Postingan Dengan Tag "disc brake" - Mau Gowes

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 7 dari 7 post

Apa itu Piston di Disc Brake Caliper Sepeda

Ketika mengecek spek kaliper disc brake sepeda, kadang kita menemukan ada yang memiliki single piston, dual piston, bahkan hingga ada yang 4 piston. Apakah itu dan bagaimana perbedaanya, mari kita bahas di postingan ini. Apa itu Piston di Kaliper Disc Brake Piston adalah bagian di caliper (dalam kasus ini disc brake), yang bertugas untuk memberikan tekanan ke brake pads untuk melakukan kontak dengan rotor ketika proses pengereman. Baik untuk kaliper disc brake mekanik ataupun hidrolik memiliki cara kerja piston yang sama, yakni untuk mendorong brake pads hingga berkontak dengan rotor. Sampel diatas ini adalah caliper dengan 4 piston, yang mana ketika proses pengereman, 2 piston di kanan dan kiri akan menekan brake pads ke tengah hingga menjepit rotor, dan disinilah deselerasi terjadi. Bagaimana Dengan Kaliper dengan 1 Piston Kaliper dengan 1 piston biasanya mudah ditemukan di caliper berharga murah, yang sebagaian besar adalah caliper disc brake mechanical. Karena hanya memiliki 1 piston alias satu pendorong, maka brake pads yang didorong ke rotor hanya satu sisi saja, bisa sisika luar ataupun dalam, sedangkan sisi lainnya hanya diam ditempat.  Karena hanya satu sisi brake pads yang terdorong ke rotor, maka agar semua bagian rotor bergesekan dengan brake pads, ada sesi ketika rotor terjadi flexing, sehingga semua sisi rotor bisa kontak dan bergesekan dengan sempurna ketika pengereman.  Contoh disc brake kaliper dengan 1 piston ini adalah dari Tektro MD C510 . Kaliper Disc Brake 2 piston bahkan 4 piston Makin banyak piston, maka makin sempurna proses pengereman yang terjadi, semisal 2 piston akan bisa mencengkeram rotor dengan sempurna dari kedua sisi dengan flex yang minimum, berbeda dengan caliper dengan 1 piston diatas.  Kaliper disc brake dual piston adalah yang paling ditemukan untuk part roadbike, semisal produk-produk dari Shimano untuk kaliper disc brake hidrolisnya, sepeti 105, Ultegra, Dura Ace, dll. Untuk sampel kaliper disc brake dengan 4 piston, bisa kita temukan di produk Shimano lainnya, ada groupset untuk mTB yakni Deore XT. Tentu seiring perkembangan waktu, akan ada kaliper-kaliper lain dengan jumlah piston yang lebih banyak. Masalah dan Solusi Yang Biasa di Temui di Piston Disc Brake Untuk menghasilkan peforma pengereman yang maksimal, piston harus bergerak sejak bersama-sama, agar kontak rotor dan brakepads bisa secara maksimal pula.  Ada beberapa kasus piston yang macet, bisa macet ketika keluar, atau macet ketika kembali ke posisi aslinya. Beberapa penyebab antara lain kotoran, atau bahkan sistem hidrolis yang bermasalah. Agar terhindar, dari masalah-masalah tersebut, pastikan kamu servis dan cek piston kamu secara berkala. Image sources : https://www.reddit.com/r/bikewrench/comments/6s0swl/disc_brake_piston_stuck_at_an_angle_in_caliper/ https://www.hexorcism.com/16ND/sm353010/

7 hari yang laluyussan

Membersihkan Decal Wheelset Fulcrum RC 4 DB

Fulcrum yang kami lakukan pembersihan decal adalah seri Fulcrum Racing 4 DB seri 2018. Berbekal minyak kayu putih dan pembersih kaca, akhirnya bisa kami selesaikan dengan hasil yang cukup memuaskan. Berikut ceritanya Kondisi Awal Berikut adalah penampakan wheelset fulcrum racing 4 db, ketika masih dengan full decal. Bahan dan Alat minyak kayu putih pembersih kaca / atau pembersih apapun yang aman untuk cat lap pencingkil ban dari bahan yang lembut waktu dan ketekunan Yup sesimpel itu bahan dan alat untuk proses pembersihkan decal ini, yang paling penting adalah ketekunan dan waktu, karena ada kondisi ketika decal akan sulit dilepas, padahal baru setengahnya dan kamu merasa akan menyerah, jika hal itu terjadi tidak apa-apa, bisa istirahat dulu, tapi jangan sampai ditinggal terlalu lama. Let's Get Started, Melepas Decal Disini kita mulai mencungkil sticker / decal pastikan hati-hati jangan sampai merusak cat, untuk itu lang kenapa saya menggunakan pencungkil ban, yang notabene terbuat dari plastik. Kunci agar kamu tidak merusak cat wheelset adalah bisa dengan kunci berikut, pastikan pencungkil sticker yang kamu gunakan tidka lebih keras dari cat / wheelset, dengan formula ini dijamin cat tidak akan lecet. Ketika melepas decal ini pastikan benar-benar bersih ya, tidak menyisakan sisa decal / potongan yang masih menempel, minimal pastikan hanya tersisa lemnya saja, agar mempermudah di step berikutnya. Membersihkan Sisa Lem Tahapan berikutnya adalah membersihkan sisa lem, jika pelepasan decal di tahap sebelumnya kamu lakukan dengan maksimal, seharusnya di tahapan ini sedikit lebih mudah. Saatnya minyak kayu putih bekerja, mulai dengan mengusapkan keseluruh bagian wheelset, mulai satu sisi dulu saja, pastikan sedikit agak banyak, agar sisa-sisa lem meresap minyak kayu putih ini. Selanjut sering-sering aja kita cocolkan kain ke minyak kayu putih dengan gerakan memutar , bisa memutar acara atau memutar serasi seperti gerakan orbit planet-planet di tata surya. Waktu yang kami butuhkan untuk 1 sisi wheelset biasanya kurang lebih 1 jam, dipotong dengan jeda tiap decal. Beres, Bersihkan Sisa Minyak Kayu Putih Tugas kita masih belum selesai nih, sisa minyak kayu putih juga perlu di bersihkan agar rim kamu tidak licin dan tidak bikin kotor tangan. Disinilah kami menggunakan pembersih kaca atau pembersih lain yang aman untuk cat. Disini kami tidak 100% menghilangkan decal yang tersedia, tapi menyisakan decal dari brand Fulcrum sebagai penanda identitas.

25 hari yang laluyussan

Pilih Rotor 140mm atau 160mm Untuk Roadbike

Ketika berencana membeli rotor disc brake untuk roadbike, sering kali ditemukan 2 opsi, untuk diameter 140mm atau 160mm. Dari sinilah banyak timbul pertanyaan, apa yang kalebihan dan kekurangan jika memilih rotor ukuran 140mm atau 160mm, mari kita bahas disini. Makin Besar Rotor Pengereman Makin Baik Source : https://www.astra-honda.com/ Mari kita beralih ke dunia balap sepeda motor, yang mana cakram yang digunakan sangat besar sekali di bandingkan cakram pada motor-motor harian. Cakram/rotor besar ini ditujukan untuk mendapatkan peforma pengeriman terbaik ketika melaju di trek, bisa dibilang makin besar rotor maka makin baik peforma pengeremannya.  Namun makin besar rotor makin berat pula bobot yang dihasilkan, untuk hal itu pula kendaraan harian yang mesinnya biasa saja, tinggal menggunakan rotor sebesar itu karena akan membebani mesin. Hal tersebut juga berlaku di sepeda, makin besar rotor tentu juga berpengaruh pada bobot sepeda, jika siap bertambah beberapa gram, ok pasang saja. Jangan lupa makin besar rotor ada ektra power yang ditambahkan untuk menggerakan sepeda, tapi kita mendapatkan kelebihan peforma pengereman yang lebih baik. Memastikan Frame Support Tidak semua frame roadbike support untuk rotor ukuran 160mm. Jangan sampai menjadi penyesalan, terlanjur beli Rotor 160mm ternyata tidak support di pasang di frame. Memang lebih aman menggunakan rotor ukuran 140mm yang memang umum digunakan roadbike saat ini. Perlu Adapter Caliper Rotor 160mm Source: mantel.com Rata-rata ketika pembelian kaliper, terutama yang flat mount. Baca: Perbedaan kaliper flat mount dan postmount , menyediakan adapter untuk kaliper bagian depan, sehingga bisa dipasang rotor 140mm atau 160mm, namun tidak untuk belakang. Sehingga untuk memasang rotor ukuran 160mm dibagian belakang, selain memastikan frame support, kamu jua harus memiliki adapter ini agar kaliper juga support dengan rotor ukuran 160mm. 

2 bulan yang laluyussan

Impresi Elite Wheelset ENT-DISC 50mm Setelah 1000KM

Beberapa saat yang lalu salah satu partner MGWS Mr WSNJY merakit road bike, dan unutk part wheelsetnya mengguakan produk dari Elite Wheels, serinya Elite ENT 50mm untuk Disc Brake dengan Hub RD07. Wheelset terbaru merupakan produk baru yang di beli langsung dari official store Elite Wheels di Ali Express, berikut adalah impresi setelah 1000KM penggunaan. Desain Yang Simple dan Sleek Corak utama dari Elite ent ini adalah hitam matte penuh tanpa corak macam-macam, tentunya dengan decal dari Elite wheel seri 2.0 alias terbaru untuk 2020. Rimsnya sangat cocok dan elegan di padukan dengan vittoria corsa gumwall dan frame delihea rest yang serba hitam. Spesifikasi Untuk opsi discbrake lebar rim 50mm berat total sepasang adalah +- 1656±30g, dan berikut adalah spesifikasi lengkapnya :  UCI Certified Support clincher dan tubeless Hub untuk rotor center lock, support untuk Shimano 10-11 speed / XDR 11-12 speed Axle: F-qr*100 &12*100mm.R-qr*135&12*142mm Freebody: 6 pawls Holes: Front 24.rear 24 Spokes: Pillar 1423 Dan dilengkapi dengan valvle untuk ban tubeless beserta spokes/ruji cadangannya. Tetap Nyaman Untuk Climbing Berkat ringan dan stiffness dari carbon, wheelset ini tetap enak digunakan nanjak. Terbukti dari pengetesan di Bukit Turgo dengan ketinggal sekitar 1000mdpl, watt yang dihasil untuk bisa membawa sepeda kepuncak lebih rendah daripada wheelset dengan harga sejenis terutama yang non carbon. Kondisi Setelah 1000Km UCI Certified memang adalah pantokan yang benar untuk mengetahui kualitas dari suatu part sepeda, dan Elite ent ini sudah UCI Certified. Dari pengalaman gowes WSNJY menjelaskan sering masuk lubang dengan highspeed / kecepatan tinggi dan langsung gas saja karena merasa wheelset baik - baik saja. Benar saja, sejak awal pembelian hingga review ini dibuat WSNJY sama sekali belum pernah setel ulang ruji, karena memang belum di butuhkan. So far dengan harga kurang lebih Rp 5 jutaan, Elite ent ini tidak mengecewakan dan rekomended, tapi untuk dapat harga aslinya kamu perlu beli di Ali Express, dan untuk free ongkirnya harus memilih agen yang pengirimannya bisa 2-3 bulan. - yussan -

3 bulan yang laluyussan

Sebelum Upgrade Disc Brake Mekanikal ke Hidrolis Bisa Perhatikan Ini Dulu

Untuk kamu yang saat ini memilki roadbike disc brake tapi masih mekanikal dan ingin upgrade ke seri hidrolis, berikut ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, mulai dari opsi upgrade lain, dan penjelasan seputar part-part yang dibutuhkan untuk menggunakan rem hidrolis Perbedaan Rim Brake Mekanikal dan Hidrolis Cara kerja utamanya adalah sama sih,untuk menekan piston dikaliper untuk menjepit disc untuk menghentikan putaran roda, tapi tentu saja feel, penampakan dan peforma dari disc brake mechanical dan hidrolis jelas berbeda Penampakan Disc Brake Mekanikal Disc brake mekanikal untuk menyampaikan perintah pengereman dari lever ke kaliper menggunakan kawat besi kuat. Jika dilihat dari lever, baik disc brake mekanikal / hidrolis terlihat sama saja, tapi jika di bagian kaliper, disc brake mekanikal terlihat sisi inner cable brakenya yang dari logam terlihat dari luar.  Tugas dari inner cable ini adalah menarik piston ketika ada pengereman sehingga disc/piringan bisa tergencet dan terjadilah deselerasi. Bagian ini lah yang terlihat tidak rapi dibandingan disc brake yang sudah hidrolis. Penampakan Disc Brake Hidrolis Cara kerja disc brake hidrolis adalah ketika terjadi proses pengereman, kita memberikan tekanan mineral oil yang ada di kabel rem dan tersalurkan hingga ke kaliper, yang mana tekanan oli ini akan menekan piston sehingga menjepit disc/piringan, disinilah proses deselerasi. Karena kabel rem disini bisa dibilang seperti selang, hanya berisi mineral oil, maka ketika ketika melihat caliper disc brake hidrolis terlihat jauh lebih rapi , simple dan tertutup. Feel Disc Brake Mekanikal dan Hidrolis Meski cara kerjanya sama, tapi perbedaan mekanikal dan hidrolis adalah feel ketika pengereman, untuk rem di disc brake hidrolis berapa lembut dan ringan, meski begitu pengereman tetap berjalan dengan maksimal. Untuk discbrake mekanikal, makin dalam melakukan pengereman makin berat dan keres untuk menarik brake levernya. Part Yang Perlu Diganti Untuk Upgrade Disc Brake Mekanikal ke Hidrolis Untuk memudahkan penjelasan di bagian ini, kita gunakan sample produk dari Shimano , Shimano Ultegra R8000 untuk mekanikal dan R8020 untuk hidrolis. Untuk part-part yang perlu diganti ketika upgrade dari disc brake mekanikal ke disc brake hidrolis antara lain :  kaliper kabel rem hidrolis shifter Sisanya adalah pembelian untuk mineral oilnya. Yup cuma perlu 3 part ini, namun perbedaan harga tiap part tentu ada, dan harga part-part untuk rem hidrolik jelas lebih tinggi. Kita ambil contoh untuk perbedaan harga parts shifter/brifternya, untuk seri Ultegra R8000 yang masih mekanikal, harganya kurang lebih Rp 4.000.000,-  Sedangkan untuk seri Ultegra R8020 yang seri hidrolis, harga kurang lebih Rp 5.000.000,- selisih 1 juta rupiah lebih mahal lah daripada yang seri mekanikal. Opsi Disc Brake Mechanical Semi Hidrolis TRP HY-RD Opsi ini adalah, kita masih bisa menggunakan part-part untuk rem mekaninal tapi bisa sedikit merasakan nikmatnya rem hidrolis. Yakni dengan mengganti kaliper ke TRP Hy RD. Part hidrolis dari kaliper ini adalah di pistonnya yang menjepit ke piringan/disc nya, sisanya sampai ke shifter masih mekanikal sehingga kita masih bisa menggunakan part-part lama. Giant Conduct Hyraulic Disc Brake Giant Conduct Hydraulic Disc Brake menciptakan teknologi kombinasi brake mekanikal berpadu dengan brake hidrolis, yakni Giant Conduct Hydraulic Disc Brake. Jika dilihat pada gambar diatas, ada part tambahan di bagian depan stem/handlebar. Disitulah konversi dari brake lever mechanical menjadi hidrolis hingga ke kaliper. Karena kabel mechanical lebih pendek daripada yang menggunakan TRP Hy-rd maka feel hidrolisnya lebih berasa di produk ini. Namun bentuk dan ukuran di rasa cukup tidak biasa, penulis sendiri masih lebih suka untuk pakai TRP Hy-rd untuk opsi rem hybrid. Sumber Gambar https://www.cyclingweekly.com/ https://r2-bike.com

3 bulan yang laluyussan

Center Lock dan 6 Bolts pada Rotor Disc Brake

Membahas rotor atau cakram pada rim brakes, disamping banyak motif dan ukuran, ada hal penting lain yang menjadi pembedanya, yakni sitem penguncian, apakah rotor tersebut menggunakan center lock atau 6 bolts (untuk bolts, jumlahnya bisa macam-macam), hal ini pulalah yang menjadi patokan jika kamu ingin ganti atau upgrade rotor discbrake. 6 Bolts Rotor Seperti namanya, unutk terpasang dengan baik di wheelset, maka rotor jenis ini membutuhkan 6 bolts / mur yang kemudian terpasang dengan simetris. Untuk tahu apakah rotor ini 6 bolts, cukup lihat saja disekitar as, jika terlihat ada mur di sekelilingnya, maka bisa dipastikan rotor tersebut menggunakan penguncian 6 bolts, seperti pada gambar diatas. Center Lock Cara kerja penguncian rotor center lock mirip dengan sprocket, cukup masukan ke hub, sisanya kunci dengan lock ring. Berbeda dengan 6 bolts yang hanya mengandalkan kekuatan mur untuk menahan rem, center lock akan memfokuskan pengereman kesekeliling as roda. Kesimpulan Jangan asal beli rotor disc brake ketika ingin ganti / upgrade, pastikan terlebih dahulu apakah menggunakan center lock atau 6 bolts.  Kekurangan 6 bolts adalah jika salah satu mur rusak maka kekuatan rotor untuk mengerem akan berkurang dan tentu membahayakan pengguna, berbeda dengan center ock yang benar-benar terkunci sama seperti sprocket sepeda sebagai tenaga penggerak sepeda. Unutk beratnya 6 bolts lebih ringan dibandingkan center lock, tapi hanya sekian gram saja, disamping itu tampikan center lock lebih rapi karena tidak ada mur yang terlihat. Sumber gambar : http://blog.rahoxbrakes.com/ https://cyclingtips.com/

2 tahun yang laluyussan

Membedakan Flat Mount dan Post Mount di Roadbike Disc Brake

Jika bicara tentang flat mount dan post mount maka pandangan kita akan terfokus pada bagian kaliper untuk disc brake, lebih tepatnya bagian untuk mounting atau memasang kaliper disc brake. Gampangnya kita perhatikan pada gambar diatas, dan penjelasan di bawah ini. Post Mount Kaliper disc brakes yang menggunkan post mount memerlukan part tambahan untuk mounting, sehingga kaliper tidak langsung terpasang di frame, melainkan terpasang terlebih dahulu di mouting, baru dari mounting akan terpasang langsung ke frame sepeda. Namun beberapa frame banyak pula yang telah menyediakan mounting langsung dari framenya, sehingga kaliper lebih mudah dipasang. Post mount sangat dibutuhkan jika ukuran kaliper kecil tapi rotor (cakram rem) berukuran besar, sehingga kaliper bisa terpakai dengan aman dan lancar. Flat Mount Sama seperti post mount, kaliper disc brakes yang menggunakan post mount dipasang sejajar dengan frame sepeda, hanya saja kaliper langsung terpasang pada frame sepeda, sehingga membuat ukuran lebih minimalis. Hal itu pulalah kenapa disebut flat mount, karena jarak antara kaliper dan frame flat, alias sedikit celah, ada beberapa flat mount yang menggunakan tambahan mounting, tapi tetap saja celah yang dihasilkan tidak sebanyak post mount. Kesimpulan Jika dibilang lebih baik mana, maka susah, karena masing-masing ada karena tujuan tertentu, post-mount jika ingin menggunakan rotor-besar, flat mount jika ingin yang kompak. Tapi jika dilihat dari ukuran dan bahan yang sama, maka flat mount bisa dibilang lebih ringan karena jumlah materi yang lebih sedikit daripada postmoun. Image Source https://www.bikehugger.com https://www.sepeda.me

2 tahun yang laluyussan

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean