Berbagi cerita seputar dunia sepeda
Menampilkan 6 dari total 6 post
Yups sudah kurang lebih 30 tahun sejak Shimano merilis SPD cleat pertama mereka SM-SH51, dan sejak saat itu, Shimano hampir tidak pernah menyentuh desain fisik cleat untuk penggunaan MTB/Trail umum. Evolusi Cleat SPD Shimano Sebelum lebih jauh dengan CL-MT001 mari kita cek terlebih dahulu evolusi dari cleat SPD shimano. Dominasi SM-SH51: Cleat standar SM-SH51 dirilis sekitar awal tahun 90-an (35 tahun yang lalu). Sejak saat itu, Shimano hampir tidak pernah menyentuh desain fisik cleat untuk penggunaan MTB/Trail umum. Evolusi Terakhir (SM-SH56): Pembaruan terakhir yang signifikan adalah seri SM-SH56 (multi-release) yang muncul sekitar tahun 2000-an awal (sekitar 25 tahun lalu). Hadirnya CL-MT001: Cleat baru ini bukan sekadar stok lama yang diberi nama baru, tapi benar-benar part number baru yang dirancang untuk tren Enduro dan Trail modern yang butuh keseimbangan antara kemudahan melepas kaki dan kenyamanan saat berjalan kaki. CL-MT001 Lebih Slim Lebih Nyaman Untuk Jalan Kaki Source shimano.com Secara umum Cleat SPD CL-MT001 sangat cocok jika ditujukan untuk pemula. Fitur seperti bisa dilepas dari berbagai sisi, memudahkan untuk melepas cleat ini ketika terpasang di pedal. Serta keunggulan utamanya adalah cleat ini lebih slim dari varian-varian sebelumnya, yang artinya ketinggian dengan outsole sepatu bisa sama bahkan di bawahnya, memudahkan untuk jalan kaki. Cleat CL-MT001 tentu memiliki semua kelebihan dari cleat SPD pendahulunya, dan kekurangan yang telah di perbaiki, dan masih sangat compatible dengan semua pedal SPD yang saat ini ada dipasaran. Selengkapnya: https://ride.shimano.com/products/cl-mt001
4 hari yang lalu
106 views
Bagi pengguna pedal road bike dengan sistem Shimano SPD-SL, cleat adalah komponen "habis pakai" yang paling sering diganti. Gesekan saat berjalan kaki dan proses clipping berulang kali membuat cleat aus seiring waktu. Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan: membeli cleat original dengan harga tinggi, atau melirik produk pihak ketiga yang jauh lebih murah namun kualitasnya meragukan. Di sinilah Strummer masuk memberikan jalan tengah melalui Cleat SPD-SL Compatible mereka. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa produk ini layak menjadi pilihan utama untuk spare part gowes Anda. 1. Material Plastik yang Benar-benar "Stiff" Salah satu masalah utama cleat murah di pasaran adalah penggunaan bahan plastik yang terlalu lunak. Plastik yang lembek menyebabkan transfer tenaga tidak maksimal dan rasa "oblak" saat kita sedang melakukan sprint atau menanjak. Strummer menggunakan bahan plastik berkualitas tinggi yang terasa stiff (kaku). Keunggulan material ini memastikan: Transfer Tenaga Efisien: Tidak ada energi yang terbuang karena deformasi plastik saat mengayuh kuat. Daya Tahan Lebih Lama: Plastik yang kaku cenderung lebih lambat aus dibandingkan plastik lunak milik kompetitor di rentang harga yang sama. 2. Konstruksi "Properly Bonded": Tidak Gampang Lepas Banyak goweser mengeluhkan bagian karet (warna kuning atau merah) pada cleat murah seringkali lepas atau copot setelah dipakai berjalan beberapa kali. Pada produk Strummer, bagian plastiknya terlihat properly bonded atau menyatu dengan sempurna. Proses manufaktur yang presisi memastikan bagian anti-selip ini menempel kuat pada bodi cleat, sehingga Anda tetap mendapatkan traksi yang aman saat berjalan di ubin atau aspal tanpa takut bagian karetnya tertinggal di jalan. 3. Dimensi Presisi untuk Clipping yang Mantap Presisi adalah kunci dari sistem SPD-SL. Sedikit saja perbedaan dimensi akan membuat proses masuk (clip-in) atau lepas (clip-out) menjadi keras atau justru terlalu longgar. Cleat Strummer dirancang dengan dimensi yang sangat akurat terhadap standar SPD-SL. Hasilnya, bunyi "klik" yang dihasilkan saat memasang sepatu ke pedal terasa sangat solid dan meyakinkan. Tidak ada drama susah melepas sepatu di lampu merah karena dimensi yang tidak pas. 4. Jenis-jenis Cleat SPD-SL dari Streamer Ada 3 opsi dari cleat SPD-SL mirik Streamer, dan semuanya dibedakan dengan warna ada kuning, biru dan merah, persis seperti dari Shimano. Cleat Kuning Cleat jenis ini ada sisa ruang untuk pergerakan bebas ketika sudah terhubuh ke pedal, yakni 6°, memberikan pergerakan paling banyak. Cleat Biru Ruang untuk pergerakan sedang yakni 2°. Cleat Merah Menawarkan posisi tetap tanpa float untuk cleat merah, alias 0°. 5. Perbandingan dengan Kompetitor Sekelas Jika dibandingkan dengan cleat generik tanpa merek yang sering ditemukan di marketplace dengan harga serupa, Strummer unggul telak dari sisi build quality. "Seringkali kompetitor di harga yang sama menggunakan plastik yang jauh lebih lunak, sehingga cepat rusak dan terasa kurang stabil saat dikunci di pedal." Strummer menjual produk cleat mereka di harga Rp 75.000,- berlaku untuk semua tipe cleatnya , cukup ekonomis. Kita bandingan Shimano di halaman resmi menjual cleat dengan harga USD34 jika dirupiahkan saat ini menjadi +- Rp 200.000,-. Bisa cek di link berikut untuk spesidikasi lengkapnya https://strummerbikes.com/products/cleat-strummer-spd-sl-compatible , produk Strummer juga mudah di temukan di marketplace dari Tokopedia hingga Shopee.
25 hari yang lalu
229 views
Magene, pelopor komponen sepeda asal Tiongkok, baru saja merilis produk power meter pedal pertamanya yang sangat menarik: P715, tersedia dalam dua varian kompatibel Shimano SPD‑SL dan Look Keo. Dengan harga hanya ±US$499/£399/€499 per set, P715 menjadi salah satu pilihan dual‑sided paling ekonomis di pasaran Akurasi Tingkat Tinggi & Sensor Canggih P715 menawarkan akurasi ±1 % di rentang tenaga 0–2.500 W, sebanding dengan produk premium seperti Favero dan Garmin. Hal ini dimungkinkan karena sensor terletak di poros pedal—teknologi mirip dengan Favero Assioma Duo—dan tersertifikasi gyroscope untuk menghitung Instant Angular Velocity setiap sudut kayuhan Source magene.com Fitur lanjutan lain seperti: Kalibrasi otomatis Kompensasi suhu Pengukuran phase kayuh, keseimbangan kaki kiri/kanan, torque effectiveness dan smoothness Semuanya menonjolkan kegunaannya untuk analisis latihan yang lebih dalam Ringan & Baterai Tahan Lama Source magene.com Bobot P715 cukup kompetitif: 311 g (Look Keo) dan 314 g (SPD‑SL), hanya sedikit lebih berat dibandingkan Assioma Duo (~305 g) Pun demikian, daya tahan baterainya mampu menembus batas: 120 jam pemakaian per pengisian—dua kali lipat Rival Favero dan setara dengan Garmin Rally. Pengisian ulang dilakukan hanya dalam 3 jam via konektor magnetik Spesifikasi Magene P715 Power Meter Pedal Based Akurasi: ±1 % Bobot: 311–314 g per set Daya tahan baterai: 120 jam Konektivitas: ANT+ & Bluetooth, kompatibel dengan Garmin, Wahoo, iGPSPORT, Bryton, XOSS, dll. Waterproof: IPX7 Rentang kayuhan: 20–240 rpm; tenaga hingga 2.500 W Q‑Factor: 55 mm; stack height 11–13 mm Tipe pedal: SPD‑SL & Look Keo Kesimpulan Di forum pengguna, diskusi awal menyebut P715 cuma 8 g lebih berat dibanding Assioma, dan menarik perhatian banyak pengguna. Namun masih banyak yang menantikan opini dari penguji independen seperti “GPLama”. Magene P715 adalah opsi ideal bagi pesepeda yang ingin mendapatkan data dual‑sided power meter dengan performa mendekati premium, namun dengan harga jauh lebih terjangkau. Fitur lengkap seperti gyroscope, kompensasi suhu, dan analisis kayuhan menjadikannya alat pelatihan canggih dengan nilai tinggi. Cocok untuk: Bike fitters & trainer yang ingin data watt efisien Pengguna multi‑bike yang suka pindah‑pasang pedal power meter Atlet latihan intensif dengan kebutuhan data kayuhan mendalam Jika kamu sedang mempertimbangkan power meter pedal, P715 pantas dimasukkan dalam shortlist. Selengkapnya: https://www.magene.com/en/power-meters/220-p715-pedal-based-power-meter.html
8 bulan yang lalu
1.18K views
Berikut adalah beberapa opsi pedal untuk gravel dari brand-brand terkenal. Gravel pedal yang kami list di postingan ini adalah, pedal yang sama digunakan di MTB, XC dan sejenisnya. Disini kami ambil sampel 5 pedal dari 5 brand yang berbeda. Mari kita cek-cek satu persatu. Shimano SPD Credit by bike.shimano.com Salah satu pedal terkenal dari Shimano untuk mtb, cx, xc dan tentu bisa di pakai untuk gravel, yakni varian SPD Pedal. Shimano sendiri untuk varian pedal spd ini sangat banyak sekali variannya: ada spd pedal 2 side seperti gambar diatas ada juga opsi single side spd pedal 2 side spd pedal dengan extra ada extra plate di dedapan dan belakang bahkan ada kombinasi pedal spd dan hybrid dengan flat pedal. Bicara seputar pedal teringan, so far ketika postingan ini dibuat, dari Shimano kami menemukan Shimano XTR PD-9100. Credit by bike.shimano.com Cleat yang digunakan adalah 2 bolts cleat seperti diatas, yang bernama SPD Cleats, dengan bahan 100% dari metal. Bahkan kamu bisa juga menemukan opsi yang lebih ringan dengan bahan dari Titanium tapi dibuat dari 3th party. Dari Shimano sendiri untuk SPD pedal ada 2 tipe, yaitu opsi bisa di lepas single side, misal dengan kaki geser ke arah luar, atau bisa pilih opsi lepas dual side, bisa di lepas dengan geser kaki ke arah luar / dalam. Look X-Track Credit by lookcycle.com Look X-Track pedal ini juga support untuk cleat spd, meski look juga membuat sendiri varian cleat spd dengan spek persis. Namun Look X-Track sendiri ada opsi menggunakan bahan carbon, dan plate yang lebih luas. Varian tertinggi dari pedal ini adalah X-TRACK RACE CARBON TI. Credit by lookcycle.com SRAM Time Atac Credit by sram.com Dari SRAM ada varian Time, antara lain SRAM Time Atac XC untuk varian yang minimalis, SRAM Time Atac MX dan SRAM Time Speciale. Dengan desain mirip dengan Shimano SPD XTR atau Look X-Track race carbon yang minimalis, Time Atac XC 12 hadir dengan berat yang sangan ringan 124gr sepasang, yang mana SPD dan X-track tembus 300gr keatas untuk sepasang. Hal itu dikarenakan XC 8 tidak 100% metal, untuk body menggunakan Carbon-filled dan beberapa komposit lain, dan untuk versi low budgetnya, misal XC 2 , juga cukup ringan, karena menggunakan komposit juga bukan full metal. Credit by crankbrothers.com sram.com Cleat yang digunakan modelnya seperti diatas, dengan sistem 2 bolts dan kompatible dengan lubang bolt darri Shimano SPD. Ada 2 opsi untuk Atac Easy 10 derajat, dan Atac 13/17 derajat. Derajat ini untuk seberapa banyak kaki bisa di geser2. Crankbrothers Eggbeater Credit by crankbrothers.com Opsi pedal dari Cranbkbrothers kali ini adalah desain yang paling minimalis, hanya berupa spindle di kelilingi pegas dan cleat clamp. Crankbrothers Eggbeater. Selain desain diatas, Crankbrothers Eggbeater ada opsi lain dengan plat yang lebih lebar. Credit by crankbrothers.com Dengan desain pedal dan cleat yang sama ada beberapa tambahn di plat agar bagian yang mengenai di kaki lebh luas, dan beberapa opsi flat pedal juga di sediakan oleh crankbrothers. Credit by crankbrothers.com Varian tertinggi dari Crankbrothers Eggbeater ini adalah Eggbeater 11 dengan kombinasi part dari titanium, berat sepasangnya hanya 179 gram sepasang. Magped Gravel Dengan desain yang mirip dengan pedal flat, tidak ada pegas atau bagian yang menjepit, Magped menggunakan sistem magnet untuk mengaitkan dengan cleatnya. Cleat yang digunakan adalah plat besi yang ditujukan untuk menempel ke magnet di pedalnya. Ada beberapa perbedaan tinggal ketinggian dari outsol sepatu, untuk menangani hal tersebut, Magped ada spacer yang bisa diputar-putar untuk menyesuaikan dengan ketinggian agar pedal dan sepatu benar-benar dalam posisi flat.
2 tahun yang lalu
1.77K views
Clipless yang sering kita jumpai untuk roadbike kebanyakan dari Shimano SPD-SL, Look Keo, Wahoo Speedplay. Disini MauGowes akan bahas opsi-opsi clipless pedal lainnya juga yang bisa kamu gunakan untuk roadbike kamu. Sampel dari masing-masing pedal per brand kami ambil seri tertinggi. Shimano SPD-SL Sebagai brand part sepeda paling populer, mari kita tempatkan pedal dari Shimano ini nomor 1, Untuk seri tertinggi dari Shimano sendiri ada pedal Shimano Dura-Ace PD-r9100 dengan body dari carbon berat sepasang 228gr. Jika kita lihat diatas, ada opsi standard dan +4mm, nah itu adalah perbedaan panjang spindle dari crankarm. Ref: https://ride.shimano.com/products/pd-r9100 Cleat yang digunakan ada Shimano SPD-SL, ada 3 macam yang tersedia, berikut perbedaannya : Kuning, bisa goyang-goyang 6 derajat Biru, bisa goyang-goyang 2 derajat Merah, 0 derajat, alias posisinya fixed Ref: https://ride.shimano.com/collections/cleats-all KEO Look KEO sendiri adalah pabrikan yang sudah lama mengenalkan clipless pedal bahkan sejak tahun 70an. Untuk seri tertinggi saat post ini dibuat ada Look Keo Blade Ceramic TI . Hadir dengan body carbon + carbon blade untuk menambah stifness dengan spindle dari titanium. Ref: https://www.lookcycle.com/jp-en/products/pedals/road/race/keo-blade-ceramic-ti Dari KEO menghadirkan sistem cleat sendiri yakni KEO Grip, dengan opsi 3 warna dengan opsi sebagai berikut: Merah dengam 9 derajat float Gray dengan 4.5 derajat float Hitam dengan 0 derajat float, fixed Ref: https://www.lookcycle.com/jp-en/products/spare-parts/cleat-keo-grip Wahoo Speedplay Ketiga dari brand Wahoo yakni sistem Wahoo Speedplay, sistem penjepit di seri speedplay ini cukup berbeda dengan 2 pedal sebelumnya, dimana untuk pedalnya tidak ada pegas sama semali, sedangkan untuk sistem penjepitan ada di cleatnya. Disamping itu dengan cleat yang sangat lebar, jadi lebih memudahkan untuk berjalan di banding 2 cleat diatas. Untuk cleat tertinggi ketika postingan ini dibuat ada Speedplay Nano, dengan berat total hanya 168gr dan spindle titanium. Ref: https://eu.wahoofitness.com/devices/pedals/speedplay Cleats yang di sediakan Wahoo Speedplay saat ini ada 2 opsi, yakni speedplay easy tension warna gray dan speedplay standard tension warna black. Ref: https://eu.wahoofitness.com/devices/pedals/view-all#section-62 Time XPRO Hadir dari SRAM yakni Time Xpro, dengan area pijakan yang jauh lebih besar di bandingkan dengan 3 brand sebelumnya, dan menggunakan sistem penjepit yang mirip dengan Shimano dan Look. Seri tertinggi dari TIME XPRO ini ada TIME XPRO 15, dengan kombinasi carbon body dan titanium axle, dengan berat 87gr per pedal. Source: https://www.sram.com/en/time-sport/models/pd-xpro-15-a1 Ada opsi yang di cleat Time ini, pertama ada fixed cleat dan free cleats , free cleats ada float sampai 16deg. Ref: https://www.sram.com/en/time-sport/series/xpro?filters=cattype|Accessories&sort=Relevancy&page=1 Magped Road Sistem clipless di pedal ini adalah menggunakan magnet agar sepatu tetap menempel di pedal. Saat ini opsi pedal road tertinggi adalah versi baru, yakni magped ROAD2. Ref: https://www.magped.com/en/shop/magped-road2/ Cleat yang tersedia di Magped Road 2 ini hanya 1 opsi, yang plat besi seperti diatas, yang flat jadi lebih enak buat jalan. Ref: https://www.magped.com/en/shop/metallic-plates-road/
2 tahun yang lalu
1.51K views
dfdShimano SM-SH41 Adalah adapter untuk memasang spd cleat atau mtb cleat lain dengan 2 bolts di sepatu road yang memiliki 3 road. Berikut adalah impresi kami dari MauGowes. Isi Di dalam Paket Kami mendapatkan produk ini dengan harga Rp 200.000,- di Januari 2024 dengan isian paket adalah sebagai berikut. Pertama ada sebuah mounting dari metal untuk di pasang di 3 boltsnya. Next ada adapter dari bahan plastik keras, mirip cleat road, yang disinilah cleat 2 bolts akan berlabuh dan ada extra rubber agar sepatu road bisa digunakan untuk berjalan, mirip dengan yang kami temukan di sepatu MTB/Gravel. Dan ada beberapa baut, dengan total 10 baut. Dengan 3 baut diameter payung lebih besar di masing-masing sisi, untuk di pasang dengan adapter segitiga dari metal. Berat total dari hasil timbangan kami adalah 110 per pasang, tentu lebih berat setelah dipasang spd cleat. Instalasi Shimano SM-SH41 Sebelum mulai instalasi ada hal yang perlu di perhatikan. Yaitu jenis dari 3 bolts di sepatu road, apakah yang fixed atau bisa di geser-geser. Diatas ada sample 3 bolts yang bisa di geser atas bawah, dan sebelahnya 3 bolts yang fixed. Kelebihan adapter ini, tidak akan bisa adjust naik turun jika 3 boltsnya fixed, hal itu tidak ditemukan di 3 bolts yang bisa di adjust naik turun. Namun untuk spd cleatnya masih bisa di adjust kanan kiri dan kemiringannya. Apakah Walkable Salah satu fitur unggulan dari adapter ini adalah kemampuan untuk berjalan, karena ada extra sol dan cleat yang sejajar dengan cleat spd. Ketinggiannya sendiri sedikit lebih tinggi dari cleat Look KEO Grip, yang mana Look KEO Grip sendiri sedikit lebih tinggi dari SPD SL. Suara yang di hasilkan lebih senyap daripada cleat spd sl dan lebih senyap dan kesat, thank dari rubber. Kamu pun mencoba gowes 100km dan ada di jalan kena hujan sehingga sepatu basah. Feel yang kami rasakan ketika basah, saat itu di toilet licinnya mirip dengan spd-sl. Feel Mirip Dengan Cleat Road, Testing di Road Untuk testing kami gowes di rute road flat, ascending dan descending. Sepatu dengan Shimano RC502. Tanpa ada adjustmet ulang seatpost, pasang adapter fiting kemiringan dan gowes hingga 100km. Feel yang kami rasakan mirip dengan cleat road, tekanan merata, dan perbedaan ketinggian tidak berasa ketika gowes. Kami Tidak melakukan testing untuk rute tanah, karena dari jenis sepatunya tidak cocok, dengan cleat carbon flat bisa menimbulkan lecet dan licin. So adapter ini masih aman ketika taget kamu untuk gowes di road, dengan sepatu road yang tidak support 2 bolts cleat, dan ingin menggunakan pedal mtb/gravel.
2 tahun yang lalu
1.96K views