large MAUGOWES
Latest

Bikone Aero Bottom Bracket Yang Dipakai UAE Team Emirates

Untuk mendapatkan peforma yang maksimal banyak produsen part-part sepeda membuat part-part yang aero, mulai dari frame aero, handlebar aero, wheelset aero, dan kali ini bottom bracket pun ada versi aeronya, dibukan oleh Bikone, perusahaan dari Spanyol merek Spanyol yang dikenal dengan produk bottom bracket (BB) sepeda berperforma tinggi dan sensor torsinya. BSA Road Ceramic Aero UAE Bottom Bracket for Shimano Berikut adalah penampakan dari aero bottom dari Bikone. Saat ini tersedia hanya untuk varian BSA untuk Shimano. Dikembangkan bekerja sama dengan UAE Team Emirates, alat ini membantu Anda menghemat watt di setiap kayuhan pedal untuk peningkatan marginal yang lebih besar, mengubah peningkatan kecil menjadi peningkatan nyata di jalan. Beberapa yang diunggulkan dari Bikone dari bottom bracket ini antara lain: Lebih Aerodinamis Profil aerodinamis dengan permukaan cup yang sepenuhnya halus. Lekukan pemasangan tersembunyi di bagian dalam, mengurangi gangguan aliran udara dan turbulensi di sekitar area tersebut. Berat Hanya 77gram Saja Dengan desain yang benar-benar baru, Bikoni telah mengurangi bobotnya sebesar 17 gram dibandingkan dengan versi sebelumnya, dengan setiap bentuk dirancang untuk menghilangkan material yang tidak perlu. Keuntungan kecil yang ditingkatkan ke level berikutnya Dalam bersepeda performa tinggi, peningkatan kecil menciptakan perbedaan besar. Bobot lebih ringan, hambatan udara lebih rendah, gesekan lebih kecil, setiap peningkatan menambah kecepatan. Dirancang untuk mereka yang mengejar setiap keunggulan. Bottom Bracket Ini Dipakai Tadej Pogacar dari UAE Team Emirates BSA Road Ceramic Aero terbaru ini mewakili evolusi paling ambisius dari kemitraan Bikone dengan UAE Team Emirates untuk tahun 2026, dan tentu saja dipakai oleh Tadej Pogacar. Model terbaru ini mencerminkan pendekatan bersama tersebut: menyempurnakan detail, meningkatkan fungsi, dan memastikan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu.  Jika kamu tertarik, harga bottom bracket ini resminya €288.43atau sekitar Rp 5.700.000 untuk hari ini, tentu jika sampai Indonesia ada biaya extra lagi untuk mendapatkannya, bisa cek di link berikut https://www.bikone.com/producto/bsa-road-ceramic-aero-uae-bottom-bracket-for-shimano/  Tools Untuk Pemasangan Bikone BSA Road Ceramic Aero Bottom Bracket Didalam pembelian bottom bracket ini akan mendapatkan box yang mana didalamnya include part-part berikut: BSA Road Ceramic Aero UAE Bottom Bracket for Shimano Tool for Left side installation. (Internal notches) Tool for Right side installation (Regular BSA tool) Two extra seals for extra protection. Yang mana untuk tool pemasangan BB sisi kanan dan kiri terpisah. Sisi kiri menggunakan internal notches, sisi kanan menggunakan BSA tool biasa

bikone
aero
bottom bracket
tim uae
aero bottom bracket
road bike

3 hari yang laluyussan 130 views

to detail button

Cleat Strummer SPD-SL Compatible: Solusi Hemat dengan Kualitas Plastik yang Stiff dan Presisi!

Bagi pengguna pedal road bike dengan sistem Shimano SPD-SL, cleat adalah komponen "habis pakai" yang paling sering diganti. Gesekan saat berjalan kaki dan proses clipping berulang kali membuat cleat aus seiring waktu. Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan: membeli cleat original dengan harga tinggi, atau melirik produk pihak ketiga yang jauh lebih murah namun kualitasnya meragukan. Di sinilah Strummer masuk memberikan jalan tengah melalui Cleat SPD-SL Compatible mereka. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa produk ini layak menjadi pilihan utama untuk spare part gowes Anda. 1. Material Plastik yang Benar-benar "Stiff" Salah satu masalah utama cleat murah di pasaran adalah penggunaan bahan plastik yang terlalu lunak. Plastik yang lembek menyebabkan transfer tenaga tidak maksimal dan rasa "oblak" saat kita sedang melakukan sprint atau menanjak. Strummer menggunakan bahan plastik berkualitas tinggi yang terasa stiff (kaku). Keunggulan material ini memastikan: Transfer Tenaga Efisien: Tidak ada energi yang terbuang karena deformasi plastik saat mengayuh kuat. Daya Tahan Lebih Lama: Plastik yang kaku cenderung lebih lambat aus dibandingkan plastik lunak milik kompetitor di rentang harga yang sama. 2. Konstruksi "Properly Bonded": Tidak Gampang Lepas Banyak goweser mengeluhkan bagian karet (warna kuning atau merah) pada cleat murah seringkali lepas atau copot setelah dipakai berjalan beberapa kali. Pada produk Strummer, bagian plastiknya terlihat properly bonded atau menyatu dengan sempurna. Proses manufaktur yang presisi memastikan bagian anti-selip ini menempel kuat pada bodi cleat, sehingga Anda tetap mendapatkan traksi yang aman saat berjalan di ubin atau aspal tanpa takut bagian karetnya tertinggal di jalan. 3. Dimensi Presisi untuk Clipping yang Mantap Presisi adalah kunci dari sistem SPD-SL. Sedikit saja perbedaan dimensi akan membuat proses masuk (clip-in) atau lepas (clip-out) menjadi keras atau justru terlalu longgar. Cleat Strummer dirancang dengan dimensi yang sangat akurat terhadap standar SPD-SL. Hasilnya, bunyi "klik" yang dihasilkan saat memasang sepatu ke pedal terasa sangat solid dan meyakinkan. Tidak ada drama susah melepas sepatu di lampu merah karena dimensi yang tidak pas. 4. Jenis-jenis Cleat SPD-SL dari Streamer Ada 3 opsi dari cleat SPD-SL mirik Streamer, dan semuanya dibedakan dengan warna ada kuning, biru dan merah, persis seperti dari Shimano. Cleat Kuning Cleat jenis ini ada sisa ruang untuk pergerakan bebas ketika sudah terhubuh ke pedal, yakni 6°, memberikan pergerakan paling banyak. Cleat Biru Ruang untuk pergerakan sedang yakni 2°. Cleat Merah Menawarkan posisi tetap tanpa float untuk cleat merah, alias 0°. 5. Perbandingan dengan Kompetitor Sekelas Jika dibandingkan dengan cleat generik tanpa merek yang sering ditemukan di marketplace dengan harga serupa, Strummer unggul telak dari sisi build quality. "Seringkali kompetitor di harga yang sama menggunakan plastik yang jauh lebih lunak, sehingga cepat rusak dan terasa kurang stabil saat dikunci di pedal." Strummer menjual produk cleat mereka di harga Rp 75.000,- berlaku untuk semua tipe cleatnya , cukup ekonomis. Kita bandingan Shimano di halaman resmi menjual cleat dengan harga USD34 jika dirupiahkan saat ini menjadi +- Rp 200.000,-. Bisa cek di link berikut untuk spesidikasi lengkapnya https://strummerbikes.com/products/cleat-strummer-spd-sl-compatible , produk Strummer juga mudah di temukan di marketplace dari Tokopedia hingga Shopee.

cleat
pedal
road
roadbike
spdsl
strummer

3 hari yang laluyussan 129 views

to detail button

Polygon Strattos C Telah Hadir di MGWS Bikes Cek dan Compar Dengan Sepeda Lainnya Yuk

Beberapa bulan kemarin Polygon merilis varian roadbike terbaru mereka, keluar baru yakni Polygon Strattos C, C untuk comfort, Roadbike all-road yang hadir untuk kamu yang suka berpetualang, ingin tetap nyaman dan kencang. MauGowes telah posting impresi awal hadirnya Polygon Strattos C ini, bisa cek di postingan berikut.  Bisa Ditemukan di MauGowes Bikes Kini kamu bisa menemukan 3 sepeda terbaru Polygon tersebut di MauGowes Bikes. Ada Polygon Strattos C7 Di2, Polygon Strattos C8 Di2 dan Polygon Strattos C9 AXS. Cek di sini.   Komparasi Dengan Sepeda Lain Di MGWS Bikes juga ada fitur komparasi, untuk memudahkan kamu kompare sepeda, lintas kategori dan merek, mudah tinggal klik-klik. Semua spek dan gambar akan di tampilkan side to side, sesuai dengan spesifikasi. Untuk perbandingan Strattos C7 Di2, Strattos C8 Di2 dan Strattos C9 bisa kamu cek di link berikut ini, 

polygon stattos
bikes
strattos
polygon strattos c
polygo strattos c7
polygon strattos c8
polygon strattos c9
di2
axs

22 hari yang laluyussan 99 views

Polygon Strattos C All Road Kencang Dari Polygon

Polygon kembali menggebrak pasar road bike Indonesia dengan meluncurkan seri terbaru mereka: Polygon Strattos C. Jika seri Strattos S dikenal sebagai all-rounder yang kompetitif dan seri Helios adalah mesin balap murni, maka Strattos C hadir untuk mengisi celah yang sangat dinantikan oleh para pecinta jarak jauh: Endurance Carbon Performance. Bagi Goweser yang mencari keseimbangan antara kecepatan karbon dan kenyamanan untuk gowes berjam-jam, Strattos C adalah jawaban yang sudah lama ditunggu. Apa Makna "C" pada Strattos Terbaru? Dalam klan Strattos yang baru, huruf "C" melambangkan Comfort (Kenyamanan) dan Carbon. Berbeda dengan saudaranya yang berorientasi pada kompetisi agresif, Strattos C dirancang untuk meredam getaran jalanan dengan lebih baik tanpa mengorbankan transfer tenaga yang efisien. Ini adalah sepeda yang dibuat untuk Century Ride, Gran Fondo, atau sekadar gowes akhir pekan yang menempuh jarak ratusan kilometer dengan rasa pegal yang lebih minimal. Sumber polygonbike.co.id Salah satu yang terlihat adalah stack/headtube yang lebih tinggi, hal ini untuk menunjang posisi yang lebih rileks daripada seri Strattos S. Disamping itu, desain seatstay yang tidak pure segitiga memberikan sensai redaman yang lebih baik, namun tetap stiff untuk peforma. Fitur Unggulan Polygon Strattos C Source polygonbikes.co.id 1. Frame ACX Carbon yang Tersertifikasi UCI  Meskipun fokus pada kenyamanan, Polygon tidak main-main soal kualitas. Strattos C dibangun di atas frame ACX Carbon yang ringan dan kaku. Yang paling membanggakan, frameset ini sudah UCI Approved, artinya sepeda ini memiliki standar internasional yang diakui untuk digunakan dalam balapan resmi dunia. 2. Geometri Endurance yang 'Ramah Punggung' Salah satu perbedaan paling mencolok adalah geometrinya. Strattos C memiliki stack yang sedikit lebih tinggi dan reach yang lebih pendek dibandingkan seri R. Hal ini membuat posisi duduk pengendara lebih tegak, mengurangi tekanan pada punggung bawah dan leher, sehingga Anda bisa gowes lebih lama dengan posisi yang tetap aerodinamis namun nyaman. 3. Desain Clean Look & Integrated Cockpit Mengikuti tren sepeda modern (seperti modifikasi clean look yang sedang ramai), Strattos C hadir dengan sistem Internal Cable Routing. Kabel-kabel masuk melalui headset, memberikan tampilan yang sangat bersih dan rapi. Desain ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan keuntungan aerodinamis karena berkurangnya hambatan angin dari kabel yang berseliweran. 4. Vibration Dampening yang Luar Biasa Berkat penggunaan material karbon dan desain seatstay yang dioptimalkan, Strattos C memiliki kemampuan alami untuk menyerap getaran mikro dari permukaan aspal yang tidak rata. Hasilnya? Guncangan tidak langsung tersalurkan ke tubuh pengendara, membuat otot tidak cepat lelah. Kenapa Anda Harus Melirik Strattos C? Jika Anda adalah tipe pesepeda yang: Gemar menempuh jarak jauh (Long Distance Cycling). Ingin merasakan sensasi sepeda karbon yang ringan namun tidak ingin posisi merunduk yang terlalu ekstrem. Menghargai estetika sepeda yang rapi dan minimalis. Membutuhkan sepeda yang serbaguna: kencang untuk sprint tipis-tipis, namun stabil untuk touring. Maka Strattos C adalah pilihan yang sulit untuk dikalahkan di kelas harganya. Polygon berhasil membuktikan bahwa sepeda karbon berperforma tinggi tidak harus selalu menyiksa tubuh. Polygon Strattos C7, C8 dan C9 Saat peluncurannya, Polygon menghadirkan dua varian utama untuk seri Strattos C, yaitu Strattos C7, Strattos C8 dan Strattos C9. Ketiganya menggunakan basis frame karbon yang sama namun dibedakan oleh kasta groupset dan komponen pendukungnya. Berikut adalah rincian spesifikasi untuk kedua seri tersebut: 1. Polygon Strattos C7 (The Di2 Entry) Source: polygonbikes.co.id Ini adalah varian paling terjangkau untuk merasakan teknologi perpindahan gigi elektronik (Di2) dari Shimano. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano 105 Di2 R7170 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano 105 Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity XL3 Disc (Alloy), Tubeless Ready. Tires: Performance Road Tires, 700x28C (Clearance up to 32C). Cockpit: Entity Expert Alloy (Handlebar & Stem). Saddle: Entity Flux. Fokus: Memberikan kenyamanan shifting elektronik dengan harga yang kompetitif, namun masih menggunakan roda aluminium untuk menekan harga. 2. Polygon Strattos C8 (The Peformance Balance) Source: polygonbikes.co.id Varian ini adalah "Sweet Spot" bagi banyak rider karena sudah mendapatkan groupset kelas balap dan wheelset karbon. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano Ultegra Di2 R8170 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano Ultegra Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity Carbon Wheelset (WR5 Disc), Tubeless Ready. Tires: Schwalbe One TLE / Setara, 700x28C. Cockpit: Entity Expert Alloy (Integrated System). Saddle: Entity Flux. Fokus: Keseimbangan antara berat yang ringan, akselerasi roda karbon, dan kecepatan perpindahan gigi Ultegra Di2. 3. Polygon Strattos C9 (The Flagship) Source: polygonbikes.co.id Ini adalah kasta tertinggi dari seri C saat ini, ditujukan bagi mereka yang menginginkan teknologi perpindahan gigi elektronik yang cepat dan presisi serta bobot yang lebih ringan. Frame: ACX Carbon Performance Endurance, UCI Approved, Full Internal Cable Routing. Groupset: Shimano Dura-Ace Di2 R9270 (2x12-Speed Electronic). Brakes: Shimano Dura-Ace Hydraulic Disc Brake. Wheelset: Entity Carbon Wheelset (Premium Grade), Tubeless Ready. Tires: Premium Road Tires (Schwalbe Pro One atau setara), 700x28C. Cockpit: Entity Expert Alloy / Integrated Carbon (Tergantung region/batch produksi). Saddle: Entity Flux dengan carbon rail. Fokus: Performa tanpa kompromi, bobot paling ringan di kelasnya, dan gengsi tertinggi sebagai model flagship. Kesimpulan Kehadiran Polygon Strattos C mempertegas posisi Polygon sebagai produsen yang mendengarkan kebutuhan komunitas. Dengan kombinasi frame karbon kelas atas, desain yang sangat bersih, dan geometri yang memanusiakan pengendara, Strattos C siap menjadi raja baru di jalur endurance Indonesia. Siapkan rute terjauh Anda, karena dengan Strattos C, batasnya bukan lagi rasa lelah, melainkan sejauh mana mata Anda ingin memandang jalanan.

polygon
strattos
polygon strattos
polygon strattos c
all road
road bike
adventure
carbon

24 hari yang laluyussan 179 views

Konversi Polygon Path 4 Menjadi Clean Look oleh Dims Bike Yogyakarta

DIMS Bike adalah bengkel sepeda di Yogyakarta, yang banyak membuat karya untuk konversi sepeda yang routing cablenya masih di luar menjadi full internal, alias clean look. Karya terbaru saat ini adalah Polygon Path 4, sepeda urban Polygon yang menggunakan flatbar dan cable luar, di konversi menjadi full cable dalam dan di tambah dropbar, mari kita lihat lebih dekat. MauGowes telah mendapatkan izin untuk menggunakan gambar dan memposting di maugowes.com dari DIMS Bike. Versi Original Polygon Path 4 Sumber polygonbikes.com Ini adalah versi asli dari Polygon Path 4, dengan handlebar flat dan caliper menggunakan postmount, serta masih single chainring.  Jika kita lihat, cable routing dari Polygon Path ini ada disisi samping dari downtube, lalu lanjut ke chainstay untuk rd dan caliper belakang, untuk caliper depan routing melalui fork. Hasil Konversi Polygon Path ke Clean Look dari Dims Bike Sumber instagram @dimsbike.yk Dan berikut adalah hasil dari tangan Dims Bike, ada beberapa part yang diganti untuk mendukung desain clean look. Seperti : Groupset menggunakan Shimano Tiagra 4700, yang otomatis caliper diganti flat mount, sehingga lebih rapi Saddle, untuk saddle kami belum mengetahui merek dan seri yang digunakan. Integrated handlerbar dari Tooseek membuat tampilan clean looknya lebih garang dan lebih enak untuk perjalanan jau Sumber instagram @dimsbike.yk Salah satu yang menjadi kunci dari suksesnya project konversi ke clean look ini adalah part ini. Part headset yang memungkinkan menggunakan bearing besar di headset bagian atas, biasanya ukuran 52mm untuk diameter, sehingga memungkinkan cable bisa masuk semua kedalam headset dan headtube, dan kemungkinan dilanjutkan ke frame hingga di titik akhir dari cable. Karena tidak ada cable yang masuk di lubang routing, maka PR berikutnya adalah menutup lubang tersebut. Dims Bike juga ada solusi untuk itu, lihat saja gambar diatas. Penutup cable routingnya terbuat dari karet dan cukup rapi. Jika minat konversi sepeda kamu ke clean look, kontak saja Dims Bike di Instagram @dimsbike.yk, pastikan sepeda kamu support terlebih dahulu sebelum kirim-kirim.

polygon
urban bike
roadbike
clean look
integrated
bikecheck
dimsbike
yogyakarta

sebulan yang laluyussan 272 views

Shockbreaker Gravel Upside Down dari Cane Creek

Dunia gravel bike kembali mendapatkan penyegaran penting. Setelah bertahun-tahun fokus pada inovasi di sektor MTB dan road, kini Cane Creek—brand komponen premium asal Amerika Serikat—kembali mengguncang pasar dengan perilisan Cane Creek Invert, sebuah shock gravel terbaru dengan desain upside down yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan kontrol ekstra bagi pesepeda di berbagai kondisi jalur. Apa Itu Cane Creek Invert? Credit by canecreek.com Cane Creek Invert adalah fork shock gravel dengan desain inovatif yang menempatkan elemen-elemen suspensi secara terbalik (inverted-style). Desain ini sebelumnya umum ditemui di dunia MTB downhill, namun Cane Creek berhasil menerapkannya untuk kebutuhan gravel dengan hasil yang sangat impresif. Tujuannya sederhana:memberikan peredaman optimal di jalur berbatu, rumput, pasir, hingga trail ringan—tanpa membuat sepeda terasa berat atau sluggish. Suspensi ini menjadi jawaban bagi gravel rider yang membutuhkan kombinasi: kenyamanan stabilitas efisiensi tenaga estetika modern Shock Breaker Upside Down Banyak Di Pakai di Dunia Balap Motor Profesional Credit by.hondaracingcorporation.com Jika lihat di Moto GP, World Super Bike, MXGP dan seri balap motor profesional lainnya, shock breaker sisi depan selalu menggunakan up side down alias USD, tentu jika dilihat dari sisi manfaat ada banyak yang bisa di dapatkan. Keunggulan Shock Breaker Upside Down 1. Stabil saat pengereman keras Shock USD lebih kaku di bagian atas sehingga tidak mudah melintir ketika motor melakukan pengereman kuat. Hal ini membuat motor tetap stabil dan mudah dikendalikan. 2. Handling lebih presisi Karena lebih kaku dan minim flex, USD memberikan rasa kontrol yang lebih baik saat menikung. Pengendara bisa mendapatkan umpan balik yang lebih akurat dari ban depan. 3. Unsprung mass lebih ringan Bagian yang bergerak naik-turun di shock USD lebih ringan karena pipa kecil berada di bawah. Ini membuat respons suspensi lebih cepat dan meningkatkan traksi ban di permukaan jalan. 4. Lebih kuat terhadap tekanan USD memiliki konstruksi yang lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap gaya ekstrem pada motor balap seperti pengereman keras, tikungan cepat, dan permukaan trek yang kasar. 5. Penyerapan getaran lebih efisien Dengan distribusi beban yang lebih baik, USD mampu meredam getaran kecil dan guncangan dengan lebih halus. 6. Menjadi standar motor performa tinggi Karena keunggulan teknisnya, hampir semua motor balap modern menggunakan shock USD sebagai standar. Kelebihan tersebut membuat motor lebih kompetitif di lintasan. Shock upside down hadir terutama untuk kebutuhan kestabilan, kekuatan, dan kontrol pada kecepatan tinggi. Lebih Lengkapnya silahkan cek di https://www.canecreek.com/products/invert?srsltid=AfmBOopG5v5m63J1ZgkOx8uUaW2iFbLisXzvGYR6e65TsVnQw6J4JerQ 

cane creek
gravel
bicycle tech
gravel bike
fork gravel
gravel shockbreaker

2 bulan yang laluyussan 511 views

Polygon Strada 2004 Dipoles Jadi Makin Mantab

Polygon Strada adalah sepeda MTB XC dari Polygon, di keluar terbaru memakai frame dari Alloy, namun mundur di keluaran 2004, terbuat dari stell, dari pemilik sepeda "Bale Lettuce Hydroponics", restorasi Strada 2004 dan memoles hingga full chrome. MauGowes telah mendapatkan izin pemilik sepeda untuk memposting sepeda ini di bikecheck MauGowes. Polygon Strada 2004 Generasi Pertama Sumber Facebook FJB Berikut adalah penampakan dari Polygon Strada generasi pertama yang turun pada tahun 2024. Dari warna dasarnya sudah terlihat warna chrome yang menjadi bekal untuk di poles agar makin mengkilap, tinggal menghilangkan stripingnya. Hasil Polesan Full Chrome Polygon Strada 2024 Berikut adalah hasil polesan pemilik sepeda "Bale Lettuce Hydroponics", menjadi sepeda ini full chrome mengkilap dan makin terlihat classic. Ada beberapa ubahan yang dilakukan pemilik sepeda, salah satunya ada di pengkabelan, warna dibuat gray agar lebih terlihat monochrome. Pemilik sepeda mengganti crankset ke Strummer 40t single chainring dengan warna chrome juga agar makin seragam dengan frame. Rotor juga diganti lebih besar agar memberikan peforma pengereman lebih baik juga agar terlihat lebih kekar. Dan Berikut adalah tampilan lengkap setelah Strada 2004 ini dipoles menjadi full chrome.

polygon
polygon strada
steel bike
mtb
chrome
bikecheck

2 bulan yang laluyussan 308 views

Gravel Bike Race Terbaru Merida Mission 2026

Merida baru saja merilis sepeda gravel terbaru mereka dengan caption "Fast on Any Surface", yakni Merida Mission. Misi dari Merida adalah sepeda ini dirancang untuk kecepatan, baik di jalan kerikil maupun hutan, aspal, atau apa pun di antaranya. Menggabungkan pengendalian presisi, fitur aerodinamis, dan akselerasi yang memukau dengan stabilitas, kenyamanan, dan kepercayaan diri, mobil ini menawarkan keseimbangan sempurna antara kecepatan dan kendali. MISI baru Anda: pace yang kencang di hari gravel dan jalanan lainnya. Lebih Dekat Dengan Merida Mission 2026 Perlu dicatat, Merida sebelumnya memiliki model bernama Mission CX yang fokus pada cyclocross. Namun, model Mission 2026 yang baru ini adalah sepeda balap gravel (gravel race bike) yang sepenuhnya didesain ulang untuk mengisi celah antara sepeda adventure gravel mereka (Silex) dan sepeda endurance road mereka (Scultura Endurance GR). Merida Mission 2026 tidak diciptakan untuk perjalanan bikepacking yang santai, melainkan untuk kecepatan, responsivitas, dan balapan di atas permukaan campuran (aspal dan kerikil). Filosofi desainnya sangat condong ke sepeda balap jalan raya (road race bike). Bisa dibilang Merida Mission 2026 ini adalah kelahiran road bike on steroids untuk Gravel. 1. Fokus Desain: Aero dan Agresif Image source merida-bikes.com Jembatan Antar Segmen: Mission dirancang untuk menjadi model di tengah-tengah lini gravel Merida: lebih cepat dan lebih agresif daripada Silex (yang fokus pada bikepacking) tetapi lebih tangguh di medan off-road daripada Scultura Endurance GR (yang fokus pada jalan raya). Keunggulan Aerodinamis (Aero): Rangka Mission mengadopsi banyak bentuk tabung dan profil aero dari sepeda balap Merida Scultura. Ini memberikan keunggulan kecepatan signifikan di jalur lurus, baik di aspal maupun di trek kerikil. Posisi Berkendara Balap: Geometri Mission jauh lebih rendah (lower Stack) dan lebih panjang (shorter Reach) dibandingkan Silex. Ini menempatkan pengendara dalam posisi yang lebih rendah, lebih agresif, dan lebih aerodinamis, mirip dengan sepeda balap. 2. Geometri yang Responsif (Nimble Geometry) Image source merida-bikes.com Untuk memberikan rasa berkendara yang cepat dan lincah, Merida memotong beberapa ukuran penting: Chainstay Pendek: Memiliki chainstay yang sangat pendek, hanya 419 mm. Ini adalah ukuran yang pendek untuk sepeda gravel, membuatnya sangat responsif dan lincah saat berakselerasi atau bermanuver di tikungan tajam. Sudut Head Tube yang Curam: Sudut head tube yang lebih curam (sekitar 72°) juga berkontribusi pada pengendalian yang lebih tajam dan mirip sepeda jalan raya. Bottom Bracket Rendah: Meskipun lebih cepat, Mission memiliki bottom bracket yang lebih rendah dari Silex, yang memberikan sensasi duduk "di dalam" sepeda (sitting in the bike), bukan "di atas" sepeda, meningkatkan stabilitas dan kontrol. 3. Batasan Ban dan Penyimpanan Terintegrasi Image source merida-bikes.com Salah satu keputusan Merida yang paling menarik pada model ini adalah batasan lebar ban. Kapasitas Ban Maksimal: Secara resmi, Merida membatasi lebar ban hingga 40mm. Ini adalah batas yang konservatif untuk tren gravel global (di mana 45mm hingga 50mm sudah umum), namun ini sejalan dengan fokus Merida untuk menjadikannya sepeda balap yang cepat. Catatan: Beberapa pengujian menunjukkan bahwa ban 45mm masih dapat dipasang pada beberapa rim tertentu. Penyimpanan G.U.T.: Mission 2026 dilengkapi dengan fitur penyimpanan terintegrasi (sering disebut Internal Frame Storage) di dalam downtube (G.U.T. - Gravity Under Tube). Ini memungkinkan pengendara menyimpan peralatan penting (seperti tabung dalam dan tool kit) di dalam frame untuk menjaga estetika dan aero. 4. Bukti di Arena Balap Image source road.cc Sepeda ini sudah membuktikan kemampuannya sebelum peluncuran resmi. Pembalap Merida, Matej Mohorič, mengendarai prototipe Mission Gravel ini dan berhasil meraih posisi ketiga (perunggu) di Kejuaraan Dunia Gravel UCI. Ini adalah bukti nyata bahwa desain yang agresif dan aero ini efektif di level kompetisi tertinggi. Varian Merida Mission  Merida Mission 2026 hadir dalam lima varian utama yang terbagi menjadi dua kubu besar: penggunaan 1x SRAM XPLR untuk balapan murni, dan 2x Shimano GRX untuk pengendara yang membutuhkan rentang gigi yang lebih rapat dan lebar. Merida Mission 2026 diluncurkan dengan beberapa varian utama, yang semuanya menggunakan frame Mission CF4 Carbon kelas atas yang sama, yang menunjukkan fokus Merida pada performa balap di seluruh lini. Perbedaan utama terletak pada groupset (Shimano vs. SRAM) dan level komponen (roda, cockpit). Berikut adalah detail lengkap varian baru Merida Mission 2026: Merida Mission 2026: Varian Model Utama Merida Mission 2026 hadir dalam lima varian utama yang terbagi menjadi dua kubu besar: penggunaan 1x SRAM XPLR untuk balapan murni, dan 2x Shimano GRX untuk pengendara yang membutuhkan rentang gigi yang lebih rapat dan lebar.4 Detail Varian 1. MISSION 10K (The Flagship) Groupset: SRAM Red XPLR AXS (1x13-speed). Fitur Spesial: Ini adalah varian paling ringan dan tercepat. Dilengkapi dengan SRAM Red AXS Power Meter standar, wheelset Carbon Zipp 303 XPLR SW berprofil dalam, dan cockpit carbon satu bagian Merida Team SL GR1P. Beratnya berkisar 7.6kg tanpa pedal. 2. MISSION 9000 (The Wireless Racer) Groupset: SRAM Force XPLR AXS (1x13-speed) nirkabel. Fitur Spesial: Ini adalah pilihan terbaik kedua setelah 10K. Menawarkan performa nirkabel SRAM dengan harga yang lebih mudah diakses daripada SRAM Red. Dilengkapi dengan SRAM Force AXS Power Meter standar (siap balap), wheelset Carbon Zipp 303 XPLR S (kualitas balap), dan cockpit carbon satu bagian Merida Team SL GR1P yang terintegrasi penuh. Ini adalah sepeda yang sangat ringan dan siap balap serius di luar kotak. 3. MISSION 6000 (The AXS Entry) Groupset: SRAM Rival XPLR AXS (1x13-speed) nirkabel. Fitur Spesial: Pilihan ideal bagi pengendara yang menginginkan performa nirkabel SRAM AXS dengan anggaran paling efisien. Menggunakan groupset Rival AXS yang sangat fungsional, frame CF4 Carbon yang sama, tetapi dikombinasikan dengan wheelset aluminium DT Swiss G1800 Spline yang andal dan kokpit aluminium. Ini adalah pilihan upgrade yang fantastis dari Mission 4000, terutama jika Anda ingin beralih ke shifting nirkabel. 4. MISSION 7000 (The Shimano Di2 Option) Groupset: Shimano GRX Di2 (2x12-speed) Fitur Spesial: Varian ini menargetkan penggemar Shimano dan pengendara yang menyukai gigi depan ganda (2x) untuk rentang gigi yang lebih halus dan lebar, terutama saat di aspal. Dilengkapi roda Carbon Reynolds ATR dan cockpit carbon terintegrasi. 5. MISSION 4000 (The Entry Point) Groupset: Shimano GRX 400 (2x10-speed) mekanik. Fitur Spesial: Ini adalah model paling terjangkau yang memungkinkan pengendara mendapatkan frame CF4 Carbon Mission yang sama dengan geometri balap. Menggunakan wheelset aluminium dan cockpit aluminium. Ini adalah pilihan bagus bagi mereka yang ingin memulai balap gravel dengan platform frame performa tinggi.

merida
merida mission
gravel
gravel bike
race

2 bulan yang laluyussan 305 views

MauGowes play video

#huawei #huaweiwatchfit4 #cyclingsensor #cycling #maugowes Sangat mudah sekali untuk mengkoneksikan sensor di sepeda, seperti cadence sensor, speed sensor, hingga power meter ke Huawei Watch. Untuk jam tangan yang kami gunakan di video ini adalah Huawei Fit 3, dan step ini sama dengan Huawei watch lainnya. Links : Website: https://maugowes.com Facebook : https://fb.com/maugowes Twitter : https://twitter.com.com/maugowes Instagram : https://instagram.com/maugowes MauGowes powered by Yussan Media Group

7 bulan yang lalu 570 views

MauGowes play video

#tubeless #sealant #cycling #maugowes Jika kamu sering mengalami ban bocor di tubeless, ada kemungkinan kurang menambahkan sealant, atau sealant kurang terdistribusi dengan maksimal. MauGowes disini menambahkan sealant ke ban tubeless yang sudah terpasang di sepeda tanpa membongkat, untuk tool-toolnbya bisa didapatkan di link berikut ya: - WTB Sealant: https://tokopedia.link/0rHpfeECtRb - Bicycle Valve Kit: https://tokopedia.link/7epn28MCtRb - Injector: https://tokopedia.link/DcYLKVOCtRb Links : Website: https://maugowes.com Facebook : https://fb.com/maugowes Twitter : https://twitter.com.com/maugowes Instagram : https://instagram.com/maugowes MauGowes powered by Yussan Media Group

10 bulan yang lalu 713 views

MauGowes play video

#audax #yucc200 #cycling #maugowes Presenter @yussanid Merupakan video cycling POV dengan pure sound di vent YUCC 200 2024 yang diadakan pada Juni 2024 kemarin, merupakan event yang diadakan oleh Audax Randonesia, merupakan event gowes self supported dan menempuh jarak total 200KM dengan elevation total untuk tahun ini +-1500m , dan alhamdulillah bisa finish under COT jam 17:00 sehingga dapat medali :) . Timestamp 00:00 Gear and setup untuk Audax 200KM 01:34 Start 05:54 AM 02:18 Jalanan Kota Yogyakarta 09:40 Tanjakan pertama Jl Pakem-Kalasan 17:26 CP1 KM 50 17:40 Descending The Lost World Castle 25:35 Flat menuju CP 2 25:50 CP 2 KM 100 25:55 Selopamimoro 40:46 CP 3 KM 160 41:45 Ngebut menuju finish Links : Website: https://maugowes.com Facebook : https://fb.com/maugowes Twitter : https://twitter.com.com/maugowes Instagram : https://instagram.com/maugowes MauGowes powered by Yussan Media Group

2 tahun yang lalu 1.43K views

Top Cyclists