MauGowes Logo
BlogVideosBikesTop CyclistsKamus SepedaApps

Tag "bicycle"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari total 28 post

cyclowatt
power meter
Cyclowatt: Power Meter Pertama di Dunia yang Tersembunyi di Dalam Cleat!

Dalam dunia balap sepeda modern, power meter bukan lagi barang mewah yang hanya milik atlet profesional. Ia sudah menjadi alat wajib bagi siapa pun yang ingin gowes lebih efisien, baik untuk latihan terstruktur maupun sekadar memantau performa di Strava. Namun, masalah klasiknya tetap sama: Harga yang mahal dan keterbatasan kompatibilitas. Baru-baru ini, sebuah perusahaan startup asal Swiss bernama Cyclowatt muncul dengan inovasi yang cukup mengguncang pasar. Mereka menawarkan solusi yang selama ini diimpikan banyak goweser: sebuah power meter yang bisa "masuk" ke pedal yang sudah kita miliki. Apa Itu Cyclowatt? Source cyclowatt.ch Berbeda dengan Garmin Rally atau Favero Assioma yang menjual satu set pedal utuh, Cyclowatt berfokus pada cleat. Konsepnya sederhana namun brilian. Cyclowatt memindahkan seluruh teknologi sensor strain gauge, baterai, dan transmisi data ke dalam sebuah cleat. Cleat support untuk pedal road populer di pasaran, seperti Shimano SPD-SL dan KEO Look. Mengapa Ini Adalah Sebuah Inovasi Besar? Source cyclowatt.ch 1. Kebebasan Memilih Pedal Masalah utama power meter berbasis pedal saat ini adalah kamu dipaksa menggunakan sistem cleat tertentu. Jika kamu membeli power meter Look, kamu tidak bisa memakai cleat Shimano, begitu juga sebaliknya. Dengan Cyclowatt, kamu tetap bisa menggunakan pedal favoritmu, karena power meter ini ada di cleat. 2. Lebih Ekonomis (Eco-Friendly) Banyak goweser merasa sayang jika harus membuang atau memensiunkan pedal Shimano Ultegra atau Dura-Ace mereka yang masih bagus hanya karena ingin upgrade ke power meter. Cyclowatt ini sama aja kamu ganti cleat. 3. Akurasi Tanpa Kompromi Meski konsepnya "modular", Cyclowatt tidak main-main soal data. Mereka mengklaim akurasi hingga ±3%. Data yang dikirimkan mencakup Power (Watt), Cadence. 4. Konektivitas Modern Tentu saja, Cyclowatt sudah dilengkapi dengan teknologi ANT+ dan Bluetooth. Ini artinya, ia bisa langsung terhubung ke Head Unit (Garmin, Wahoo, Bryton) milikmu, atau digunakan untuk balapan virtual di Zwift menggunakan tablet atau laptop. 5. Tidak Terlihat Stealth Tidak Terlihat (Stealth): Tidak ada lagi modul besar di tangan crank atau pedal yang menonjol. Estetika sepeda Anda tetap 100% original. Keunggulan Utama Cyclowatt Plug and Play Nyata: Tidak perlu kunci torsi atau bongkar pasang crank yang rumit. Cukup pasang cleat seperti biasa di sepatu balap Anda. Berat Minimal: Karena ukurannya yang sangat kecil, tambahan beratnya hampir tidak terasa dibanding cleat standar. Akurasi Langsung dari Sumber: Mengukur daya langsung dari titik kontak antara kaki dan sepeda memberikan data yang sangat murni tentang bagaimana tenaga Anda disalurkan. Hal yang Perlu Diperhatikan Source cyclowatt.ch Durabilitas: Karena cleat adalah bagian yang sering bergesekan dengan tanah saat kita berjalan, tantangan terbesar Cyclowatt adalah melindungi sensor sensitif di dalamnya agar tidak rusak saat dipakai jalan kaki. Baterai: Ukuran kecil berarti baterai yang digunakan juga kecil. Namun, Cyclowatt telah mengoptimalkan efisiensi dayanya agar tahan untuk gowes jarak jauh. Kesimpulan CycloWatt Untuk saat postingan ini dibuat, CycloWatt masih single side power meter, tapi kita terus ikuti saja update-update terbaru dari CycloWatt apakah kedepan akan menghadirkan dual sided. Kami telah menanyakan melalui email ke perwakilan CycloWatt, untuk saat ini belum ada opsi float degree untuk masing2 Shimano SPD-SL dan Keo Look, jadi masih hanya ada satu opsi, tapi tidak menutup kemungkinan di masa depan akan ada opsi-opsi berikutnya. Untuk saat ini CycloWatt ini belum di jual secara umum, namun bisa kita awasi projectnya di kickstarted melalui link berikut https://www.kickstarter.com/projects/cyclowatt/cyclowatt-power-meter-that-moves-with-you?ref=discovery&term=cyclowatt%20&total_hits=3&category_id=52 

sehari yang lalu

232 views

bel sepeda
rockbross
Bel dari Rockbross: Solusi Bisa Sprinting Lebih Aman

Bagi pengguna road bike , gravel bike yang menggunakan dropbar, memasang aksesoris di area kemudi (cockpit) seringkali menjadi dilema. Kita ingin tetap aman dengan adanya bel, tapi di sisi lain kita tidak ingin tampilan sepeda jadi berantakan atau merusak aerodinamika. Rockbros baru saja merilis solusi jenius untuk masalah ini: Road Bike Handlebar Plug Bell. Sebuah bel yang bersembunyi di ujung drop bar kamu. Inovasi: Bel yang Menggantikan Bar-End Plug Source rockbrossport.co.uk Biasanya, ujung stang (drop bar) hanya ditutup dengan plastik biasa. Rockbros memanfaatkan ruang kosong tersebut untuk menempatkan mekanisme bel mekanik. Hasilnya? Bel ini benar-benar tidak terlihat dari depan, menjaga tampilan sepeda tetap sleek dan bersih. Untuk bisa menggunakan bel ini, posisi tanya haruslah di drop persis seperti gambar diatas. Hal ini menjadi nilai plus juga, ketika sedang sprint, kita bisa lebih aman karena ada bel yang siap dipakai. Mengapa Ini Penting untuk Keamanan? Keunggulan utama bel ini bukan cuma soal estetika, tapi posisi aksesnya: Aman Saat Sprint: Saat kamu sedang dalam posisi drop (memegang stang bawah) untuk sprint atau memacu kecepatan tinggi, tangan kamu berada tepat di sebelah bel ini. Kamu bisa membunyikannya cukup dengan jari kelingking atau jari manis tanpa harus melepas genggaman atau pindah posisi tangan ke bagian atas stang. Respon Cepat: Dalam situasi darurat di jalanan padat, sepersekian detik sangat berharga. Posisi bel yang ergonomis ini memungkinkan kamu memberi peringatan kepada pejalan kaki atau pengendara lain secara instan. Suara Nyaring: Meski ukurannya mungil, bel ini terbuat dari material copper alloy (tembaga) yang menghasilkan suara "ting" yang sangat jernih dan melengking, cukup kuat untuk menembus kebisingan jalan raya. Instalasi yang Mudah Source https://rockbrosbike.de/ Pemasangannya sangat simpel. Bel ini dirancang untuk masuk ke lubang stang standar (diameter dalam sekitar 18-20mm). Kamu hanya perlu memasukkannya dan mengencangkan baut hex yang akan membuat bagian dalamnya mengembang dan terkunci rapat. Kelebihan Rockbross Bar-End Bell Estetika Maksimal: Tidak ada klem tambahan di stang. Aerodinamis: Tidak menambah hambatan angin. Material Premium: Tahan karat dan awet. Kekurangan Rockbross Bar-End Bell Suaranya hanya satu nada (singel tone). Ukuran lebih besar dari bar-end handlebar asli Rockbross Bar End Bell di Marketplace Indonesia Kami melakukan pencarian di Tokopedia dan Shopee, dan surprisingly Rockbros Barend Bell ini sudah kami temukan, dengan harga rata-rata Rp 100.000,-, dan variasi yang tersedia lengkap, opsi warna Titanium atau hitam. Tokopedia: https://tk.tokopedia.com/ZSmgFDSBh/  Shopee: https://s.shopee.co.id/9fFjZrXOXI  Kesimpulan Untuk goweser yang peduli dengan keamanan tapi tetap ingin sepedanya terlihat "pro", Rockbros Handlebar Plug Bell adalah aksesoris wajib. Harganya terjangkau, namun manfaat keselamatannya—terutama saat kamu sedang asyik ngebut—sangat besar.

8 hari yang lalu

352 views

birdy
birdy bicycle
Birdy: Sepeda Lipat "Full Suspension" yang Mengubah Standar Kenyamanan & Performa

Bagi banyak goweser, sepeda lipat (seli) alias folding bike sering dianggap hanya untuk santai atau komuting jarak pendek. Namun, Birdy mematahkan stigma tersebut. Didesain oleh duet desainer Jerman, Riese & Müller, Birdy hadir dengan satu fitur utama yang jarang dimiliki seli lain: Full Suspension dalam paket yang sangat ringan. Mengapa Birdy Berbeda? Source: https://www.birdybicycle.com/ Rahasia utama Birdy terletak pada desain main frame yang kaku tanpa engsel di tengah. Tidak seperti Brompton atau seli konvensional yang membelah rangka jadi dua, Birdy melipat melalui titik pivot suspensi depan dan belakangnya. Keuntungannya? Rangka jadi jauh lebih kaku (stiff), minim bunyi beritit (creaking), dan transfer tenaga dari pedal ke roda jadi jauh lebih efisien. Teknologi Suspensi yang Ikonik Leading Link Front Suspension: Garpu depan Birdy menggunakan sistem leading link yang meredam getaran jalan dengan sangat halus tanpa membuat sepeda terasa "mentul-mentul" saat dipacu kencang. Elastomer Rear Suspension: Di bagian belakang, terdapat blok elastomer yang berfungsi menyerap shock dari lubang atau jalanan tidak rata. Hasilnya? Kamu bisa gowes lebih lama tanpa merasa cepat pegal. Varian Birdy yang Wajib Kamu Tahu di 2026 Untuk pembaca MauGowes, berikut adalah rangkuman model Birdy yang paling relevan: Birdy R20 (Racing): Menggunakan ban 20 inci dan groupset Shimano 105 (11-speed). Ini adalah seri terkencang untuk kamu yang hobi ngebut di aspal. Birdy Gravel: Dilengkapi ban yang lebih lebar dan bergerigi (18 inci) serta groupset 10-speed. Sangat cocok untuk kamu yang ingin gowes ke jalur makadam atau jalanan rusak di sekitar Indonesia. Birdy Rohloff: "The Holy Grail" dari Birdy. Menggunakan hub internal Rohloff 14-speed yang sangat low maintenance dan kuat. Birdy City: Varian standar yang paling pas untuk penggunaan harian di perkotaan dengan groupset 9-speed yang simpel. Birdy JK11 Series: Hasil kolaborasi dengan Joseph Kuosac, menggunakan wheelset karbon untuk bobot yang sangat ringan dan tampilan super mewah. Kesimpulan: Apakah Worth It? Dengan harga yang berkisar antara Rp25 juta hingga Rp60 juta-an (tergantung spesifikasi), Birdy memang investasi yang cukup besar. Namun, jika kamu mencari satu sepeda yang bisa dilipat masuk ke bagasi mobil tapi punya rasa berkendara sekelas road bike atau hardtail MTB, Birdy adalah jawabannya. Ref: https://www.birdybicycle.com/

16 hari yang lalu

238 views

udh
sram
SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger): Satu RD Hanger Bisa Untuk Semua Frame dan Semua Jenis RD

Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh 

sebulan yang lalu

406 views

safa brian
road bike descending
Menikmati Descending Dengan Sepeda Bersama Safa Brian

Safa Brian adalah cyclist dari United States yang membuat konten bersepeda, terutama di jalur-jalur descending yang teknikal. Beliau descending dengan speed tinggi menggunakan sepedanya, dan tentu descending dengan teknik agar aman sampai tujuan. Contoh Video Descending Safa Brian Gambar diatas diambil dari adegan video terpopuler Safa Brian ketika postingan ini dibuat, bisa cek di https://www.youtube.com/watch?v=ho_lrPU7dPU&t=255s . Model pengambilan gambar dari Safa Brian adalah video POV (Point of View), bisa terpasang di chestmoutn, headmount, atau dari videografer di belakangnya yang menggunakan motor. Kualitas video yang diambil Safa Brian tidak perlu di ragukan lagi, motion blur dan bahkan beberapa video tersedia hingga 2k. Rute yang biasa diambil videonya oleh Safa Brian adalah rute descending / turunan, beliau sepertinya memang focus untuk membuat Cycling POV untuk descending, lebih tepatnya technical descending, karena melaju dengan kecepatan tinggi. Tersedia pula telemetri di video, agar kita tahu, seberapa step kemiringan jalan, speed, power yang digunakan, rute, serta beragam data sepeda lainnya. Bukan Hanya Descending di Road, Tapi Juga Gravel dan MTB Safa Brian bukan hanya membuat video Cycling Descending dengan Road Bike, beliau juga upload aktifitas descending lainnya, mulai dari Gravel Bike hingga MTB, dari solo ride hingga group ride. Safa Brian Descending dengan Roadbike Safa Brian Descending with Road Bike Selain descending di rute-rute USA, Safa Brian juga melakukan touring ke beberapa negara lain, untuk merasakan sensasi descending di beberapa rute tanjakan terkenal di dunia. Safa Brian Descending on Gravel Bike Safa Brian with Gravel Bike Sebagai negara asal lahir Gravel Bike, tentu genre sepeda ini tidak dilewatkan Safa Brian, mulai dari rute yang benar-benar Gravel, alias jalanan country road di USA, hingga gravel yang teknika, single road ala route MTB. Safa Brian Downhill Safa Brian Downhill Hingga MTB, jenis sepeda yang digunakan Safa Brian, mulai dari cross countrym, hard trail hingga all mountain, gambar di atas adalah ketika Safa Brian sedang Downhill. Safa Brian Social Media  Jika tertarik dengan konten-konten Safa Brian diatas, kamu bisa cek beberapa social medianya , semua link jadi satu di Follooow https://follooow.com/influencers/safa-brian-62df263378419179983a1d9b 

3 tahun yang lalu

1.1K views

cane creek
gravel
Shockbreaker Gravel Upside Down dari Cane Creek

Dunia gravel bike kembali mendapatkan penyegaran penting. Setelah bertahun-tahun fokus pada inovasi di sektor MTB dan road, kini Cane Creek—brand komponen premium asal Amerika Serikat—kembali mengguncang pasar dengan perilisan Cane Creek Invert, sebuah shock gravel terbaru dengan desain upside down yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan kontrol ekstra bagi pesepeda di berbagai kondisi jalur. Apa Itu Cane Creek Invert? Credit by canecreek.com Cane Creek Invert adalah fork shock gravel dengan desain inovatif yang menempatkan elemen-elemen suspensi secara terbalik (inverted-style). Desain ini sebelumnya umum ditemui di dunia MTB downhill, namun Cane Creek berhasil menerapkannya untuk kebutuhan gravel dengan hasil yang sangat impresif. Tujuannya sederhana:memberikan peredaman optimal di jalur berbatu, rumput, pasir, hingga trail ringan—tanpa membuat sepeda terasa berat atau sluggish. Suspensi ini menjadi jawaban bagi gravel rider yang membutuhkan kombinasi: kenyamanan stabilitas efisiensi tenaga estetika modern Shock Breaker Upside Down Banyak Di Pakai di Dunia Balap Motor Profesional Credit by.hondaracingcorporation.com Jika lihat di Moto GP, World Super Bike, MXGP dan seri balap motor profesional lainnya, shock breaker sisi depan selalu menggunakan up side down alias USD, tentu jika dilihat dari sisi manfaat ada banyak yang bisa di dapatkan. Keunggulan Shock Breaker Upside Down 1. Stabil saat pengereman keras Shock USD lebih kaku di bagian atas sehingga tidak mudah melintir ketika motor melakukan pengereman kuat. Hal ini membuat motor tetap stabil dan mudah dikendalikan. 2. Handling lebih presisi Karena lebih kaku dan minim flex, USD memberikan rasa kontrol yang lebih baik saat menikung. Pengendara bisa mendapatkan umpan balik yang lebih akurat dari ban depan. 3. Unsprung mass lebih ringan Bagian yang bergerak naik-turun di shock USD lebih ringan karena pipa kecil berada di bawah. Ini membuat respons suspensi lebih cepat dan meningkatkan traksi ban di permukaan jalan. 4. Lebih kuat terhadap tekanan USD memiliki konstruksi yang lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap gaya ekstrem pada motor balap seperti pengereman keras, tikungan cepat, dan permukaan trek yang kasar. 5. Penyerapan getaran lebih efisien Dengan distribusi beban yang lebih baik, USD mampu meredam getaran kecil dan guncangan dengan lebih halus. 6. Menjadi standar motor performa tinggi Karena keunggulan teknisnya, hampir semua motor balap modern menggunakan shock USD sebagai standar. Kelebihan tersebut membuat motor lebih kompetitif di lintasan. Shock upside down hadir terutama untuk kebutuhan kestabilan, kekuatan, dan kontrol pada kecepatan tinggi. Lebih Lengkapnya silahkan cek di https://www.canecreek.com/products/invert?srsltid=AfmBOopG5v5m63J1ZgkOx8uUaW2iFbLisXzvGYR6e65TsVnQw6J4JerQ 

4 bulan yang lalu

694 views

pedal
keo look
Lampu di Pedal dengan Keo Blade Vision Upgrade Kit

Keo membuat terobosan baru, sebuah lampu yang bisa di pasang di pedal. Lampu ini hanya compatible untuk Keo Blade pedal generasi ke 4, apa saja fiturnya mari kita bahas. Apa Itu Kéo Blade Vision Upgrade Kit? Secara sederhana, Kéo Blade Vision Upgrade Kit adalah satu set modul lampu LED yang dapat dipasang secara terintegrasi di bagian belakang pedal Look Kéo Blade Anda. Ini adalah cara termudah dan tercepat untuk memberikan fitur keamanan canggih ke pedal balap Kéo Blade Generasi ke-4 Anda. Kit ini dirancang untuk mengatasi kelemahan lampu belakang tradisional yang terpasang di seatpost—yaitu, lampu tersebut mudah tertutup oleh tas sadel atau tubuh rider sendiri, terutama saat bersepeda berkelompok. Fitur Utama: Kekuatan Visibilitas 'Biomotion' Inovasi terbesar dari Vision Kit ini adalah pemanfaatan prinsip Biomotion. Apa itu Biomotion? Penelitian menunjukkan bahwa mata manusia dan otak pengemudi merespons gerakan biologis (seperti gerakan kaki saat mengayuh) 5.5 kali lebih baik daripada cahaya statis. Dengan menempatkan dua lampu (satu di setiap pedal), gerakan kaki saat mengayuh (naik dan turun) menjadi penanda yang sangat jelas bagi pengendara di belakang. Visibilitas 180° dan Jarak Jauh: Lampu LED merah dengan output hingga 60 Lumen ini diklaim terlihat hingga jarak 1 kilometer, memberikan visibilitas 180° yang optimal, baik siang maupun malam. Desain Sangat Ringan dan Plug-and-Play: Setiap modul lampu hanya menambah bobot sekitar 20 gram pada pedal Anda. Pemasangannya pun sangat mudah dan cepat (tool-free), sehingga Anda bisa melepasnya kapan pun untuk mengisi daya atau jika tidak diperlukan. Disamping itu di klaim Keo, lampu ini bisa dilihat dari jarak 1 Km dan baterai bisa bertahan sampai 40jam. Kompatible dengan New Keo Blade Kit Keo Vision Upgrade ini dilengkapi dengan satu set aksesori lengkap, yang memudahkan Anda mengonversi dan mengadaptasi Keo Blade generasi ke-4 Anda menjadi Keo Blade Vision. Untuk mengidentifikasi apakah model Anda generasi ke-4, lihat pelat depannya — pelat tersebut seharusnya terdiri dari tiga bagian terpisah. Harga Keo Vision Pedal Untuk Keo Blade Vision Upgrade Kit vissionnya sendiri dijual USD 79, dan bisa di pasang di pedal Keo generasi ke-4.  Bagi kamu yang menginginkan pedal KEO yang sudah include Keo blade vision upgrade, bisa merogoh kocek: Keo 2 Max Vision USD 175.000 Keo Blade Ceramic Vision USD 325.000 Detail selengkapnya bisa cek di halaman berikut  

4 bulan yang lalu

479 views

gravel
gravel bike
Trek x Topo Design Project One Gravel dari Surga

Di dunia sepeda, kolaborasi antara merek sepeda dan brand gaya hidup bukanlah hal baru, namun yang satu ini patut mendapat perhatian khusus. Trek Bicycle yang legendaris, baru-baru ini mengumumkan kolaborasi mereka dengan Topo Designs, sebuah perusahaan perlengkapan outdoor asal Colorado yang dikenal dengan desain produknya yang fungsional, penuh warna, dan bergaya heritage-modern. Trek Project One sendiri adalah program kustomisasi yang ditawarkan oleh Trek Bicycle yang memungkinkan pelanggan mendesain dan memesan sepeda impian mereka secara unik. Intinya, ini adalah layanan di mana Anda dapat memilih setiap detail sepeda—mulai dari warna cat, desain grafis, hingga spesifikasi komponen—agar benar-benar mencerminkan gaya dan preferensi Anda. Kali ini Trek bersama Topo Design menghadirkan design eksklusif. Siapa Topo Design Sebelum membahas produknya, mari kenali Topo Designs. Berdiri pada tahun 2008, Topo Designs telah menjadi ikon dalam dunia perlengkapan outdoor. Mereka terkenal dengan tas ransel, tas pinggang, dan aksesori lainnya yang dibuat dengan material berkualitas tinggi, warna-warna cerah yang khas, dan desain yang klasik namun tetap relevan untuk kehidupan modern. Filosofi mereka adalah menciptakan produk yang bisa digunakan baik di perkotaan maupun di alam liar, sebuah konsep yang sangat cocok dengan semangat bersepeda. Selengkapnya bisa cek di web resmi Topo Design https://topodesigns.com/ .  Trek x Topo Design Project One Terlahir dari kecintaan bersama terhadap desain yang hebat dan mengajak orang-orang beraktivitas di luar ruangan, skema cat Project One ICON dari Trek x Topo Designs menghadirkan sentuhan baru pada sepeda gravel Checkmate dari Trek. Kolaborasi ini memadukan seni Project One dengan gaya khas Topo — garis-garis organik, pola-pola cerah, dan warna-warna yang terinspirasi oleh petualangan penuh peralatan dan lanskap alam. Kombinasi ini merupakan perpaduan yang seimbang antara ekspresi artistik dan mesin penghancur kerikil. Dari jalanan terpencil hingga hari-hari balapan yang berat, skema ini memukau dan menceritakan sebuah kisah: tentang gerakan, alam, dan peralatan yang membantu kita menjelajahi semuanya. Tersedia secara eksklusif untuk sepeda gravel Checkmate SLR. Hadir dengan warna utama black matte dan corak khas Topo Design di beberapa tempat, serta ada corak stripping biru muda, dan ungu. Selengkapnya https://www.trekbikes.com/us/en_US/trek-topo-designs-collab-project-one-icon-premium-bike-paint/ 

5 bulan yang lalu

493 views

road bike
mosso
Mosso 795 Pro: Frame Alloy Ringan, Full Internal Routing, dan Super Stiff untuk Performa Maksimal

Bagi para pesepeda yang sedang mencari frame dengan performa tinggi, bobot ringan, dan tampilan modern, Mosso 795 Pro bisa menjadi pilihan yang tepat. Frame ini merupakan salah satu produk unggulan Mosso yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pesepeda kompetitif maupun penggemar custom build. Apa saja keunggulannya? Mari kita bahas secara detail. Material Premium: Alloy 7046 Berkualitas Tinggi Source mosso.com.tw Mosso dikenal sebagai produsen frame aluminium yang inovatif. Mosso 795 Pro menggunakan alloy 7046, material aluminium kelas pesawat terbang yang memiliki kekuatan luar biasa dengan bobot yang sangat ringan. Kelebihan material ini adalah: Kekuatan tinggi namun tetap ringan, sehingga frame mampu menahan beban dan tekanan saat bersepeda dengan intensitas tinggi. Durabilitas optimal untuk penggunaan jangka panjang. Responsif terhadap transfer tenaga, membuat setiap kayuhan lebih efisien. Bobot Super Ringan untuk Akselerasi dan Tanjakan Source mosso.co.tw Frame ringan adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kecepatan, terutama saat mendaki. Mosso 795 Pro menawarkan bobot yang sangat rendah untuk ukuran frame alloy. Walaupun bobot pastinya tergantung ukuran dan set fork yang digunakan, frame Mosso seri Pro seperti 795 Pro berada di kisaran 1,3 kg untuk frame dan sekitar 0,34 kg untuk fork carbon. Dengan bobot ini, Mosso 795 Pro masuk ke kategori super light alloy frame yang mampu memberikan akselerasi cepat sekaligus membuat tanjakan terasa lebih ringan. Kekakuan (Stiffness) Maksimal untuk Efisiensi Pedal Selain ringan, Mosso 795 Pro juga dikenal memiliki kekakuan (stiffness) yang sangat baik. Kekakuan frame ini berarti tenaga dari kayuhan pedal langsung tersalurkan ke roda tanpa banyak kehilangan energi. Hasilnya: Akselerasi lebih cepat dan responsif. Handling lebih stabil saat sprint maupun cornering. Efisiensi tinggi untuk pesepeda yang fokus pada performa. Mosso berhasil menemukan keseimbangan ideal antara stiffness dan kenyamanan, sehingga tidak hanya cocok untuk kompetisi, tapi juga masih nyaman dipakai harian atau long ride. Desain Modern dengan Full Internal Routing Source mosso.com.tw Salah satu fitur modern yang membuat Mosso 795 Pro menonjol adalah full internal cable routing. Semua jalur kabel shifter dan rem masuk ke dalam frame, menciptakan tampilan yang sangat bersih dan rapi. Keunggulan desain ini meliputi: Tampilan lebih aerodinamis karena kabel tersembunyi. Perlindungan kabel lebih baik dari debu dan air. Estetika premium yang membuat sepeda terlihat mewah. Desain modern ini menjadikan Mosso 795 Pro sangat cocok untuk penggemar custom build yang ingin tampil beda dan profesional. Source mosso.com.tw Yang saya suka dari frame Mosso 795 Pro ini adalah, internal routingnya sampai ke bagian chain stay, jalur untuk kabel rd. Kebanyakan produk Mosso frame alloy lainnya yang sudah full internal belum ada fitur ini, masih menggunakan routing di luar chain stay. Pilihan Warna Mosso 795 Pro Ada 4 varian warna dari Mosso 795 Pro ini ketika postingan ini dibuat, antara lain: Green Metalic Red Metalic Black Matte Silver Metalic dan 1 satu varian spesial, yakni all elements.  Semua opsi warna diatas jadi satu dalam satu frame. Untuk semua varian warna kecuali Black Matte menggunakan warna fork yang sama, yakni hitam metalic. Selengkapnya https://mosso.com.tw/products.php?func=p_detail&p_id=340&pc_parent=2

6 bulan yang lalu

1.56K views

MauGowes Logo

MauGowes - Adalah platform online yang dibuat untuk kamu para pecinta sepeda. Disini kamu bisa dapat konten menarik dan sekalian belanja pula.

seedbacklink

© 2026 MauGowes - All Right Reserved

Powered by Y&A Studio

Socials

YoutubeTelegramInstagramTwitterFacebookTokopediaShopee