Postingan Dengan Tag "cycling"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 10 post

Aiman Cahyadi Bergabung Dengan Trengganu Polygon Cycling Team di Januari 2023

13 Januari 2023 kemarin, Aiman Cahyadi membuat postingan mengejutkan di Instagramnya @aiman_cahyadi . Beliau mengumumkan telah bergabung dengan Tim Trengganu Polygon Cycling Team dari Malaysia, makin sukses ya Aiman, Berikut ceritanya. Menggunakan Polygon Helios ACX Lite Trengganu Polygon Cycling Team Edition Credit by Instagram @aiman_cahyadi Dari postingan Instagram Aiman Cahyadi menyebutkan bahwa sepeda yang di pakai adalah Polygon Helios ACX Lite, yang sepertinya tidak atau belum dijual secara umum. Untuk livery Trengganu Polygon Cycling Teamnya juga terlihat menggunakan edisi 2023, dengan kombinasi warna merah dan putih seperti bendera Indonesia. Credit by Instagram @aiman_cahyadi Shimano sebagai salah satu sponsor, menyediakan Dura-Ace Di2 terbaru dengan 12 speed dan beberapa part dari Pro Vibe. Disamping itu terlihat pula cyclo yang digunakan adalah Bryton, kemungkinan dari seri Bryton 750t seri tertinggi saat ini, atau bahkan seri protoype, kami belum bisa menginfokan ini karena belum ada postingan lebih lanjut. Aiman Cahyadi Mulai Mengikuti Training Camp Dengan Trengganu Polygon Cycling Team Credit by Instagram @aiman_cahyadi Di postingan reels terbaru, Aiman Cahyadi mulai terlihat mengikuti training camp bersama dengan Trengganu Polygon Cycling Team. Berkat beliau kita jadi tahu suasana latihan tim pro sekaligus menikmati suasana bersepeda di jalanan Malaysia. Untuk Aiman Cahyadi, makin sukses di Trengganu Polygon Cycling.

Avatar Aiman Cahyadi
14 hari yang laluyussan . 154 views

Cara Ikut Serta Rapha Festive 500 tahun 2022

Tak berasa kita sudah di Desember 2022 nih, seperti biasa di akhir tahun ada event gowes 500KM di Rapha Festive 500. Yakni Gowes dengan total 500KM yang bisa di lakukan dari 24 - 31 Desember 2022 atau 8 hari sejak start. Para finisher akan mendapatkan badge Rapha Festive 500 tahun 2022 di akun Strava mereka, dan challenge ini biasanya banyak goweser yang mengikuti, kamu bisa juga mengajak teman-teman akun agar makin asyik. Pastikan Sudah Memilki Akun Strava Untuk bisa mengikuti challenge ini pastikan kamu sudah memiliki akun Strava, sebuah social media sport paling populer saat ini. Jika belum, gampang banget caranya, cukup mampir ke https://www.strava.com/register/free gratis kok.  Cara Join Rapha Festive 500 Setelah sukses register Strava hinga login, masuk ke halaman challenge Strava ini https://www.strava.com/challenges/rapha-festive-500-2022 , klik join dan silahkan tunggu hingga jadwal event dimulai. Silahkan buat rencana gowes kamu, dalam 8 hari agar bisa mencapai total 500KM, pastikan sebelum start sudah join challenge Stravanya ya, agar bisa termonitor tiap hari. Kamu bisa tiap hari fondo, sehingga dalam 5 hari sudah finsih, atau jeda-jeda, bebas siapkan jadwal kamu. Kamu juga bisa download report card dibawah ini, untuk mencatat dalam sehari sudah berapa KM yang tercapai. Sukes ya untuk Rapha Festivenya, semoga finish sebelum event selesai

2 bulan yang laluyussan . 272 views

Menikmati Descending Dengan Sepeda Bersama Safa Brian

Safa Brian adalah cyclist dari United States yang membuat konten bersepeda, terutama di jalur-jalur descending yang teknikal. Beliau descending dengan speed tinggi menggunakan sepedanya, dan tentu descending dengan teknik agar aman sampai tujuan. Contoh Video Descending Safa Brian Gambar diatas diambil dari adegan video terpopuler Safa Brian ketika postingan ini dibuat, bisa cek di https://www.youtube.com/watch?v=ho_lrPU7dPU&t=255s . Model pengambilan gambar dari Safa Brian adalah video POV (Point of View), bisa terpasang di chestmoutn, headmount, atau dari videografer di belakangnya yang menggunakan motor. Kualitas video yang diambil Safa Brian tidak perlu di ragukan lagi, motion blur dan bahkan beberapa video tersedia hingga 2k. Rute yang biasa diambil videonya oleh Safa Brian adalah rute descending / turunan, beliau sepertinya memang focus untuk membuat Cycling POV untuk descending, lebih tepatnya technical descending, karena melaju dengan kecepatan tinggi. Tersedia pula telemetri di video, agar kita tahu, seberapa step kemiringan jalan, speed, power yang digunakan, rute, serta beragam data sepeda lainnya. Bukan Hanya Descending di Road, Tapi Juga Gravel dan MTB Safa Brian bukan hanya membuat video Cycling Descending dengan Road Bike, beliau juga upload aktifitas descending lainnya, mulai dari Gravel Bike hingga MTB, dari solo ride hingga group ride. Safa Brian Descending dengan Roadbike Safa Brian Descending with Road Bike Selain descending di rute-rute USA, Safa Brian juga melakukan touring ke beberapa negara lain, untuk merasakan sensasi descending di beberapa rute tanjakan terkenal di dunia. Safa Brian Descending on Gravel Bike Safa Brian with Gravel Bike Sebagai negara asal lahir Gravel Bike, tentu genre sepeda ini tidak dilewatkan Safa Brian, mulai dari rute yang benar-benar Gravel, alias jalanan country road di USA, hingga gravel yang teknika, single road ala route MTB. Safa Brian Downhill Safa Brian Downhill Hingga MTB, jenis sepeda yang digunakan Safa Brian, mulai dari cross countrym, hard trail hingga all mountain, gambar di atas adalah ketika Safa Brian sedang Downhill. Safa Brian Social Media  Jika tertarik dengan konten-konten Safa Brian diatas, kamu bisa cek beberapa social medianya , semua link jadi satu di Follooow https://follooow.com/influencers/safa-brian-62df263378419179983a1d9b 

Avatar Safa Brian
2 bulan yang laluyussan . 143 views

Mengenal Varian Sepatu Roadbike dari Adidas

Adidas adalah brand dari Jerman yang banyak sekali peminatnya di Indonesia, mulai dari sepatu olahraga hingga casual. Adidas mengeluarkan beberapa varian cycling shoes, baik untuk road hingga gravel. Postingan ini khusus membahas untuk varian road cycling shoes dari Adidas. Adidas The Road Cycling Shoes Hadir dengan desain tali mirip dengan sepatu casual dan terus 3 strip ciri khas adidas. Warna yang ditawarkan ketika postingan ini dibuat ada 5, warna utama biru, gray, yellow black dan white seperti pada gambar diatas.  Plate menggunakan Fibreglass-reinforced nylon midsole dan 3 bolt yang compatible dengan berbagai cleat road. Upper dari Seamless Primeweave upper with TPU overlays. Sayangnya dari web resmi Adidas, kami tidak menemukan berapa berat dari sepatu ini. Adidas The Parley Road Ccycling BOA® Shoes Dengan harga Rp 300.000,- lebih mahal dari The Road Cycling Shoes, opsi ini menawarkan boa dial untuk pengencangan talinya, dan tentu ini super simpel, tinggal tarik atau putar-putar. Plate dari Stiff nylon and glass fibre composite plate dan support untuk 3 bolt cleat road yang banyak ditemukan di pasaran. Ripstop upper with adidas PRIMEKNIT textile collar. Sayangnya dari web resmi Adidas, kami tidak menemukan berapa berat dari sepatu ini.

3 bulan yang laluyussan . 147 views

Urutan Menggunakan Apparel Sepeda

Salah satu cara untuk peforma terbaik ketika bersepeda adalah menggunakan apparel yang proper dan memang diciptakan untuk bersepeda. Tentu ada banyak pilihan dan pembagian dari apparel tersebut yang kadang pemula agak bingung untuk memilih dan mengenakannya. Postingan ini hanya fokus pada apparel bagian atas dan bawah yang paling dipakai cyclist, meliputi, base layer, bib short dan jersey, heart rate monitor kami sertakan karena pentingnya urutan pemasang yang tentu memberikan hasil yang berbeda ketika urutannya diganti, berikut selengkapnya. Memulai Urutan Heart rate chest strap Seperti biasa heart rate sensor yang strapnya dipasang didada wajib menjadi nomor satu, karena untuk bisa membaca heart rate dengan maksimal harus langsung menempel dengan badan tanpa apapun.  Pastikan dipasang dengan kencang, tapi jangan super kencang. Kencang agar tidak bergeser dan sensor salah baca, jangan super kencang agar tetap nyaman. Base Layer Base layer dengan berbagai ukuran panjang lengan, bahan dan sebagainya diciptakan untuk memudahkan menyerap keringat dan meneruskannya ke jersey agar langsung menguap. Untuk mendapatkan peforma yang paling baik, semua bagian base layer tentu harus menempel langsung dengan kulit sehingga keringat yang keluar langsung diserap oleh base layer. Bib short Setelah base layer terpakai, cukup pakai bib seperti biasa saja diatas base layer, pastikan ukurannya sesuai dengan badan kamu. Jersey Dan barulah di lanjutkan dengan jersey, karena bagian ini yang paling terlihat orang lain, pastikan memakainya tidak terbalik. Penutup Memang masih banyak apparel lain yang belum disebutkan, tapi sebagian besar pengguna baru langsung tahu cara mengenakannya, seperti kaos kaki, kaos tangan, cycling cap dan lain sebagainya.  Ok selamat mencoba.

2 tahun yang laluyussan . 651 views

Perbedaan Ketika Menggunakan Quick Release dan Thru Axle

Sesuai dengan namnya quick release tercipta untuk memudahkan pengguna melepas atau memasang roda di sepeda dengan cepat, dan produk ini bertahan sangat lama, hingga akhirnya keluar thru axle yang lebih dahulu keluar di sepeda gunung, tidak seperti quick release (qr), bentuknya seperti skrup dengan diameter lebih besar, tentu ada tujuan kenapa thru axle tercipta. Quick Release Sumber : https://yubabikes.com/cargobikestore/quick-release Diciptakan untuk melepas dan memasang roda dengan cepat, tanpa alat tambahan cukup dengan tangan dan itu bekerja sangat baik sekali hingga saat postingan ini dibuat. Disamping fungsi diatas, beratnya juga sangat ringan, apalagi jika berbahan dasar titanium.  Untuk bisa berfungsi sempurna, semua bagian dari quick release (qr) haruslah lengkap, mulai dari 1 passang pegas, 1 pasang ring pengunci, 1 pengait dan 1 pengunci, jika ada satu yang bermasalah maka, qr tidak akan bekerja secara maksimal. Disamping itu karena diameternya yang kecil, qr tidak begitu cocok jika diterapkan untuk sepeda mtb terutama yang sering dipakai untuk aksi menantang seperti dirt jump, downhill dan sebagainya, Thru Axle Sumber gambar : https://feltbicycles.com/products/thru-axle-cx-front-15mm-with-qr?variant=22369878016118 Karena beberapa kelemahan diatas, maka terciptalah thru axle(ta). Diameter porosnya lebih besar sehingga lebih kaku dan kuat untuk kegiatan ekstrim, ditambahkan dengan porosnya langsung terkunci ke bagian frame/fork sepeda. Tentunya untuk menghasilkan hal tersebut, ada satu hal yang membuat ta kalah dengn qr, yakni kecepatan untuk ganti roda. Ada 2 macam TA dipasaran saat ini, yakni yang bisa dilepas dengan tangan (cara kerjanya seperta qa) dan yang membutuhkan alat untuk melepas atau memasangnya (cara kerjanya seperti skrup biasa) KESIMPULAN Dari kedua jenis ponos roda diatas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. qr yang terkenal ringan dan dinamis, lalu ta yang terkenal kuat dan lebih stiff. Pilih saja sesuai profil berkendara kamu, Disamping itu, bentu frehub dan frameset juga mempengaruhi apakah bisa menggunakan qr atau ta, karena frameset dan hub yang menggunakan qr tidak bisa menggunakan ta ataupun sebaliknya. Sumber Gambar Utama : https://unsplash.com/photos/JaLZ3X8BHc0

4 tahun yang laluyussan . 25.1K views

Magene T100 Solusi Trainer Murah dan Senyap

Ada beragam trainer murah di pasaran, namun dengan harga yang murah tersebut jangan berharap banyak. Trainer murah sering dikaitkan dengan suara rollernya yang sangat keras, sehingga ketika ingin latihan indoor jadi tidak konsen dan takut mengganggu sekitar. Ada banyak sih jenis trainer yang tersedia dipasaran, dan trainer yang terbaik dalam artian dengan suara paling senyap adalah jenis trainer yang ada part cassete/sprocketnya, jadi pengguna harus melepas whelset dulu baru bisa menggunakan trainer ini. Contohnya adalah Wahoo Kickr Core seperti pada gambar diatas, Wahoo Kickr Core tersebut bukan hanya trainer, melainkan smart trainer, yang mana ketika menggunakan aplikasi sepeda virtual sebagai contoh Zwift, jika welwati jalur menanjak otomatis trainer akan berat sehingga fell menanjaknya akan lebih berasa. Tapi harganya luar biasa, bisa mencapai 30 juta rupiah. Semi Smart Trainer Magene T100 Solusinya adalah Magene t100, yakni sebuah trainer yang geometrinya sama seperti smart trainer kebanyakan, namun ini adalah semi smart trainer. Suara yang dihasilkanpun juga senyap sekali, tidak ada suara roda yang berputar diatas roler. Cukup dibandrol +- Rp 5 juta. Karena kategorinya semi smart trainer, jangan berharap fitur-fitur seperti Wahoo Kickr diatas ada disini. Untuk mengawali, berikut adalah spek dari Magene T100 ini. ower Accuracy:±3% Max Power: [email protected]/HCan  simulate the maximum slope:2%@70kg FlywheelNoise level : 60dB Power assist : racemization, temperature compensation Wireless interface : Bluetooth ANT+ Weight:15Kg Size : Expand600*490*450mm Folding 470*467*354mm Compatible with flywheel : SHIMANO SRAM standard tower base, compatible with 8-11 speed Compatibility : 130mm, 135mm quick release, 12*142mm, 12*148mm barrel axle frame Yang menarik sudah include power meter dan tentunya bisa konek ke Zwift. Build quality juga mantap. Karena ini bukan smart trainer, tidak ada pengaturan berat berat dan ringan disini. Jadi pengguna akan memainkan shifting groupset untuk putaran yang ringan maupun beratnya. Image sources : https://magenefitness.com/products/t100-semi-smart-direct-drive-trainer https://eu.wahoofitness.com/devices/bike-trainers

2 tahun yang laluyussan . 2.6K views

Cara Memulai Bersepeda Indoor di Zwift Menggunakan Smartphone

Untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19, solusi terbaik saat ini adalah dirumah aja, termasuk bersepeda. Agar kegiatan bersepeda dirumah tidak monoton, Zwift adalah solusinya, karena kamu bisa gowes secara virtual dengan seluruh warga dunia, tapi Zwift juga akan membaca sensor2 di sepeda kamu, meliputi, power, speed, cadence, hr dan sensor lainnya, sehingga effort gowesnya sama seperti dioutdoor. Pastikan Sudah Memiliki Turbo Trainer Turbo Trainer sendiri adalah alat yang memungkinkan kamu untuk gowes di Indoor, tidak perlu mahal-mahal bisa menggunakan turbo trainer biasa. Diluar kategori smart trainer atau trainer biasa, ada jenis lain trainner seperti fluid trainer, magnetic trainer atau bahkan roller trainer. Untuk perbedaan magnetic dan fluid trainer bisa dibaca di https://maugowes.com/blog/Perbedaan-Magnetic-dan-Fluid-Cycling-Trainer-5e7c9c247a446d364f597605 . Lengkapi Sepeda Kamu Dengan Berbagai Sensor Minimal ada 1 sensor yang wajib kamu miliki yakni speed sensor, agar zwift bisa membaca efort gowes kamu. Jika belum memiliki sensor untuk sepeda, wajib beli dulu, kamu bisa search di Toko Online favorit kamu untuk menemukannya. Download Zwift App  Nah setelah kedua kelengkapan diatas ada, saatnya download dan install Zwift appnya : Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.zwift.zwiftgame&hl=en iOS : https://apps.apple.com/us/app/zwift-ride-and-run/id1134655040 Langsung registrasi saja, dan tentukan username pilihanmu. Konfigurasi Zwift Tahapan ini cuma dilakukan sekali sih, kecuali kamu ganti sensor atau smartphone. Yaknik pairing sensor-sensor yang tersedia. Jika smartphone kamu support ANT+ di utamakan konek dengan itu saja, karena lebih hemat resource daripada bluetooth Jika sudah berwarna biru, maka sensor telah terbaca dan siap dipakai. Pilih "let's go" dan saatnya gowes. Silahkan sesuaikan kontur jalan dan rasio gear yang kamu pakai, silahkan gowes santai dulu untuk terbiasa dengan zwift. Stop dan Share ke Strava Untuk stop aktifitas Gowes di Zwift, kamu benar-benar wajib stop pedaling, jika avatar kamu telah stop maka secara otomatis tombol menu akan keluar di pojok kiri bawah, klik menu lalu pilih stop activity, dan klik sja share ke Strava.

3 tahun yang laluyussan . 1.48K views

Menambahkan Spedometer, GPS Path dan Data Lain di Rekaman Go Pro

Jika dilihat pada gambar diatas, sangat menarik sekali jika ada spedometer dan gps path di dalam video rekaman Go Pro, untuk selanjutnya tambahan data di rekaman diatas disebut dengan gauges. Syarat Go Pro Untuk bisa menambahkan data diatas, minimal kamu harus punya Go Pro 5. Karena sejak Go Pro 5 sudah ada GPSnya sehingga data-data diatas sangat mungkin untuk tercipta. Sebelum mulai merekam, pastikan kamu sudah menyalakan GPS terlebih dahulu, tapi tenang saja dari pabrik sudah on secara default, cuma untuk memastikan silahkan cek di : preferences > regional > GPS . Mulai Merekam Sisanya lakukan perekaman seperti biasa. Start, stop seperti biasa.  Mulai Mengedit Untuk step ini pastikan kamu telah menginstal Go Pro Quik terlebih dahulu, tersedia untuk Windows dan Mac Os, bisa didownload dilink berikut ini https://gopro.com/en/us/shop/softwareandapp/quik-%7C-desktop/Quik-Desktop.html .  Import footage yang ingin kamu tambahkan gauges mengguakan Go Pro Quik. Untuk tahapan ini biasanya membutuhkan waktu agak lama, tergantu size footage yang ingin di import. Cek di media untuk memastikan hasil import aman dan bisa di play.  Double click untuk masuk ke halaman diatas. Dibagian bawah ditemukan beberapa icon, pilih "Adjust Gauges" untuk menambahkan beberapa data yang kamu inginkan. Jika kamu tidak bisa klik opsis diatas, mengartikan bahwa Go Pro gagal mengambil data dari GPS, dengan sangat terpaksa kamu tidak bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. Jika sukses lanjutkan, dalam kasus ini saya menambahkan data speedometer, speed tracker dan GPS Path. Seperti inilah hasilnya. Silahkan dicek dengan menggeser timenya, apakah data yang ditampilkan sudah sesuai. Kamu juga bisa mengubah posisi gauges agar sesuai, cukup drag and drop saja. Export Video Beres utak - atik gauges, saatnya export hasilnya ke video. Masih di halaman yang sama, klik tombol create a clip (ikon gunting). Sisanya tinggal save saja, silahkan ubah namanya di tahapan berikutnya dan menunggu proses export. Untuk lokasi videonya bisa kamu temukan di media pada Go Pro Quik. Cukup gampang bukan, semakin tinggi spesifikasi komputer kamu, maka semakin cepat pula seluruh proses importing, editing dan exporting ini, selamat mencoba.

3 tahun yang laluyussan . 3.44K views

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean