Postingan Dengan Tag "thru axle"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 2 dari 2 post

Opsi Paddock Untuk Sepeda Dengan Thru Axle

Thru Axle as atau axle yang digunakan di kebanyakan sepeda saat ini yang menggunakan disc brake untuk sistem pengeremannya. Berbeda dengan qr(quick release) yang memiliki desain dengan tonjolah di sebelah sisi sampingnya, kebanyakan tru axle memilki desain samping yang flat bahkan as flat as frame, sehingga paddock yang biassa untuk qr tidak bisa digunakan di thru axle, berikut opsi paddock sepeda untuk thru axle yang bisa kamu gunakan. Paddock Jepit Khusus Thru Axle Memiliki desain yang mirip dengan paddock jepit yang biasa digunakan untuk qr, bedanya ukuran diameter yang lebih besar dan ada tambahan seperti jarum di tengahnya. Karena biasanya thru axle memiliki desain hollow, atau lubang di tengah-tengah merski diameter as lebih besar, tentu agar lebih ringan. Jarum ini akan dimasukan ke lubah di thru axle. Penulis sendiri pernah mencoba paddock jenis ini, dan aman ketika sepeda diam atau memutar crank dengan kecepatan rendah. Ketika simulasi memutar crank dengan cepat dan shifting kadang sepeda sering terlepas dari paddock ini alias kurang kokoh untuk setup-setup rd/fd. Paddock Model Pancing Desain paddock yang di tambahkan pengait untuk kemudian bagian seat stay dan chain stay sepeda disesuakan dengan posisi pengait tersebut. Paddock seperti ini tidak cocok untuk sepeda lipat yang bentuk chain stay dan seat stay berbeda dengan kebanyakan sepeda lain. Opsi paddock ini adalah yang paling kuat dari opsi yang ada di postingan ini, untuk melakukan setting fd/rd sambil di gowes dengan putaran tinggi. Paddock Untuk Full Ban Dari semua opsi paddock di postingan ini, paddock jenis ini yang menurut kami paling simple. Cukup taruh paddock di tempat yang diinginkan, untuk memarkir sepeda cukup memasukan salah satu ban depan atau belakang. Meski bisa terparkir dengan mudah dan cukup aman, posisi sepeda masih bisa bergeser ke kanan atau kekiri semisal ada guncangan, karena kosep paddock ini mirip dengan kamu menyandarkan sepeda ke tembok, hanya saja temboknya ada di 4 sisi, sehingga sepeda tidak akan jatuh. Paddock Untuk Full Band Model Jepit Paddock versi ini adalah penyermpurnaan dari paddock model full ban yang diatas, dengan sistem jepit maka sepeda kamu akan lebih kuat berdiri di paddockl tanpa takut bergerak ke berbagai arah.  Untuk beberapa paddock full ban model jepit ini ada beberapa masalah ketika proses pemasangan atau pelepasan, harus di bantu dengan kaki untuk menahan paddock agar tidak bergerak ketika sepeda di pasang dan dilepas. Sisanya aman, sepeda aman tak bergerak, serta frame tak perlu takut lecet seperti ketika menggunakan paddock model pancing. Topeak Bike Stand TW007 OPsi berikutnya datang dari Topeak, yakni sebuah bike stand yang diletakan di crank arm, namun sepertinya jika menggunakan pedal power meter seperti Favero Assioma Duo tidak bisa menggunakan bike stand jenis ini karena tidak muat. Tapi untuk pedal dari shimano, atau merek lain yang bautnya kecil sepertinya aman-aman saja. - yussan

sebulan yang laluyussan . 152 views

Perbedaan Ketika Menggunakan Quick Release dan Thru Axle

Sesuai dengan namnya quick release tercipta untuk memudahkan pengguna melepas atau memasang roda di sepeda dengan cepat, dan produk ini bertahan sangat lama, hingga akhirnya keluar thru axle yang lebih dahulu keluar di sepeda gunung, tidak seperti quick release (qr), bentuknya seperti skrup dengan diameter lebih besar, tentu ada tujuan kenapa thru axle tercipta. Quick Release Sumber : https://yubabikes.com/cargobikestore/quick-release Diciptakan untuk melepas dan memasang roda dengan cepat, tanpa alat tambahan cukup dengan tangan dan itu bekerja sangat baik sekali hingga saat postingan ini dibuat. Disamping fungsi diatas, beratnya juga sangat ringan, apalagi jika berbahan dasar titanium.  Untuk bisa berfungsi sempurna, semua bagian dari quick release (qr) haruslah lengkap, mulai dari 1 passang pegas, 1 pasang ring pengunci, 1 pengait dan 1 pengunci, jika ada satu yang bermasalah maka, qr tidak akan bekerja secara maksimal. Disamping itu karena diameternya yang kecil, qr tidak begitu cocok jika diterapkan untuk sepeda mtb terutama yang sering dipakai untuk aksi menantang seperti dirt jump, downhill dan sebagainya, Thru Axle Sumber gambar : https://feltbicycles.com/products/thru-axle-cx-front-15mm-with-qr?variant=22369878016118 Karena beberapa kelemahan diatas, maka terciptalah thru axle(ta). Diameter porosnya lebih besar sehingga lebih kaku dan kuat untuk kegiatan ekstrim, ditambahkan dengan porosnya langsung terkunci ke bagian frame/fork sepeda. Tentunya untuk menghasilkan hal tersebut, ada satu hal yang membuat ta kalah dengn qr, yakni kecepatan untuk ganti roda. Ada 2 macam TA dipasaran saat ini, yakni yang bisa dilepas dengan tangan (cara kerjanya seperta qa) dan yang membutuhkan alat untuk melepas atau memasangnya (cara kerjanya seperti skrup biasa) KESIMPULAN Dari kedua jenis ponos roda diatas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. qr yang terkenal ringan dan dinamis, lalu ta yang terkenal kuat dan lebih stiff. Pilih saja sesuai profil berkendara kamu, Disamping itu, bentu frehub dan frameset juga mempengaruhi apakah bisa menggunakan qr atau ta, karena frameset dan hub yang menggunakan qr tidak bisa menggunakan ta ataupun sebaliknya. Sumber Gambar Utama : https://unsplash.com/photos/JaLZ3X8BHc0

3 tahun yang laluyussan . 23.42K views

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean