Postingan Dengan Tag "seatpost" - Mau Gowes

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 2 dari 2 post

Kenapa Sepeda High-end Menggunakan Integrated Seatpost

Integrated seatpost adalah seatpost adalah jenis dari sepeda yang menyatu dengan frame utamanya, karena kebanyakan yang kita tahu seatpost sepeda dibuat terpisah agar mudah untuk melakukan penyesuaian tinggi. Untuk sepeda peformance integrated seatpo memiliki banyak keunggulan yang kita bahas dibawah ini. Bagaimana Melakukan Pengaturan Yang biasanya menjadi pertanyaan teman-teman adalah bagaimana melakukan pengaturan. Konsepnya sama sih dengan memotong steerer tube pada fork, jadi potong terlebih dahulu seatpostnya sesuai dengan ukuran penggunanya.  Disamping seatpost tersebut, ada lagi bagian yang disebut dengan seatmast. Gambar diatas adalah sample seatmast milik Trek Emonda SL6, tentu bentuk dan ukuran seatmast bisa berbeda-beda sesuai dengan brand dan seri dari sepeda. Seatmast tersebut juga bisa untuk adjusment jika pengendara ignin lebih tinggi atau rendah, bisa karena ganti sepatu, ganti panjang crank arm dan lain sebagainya. Agar Lebih Stiff dan Lebih Ringan Jika kita lihat pada sample 3 sepeda yang ada di thumbnails, ada Giant Propel Advanced SL, Giant TCR Advanced SL dan Trek Emonda SL6, ada kesamaan dari 3 seri ini, yakni embel-embel SL, yang bisa juga diartikan Super Light, yakni paling ringan diantara seri lainnya. Yups tentu dengan integrated seatpost tidak ada bahan berlebih yang masuk kedalam seat tube, yang membuat frame dengan integrated seatpost lebih ringan. Point berikutnya adalah untuk tingkat stiffness / kekakuan yang lebih tinggi, hal ini tentu sangat penting jika sepeda ditujukan untuk peforma, makin stiff frame maka power yang tersampaikan dari pesepeda ke sepeda akan lebih efisien dan tidak banyak yang terbuang.


9 bulan yang laluyussan

Solusi Lampu Belakang untuk Seatpost Aero

Berawal dari isu yang saya temukan untuk memasang lampu belakang pasca ganti frame sepeda. Sebelumnya saya menggunakan cateye x2 kinetic untuk lampu belakang, ternyata tatakannya tidak bisa dipasang di seatpost aero yang runcing, dan artikel berikut berisi cerita saya untuk mengatasi hal tersebut. Lampu Lama Cateye X2 Kinetic Rear Lamp Gambar diatas adalah penampakan lampu yang telah menemani saya hampir 2 tahun dengan frame sepeda lama, yang seatpostnya model tabung seperti gambar. Sebelumnya saya ingin jelaskan alasan kenapa saya suka lampu itu, bentuknya yang panjang membuat area yang berseinar tentu lebih luas, dan semakin mudah pula untuk dilihat dari pengguna jalan lainnya. Disamping itu adanya fitur sensor acelometer, yang membuat lampu otomatis terang ketika kita mengurangi kecepatan (seperti lampu rem pada motor). Untuk lebih jauh seputar lampu belakang tersebut bisa cek video Mau Gowes berikut https://www.youtube.com/watch?v=vHYJIAQqfS4 . Oke kembali kasus, ternyata tatakan bawaannya tidak bisa digunakan di seatpost aero, tapi CatEye memiliki solusi untuk ini, yakni dengan menyediakan semacam adapter, dengan tampilan seperti di gambar bawah. Sempat terpikir masalah ini akhirnya terpecahkan, tapi ternyata toko Indonesia tidak menyediakan produk ini, termasuk di Rodalink Id dimana saya membeli lampu belakang ini. Solusinya dengan beli di Rodalink Sg / Singapura atau import dari luar, yang mana itu pasti lama.  Akhirnya saya putuskan untuk cari-cari di Tokopedia, lampu belakang sepeda khusus seatpost Aero. Solusi, Lampu Nempel di Saddle Awalnya nemu sih lampu khusus seatpost aero, tapi setelah pencarian lebih lama, nemu solusi lain, yakni lampu yang menempel di sadle, kenapa sadle ? , karena sistem pengunciannya menggunakan baut dan thread. Ketemulah Rockbross Q5. Waktu itu beli dari link berikut https://www.tokopedia.com/silverbikesilverride/smart-brake-light-lampu-rem-rockbross-q5-for-rb-mtb-brompton-lengkap . Ada 2 sistem mounting yang disediakan lampu ini, pertama di seatpost dengan karet dan kedua di sadle dengan mounting dari bahan metal dan mur. Sayapun memilih pasang ini di sadle, ternyata sepeda tetap terlihat clean meskipun ada lampunya di belakang.  Sepeda ini juga dilengkapi braking sensor, yang mana lampu akan terang ketika sepeda berkurang kecepatannya, harga yang ditawarkan adalah 200ribuan rupiah.  Ada beberapa mode nyala yang didukung lampu ini, pertama mode kedip biasa, mode breath, mode kedip cepat, dan mode terus menyala.  Selain sensor untuk deteksi pengereman, ada sensor dilampu ini juga untuk auto turn off lampu, jadi ketika kamu menyalakan lampu, kemudian sepeda diparkir, otomatis lampu mati setelah beberapa menit, dan akan kembali menyala ketika lampu mulai kembali bergerak, keren yak. Sumber Gambar : https://www.cateye.com/intl/products/parts/5447040/


setahun yang laluyussan

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean