Postingan dari "yussan"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 160 post

5 Helm MIPS Murah dengan Harga Sekitar Sejutaan Rupiah

Untuk lebih safety dalam bersepeda, opsi fitur keaman dari helm, atau disebut MIPS bisa kamu masukan ke rencana kamu jika belum punya. Berikut opsi helm MIPS yang murah, sekitar satu jutan rupiah sudah mendapastkan helm dengan teknologi MIPS.  Kenapa Menggunakan Helm MIPS Dalam istilah yang lebih mendasar, teknologi MIPS memungkinkan helm bergerak di sekitar kepala Anda saat terjadi benturan, yang berarti lebih sedikit gaya yang ditransfer ke otak di dalamnya. Tentu saja, itu tidak bergerak bebas, atau tidak ada gunanya memakai helm sama sekali. Disamping itu, helm yang bagus adalah ketika kecelakaan, tidak apa-apa helm itu rusak, yang penting tidak merusak isi didalamnya. Disclaimer: untuk semua postingan harga helm di sini adalah update untuk bulan November 2022 dengan harga maksimal Rp 1.300.000m,-, disamping itu, meski satu helm memiliki lebih dari satu seri yang support MIPS dan harga sekitar 1 jutaan rupiah, kami akan mengambil sampel satu seri yang plaing populer/random. Bell Formula MIPS Opsi pertama dari brand helm asal America Bell Helmets. Bell Formula Mips, yang hadir dengan spesifikasi sebagai berikut :  Bell Formula Mips Specs CONSTRUCTION FUSION IN-MOLD POLYCARBONATE SHELL FIT SYSTEM FLOAT FIT™ PRODUCT WEIGHT CPSC: 285G (SIZE M)|CE: 265G (SIZE M) CERTIFICATION COMPLIES WITH THE US CPSC SAFETY STANDARD FOR BICYCLE HELMET FOR PERSONS AGE 5 AND OLDER Di bagian fit system menggunakan float fit, artinya ketika di pakai helm ini akan terlihat lebih lebar dari pada helm lainnya, karena shell dari helms seolah-olah mengambang di kepala kita, bukannya menempel. Harga Bell Formula MIPS Di Tokopedia, kamu bisa mendapatkan Bell Formula MIPS ini dari harga 1.1 juta-an rupiah. Berikut adalah sample produk yang kami dapatkan dari salah satu official store yang terkenal di Tokopedia, HobbyOne. Dibanderol Rp 1.140.000,-, link pemebelian bisa cek disini https://tokopedia.link/iL0svEonevb .  Giant Relay MIPS Opsi berikutnya dari salah brand sepeda terbesar di dunia Giant, merek asal Taiwan, ada Giant Relay MIPS. Berikut fitur yang di tawarkan :  Mips protection Five-stars from Virginia Tech Helmet Ratings In-molded construction TransTextura™ moisture-wicking, anti-odor inner padding Harga Giant Relay MIPS Giant Official Store di Tokopedia mematok harga Rp 625.000,- untuk helm Giant Relay MIPS ini, sangat ekonomis untuk ukuran helm yang sudah ada teknologi MIPS. Untuk link pembelian di Tokopedia, bisa kamu cek di https://tokopedia.link/kMjnEpqnevb . PMT k15 MIPS Untuk berikut ada brand helm dari Cina, yakni PMT Helmet, seri yang kami post disini adalah PMT K15 MIPS. PMT memang dikenal memprodukses beragam helm sepeda terjangkau, namu dengan desain keren dan dengan standarisasi yang ada. Harga PMT K15 MIPS Di Tokopedia, kami menemukan PMT K15 MIPS ini di banderol Rp 905.000,- dari salah satu official store. Untuk link pembeliannya bisa cek di https://tokopedia.link/Mo11Wosnevb .  GUB M8 MIPS Untuk berikutnya ada brand GUB dari Cina, dengan seri GUB M8 MIPS Dengan beberapa spesifikasi : MIPS Airing dengan material PC+EPS Colorful (black, silver, red, green) in-mold adjustable weight: 275g Harga GUB M8 MIPS Di Tokopedia kami tidak menemukan official store yang menjual GUB M8 MIPS ini, namun dari salah satu store, kami menemukan GUB M8 MIPS di banderol Rp 1.120.000,- . Untuk link pembeliannya bisa cek di https://tokopedia.link/kpOal1tnevb .  MET Downtown MIPS MET helmet adalah brand dari Itali. Untuk seri ini kami agak ragu untuk share, karena dari desainnya cocok untuk sepeda road, hanya saja dilengkapi fairing depan, mungkin jika di lepas akan lebih sleek. Dari desainnya kami juga suka terlihat moderen. Berikut spesifikasi lengkap dari MET Downtown MIPS : In-mould polycarbonate shell with EPS liner MIPS-C2® Brain Protection System Safe-T Twist 2 Fit System 360° head belt Ponytail Compatible Removable visor Hand washable comfort pads Adjustable cam divider Reflective rear decal 17 Vents | Internal Air Channeling Certifications: CE; AS/NZS; US Harga MET Downtown MIPS di Tokopedia sebenarnya ada Official Store dari Met Helmets, hanya saja harga yang di banderol masih Rp 1.400.000,-. Hingga kamu menemukan official store lain dengan harga mendekati 1 juta rupiah, yakni dibanderol Rp 1.199.000,- . Untuk link pembelian bisa cek di https://tokopedia.link/alHhXuvnevb . 

5 hari yang laluyussan . 83 views

MOSSO 790 GVL Opsi Gravel Frame 1.4kg Harga Dibawah 5 Juta Rupiah

Apakah kamu berencana merakit gravel bike, dan budget yang disiapkan tidak banyak. Dengan harga dibawah 5 juta rupiah kami menemukan frame dari Mosso Mosso 790 GVL dengan berat sekitar 1.4kg bisa jadi opsi untuk kamu ,berikut selengkapnya. Pengembangan dari seri Mosso 730 GVL Jika dilihat sekilas memang tidak terlihat perbedaan antara MOSSO 790 GVL dan 730 GVL, tapi berkat striping MOSSO 790 GVL yang lebih minimalis, kami lebih suka saja melihatnya, lebih terkesan premium dan elegan. Yang menjadi pembeda adalah beratnya MOSSO 790 GVL bisa sampai 1.4 untuk framenya lebih ringan sekitar 100gram dari MOSSON 730 GVL, Mosso sendiri juga mengklaim seri 790 GVL ini lebih stiff dari 730 GVL sehingga transfer power bisa lebih maksimal. Spesifikasi dan Size Chart MOSSO 790 GVL Dilansir dari web offisial Mosso http://www.mosso.com.tw/products.php?func=p_detail&p_id=287&pc_parent=2 berikut sepesifikasi dan size chart yang dimiliki oleh frame ini.  Frame alloy dengan semi internal routing cable, dan menggunakn bottom bracket pressfit 86. Bottom bracket pressfit ini juga sangat membantu memberikan stifness lebih disisi bawah, agar transfer power lebih optimal. Berikut adalah size chart yang dimiliki sepeda ini, silahkan sesuai kan dengan fitting sepeda kamu, size mana yang paling sesuai. Fitur Frame MOSSO 790 GVL Disini kita bicara lubang-lubang yang disediakan untuk kita menambah aksesoris. Mulai dari lubang di spakbor kemudian pemasangan panier ada di bagian bawah samping fork, dan sisi atas samping seatstay. Hanya saja di pagian top tube tidak ada lubang-lubang disediakan. Penampakan Fullbike MOSSO 790 GVL Kami agak kesulitan mencari fullbike MOSSO 790 GVL di internet, tapi di Youtube kami menemukan 1 video menarik dari Harley Anngakesuma. Bilang menampilkan penampakan sepeda gravelnya MOSSO 790 GVL yang sudah fullbike dan dipasang beberapa aksesoris bag, dan testing drive di jalanan umum. Videonya bisa di cek disini https://www.youtube.com/watch?v=u2E2pWiiX_k .

7 hari yang laluyussan . 47 views

Kami Menambal Inner Tube TPU dengan Tubolito Patch Kit dan Berikut Ceritanya

Jika melihat pada sisi luar dari inner tube TPU dari Pirelli Smartube terdapat tulisan "Do'not repait please repair". Yang artinya pabrikan inner TPU ingin ingin mengganti dengan baru ketika tejadi semisal kerusakan di tube ataupun valvenya. Disisi lain kami menemukan produk Tubolito Patch Kit, patch kit yang khsus untuk inner tube TPU, apakah berhasil. Tubolito Patch Kit Kami menemukan produk ini Tokopedia, di MC Bikes Official terjual Rp 150.000,- bisa diorder di https://tokopedia.link/AKnIzG3ORub dan mari kita coba.   Didalamnya kami mendapatkan :  lem khusus untuk inner tube TPU alchohol pad beberapa buah patch tpu manual paper Mencari Bagian Yang Bocor Mencari titik bocor dengan teknik memompa dan menekan di dalam air, jika keluar gelembung air, disitulah titik bocor yang perlu kita tambal. Mulai Proses Patching Pastikan membaca manual paper terlebih dahulu, agar hasilnya sesuai baik. Berikut stepnya:  Bersihkan Bagian yang bocor tersebut dengan alchohol pad yang tersedia, dan usap sisa alchohol tersebut hingga kering. Oleskan lem khusus sedara merata, dan biarkan mengering terlebih dahulu hingga 1 menit. Setelah 1 menit, tempelkan patch nyadan pastikan merata tidak ada celah, untuk penempelan ini perlu waktu sampai 30 menit, dan akan lebih bagian jika di tahan / di jepit dengan benda yang aman untuk inner tube. Cek Ulang Kebocoran Setelah Kering 30 Menit Setelah 30 menit kami benar-benar merasa tempelan ini sudah kering, celah-celah aman.  Setelah di cek ulang di air, kami tidak menemukan gelembung-gelembung hasil kebocoran. Sip saatnya kita tes di jalanan. Tapi pastikan sebelum di pakai di jalan, cek terlebih dahulu apakah ada titik kebocoran lainnya. Hasil Tambalan Kami mencoba di ban belakang di Pirello Pzero Race 28mm dengan 90psi. Setelah di coba riding 30KM, psi masih aman 90psi, dan setelah di tinggal semalam masih terjaga 90psi juga. So far so good. - yussan

19 hari yang laluyussan . 67 views

Baru Pertama Lihat Marika Nurmagita aka Marikxx Riding MTB

Dari sekian lama follow Instagram dan Strava Marikxx alias Marika Nurmagita kami baru melihat beliau rading off road dengan MTB. di Strava terlihat judul yang diberikan adalah MTB to Mega Mendung dengan description first time... . Strava Activity Judul yang di berikan ada MTB to Mega Mendung, dengan jrak 36.66km dan elevation gainnya 957m, waw, 50m lagi tembus 1000m. Kami yakin dengan kombinasi jarak dan elevation gain segitu pasti ada tanjakan yang hampir atau lebih dari 15% slopenya. Ternyata setelah cek analyticsnya ada yang sampai 22,2% hingga 25% wow, tapi kita tidak bisa melihat di Strava apakah mode dirt/road. Selengkap bisa kamu cek di activity Marikxx di https://www.strava.com/activities/8104637264/analysis . Benar-Benar Jalurnya MTB Credit: Strava Marika Nurmagita Dari foto terlihat rute yang diberika memang benar-benar untuk MTB, tidak seperti pakai MTB tapi yang hampir semua riding di aspal. Terlihat jalannya ada yang basah teraliri air, apakah di namakan Mega Mendung karena memang sering mendung atau hujan, entahlah kami belum tahu ceritanya. Credit: Stava Marika Nurmagita Terlihat di salah satu spot foto, jika dilihat dari map Strava ini adalah titik balik, kabut menyelimuti tempat tersebut di tambah dengan suasana rindang dari dalam hutan, terlihat menarik sekali. Kamu juga bisa melihat jepretan aksi Marikxx di postingan Instagramnya, bisa cek pada link di bawah. https://www.instagram.com/p/Ck2kJnfr8Xa/

Avatar Marika Nurmagita
17 hari yang laluyussan . 72 views

Menemukan 3D Printing Mounting Bontrager Lamp di Tokopedia

Bontrager sebenarnya jualan juga beberapa opsi mounting untuk beberapa varian lampu mereka, mulai yang dipasang di mounting go pro, untuk di saddle, seatpost dan masih banyak lagi. Kelebihan produk ori ini adalah kualitasnya yang di jamin aman, tapi tentu dengan harga yang tidak murah. Hingga kami menemukan di tokopedia ada yang menjual mounting lampu Bontrager dari 3D Printing, dan inilah ceritanya. Produk Generasi Pertama Menemukan Sejak Hampir 1 Tahun Lalu Yups, kami menemukan produk ini hampir 1 tahun lalu, tapi baru saat ini posting disini. Ok sebelumnya, untuk varian lampu Bontrager yang kami gunakan adalah Bontager Ion City, untuk lampu depan. Kami memutuskan beli produk tersebut karena mini, sangat terang dan lifetime memuaskan, dan harga cukup murah di bandingkan lampu Bontrager lain, sekitar Rp 300.000-an, berikut penampakannya. Yups, semenjak punya lampu itu, selalu saya nyalakan shubuh, pagi, siang, karena mini jadi sedap di pandang. Di samping itu hampir semua lampu Bontrager memilki bentuk mountin yang sama, mulai dari Bontrager ion/flare city hingga ion/flare RT.  Oke kembali ke mountingnya, dari ulasan menginfokan kalo finishingnya tidak rapi, tapi menurut saya tidak apa-apa asal fungsional dan aman. Harga saat itu sekitar Rp 80.000-an, jika di banding dari Bontrager sekitar Rp 500.000-an. Yang saya rasakan pertama ketika mendapatkan produk generasi pertama adalah, memang finishing tidak rapi, dalam artian ada beberapa bagian yang tidak rasa dan berasa kasar ketika di genggam. Untuk bahan plastik yang digunakan saya kurang begitu paham, hanya saja terlalu kaku dan kurang flex, takutnya jika ada guncangan berlebih bisa patah. Patah Ketika Pemasangan Karena Terlalu Kencang Berikut adalah penampakan ketika kondisi baru di unboxing dan siap di pasang. Menggunakan mekanisme pegas untuk penguncian lampu, berbeda dengan dari Bontarager yang tidak ada pegas, tapi pure dari elastisitas plastiknya. Hanya saja ketika pemasangan, kami terlalu kencang karena takut lampu akan menunduk karena gravitasi, hingga terdengar bunyi krek..! , yup ada patah. Berencana ingin order lagi, tapi kami lem ajalah dengan lem Alteco, setelah kering dan terlihat kuat kami kemabali pasang di bagian depan. Kali ini kami menambahkan ring kecil di dalam mounting gopronya agar bisa kencang dan tidak ada tekanan berlebih di plastiknya. Kemungkinan karena cetakan terlalu tipis, sehingga ketika di kencangkan plastik akan tertekan, bengkok dan akhirnya patah. Metode menambahkan ring tadi aman, hingga benar-benar kencang. Kami pun menggunakan mounting ini hingga hampir 1 tahun. Kami pun kembali ke toko tempat kami beli kemarin untuk share ke sosial media, dan ternyata penjual telah rilis generasi baru, dengan berbagai mode dan plastik yang lebih kuat. Generasi Baru ada 3 Opsi dan Material Lebih Kuat Berikut adalah penampakan varian produk terbaru ketika postingan ini dibuat, dan Tokonya bernama H-Store Shop. Opsi yang di sedikan adalah betul mountingnya yang lurus 180derajat, 45 derajat dan 90 derajat. Kami pun memilih yang 90 derajat karena ukurannya paling mini, tapi akan memasang dengan kemiringan 45derajat, gampangnya tinggal di miringkan aja kebawah saat dipasang, agar cahayanya tak mengenai pengendara di depan kita, karena bontrager ini benar-benar terang. Yang kami rasakan di generasi baru ini, merasa lebih flexibel sehingga jauh dari patah karena terlalu kencang, selain itu finshingnya lebih halus. Kami belum dapat jawaban apakah ada perbedaan bahan dari kedua mouting ini. Mekanisme pegas terlihat perbeda, kita pegas mengarah vertical, sehingga tombol power bisa berada di posisi kanan/kiri, saya sendiri tidak masalah dengan perbedaan ini. Ketika unboxing terlihat ada plastik kecil, saya kita ada bagian yang patah, ternyata penjual memberika cadangan tuas untuk sistem pengunci, menarik. Berikut adalah penampakan ketika terpasang di sepeda, dengan kemiringan sekitar 45 derajat kebawah. Kami menggunakan mounting ini dengan lampu terpasang kurang lebih sekitar 200Km, dan full aspal, ada sedikit-sedikit guncangan, tapi bukan ekstrim, hanya ketika lewat jalan bergelombang. Kami memasang cukup kencang, sehingga tidak membuat lampu tiba-tiba turun, nah jika kalian ragu terlalu kencang bisa bikin patah, tambahkan saja selotip di bagian yang terhubung dengan mounting gopro, jangan tebal-tebal nanti tidak bisa di pasang. Dengan harga Rp 96.000,- apakah kalian berencana membeli mounting ini untuk di pasang di lampu Bontrager kalian, atau main aman dengan beli Bontrager blendr sebagai mounting official dengan harga sekitar Rp 500.000-an. - yussan

sebulan yang laluyussan . 149 views

Kami Ikut YUCC 100 2022 dari Audax Randonesia dan Berikut Ceritanya

Berawal dari awal tahun 2022 terlampir info dari Instagram @audaxrandonesia terlampir jadwal untuk tahun 2022. Kami pun saat itu melakukan liputan untuk Ultra Cycling Challenge 2022 di Yogyakarta alias YUCC (Yogya Ultra Cycling Challenge) di awal tahun, 29 January 2022. Saat itu kami tidak mempelajari cara mendaftar, hanya mengikuti rute dan melakukan liputan. Dan di October ini ada YUCC lagi 100, 200 dan 1200, kami pun mencoba ikut serta yang 100, dan berikut adalah step dari awal hingga finish. Credit by https://randonesia.org Cara Mendaftar dan Biaya Ultra Cycling Challenge dari AUDAX Randonesia Waktu itu sudah masuk bulan Oktober, dan saya pun sudah lupa dengan event YUCC ini, hingga teman saya, sebut "Papenk" chat saya kalo pendaftaran YUCC sudah di buka. Saya pun langsung buka Instagram @audaxrandonesia, ternyata tidak ada update apapun. Ternyata setelah saya tanya lagi ke Mr Papenk, pendaftarannya ada di aplikasi Dash Sports. Install dan Registrasi Dash Sports Ternyata pendaftaran dan pembayarannya semua dilakukan di apps Dash Sport ini, saya pun langsung install dan register, takutnya langsung habis. Semua proses install, registrasi dan bayar ini bisa sukses tidak sampai 30 menit, saya melakukan pembayaran dengan Livin by Mandiri. Sisanya tinggal kita tunggu saja email dari Audax Randonesia untuk langkah berikutnya. Download Dash Sports di :  Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dashsportmobileapp iOS: https://apps.apple.com/id/app/dash-sports-your-sports-hub/id1602113726 Oh ya mungkin banyak yang akan tanya juga, biaya totalnya adalah Rp 472.500. harga YUCC 100 2022 Mendapat Email dari Audax Randonesia Tercatat kami mendapatkan 3 email dari Audax Randonesia, tapi seharusnya cuma 2 sih. Email pertama adalah pengumuman jadwa dan lokasi pengambilan kit. Mirip seperti Januari 2022 kemarin, YUCC Oktober 2022 masih di ambil di JNM (Jogja National Museum) dan hari jum'at, sehari sebelum acara. Email lainnya adalah rute, dan disertakan pula GPX. Rute buatan panitia di buat di ride with GPS, didalam rute juga tertera CP (Checkpoint), pastikan kamu mengingat/memasang lokasi CP tersebut di cyclocomp kamu agar tidak terlewat, karena kita wajib stop dan melakukan checkpoint disana. Nah email ketiga atau email terakhir, adalah koreksi dari email berisi rute diawal, jadi jika ternyata tidak ada kesalahan dalam pembuatan rute, email bisa berisi 2 saja. Pengambilan Kit dan Aturan Untuk Ikut Serta Inti dari event AUDAX ini adalah self supported, yakni dilarang ada support dari luar ketika bersepeda, kecuali dari peserta lain. Untuk itulah AUDAX juga sering menggunakan jalur blusukan, alias keluar dari jalanan utama, karena kita tahu di Indonesia ini mudah untuk menemukan toko, warung sebagainya terutama di kota besar seperti Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Karena jalanannya banyak lewat blusukan, dan tentu tidak 100% mulus, sehingga paling cocok untuk menggunakan speed all around, gravel, xc sebagainya. Tapi saya disini menggunakan roadbike dengan lebar ban 28mm, karena terlihat di rutenya, hanya 1km saja yang keluar dari road, tapi tetap saja beberpa jalan berlubang banyak ditemukan, bisa cek di video POV kami berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=ex6nZYNR22Y .  untuk peraturan lengkapnya, bisa kalian cek di poster diatas. Untuk aksesoris sepeda yang wajib adalah, lampu depan putih dan belakang merah, pastikan ketika start, checkpoint dan finish masih menyala, dan memasang segitiga di bagian belakan sepeda (ini didapat ketika penggambilan kit).  Untuk yang didapatkan ketika pengambilan kit kemarin adalah sebagai berikut, dan hasil ini bisa berbeda-beda tergantung dari acara atau kapan event diadakan :  Kartu BRM (Brevet Des Randonneur Mondiax) Card, identitas kita ada di kartu ini, jika rusak/hilang otomatis kamu didiskualifikasi. Segitiga pengaman Plat nomor untuk sepeda Bonus topi sepeda Beberapa voucher Mulai Start, Checkpoint Hingga Finish Karena cuma 100km, dan jarak yang biasa ditempuh ketika gowes weekend, maka saya pun cuma bawa toolkit, ban cadangan, sama beberapa snack untuk ngemil di jalan. Saya pun membawa tas handlebar untuk menyimpan beberapa peralatan kamera juga, sama brm.  Elves Quendi Disc, sepeda yang saya gunakan Seminggu terakhir di Jogja selalu hujan, untungnya pas acara ini di hari sabtu sedang cerah-cerahnya, dari start hingga finish, saya pun membawa jas hujan yang bisa dilipat kecil dan disimpan di jersey. Target disini saya tidak akan stop dari start hingga finish, kecuali untuk traffic light, checkpoint, toilet atau kerusakan. Oh iya COT (Cut Of Time) nya 7.5 jam ya, dan saya targetnya 4 jam, karena rutenya terlihat cukup aman, elevation gainnya hanya 500m, dan ketika start terlihat lebih banyak turunan. Start Start untuk 100km dimulai pada pukul 05:30, disini pastikan lampu kamu normal, dan segitiga terpasang dan lain-lain sesuai dengan peraturan diatas. Siapkan juga BRM, BRM ini terpakai ketika start dan finish untuk pendataan. 05:38 saya pun bisa start mulai keluar dari JNM, dan perjalanan pun lancar-lancar saja hingga sampai CP-1. Sesuai perkiran diawal, jalanan rusak memang banyak di temui, karena rute kita memang blusukan, so far aman dengan roadbike dengan ban 28mm. CP-1 ada di Jalur Lintas Selatan Disini saya tidak akan cerita panjang lebar seputar jalur di YUCC 100 2022 ini, karena kamu bisa menikmatinya secara langsung di video MauGowes https://www.youtube.com/watch?v=ex6nZYNR22Y .  Finish dalam 4 Jam 07 Menit Karena tidak ada acara berhenti lama selain di CP-1 sehingga bisa hemat banyak waktu, oh iya saat itu sempat berhenti untuk ke toilet sekali di SPBU sekitar Imogiri, Bantul, DIY. dan salah jalan 2 kali, mungkin jika tak ada salah jalan bisa di bawah 4 jam :). Tapi ingat ya tujuan event ini bukan untuk race, tujuannya untuk explore dan menikmati kota. Sampai jumpa di YUCC tahun depan. - yussan

sebulan yang laluyussan . 259 views

Magene S3+ Sebuah Cadence dan Speed Sensor Dalam Satu Wadah

Apakah kamu sedang mencari cadence sensor, atau mungkin speed sensor. Magene Gemini menyedia dua sensor tersebut menjadi satu kesatuan, dan tentunya support untuk ANT+ maupun Bluetooth, berikut ceritanya. Harga Harga yang ditawarkan di sebagian besar toko di Indonesia adalah sekitar Rp 150.000,- (kurang lebih). Produk ini bisa kamu temukan dengan mudah di Tokopedia maupun Bukalapak, tentunya dengan keyword "Magene S3+". Cara Penggunaan Dua sensor (speed dan cadence) yang saya jelaskan diatas tidak aktif secara bersamaan. Tidak ada tombol switch sensor disini, caranya dengan melepas dan kemudian memasang baterai. Sesaat setelah baterai terpasang akan ada led menyala sebentar, bisa 2 warna antara hijau atau merah. Jika hijau maka speed sensor yang sedang aktif, jika merah maka cadence sensor yang sedang aktif. Untuk berikutnya setelah tahu sensor mana yang aktif, tinggal meletakannya di sepeda, jika cadence sensor bisa diletakan di crank arm, dan jika speed sensor, bisa diletakan di hub. Sensor ini memiliki 2 macam koneksi ant+ atau bluetooth, keduanya aktif secara bersamaan, kamu bisa memilihih 2 koneksi tersebut sesuai dengan yang disupport cyclocomp yang kamu punya. Dalam kasus ini saya menggunakan Garmin Edge 130 dan terkoneksi dengan baik menggunakan ANT+ sensor pun berjalan dengan lancar dan bisa dibaca dengan baik di cyclocomp. - yussan Sumber Gambar : https://www.tokopedia.com/charliebike/sensor-speed-dan-cadence-magene-gemini-210-ant-bluetooth-strava-garmin

2 tahun yang laluyussan . 2.54K views

Mengenal Varian Sepatu Roadbike dari Adidas

Adidas adalah brand dari Jerman yang banyak sekali peminatnya di Indonesia, mulai dari sepatu olahraga hingga casual. Adidas mengeluarkan beberapa varian cycling shoes, baik untuk road hingga gravel. Postingan ini khusus membahas untuk varian road cycling shoes dari Adidas. Adidas The Road Cycling Shoes Hadir dengan desain tali mirip dengan sepatu casual dan terus 3 strip ciri khas adidas. Warna yang ditawarkan ketika postingan ini dibuat ada 5, warna utama biru, gray, yellow black dan white seperti pada gambar diatas.  Plate menggunakan Fibreglass-reinforced nylon midsole dan 3 bolt yang compatible dengan berbagai cleat road. Upper dari Seamless Primeweave upper with TPU overlays. Sayangnya dari web resmi Adidas, kami tidak menemukan berapa berat dari sepatu ini. Adidas The Parley Road Ccycling BOA® Shoes Dengan harga Rp 300.000,- lebih mahal dari The Road Cycling Shoes, opsi ini menawarkan boa dial untuk pengencangan talinya, dan tentu ini super simpel, tinggal tarik atau putar-putar. Plate dari Stiff nylon and glass fibre composite plate dan support untuk 3 bolt cleat road yang banyak ditemukan di pasaran. Ripstop upper with adidas PRIMEKNIT textile collar. Sayangnya dari web resmi Adidas, kami tidak menemukan berapa berat dari sepatu ini.

sebulan yang laluyussan . 102 views

Kami Mencoba Beberapa Model Bottle Storage Dan Berikut Adalah Hasilnya

Ada beberapa opsi storage yang bisa diletakan di bottle cage, kita sebut saja "Bottle Storage", 3 sampel yang kami coba ini memilki ciri khas masing-masing dari Fabric tool Keg, Ceramic Speed Keg dan Pro Bottle Storage (model 2020). Seputar 3 Sample Bottle Cage Sebelum ke masing-masing sample, kita jelaskan dulu perbedaan dari 3 bottle cage ini. Fabric Tool Keg Peredam Jenis bottle cage yang menggunakan mounting sendiri, juga dilengkapi pounch didalam storagenya. Pounch disini sangat memudahkan sekali ketika mengamil barang dari lubang storage yang kecil, sekali tarik bisa akses semua tanpa membuatnya berantakan. Disamping itu pounch dari Fabric ini bahnya cukup tebal, juga untuk meredam suara, karena jika storage yang keras di masukan barang keras suara yang dihasilkan pasti mengganggu. Credit Road.cc Ukuran Meskipun punya mounting khusus, diameter dari fabric tool keg ini mirip dengan botol minum biasa, sehingga kita bisa menaruhnya di bottle cage biasa, hanya ukurannya sedikit lebih besar dari botol minum biasa. Karena ukurannya sedikit lebih besar, maka bottle cage sedikit meregang. Penulis sendiri pernah menggunakan bottle cage dari plastik yang keras tidak mudah flex, ketika terpasang aman, tapi saat ada gunjangan menghasilkan retakan meski tidak jatuh, akhirnya kami mengganti dengan bottle cage dari alloy seperti di gambar atas, dan aman hingga sekarang. Pro Bottle Storage Pro Bottle Storage yang kami tes ini adalah generasi 2020, karena saat 2021 ada versi terbaru dari Pro dengan tampilan seperti pada gambar dibawah. Credit https://www.pro-bikegear.com/ Oke storage kedua ini untuk simulasi bottle cage ukuran yang panjang. Ketika di pasang di bottle cage yang ada di seattube, tidak semua ukuran sepeda support pastikan frame kamu berukuran besar dan muat untuk pasang bottle storage sepanjang ini, atau opsi lain bisa pasang di bottle cage yang ada di tempat lain, s eperti di downtube. Untuk gambar diatas adalah sepeda yang kami gunakan untuk tes, ketika sudah terpasang tidak masalah, terlihat masih banyak space, ketika proses pasang dan lepas terlihat masalahnya, harus sedikit memiringkan storage akan bisa terpasang ke bottle cage. Peredam Untuk peredam Pro bottle cage menggunakan lapisan busa yang menempel dengan botol di bagian dalam, yups simple dan fungsional. Karena ukurannya panjang kita bisa meletakan banyak barang disana, hanya saja saya pernah menyimpan kunci di posisi paling bawah, jadi untuk mengambilnya harus mengeluarkan satu persatu barang-barang yang berada di tumpukan atas.  Hal yang sama juga berlakuakn untuk fabric tool keg yang menggunakan pounch, hanya bedanya, untuk ambil semua barang di storage cukup tarik saja pounchnya, karena elastis mengeluarkan barang jadi mudah. Ukuran Dari segi ukuran mirip-mirip dengan Fabric Tool Keg hany saja lebih keci, tapi lebih besar dari diameter botol minum biasanya, sehingga masih mudah untuk pasang dan lepas dari bottle cage. Ukuran yang lebih besar, seperti juga membantu agar storage ini tak mudah lepas dari bottle cage. Ceramic Speed Keg / Specialized Keg Storage Kami Kurang yakin ini merek ceramic speed atau buka, karena pernah lihat dengan desain yang mirip hanyak saja tertulis Specialized Keg, seperti gambar di bawah. Peredaman Untuk storage ini tidak ada peredam sama sekali, sehingga barang yang ada di dalam terlalu sedikit akan menghasilkan suara yang berisik, terutama ketika bertemu jalanan tak rata. Ukuran Dengan tinggi tidak jauh berbeda dari Fabric Tool Keg, storage ini memiliki diameter yang sama persis dengan botol minum biasa membuatnya sangat mudah untuk masuk dan keluar bottle cage. Ternyata dari beberapa macam ukuran diameter, memang yang paling pas paling nyaman. Extra Storage Ternyata di bagian atas storage ini ada storage ekstranya ukurannya sangat kecil, jadi kami bisa menggunakannya untuk menarik cadangan rantai dan pinnya. Karena jika benda ini dicampur-campur biasanya akan membuat inner tube lecet hingga robek. Kesimpulan Dari 3 sample diatas, kamipun mengambil kesimpulan untuk bottle storage yang paling cocok untuk dipakai semua kalangan. Berikut jika dibuat poin:  ukuran mirip dengan ukuran botol minum kebanyakan, bisa yang 550 atau 650ml diameter tidak jauh beda dengan botol minum tersedia pounch untuk peredam dan memudahkan mengambil barang extra storage untuk barang-barang yang tidak ingin dicampur. Kamipun mengkombinasi ceramic speed keg/specialized keg storage dengan fabric pounch untuk bisa mendapat poin-poin diatas. Nah jika teman-teman ada sample storage lain yang punya ciri khas sendiri, bisa comment dibawah ya. - yussan

2 bulan yang laluyussan . 162 views

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean