Postingan Dengan Tag "wheelset"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 14 post

Pentingnya Cek Inner Width Rims dan Lebar Ban Sebelum Beli

Bicara ban sepeda, ada beragam tentunya mulai dari ukuran, bahan yang di gunakan dan jenis sepeda. Kita ambil sampel saja gravel bike, mulai dari ukuran yang narrow misal 30mm, hingga yang super lebar hingga 50mm keatas. Tentu makin lebar atau makin narrow ban harus diimbangi juga dengan ukuran rims yang sesuai, yang akan di fokuskan di postingn ini adalah inner width. Selain karena faktor kompatibilitas, juga untuk faktor safety dan peformance. Rekomendasi dari WTB WTB juga memiliki produk ban dan wheelset sepeda, WTB membuat sebuah tabel perbandingan untuk memastikan kamu lebar ban dan inner width rims yang di gunakan cocok. Bisa cek di tabel dibawah.

8 bulan yang laluyussan 644 views

Impresi Alexrims RXD3 Wheelset di Gravel Bike Sekitar 4 Jutaan Rupiah Berat Hanya 1.55kg

Berawal dari kami mencari wheelset untuk ban gravel, rencana untuk 700x38c atau 700x40c, dengan berat total tidak jauh dari 1.5kg dan harga sekitar 4 jutaan rupiah. Akhirnya nemu Alexrims RXD3 ini, speknya tidak jauh dengan yang kami cari, dan disamping test di beberapa rute gravel, kami pernah bawa juga di event all terain dari Rute Syahdu 125KM di Yogyakarta. Berikut adalah impresinya. Alasan Awal Memilih RXD3 Sebelum mulai lebih jauh, berikut setup yang kami berikan untuk Alexrims RXD3 ini di Twitter Gravel V1 kami. Ban dari Panaracer Gravelking SK 700x38 setup tubeless. Valve 50mm Entity TV45, Rim tape kami tidak menemukan mereknya dan untuk PSI kami sesuaikan dengan jalanan yang akan kami lalui.   Sebenarnya kami mencari wheelset dengan minimal inner width 20mm, agar sama dengan wheelset lama kami, namun karena sulit mencari dengan harga sekitar 4 jutaan rupiah, akhirnya kami putuskan memilih ini dengan inner width 19mm, didukung dengan rims yang agak tinggi membuat sepeda keren. Meski rims cukup tinggi 30mm dan terbuat dari alloy, namun berattotal hanya 1.55kg, membuat kami makin mantab memilih wheelset ini. Spesifikasi Sebelum lebih jauh, mari kita cek dulu spesifikasi lengkap dari wheelset ini. RIM Designed disc only for the latest road and cross bikes | Tubeless ready design | Sleeve joint SPOKES Stainless steel D.B. BLK spokes | 24h front wheel – 2 cross lacing | 24h rear wheel – 2 cross lacing LACING FR: 2 CROSS 278MM FL: 2 CROSS 276MM RR: 2 CROSS 276MM RL: 2 CROSS 278MM HUB Lightweight aluminum axle | Low resistance sealed bearings – 2 in the front hub and 4 in the rear | Compatible with 8, 9, 10 & 11 spd | Optional centerlock | Front wheel options – Adapter supplied for either Quick Release or 12/15mm axle | Rear wheel options – Adapter supplied for either quick release or 12mm x 142mm axle WEIGHT 700C: 1550G Sumber: https://alexrims.com/products/rxd3/  Setup Tubeless Untuk setup tubeless ini, kami belanja rim tape, kemudian sealant dari WTB, valve dari Entity dan dibalut Panaracer Gravelking SK 700x38. Dari Alexrims sendiri tidak menyediakan rimtape di paket pembeliannya, hanya ada semaca rim band, yang tentu wajib kita lepas terlebih dahulu. Ini adalah pertama saya menggunakan Panaracer Gravelking SK, dan sebenarnya terkejut juga, mudah untuk install ban tubeless ini, sedikit effort langsung terpasang. Dulu pernah setup ban lebih murah, tapi sangat berat sekali di step terakhir. Setup tubeless di wheelset ini aman, kami tidak ada isu kebocoran di rims ataupun bagian lain dari wheelset hingga saat ini. Sambungan Las yang Mulus, tapi Akan Terlihat Jika Kotor Bicara rims alloy, tentu ada sambungan di rimsnya, kami rasakan sambungannya sangat mulus bahkan tidak berasa ketika kami raba dengan jari. Bahkan, saat baru unbox, kami agak kesulitan mencari sambungan las ini.  Namun setelah beberapa kali penggunaan, wheelset mulai kotor dan kami mulai bisa menemukan sambungan lasnya, tapi tenang masih tetap flat dan halus. Ada kemungkinan sambungan ini semakin nampak, karena dengan cat hitam dan jalur gravel yang banyak kerikil, gesekan akan semakin sering terjadi daripada yang full aspal. Penampakan Dari Atas Dengan Ban 700x38c Saya pribadi kurang suka menggunakan ban lebar di rims dengan inner width minimalis, selain tidak sesuai spek, juga kurang sedap dipandang. Terlihat so far masih terlihat ok untuk rims dengan inner width 19cm ini, dipadukan dengan 700x38c dari Panaracer Gravelking SK, sepertinya masih ok hingga 40mm. Feel di Aspal dan Gravel Berikut adalah video POV kami, ketika pertama kali menggunakan setup wheel ini ke event all terain https://www.youtube.com/watch?v=0HYdgJEtGZk .   Untuk memberikan gambaran, kami bandingan dengan setup kami sebelumnya, yakni wheelset dengan rims 1.8cm, inner width 20mm dan tubeless tire 700x40. Feels pertama yang kami rasakan adalah lebih mudah untuk ngebut dengan power yang lebih minimalis. Hanya saja ketika zigzag merasa sedikit tidak selincah yang inner 20mm, sepertinya makin lebar inner width makin enak untuk miring-miring, baik sekedar zig-zag atau belokan. Tapi tidak apa kami mengorbankan untuk mendapatkan more speed tapi lebih ringan untuk pedaling. Di aspal saya merasa pede untuk bersanding dengan ban 700x28, setup sebelumnya saya merasa kesulitan di rute yang sama padahal flat dan aspal namun cukup berat. Namun karena traffic, agak sulit untuk menambah kecepatan, tapi sebenarnya masih memungkinkan. Screenshoot diatas adalah momen bersama Mr R untuk mempercepat di segment terakhir di event Rute Syahdu All Terrain 125KM agar finish under COT, dan sukses dapat medali. Kesimpulan Dengan budget sekitar 4 jutaan rupiah, ok banget mendapatkan wheelset alloy dengan rims medium, tapi dengan berat sepasang hanya 1.5kg. Setup masih 6bolt dan inner width hanya 19cm, sepertinya tidak masalah jika ingin setup sekitar 700x38 atau dibawahnya. Mungkin jika ingin setup ban lebih lebar, kamu bisa mempertimbangkan wheelset lain. Setup tubeles mudah dan aman, jangan lupa untuk mengganti rim band bawaan dengan rim tape terlebih dahulu.Produk ini bisa ditemukan di Tokopedia https://www.tokopedia.com/search?st=&q=rxd3&srp_component_id=02.01.00.00&srp_page_id=&srp_page_title=&navsource= 

7 bulan yang laluyussan 909 views

Impresi Elite Wheelset ENT-DISC 50mm Setelah 1000KM

Beberapa saat yang lalu salah satu partner MGWS Mr WSNJY merakit road bike, dan unutk part wheelsetnya mengguakan produk dari Elite Wheels, serinya Elite ENT 50mm untuk Disc Brake dengan Hub RD07. Wheelset terbaru merupakan produk baru yang di beli langsung dari official store Elite Wheels di Ali Express, berikut adalah impresi setelah 1000KM penggunaan. Desain Yang Simple dan Sleek Corak utama dari Elite ent ini adalah hitam matte penuh tanpa corak macam-macam, tentunya dengan decal dari Elite wheel seri 2.0 alias terbaru untuk 2020. Rimsnya sangat cocok dan elegan di padukan dengan vittoria corsa gumwall dan frame delihea rest yang serba hitam. Spesifikasi Untuk opsi discbrake lebar rim 50mm berat total sepasang adalah +- 1656±30g, dan berikut adalah spesifikasi lengkapnya :  UCI Certified Support clincher dan tubeless Hub untuk rotor center lock, support untuk Shimano 10-11 speed / XDR 11-12 speed Axle: F-qr*100 &12*100mm.R-qr*135&12*142mm Freebody: 6 pawls Holes: Front 24.rear 24 Spokes: Pillar 1423 Dan dilengkapi dengan valvle untuk ban tubeless beserta spokes/ruji cadangannya. Tetap Nyaman Untuk Climbing Berkat ringan dan stiffness dari carbon, wheelset ini tetap enak digunakan nanjak. Terbukti dari pengetesan di Bukit Turgo dengan ketinggal sekitar 1000mdpl, watt yang dihasil untuk bisa membawa sepeda kepuncak lebih rendah daripada wheelset dengan harga sejenis terutama yang non carbon. Kondisi Setelah 1000Km UCI Certified memang adalah pantokan yang benar untuk mengetahui kualitas dari suatu part sepeda, dan Elite ent ini sudah UCI Certified. Dari pengalaman gowes WSNJY menjelaskan sering masuk lubang dengan highspeed / kecepatan tinggi dan langsung gas saja karena merasa wheelset baik - baik saja. Benar saja, sejak awal pembelian hingga review ini dibuat WSNJY sama sekali belum pernah setel ulang ruji, karena memang belum di butuhkan. So far dengan harga kurang lebih Rp 5 jutaan, Elite ent ini tidak mengecewakan dan rekomended, tapi untuk dapat harga aslinya kamu perlu beli di Ali Express, dan untuk free ongkirnya harus memilih agen yang pengirimannya bisa 2-3 bulan. - yussan -

2 tahun yang laluyussan 1.44K views

Impresi Superteam 50mm Rim Brakes Hub Poweray R13 Setelah 1000km

Superteam memberikan opsi harga yang cukup terjangkau untuk Wheelset dengan bahan fiber carbon dan sudah sudah tersertifikasi UCI. Pembeli juga dengan mudah untuk mengcustomisasi pilihan warna decal, hub, lebar rims dan spesifikasi lain. Berikut adalah impresis superteam 50mm Rim Brakes dengan Hub Poweray R13 setelah 1000km oleh salah satu penulis MGWS, Yussan. Telah di Coba Di Frame Chromoly hingga Carbon Decal yang kimi pilih untuk wheelst ini adalah warna hitam glossy, karena menurut kami warna ini lebih kalem dan tidak mencolok. Dipasang di frame kecil dari bahan chromoly hingga di frame carbon sama-sama membuatnya semakin keren. Hal pertama yang dirasakan ketika menggunakan wheelset ini tentu bobotnya yang berkurang drastis, karena berat total +-1.4kg, berat totla di support adalah 140kg. Spesifikasi Materail: Full Carbon Fiber-Toray T700 Suit For Bike: For Shimano Road Bike(If your bike for Campagnolo also have Campagnolo Cassette) Wheels ERD: 544cm Spokes Tension/Front Wheel&Rear Wheel not-Driver Side: 100-130kgf Spoke Tension/Rear Wheels Driver Side: 150-180kgf Spoke type: aero alloy Quality Control: All pass EN14781(SGS) Standard Test Warranty: 2 Years Rider Weight Limit: 130kgs Freehub: Poweray R13 Max Tire Widh: 28mm Braking Power Rim Brakes carbon tidak semuanya memiliki peforma pengerima yang sama, untuk mendapatkan peforma pengeriman yang baik biasanya pada bagian brake line menggunakan seperti carbon lebih tebal atau menggunakan bahan lainnya. Dikombinasikan dengan brake shoes dari Swisss Stop https://maugowes.com/blog/Swiss-Stop-Rekomendasi-Untuk-Brake-Pad-Carbon-Rim-Brake-6074bc5f99f33b5ace6df3a9 , kami mendapatkan peforma yang diharapkan, namun ketika hujan, kami dapat belum sebaik dengan brake line berbahan alloy. Riding Peformance Sebelumnya penulis telah menggunakan Novatec Jetfly dan mendapatkan kelebihan, namin di Superteam 50mm Rim Brakes Carbon ini kami mendapatkan lebih. Kami merasakan akselerasi lebih baik ketika menggunakan wheelset ini, tiap kayuhan berasa power yang tertransfer ke putaran roda lebih effisien. Memang kelebihan dari bahan carbon adalah lebih stiff daripada bahan alloy, sehingga transfer power memang lebih efektif dan efisien, ditambah bobotnya yang lebih ringan. Meski lebih stiff namun wheelset karbon juga membuat lebih mudah untuk meredam getaran, kami akan merasakan sensasi sepeda lebih empuk dengan menggunakan wheelset carbon dan tanpa mengurangi peforma. Untuk peforma ketika menajak hanya sedikit perbedaan dengan rim cabon dengan profil rendah, bahkan kami merasakan lebih stiff dengan rim lebar ini. Kekurangan Ketika cuaca luar tidak berangin wheelset ini sangat menyenangkan untuk digunakan, namun hal tersebut sangat berbeda ketika kami mendapatkan angin samping, atau bahkan ketika sedang asyik gowes dipinggir tiba-tiba disalip/dilewati bus atau kendaraan besar lainnya, kami merasakan sensai seolah-olah sepeda bisa berbelok sendiri. Thanks - Yussan.

2 tahun yang laluyussan 2.13K views

Daftar dan Harga Wheelset Alloy Dengan BrakeLine Hitam

Wheelset alloy menjadi solusi wheelset ringan tapi dengan harga bersaing, banyak sekali wheelset alloy di pasaran yang beratnya bahkan dibawah 1.5kg untuk sepasang, di opsi tersebut, kadang pembeli juga mencari wheelset alloy dengan brakeline hitam, seperti wheelset carbon. Karena alloy tentu hitam disini adalah hasil cat dan akan kembali ke warna asli (silver) setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu. Shamal Mille Produsen : Campagnolo Berat : 1426 gr Harga : Rp 21.000.000,- Dari produsen Itali, Campagnolo menghadirkan wheelset Campagnolo Shamal Mile, hadir dengan berart total sepasang 1426gr, dan lebar profiling 26mm depan dan 30mm belakang. Hadir dengan USB (Ultra Smooth Bearings), menjaga putaran tetap silent dan smoth dan less maintenance. Paling mencolok dari wheelset ini adalah spokesnya, 16 didepan dan 21 dibelakang, peletakan yang menarik di bagian belakang membuat beda dengan wheelset-wheelset lainnya. Wheelset ini support untuk groupset Shimano, Campagnolo dan SRAM. Fullcrum Zero Nite Produsen : Fullcrum Wheel Berat : 1495 gr Harga : Rp 19.000.000,- Hadir dengan USB (Ultra Smooth Bearings), menjaga putaran tetap silent dan smoth dan less maintenance. Dengan lebar profiling 27mm depan dan 30mm belakang, dan jumlah spokes 16 depan, 21 belakang. Wheelset ini support untuk groupset Shimano, Campagnolo dan SRAM. Rujixu Black Series Produsen : Rujixu Wheel Berat : 1900 gr Harga : Rp 2.300.000,- Jika dana terbatas, dan ringan bukan jadi opsi utama, produsen dari China Rujixu ini bisa menjadi opsi kalian.  Dengan lebar rim 40mm di depan dan belakang memberikan penampakan yang berbeda untuk sepeda kalian. Memang cukup berat, karena berat wheelset ini sepasang hampir 2kg, tapi untuk penampilan seperti tak apa. Wheelset ini hanya support untuk groupset Shimano, jika kamu pengguna SRAM atau Campagnolo, cukup ganti saja housing sprocketnya. Sumber Gambar : https://www.wiggle.co.uk/campagnolo-shamal-mille-alloy-clincher-wheelset https://www.fulcrumwheels.com/en/wheels/road-bike-wheels/racing-zero-nite

3 tahun yang laluyussan 1.88K views

Panduan Mengganti Freehub Sepeda

Mengganti freehub tentu memiliki banyak tujuan, bisa unutk replace dengan spek yang sama bisa karena rusak dan sebagainya, atau untuk opsi upgrade mengganti freehub dengan spesifikasi yang lebih baik. Tapi tentu tidak asal beli freehub dan memasangkan ke wheelset. Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengganti freehub. Jumlah Holes Sama Agar freehub bisa terhubung dengan sempurna dengan spokes dan rimnya maka jumlah holes di freehub seharusnya sama dengan jumlah holes di rims. Jumlah holes penting agar wheelset kamu benar-benar kuat dan bisa dipakai. Karena jika ada satu lubang tak terpakai, maka bisa berbahaya ketika dipakai, dan resiko bermasalah di jalanan akan semakin besar. Ukuran Lubang Spokes Tidak semua wheelset memiliki ukuran spokes yang sama, ada yang kecil ada yang bulat dan lain-lain. Contoh jelasnya kita cek pada wheelset CORIMA “S” 47MM CARBON CLINCHER diatas, makin dikit lubang untuk spokes, maka lebar spokesnya semakin besar, karena agar semakin kuat dengan jumlah spokes yang sedikit. Jika kamu salah untuk membeli freehub dengan lebar lubang yang tidak cocok, ya tidak bisa dipakai, spokes lama tidak bisa terhubung ke freehub, jika kamu ganti spokes dengan ukuran sama untuk freehub, spokes tersebut tidak bisa masuk ke rimsnya. Cara Aman Beli Freehub Disamping beli freehub dengan merek dan spek yang sama dari sebelumnya dan 2 poin penting diatas, cara aman untuk beli freehub adalah bertanya ke toko, apakah freehub alternative untuk wheelset kamu sekarang, sebutkan merek dan serinya. Nah jika penjual, tidak memiliki jawabannya, silahkan kembali ke 2 point diatas. Sumber Gambar : https://www.ambmag.com.au/feature/how-to-service-a-dt-swiss-freehub-444530 https://bikerumor.com/2020/04/30/2020-dt-swiss-240-hubs-set-new-benchmark-for-lighter-stronger-road-mtb-wheels-with-ratchet-exp-internals/ https://capovelo.com/corima-s-47mm-carbon-clincher-wheelset-review/

3 tahun yang laluyussan 2.77K views

Wheelset Alloy Rim Brake dan Brake Line Hitam Murah dari Rujixu

Alasan utama wheelset rim brake alloy brakelinenya tidak di cat karena bagian ini akan sering bergesekan dengan rem, yang mana tentu akan menghilangkan warna catnya. Namun dipasaran ada beberapa wheelset alloy tapi dengan finishing brake line warna hitam, yang terkenal adalah Mile Shammal Mile, tapi harganya belasan juta rupiah ketika postingan ini dibuat. Berikut adalah produk dari Rujixu yang memiliki konsep yang sama. Spesifikasi Seri dari Rujixu ini adalah Rujixu Black Series 40, dan berikut adalah spesifikasi lengkapnya. Berat : total 1.9kg sepasang Bonus : 2 spokes + 1 pasang qr warna hitam bahan alloy spokes : depan 18 lubang, belakang 21 lubang rims profile 40mm Penampakan Depan dan Belakang Bagian Depan Bagian Belakang Freehub Ultralight aluminum carbon fiber shaft 4 sealed straight shot bearings (Front 18 after 21 holes). 8-9-10-11 speed support. Ada beberapa pilihan finishing untuk hubnya, antara lain gold, solver, black, red ketika postingan ini dibuat. Yang menjadi nilai plus adalah spokes yang sudah pipih dan aero.

3 tahun yang laluyussan 2.31K views

Hookless Rims di Sepeda

Sebelum beli ban baru, cek dulu rimsnya, hookless rims atau bukan, karena saat ini ada rims dengan tipe hookless rims yang tentu tidak semua ban sepeda akan support rims jenis ini. Hookless rims adalah sebuah teknologi di rim sepeda, tepatnya berapa berada di bagian sisi dalam rim, hook/pengait digunakan agar ban sepeda bisa menyatu dengan rims. Sekilas Disaat kebanyakan velg sepeda yang menggunakan hook untuk mengunci ban, mari kita melihat berbagai macam teknologi road didunia lain, seperti pada sepeda motor ataupun mobil yang biasa dipakai sehari. Jika kamu mampir ke toko ban motor / mobil, coba perhatikan rims/velgnya, tidak ada hook sama sekali, smooth, itu hookless rims, kenapa seperti itu akan kita bahas di artikel ini. Hookless Rims Sangat Cocok untuk Ban Tubeless Jadi, mari kita bicara tentang hookless. Jika Anda seorang pengendara sepeda gunung yang serius, Anda menjalankan pengaturan tubeless, dan jika Anda menjalankan roda Enve Seri M atau rangkaian roda karbon atau alloy lainnya, rims Anda kemungkinan besar dilengkapi hookless. Pada tahun 2014, Enve meluncurkan Seri M pertama dan seluruh lini roda menampilkan desain tanpa kait, dan sementara merek lain memiliki hookless, peluncuran Seri M mempercepat penerapannya. Alasan untuk hookless ada dua: Performa tubeless yang lebih baik Konstruksi rims yang lebih kuat Beberapa masakah yang sering dialami pengguna tubeless tire adalah sendawa, dimana angin keluar lewat celah antara rim dan ban, seperti pada gambar dibawah ini. Untuk mengatasi masalah ini dan menghilangkan satu variabel masalah, Enve beralih ke desain tanpa kait/hookless pada Seri M untuk memastikan bahwa diameter rims bead seat konsisten dan lebih akurat. Tanpa kait memungkinkan Enve menggunakan perkakas keras mesin untuk membuat diameter hook-beads yang lebih presisi, sedangkan perkakas hook-beads (cetakan) Enve lembut sehingga benar-benar bisa dilepas dari rims dengan mudah.  Dalam waktu singkat lima tahun sejak peluncuran Seri M pertama, teknologi tubeless telah berkembang pesat dan sebagian besar masalah telah ditangani antara antarmuka ban dan rims dalam hal retensi udara dan ban. Namun, di sisi jalan dan kerikil, industri ini masih berkembang untuk menyelesaikan banyak masalah yang sama yang melanda tubeless di sisi sepeda gunung selama bertahun-tahun. Masalah nomor satu adalah retensi ban. Kenapa Hookless Untuk Road / Gravel Dari cerita diatas, kita langsung masalah hurping/sendawa sering dialami oleh sepeda di jalur offroad, terus kenapa ada produk rims dengan hookless?. Inilah 2 jawaban utamanya : Peningkatan efisiensi melalui tahanan gelinding yang lebih rendah (dengan asumsi ban berperforma tinggi) Mengurangi risiko terjepit flat dan sealant mengurangi kemungkinan ban kempes akibat bocor Aerodimanik  Durabillity, karena memungkinkan produsen membuat rims lebih kuat tanpa ada sisi yang dibengkokkan untuk membuat pengait ban. Kesimpulan Singkatnya, hookless adalah untuk pengendara yang ingin menikmati keunggulan kinerja teknologi roda dan ban jalan, kerikil, dan sepeda gunung modern. Meskipun masih banyak kemajuan yang harus dibuat dalam hal produsen ban dan pelek yang bekerja sama untuk memastikan ban aman digunakan dengan pelek tipe hookless, banyak pabrikan ban membuat ban luar biasa yang telah terbukti andal dan aman saat dipasangkan dengan desain Hookless / tanpa kait dari Enve. ditampilkan pada model wheelset Enve SES, Seri G, dan Seri M. References : https://www.enve.com/en/journal/behind-the-product-the-hookless-bead-how-it-works-and-who-theyre-for/

3 tahun yang laluyussan 1.99K views

Impresi CSC Wheelset Dengan Hub Powerway R13 Ceramic Setelah 1000km

Berawal dari keinginan penulis untuk mencari sebuah wheelset carbon rim brakes, yang mana saat itu tertuju ke brand Superteam. Di tengah-tengah pencarian penulis berjumpa dengan brand lain yang bermain diharga yang sama, yakni CSC singkatan dari Carbon Speed Cycle, nah inilah impresi setelah penggunaan kurang lebih 1000km. Packaging Untuk packaging tidak berbeda jauh dengan produk harga sejenis, yakno box karton besar yang langsung muat 2 wheelset tanpa ban luar. Tapi cukup disayangkan tidak ada peredam getaran dari baha sterefoam disini, tapi sudah cukup aman dengan peredam getaran dari karton. Yang istimewa adalah sticker wheelset terpisah dan harus dipasang sendiri, sangat cocok untuk teman-teman yang suka polosan, kelengkapan lain meliputi buku manual, brakepad khusus dan qr. No UCI Certified Untuk spek yang sama dengan Superteam tidka bisa dibilang memiliki harga yang sama sih, untuk CSC ini lebih miring dengan spek yang sama. Superteam lebih memiliki keunggulan karena sudah tersertifikasi UCI sedangkan produk yang sama beli ini belum. Test Specs  Untuk produk yang saya test ini memiliki sepesifikasi sebagai berikut, lebar rims 38mm dan untuk rim brake. Total berat sepasang tanpa ban didapat +- 1.5kg, cukuplah untuk wheelset carbon harga segini.  Tes akselerasi, stiffnessnya dapat, konversi power dari pedal ke putaran roda lebih berasa dan lebih ringan akselerasinya. Tes pengereman, jika diraba dengan tangan bagian brake lanenya cukup licin sih, saya baca dari deskripsi untuk brake lanenya terbuat dari basalt, yang mana lebih aman di kondisi hujan dan lebih tahan panas. Suara khas dari carbon rim brake ketika pengereman saya dapatkan disini seperti suara jet ketika mengerem, cukup pakem untuk speed dibawah 40kpj, tapi ketika diatas itu gunakan teknik pengereman yang lain seperti mendorong pinggul ke belakang untuk mendapatkan hasil pengereman lebih maksimal. Dari sisi frehub cukup spesial disini, saya memilih frehub dari Poweray R13 ceramic. Besar sekali perbedaan yang saya dapat di freehub ini dibanding dari yang saya pakai sebelumnya, yaknik Novatec Jetfly. Saya coba putar dengan power sedikit, putaran roda belakang cukup lancar tanpa effort dari awal unbox hingga sampai titik test ini. Kesimpulan Dari pengetesan dan hasil diatas, penulis cukup puas dengan wheelset ini. Namun ada beberapa hal yang belum ditest penulis, yakni ketika descent atau menuruni bukit ketika hujan dan kondisi ketika memasuki lubang saat kecepatan tinggi, semoga yang saat ini tidak pernah terjadi. Jika kamu ingin tanya hal lainnya seputar wheelset ini, yuk sampaikan di komentar. Sumber Gambar : - https://tokopedia.com  - yussan

3 tahun yang laluyussan 3.31K views

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean