai. Dari segi komposisi, wheelset tubeless memiliki dinding yang lebih tebal dan benar-benar kedap udara. Karena ban roadbike memiliki tekanan tinggi, dan ditubeless yang tanpa ban dalam, angin akan langsung bertemu dengan dinding wheelset sebelah dalam. Disamping itu wheelset tubeless juga memiliki ciri lain yakni tersedianya valve di paket pembelian. Ukuran valve juga bisa berbeda, tergantung kebetuhan dan beda tinggi profiling rims, juga tidak akan mempengaruhi panjang valve seperti di di ban clincher. Tubeless Ready Tires Harga ban tubeless biasanya lebih mahal dari ban clincher, tapi tak lebih mahal dari ban tubular. Untuk tahu apakah ban itu tubeless atau bukan pastikan membaca speknya dengan seksama. Cari lebar yang diinginkan dan tinggal dipasang  Tubeless Sealant Cairan sealant memiliki tugas untuk mengisi lubang yang muncul ketika ban tubeless bocor, karena otomatis menutup lubang maka bocor akan berhenti tidak sampai angin di dalam habis, berikut adalah salah satu hal yang membuat orang menyukai ban tubeless. Tubeless Air Liner Air liner dib ban tubeless merupakan tambahan ekstra di dalam ban berbahan busa, ditujukan agar bisa menggunakan tekanan angin yang lebih rendah daripada tanpa memasang air linner. Lebih rendah tekanan maka lebih nyaman ban digunakan. Disamping itu, seperti di ban-bang mobile ada fitur run-flat, jadi meski angin kamu habis, ban tubeless masih bisa digunakan dengan aman dan kamu masih bisa pulang dengan gembira. Sumber Gambar : https://www.vittoria.com/us/en/


7 hari yang laluyussan

e-bike Roadbike Dengan Motor dan Baterai yang Tak Terlihat

Banyak e-bike yang akhir-akhir ini mudah dijumpai pasaran, cocok untuk sarana transportasi dibandingkan sepeda motor karena zero emisi. Namun kebanyakan bentuk ebike adalah frame yang besar, bateray dan motor terlihat dari luar, sehingga yang sekali melihat langsung tahu kalo itu adalah e-bike. Berikut adalah opsi e - roadbike dengan baterai dan motor yang hampir tak terlihat perlu melihat lebih dekat untuk tahu kalo itu benar-benar e-bike. Ribble Endurance SL e Ribble brand asal UK, menghadirkan opsi Electronic Roadbike yang terlihat sleek dan tidak seperti e-bike. Ketika postingan ini dibuat, ada 4 varian Ribble SL e, antara lain Ribble SL e - Sport Ribble SL e - Enthusiast Ribble SL e - Pro Ribble SL e - Hero  Untuk seri tertinggi sudah menggunakan groupset Shimano Dura Ace Di2 dan berat total 10.5kg. Semua varian Ribble SL e diatas menggunakan frame dari carbon fiber dan menjadi salah satu e-bike teringan. Menggunakan sistem Mahle Ebikemotion, Endurance SL e tidak mendapatkan unit kontrol, melainkan memilih tombol di top tube yang berputar melalui tiga tingkat assistance. Tersembunyi di dalam downtube adalah baterai Panasonic 250Wh, yang terhubung ke motor berbasis hub belakang yang memberikan torsi 40Nm. Ada juga aplikasi yang menyertainya, untuk mengetahui seperti info sisa baterai dan sebagainya. Ref: https://www.ribblecycles.co.uk/ribble-endurance-sl-e/ Bianchi Aria E-Road Sekilas orang akan mengira kita sedang menggunakan Bianchi Oltre XR4 ketika menggunakan Bianchi Aria E-Road, yups mirip sekali geometri nya, tapi jika lihat lebih teliti perbedaannya banyak juga sih, dari desain toptube yang beda, seatpost yang beda dan lain sebagainya. Hasil penelurusan kami di web resmi Bianchi E-Road, selain seri electronik roadbike, Bianchi juga mengeluarkan seri e-gravel bike yakni seri Bianchi E-Imppulso.  Untuk seri E-Road ini dari pabrik, bianchi hanya menyediakan opsi groupset Shimano Ultegra, baik yang mechanical maupun di2 hingga postingan ini dibuat. Ref: https://www.bianchi.com/bikes/e-bike/e-road-e-bike/ Colnago E64 Menurut saya, dari semua list yang ada di e-roadbike ini, opsi Colnago E64 ini lah yang plaing saya suka, dengan tubing khas Colnago, diameter tube yang tidak besar dan gemoetri yang mirip Colnago C64, memang tidak terlihat ini adalah e-bike. Di website resminya tidak banyak yang bisa kita ulik disana, hanya ada size chart, spesifikasi dan deskripsi frame, untuk tahu lebih banyak seputar seri Colnago E64 ini, bisa menghubungi dealer / kontak yang tersedia di link bawah. Ref: https://www.colnago.com/en/bikes/e64/ Trek Domane+ LT Sebagai brand sepeda paling populer di US, Trek tentu tidak akan kalah dengan genre e - roadbike ini. Hadir dengan seri Trek Domane+ LT, yang kita tahu sendiri Trek Domane adalah lini roadbike endurance, dan kini hadir seri e-bikenya. Perbedaan besar yang paling kelihatan ada dibagian downtube, sangatlah besar yang tentu berisi baterai yang besar pula agar bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, sedangkan untuk opsi groupset sama dengan opsi yang bisa kamu dapatkan di Trek Domane. Ref: https://www.trekbikes.com/us/en_US/bikes/road-bikes/performance-road-bikes/domane/domane-lt/domane-lt/p/30915/ Pinarello Nytro PInarello NYTRO adalah motor pertama dengan DNA road racer murni yang menandai sebuah era di dunia E-ROAD. Menampilkan desain ikonik dari Pinarello. Selain opsi e-roadbike, Pinarello Nytro juga hadir untuk opsi e-gravel bike yakni Pinarello Nytro Gravel. Ref: https://pinarello.com/global/en/bikes/road/endurance/nytro-road/nytro-road-ultegra Specialized Creo SL Expert Diluncurkan selama Tour de France 2019 adalah tambahan terbaru untuk jajaran sepeda Specialized Turbo, yakni Creo SL, yang dirancang untuk menjadi sepeda e-road berperforma tinggi yang ditenagai oleh sistem penggerak SL 1.1 brak mereka sendiri, juga menggunakan Futureshock 2.0 di bagian depan. Alih-alih solusi aftermarket dari Bosch, Fazua atau Shimano, Specialized mendesain sendiri, yang diklaim hanya berbobot 1,96kg. Specialized Creo SL ini menggunakan opsi single chainring, yang memang tidak terlalu ngefek pada e-bike, karena sumber tenaga utama berasal dari motor yang memang power full untuk flat maupun nanjak. Ref: https://www.specialized.com/us/en/turbo-creo-sl-expert/p/170238?color=274020-170238 Giant Road E+ 1 Pro Giant menghadirkan Giant Road Eplus 1 Pro untuk varian electronik roadbike mereka. Dari frame aluminium yang responsif, composit fork, dan motor SyncDrive Pro yang diperbarui membantu kamu memperpanjang petualangan berkendara di jalan raya. Yang Berbeda dari sepeda-sepeda e-bika diatas adalah, adanya integrated spedometer dan control system di bagian handlebarnya, yups aura e-bike nampak sangat kuat di seri Giant Road Eplus 1 Pro ini. Ref: https://www.giant-bicycles.com/int/road-eplus-1-pro Cannondale Synapse Neo 2 Synapse sendiri adalah varian dari Canondale yang diciptakan untuk sepeda edurance, dan kini hadir versi e-bikenya di Canondale Synapse Neo 2. Framenya terbuat dari lightweight smartform c1 alloy dan fork dari fiber carbon. Dari groupsetnya hadir sejak Shimano Tiagra 2x10speed, yups sepertinya varian ini diciptakan untuk menengah keatas. Dengan motor dan unit dari Bosch Active Line Plus drive system w/ Cannondale road-specific software / Range: up to 166km (103 mi). Ref: https://www.cannondale.com/en/bikes/electric/e-road/synapse-neo/synapse-neo-2-smu


8 hari yang laluyussan

Elves Eglath Pro Disc 2021 Keluaran Terbaru Dengan Fully Internal Cable Routing

Sebelumnya Elves memiliki satu varian lain yang juga sama-sama internal cable routing secara full, yakni Elves Falath Pro Disc, yang ditujukan untuk sepeda aero dengan geometri aeronya. Tahun ini hadir lagi dengan geometri all roung, yang bisa dibilang lebih nyaman untuk flat, nanjak maupun endurance, mari kita lihat apa saja didalamnya. Eglath Pro Size dan Colors Melihat Frame Eglath Pro ini sekilas teringat frame Falath dan Vanyar, memang kombinasi yang menarik sih membuat frame ini memang true all rounder. Ketika postingan ini dibuat, Elves Bikes menyediakan beberapa opsi warna dan size sebagai berikut. Pilihan Warna : CHAMELEON (Black-Red) & CHAMELEON (Brown & Lichen Green) Silver & 3D Magic CHAMELEON (Forest Green) & Ceramic White Gentle Violet & Dawn Pink LEMON YELLOW & CHAMELEON (Brown-Lichen Green) GLOSSY BLACK & MATTE BLACK Pink & White CHAMELEON (Black-Red) & Blazing orange Custom Paint Eglath Pro Material Tim Elves menjadikan keamanan produk sebagai prioritas, frame Eglath Pro hadir dengan garansi global 5 tahun, serat karbon utamanya adalah Toray T800, dan kami menggunakan serat karbon T1000 di head tube dan bottom braket untuk meningkatkan kekakuan keseluruhan. Desain geometrinya mirip dengan sepeda allrounder lainnya, seperti Specialized Tarmac SL7, Scott Foil dan Wilier Filante SLR, geometri jalan yang seimbang, penanganan yang lebih stabil, pengendaraan yang lebih mulus, rem cakram yang kuat, dan jarak bebas ban hingga 28mm membuat Anda memegang kendali, bahkan di jalan yang kasar. Eglath Pro dikombinasikan dengan stang Elf OROME Aeropro memungkinkan Anda menyembunyikan semua kabel sepenuhnya secara internal melalui bilah dan headset ke dalam bingkai, dan Eglath Pro dilengkapi dengan adaptor spacer headset HPS03 untuk bilah tradisional dan kokpit kombo merek lain, sehingga kamu bisa mendapatkan sepenuhnya sistem routing kabel tersembunyi. Spesifikasi Frame FULL-CARBON (TORAY T800+T1000 CARBON FIBER) FRAME TYPE: All-ROUNDER FRAME SEAT CLAMP: INTEGRATED WEIGHT: 1060g (SIZE 50, BLACK COLOR) HEADSET:1-1/2” LOWER,1-1/2” UPPER BRAKE MOUNT: FLAT MOUNT BOTTOM BRACKET: BB86 PRESS FIT ELECTRIC DRIVETRAIN: DI2 & E-TAP COMPATIBLE EPS MOLDING TECHNOLOGY FULLY INTEGRATED CABLE ROUTING SYSTEM AXLE DIMENSION: 12 X 142 mm THRU-AXLE MAX TYRE SIZE:700CX28C Fork FULL-CARBON DISC FORK WEIGHT: 400g OFFSET: 45mm BRAKE MOUNT: FLAT MOUNT STEER TUBE LENGTH: 300mm AXLE DIMENSION: 12 X 100 mm THRU-AXLE Seatpost LENGTH: 350mm WEIGHT: 250g SINGLE BOLT PIVOT PRECISE ADJUSTMENT DIAMETER: ELVES TAPERED SEATPOST: FULL-CARBON SADDLE CLAMP: 7x7mm SADDLE RAIL CLAMP (7X9mm CLAMP FOR CARBON RAIL INCLUDED) SLIDING MOUNT FOR RAIL Certification BOTH EN 14766 AND ISO 4210-6:2014 Paket Pembelian Yang bisa kamu dapatkan pada pembelian frame Elves Eglath Pro Disc ini antara lain: BB86, CERAMIC BEARINGS BB ELVES HEADSET = INTEGRATED Handlebar spacers REAR DERAILLEUR HANGER X2 Thru Axle 12x100mm & 12x142mm (Thread: M12x1.0) Ketika postingan ini dibuat harga frameset ini adalah $1,499.00 atau Rp 21,588,822.85. Bisa didapatkan di https://bunnyhop.com.au/collections/elves-race-frames/products/2021-elves-eglath-pro-frame-disc-brake


sebulan yang laluyussan

Delihea Rest 2 Tank Machine Frame Keluaran Terbaru dengan Fully Internal Cable Routing

Tahun 2021 Delihea mengeluarkan varian baru di seri frame roadbike all roundnya, dengan geometry miliki Delihea Rest, tetapi dengan dengan full internal cable routing, tidak ada kabel menggantung lagi dibagian depan. Pilihan Warna Dari official store Delihea Bike di Ali Express tersedia 3 corak, yaknik merah dengan logo 1, hitam dengan logo 2 dan merah dengan logo 2, bagusnya seperti seri delihea sebelumnya juga menyediakan custom warna , tentu dengan logo yang tersedia. Size Chart Ukuran yang tersedia untuk frame terbaru ini adalah sama dengan seri Delihea Rest pertama, ada 44CM, 46.5CM, 49CM, 52CM, 54CM, 56CM dan 58CM. Jika kita bandingan dengan Delihea Rest, maka ada beberapa perbedaan, bisa saja Delihea Rest 2 lebih panjang dari Delihea Rest 1 atau bahkan sebaliknya, bisa dibandingkan dari gambar atas dan bawah ini. Untuk lebih menyederhanakan size chart diatas, Delihea Rest 2 ini juga memiliki size guide yang dibagi berdasarkan tinggi pengguna. 150-156cm: size 44cm 156-163cm: size 46.5cm 163-172cm: size 49cm 178-184cm: size 54cm 184-188cm: size 56cm 188-192cm: size 58cm Cukup menarik ya size guidenya, sepertinya Delihea menyasarkan bukan cuma untuk pasar Asia, tapi untuk Eropa, Amerika yang memang terkenal memiliki postur tinggi-tinggi. Spesifikasi Item Included: Frame,Fork,Seatpost,Clamp,Headset,Handlebar,Stem,Spacers,Axles Material: Full Carbon T800 Size: 44/46.5/49/52/54/56/58CM Routing: Full Internal Cables Warranty: Frame- 2 Years Fork&Seatpost- 1 Year Handlebar&Stem- 1 Year Headset Size: Up 52MM*8MM Down 52MM*7MM Max Tires: 28MM Thru Axles: Front 100*12 Rear 142*12 Weight: Frame:875g Fork:400g Handlebar:245g Stem:200g Seatpost:200g (Size 49CM Unpainted Max 40g Difference) Disc Rotor: 140MM/160MM Handlebar Size: 400/420/440MM Stem Size: 90/100/110/120MM Harga Harga resmi Delihea Rest 2 di official store di Ali Express adalah Rp 8,046,944.56 ketika postingan ini dibuat, bisa jadi plus pajak sampai Indonesia adalah kurang lebih 10% atau sekitar Rp804.694,-. Mungkin jika di marketplace local harganya bisa diatas 10 jutaan rupiah. Untuk belanja langsung bisa mengunjungi lin berikut https://www.aliexpress.com/item/1005002940083676.html , sampai Indonesia kurang lebih 40 harian.


sebulan yang laluyussan

Tsunami Seaboard CR03 Frame Roadbike Chromoly Seringan Alloy

Apakah kamu mencari frame dengan aura classic yang terbuat dari bahan steel tapi dengan bobot yang tidak terlalu berat dan support dengan part-part moderen. Frameset Tsunami Seaboard CR 03 memiliki berat 1.6kg saja, dengan fork carbon yang sudah tapered, siap di pasang dengan part-part modern, ini reviewnya. Geometry Headtube Geometri yang diusung cukup modern dan endurance, dilihat dari posisi head tubenya yang cukup tinggi, bahkan untuk ukuran medium / 50 yang ada di gambar ini. Jika diperhatikan bentuk headtubenya adalah pure tabung, tidak terlihat seperti tempered steerer tube. Tapi itu hanya bagian luarnya saja, forknya sudah tempered kok, dan full carbon dari atas hingga bawah. Headsetnya sendiri belum itegrated, masih menggunakan headset jenis semi integrated dan tentu didukung dengan bearing yang modern pula. Dropped Seatstay Bagian moderen terlihat di dropped seatstaynya, yups memang kebanyakan frame-frame roadbikek keluaran akhir ini menerapkan dropped seatstay. Seatstaynya juga berukuran ramping dan keren deh, hal lain yang saya suka adalah clean look, tidak ada lubang untuk rak dan pure untuk roadbike. Toptube Agak Sloping Ada beberapa suka toptube yang lurus ada yang suka toptube yang lurus, penulis sendiri lebih suka desain toptube yang sloping selain berapa sepeda lebih dinamis tidak terkesan kaku, juga bisa menambah stiffness dari frame yang bersangkutan, dan Tsunami Seaboard CR03 ini juga menerapkan hal tersebut, meskipun tidak terlalu sloping banget sih. Cable Routing Untuk menjaga kesan classic, ruting kabel dibuat di luar frame, banyak kelebihan juga sih, seperti memudahkan ketika ganti kabel rem atau shifter dan mudah untuk diatur. Integrated RD Hanger Frame alloy atau carbon biasanya memisahkan rd hanger dengan framenya dan dipasang dengan baut, tujuannya agar ketika rd hanger rusak / patah, tidak langsung merembet ke frame.  Karena bahan Tsunami Seaboard CR03 dari chromoly yang mana itu steel, tentu sudah dijamin kekuatannya, sehingga pabrikan percaya diri untuk membuat rd hanger yang integrated. Ketersediaan Warna Hanya 2 warna yang tersedia ketika postingan ini dibuat, yakni gold silver seperti gambar diatas dan army green, tampak pada gambar dibawah. Spesifikasi CROM R625 butted tube set aero heat-treated tubing Mirco-TIG welding custom road bike dropouts a-head set type: integrated type 1 -1/8″, Ø41mm, 45° seat post: 27.2 mm bottom bracket: BSA / 68mm (English) suitable for front and rear brake weight: frame: 1,695g (Size 53) , Carbon fiber fork:350g. Kelengkapan Pembelian Untuk pemebelian baru kamu akan mendapatkan box besar yang muat satu frame ini dengan logo Tsunami tertampak besar di luar boxnya. Untuk part yang kamu dapat disamping frame antara lain : fork fd hanger headset  Sedangkan untuk part-part pelengkap frame lain seperti bottom bracket, kamu harus beli sendiri ya, tipenya BB BSA 68, Source : https://www.youtube.com/watch?v=B1BfK9oQR3o https://tsunamibicycle.com/product/cr-3-road-frameset-army-green/


6 bulan yang laluyussan

Frame Delihea Rest Disc Carbon Murah Mirip Tarmac SL6

Kamu berencana untuk mencari frame carbon, tapi dana terbatas, sedangkan untuk frame carbon dengan brand populer harga paling murahnya mendekati 10 juta rupiah. Banyak sih opsi frame carbon lebih murah, biasanya tanpa merek atau bisa saja merek yang baru dikenal, tapi tentu tidak mau ambil resiko.  Brand Delihea ini adalah salah satu opsi untuk frame carbon murah, ringan tapu desain tidak murahan, berikut adalah frame Delihea Rest yang jika dilihat sekilas, geometrinya mirip dengan Specialized Tarmac SL6. Harga Resmi beli di Delihea Official Store Ali Express ketika postingan ini dibuat adalah Rp 5.7jutaan untuk varian rim brake dan Rp 6.5 jutaan untuk varian disc brake. Details Untuk size yang tersedia di Delihea Rest 2021 ini ada ukuran : 44, 49, 52, 54, 56 dan 58. Untuk perbandingan, gambar diatas adalah delihea rest untuk size 49. Berat total dari frame ini sekitar 945g (frame) + 320g (fork) + 180g (seatpost) = +-1.4kg. Dengan material full carbon T800 SK sudah cukup untuk membuat kamu semakin yakin bahwa frame ini aman meski belum ada UCI certifiednya. Dropped seatstaynya sangat mirip dengan Specialized Tarmac SL6, dan bahkan hampir semua bagian-bagian framenya. Maksimal tire yang disupport adalah 28mm, yups mantab seperti kebanyakan frame-frame keluaran terbaru. Dari review-review di aliexpress, pernah melihat ad ayang merakit size 52 disc brake dengan groupset Ultegra Di2, bobot totalnya 7.67kg. Finishing catnya memuaskan kok cukup tebal dan finishingnya bagus terlihat mengkilap. Saran kami setelah beli di lakukan coating terlebih dahulu, karena ada pengalaman teman, setelah beberapa lama pemakaian ada bagian cat yang lecet karena gesekan kabel (rem / shifter), sarannya bisa menambahkan frame protector atau jenis pelindung lainnya. Jika dilihat bebeapa varian Delihea Rest, memiliki finishing yang sama dengan sepeda-sepeda dari Chapter2, tapi lebih ke keluaran 2020 sih, untuk keluaran 2021 warna kebanykan lebih polos dengan logo Delihea di framenya. Size Chart Sumber : Delihea Official Store Ali Express : https://delihea.aliexpress.com/store/3001063?spm=a2g0o.productlist.1000002.3.3a6140ffEXAQkJ


6 bulan yang laluyussan

Lebih Mengenal Frame Titanium

Apakah kalian pernah tahu secara langsung titanium, penulis sendiri sering mengetahui istilah titanium sebagai pen ketika ada korban patah tulan, semacam plat untuk menghubungkan tulang-tulang yang patah dan dikunci dengan baut, alasan utamanya karena sangat ringan dan kuat. Hal inilah yang diadopsi di beberapa pabrikan frame sepeda, dengan membuat frameset dari bahan titanium Kenapa Tidak di Cat? Bukan tidak mungkin frame titanium untuk dicat, tentu sangat mungkin, tapi kebanyakan pabrikan tidak melakukannya, tujuan utamanya adalah untuk show up bahwa frame ini terbuat dari titanium dengan menunjukan warna aslinya, disamping itu cat juga akan menambah cost dan menambah bobot dari frame sendiri meskipun hanya beberapa gram.  Apakah Titanium Tahan Lama? Jika kita lihat perbandingan frame-frame titanium dan alloy yang sama-sama terbuat dari logam, frame dari alloy bentuk tubing bisa beragam dan bahkan menyerupai frame carbon yang dicetak, tapi kenapa frame titanium sebagian besar bentuknya mirip berupa tube-tube biasa.  Hal ini dikarenakan titanium adalah logam super keras yang sangat susah untuk dibentuk, mungkin jika kalian pernah lihat film x-men ketika pembuatan adamantium, adamantium harus dijaga tetap meleleh sepanjang waktu, karena jika sudah terlanjur keras akan sangat susah dibentuk, tapi titanium tidak sampai seperti itu ya cuma buat perbandingan saja. Selain sangat kuat, titanium juga lebih tahan lama bahkan seumur hidup dan sangat tahan korosi dibandingan steel. Ringan Titanium atau Carbon? Tidak dipungkiri untuk produk-produk lineup / flagship dari berbagai brand sepeda menggunakan material fiber carbon, Keuntungan utama dari bahan ini adalah pada kekakuan tertentu, serat karbon secara signifikan lebih ringan daripada aluminium, baja, atau titanium, disamping itu fiber carbon juga mudah dibentuk ke berbagai ukuran. Tapi jangan salah, titanium juga memiliki berat yang sangat ringan juga, kita ambil contoh Litespeed T1SL https://litespeed.com/collections/t1sl hanya 995 grams, didukung komponen-komponent moderen pasti sepeda kamu akan jadi super ringan dan tentu kuat. Titanium dibanding Steel atau Alloy Jika dilihat sekilas, jika ada produsen frame membuat frame dengan bentuk dan finishing warna, kita bisa mudah membedakan manakah yang titanium dari pandangan saja. Warna titanium asli silver mengkilap tapi tidak seperti cermin, dan terlihat corak ketika terkena cahaya. Hasil las-lasan titanium juga lebih rapi daripada logam lainnya, dikarenakan juga metide pengelasan untuk jenis logam ini berbeda. Image Sources : https://www.dolan-bikes.com/


7 bulan yang laluyussan

Sepeda AJ1 Titanium dari WDNSDY untuk tahun 2021

WDNSDY sebuah brand sepeda asal Surabaya, Indonesia. Kembali mengeluarkan sepeda terbarunya dengan bahan titanium yakni seri flagshipbya AJ1 Titanium 2021, tahun lalu WDNSDY juga telah mengeluarkan sepeda titanium pertama mereka, taknik Journey Titanium. Berikut adalah spek dan detail seputar WDNSDY AJ1 Titanium 2021. Keistimewaan Frame Titanium Titanium terkenal sangat kuat bisa dibilang 2 kali lebih kuat dari alloy tapi sangat ringan sekitar separuh dari steel dan bisa bersaing dengan fiber carbon. Namun karena namanya metal, tentu tidak semudah membuat frame berbahan carbon yang tinggal di cetak, tapi sepeda keluarga WDNSDY ini sambungan las-lasan nya cukup rapi sekali dan masih sedap dipandang mata. Hal yang panting menarik dari Titanium adalah umurnya yang sangat panjang bahkan lebih panjang dari umur kita disamping serta lebih sangat tahan terhadap korosi daripada steel. Spesifikasi Titanium di AJ1 Hampir semua sepeda titanium menggunakan bahan 3AL/2.5V, dengan campuran 3 persen aluminium dan 2.5 persen vanadium. Ada satu lagi jenis yang dipakai, yaitu 6AL/4V. Material itu secara teori bisa lebih ringan dan tangguh, namun karena karakternya lebih sulit dibentuk, produk akhirnya belum tentu sebaik memakai 3AL/2.5V. Semua sepeda baru Wdnsdy dibuat dengan bahan aerospace grade titanium, 3AL/2.5V (dengan campuran 3 persen aluminium dan 2.5 persen vanadium), mirip dengan merek-merek sepeda Titanium paling bergengsi saat ini. WDNSDY AJ1 Titanium ini tersedia 2 seri yakni untuk varian rim brakes dan disc brakes, dengan spesifikasi sebagai berikut :  Frame: High-end 3AL/2.5V Titanium Fork: UCI Approved AJ1 carbon Internal cable routings Maximum tire size: 28 mm Sizes: 45, 46.5, 50, 53, 56 Untuk isian lainnya seperti groupset, wheelset, cockpit dan lain sebagainya bebas sesuai dengan pesanan pembeli tinggal kontak-kontakan saja dengan bagian pemesanan, dan tentu saja harga sepeda satu dan lain bisa berbeda-beda meskipun seri framenya sama. *) Bagi yang berminat, Wdnsdy AJ1 Ti, AJ1 Disc Ti, dan Journey Ti sudah akan ready stock pada Februari 2021 di https://www.wdnsdy.cc/ . Image Source : https://www.wdnsdy.cc/story/12/Wdnsdy-Bike-Luncurkan-AJ1-dan-Journey-versi-Titanium


8 bulan yang laluyussan

Giant Contend Roadbike Pengganti Giant Deffy Alloy

Apakah ingin beli Giant TCR tapi dana tidak sampai, nah Giant Bicycles memiliki varian sepeda ini nih, yakni Giant Content, framenya dari alloy sih, tapi dari sisi geometri mirip banget dengan Giant TCR, speknya juga tidak kalah mantap. Giant Contend dan Giant Contend AR Untuk seri ketika post ini dibuat, yakni tahun 2021 ada 2 varian untuk Giant Contend, yakni seri Giant Contend dan Giant Contend AR. Tapi untuk tahun 2019 dan 2020 ada seri Giant Content SL yang biasanya istilah SL menjadi top off the line dari suatu seri produk. Giant Content Giant Content AR Bicara seputar sejarah Giant Contend, berawal dari Giant Deffy, Giant Deffy spesialist untuk all round endurance dan framenya dibuat sedemikian rupa untuk menahan getaran berlebih.  Giant Deffy awalnya ada 2 macam, yakni untuk seri frame carbon dan frame alloy, nah untuk kemudian frame alloy Giant Deffy dihapuskan dan diganti dengan seri Giant Contend ini. Jika dilihat gambar di atas ada Giant Contend dan Giant Conted AR, perbedaannya adalah di geometri framenya, yang AR ditujukan untuk gravel, cyclocross dan sejenisnya sedangnya yang Contend saja ditujukan untuk pure jalur aspal. Untuk seri Contend / AR sama seperti TCR ada angka 1, 2, 3, 4 , yang seri tertinggi Contend 1 menggunaakan full groupset 105 dengan disc brake, harganya juga cukup bersaing USD 1750 atau sekitar IDR 25.000.000,-. Beratnya juga cukup bersaing, untuk Giant Contend 1 2021 9.5kg. Sumber : - https://www.giant-bicycles.com/us/bikes-contend-2021 - https://www.giant-bicycles.com/us/bikes-contend-ar-2021


8 bulan yang laluyussan

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean