Postingan Dengan Tag "ant+" - Mau Gowes

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 9 dari 9 post

Kenapa Sepeda High-end Menggunakan Integrated Seatpost

Integrated seatpost adalah seatpost adalah jenis dari sepeda yang menyatu dengan frame utamanya, karena kebanyakan yang kita tahu seatpost sepeda dibuat terpisah agar mudah untuk melakukan penyesuaian tinggi. Untuk sepeda peformance integrated seatpo memiliki banyak keunggulan yang kita bahas dibawah ini. Bagaimana Melakukan Pengaturan Yang biasanya menjadi pertanyaan teman-teman adalah bagaimana melakukan pengaturan. Konsepnya sama sih dengan memotong steerer tube pada fork, jadi potong terlebih dahulu seatpostnya sesuai dengan ukuran penggunanya.  Disamping seatpost tersebut, ada lagi bagian yang disebut dengan seatmast. Gambar diatas adalah sample seatmast milik Trek Emonda SL6, tentu bentuk dan ukuran seatmast bisa berbeda-beda sesuai dengan brand dan seri dari sepeda. Seatmast tersebut juga bisa untuk adjusment jika pengendara ignin lebih tinggi atau rendah, bisa karena ganti sepatu, ganti panjang crank arm dan lain sebagainya. Agar Lebih Stiff dan Lebih Ringan Jika kita lihat pada sample 3 sepeda yang ada di thumbnails, ada Giant Propel Advanced SL, Giant TCR Advanced SL dan Trek Emonda SL6, ada kesamaan dari 3 seri ini, yakni embel-embel SL, yang bisa juga diartikan Super Light, yakni paling ringan diantara seri lainnya. Yups tentu dengan integrated seatpost tidak ada bahan berlebih yang masuk kedalam seat tube, yang membuat frame dengan integrated seatpost lebih ringan. Point berikutnya adalah untuk tingkat stiffness / kekakuan yang lebih tinggi, hal ini tentu sangat penting jika sepeda ditujukan untuk peforma, makin stiff frame maka power yang tersampaikan dari pesepeda ke sepeda akan lebih efisien dan tidak banyak yang terbuang.


8 bulan yang laluyussan

Giant Contend Roadbike Pengganti Giant Deffy Alloy

Apakah ingin beli Giant TCR tapi dana tidak sampai, nah Giant Bicycles memiliki varian sepeda ini nih, yakni Giant Content, framenya dari alloy sih, tapi dari sisi geometri mirip banget dengan Giant TCR, speknya juga tidak kalah mantap. Giant Contend dan Giant Contend AR Untuk seri ketika post ini dibuat, yakni tahun 2021 ada 2 varian untuk Giant Contend, yakni seri Giant Contend dan Giant Contend AR. Tapi untuk tahun 2019 dan 2020 ada seri Giant Content SL yang biasanya istilah SL menjadi top off the line dari suatu seri produk. Giant Content Giant Content AR Bicara seputar sejarah Giant Contend, berawal dari Giant Deffy, Giant Deffy spesialist untuk all round endurance dan framenya dibuat sedemikian rupa untuk menahan getaran berlebih.  Giant Deffy awalnya ada 2 macam, yakni untuk seri frame carbon dan frame alloy, nah untuk kemudian frame alloy Giant Deffy dihapuskan dan diganti dengan seri Giant Contend ini. Jika dilihat gambar di atas ada Giant Contend dan Giant Conted AR, perbedaannya adalah di geometri framenya, yang AR ditujukan untuk gravel, cyclocross dan sejenisnya sedangnya yang Contend saja ditujukan untuk pure jalur aspal. Untuk seri Contend / AR sama seperti TCR ada angka 1, 2, 3, 4 , yang seri tertinggi Contend 1 menggunaakan full groupset 105 dengan disc brake, harganya juga cukup bersaing USD 1750 atau sekitar IDR 25.000.000,-. Beratnya juga cukup bersaing, untuk Giant Contend 1 2021 9.5kg. Sumber : - https://www.giant-bicycles.com/us/bikes-contend-2021 - https://www.giant-bicycles.com/us/bikes-contend-ar-2021


8 bulan yang laluyussan

Kasta di Giant TCR

Giant TCR siapa yang tidak kenal, sepeda yang terkenal all round, stiff dan nyaman ini banyak memiliki penggemarnya di seluruh dunia. Ciri khasnya ada top tube slope yang membuat sepeda ini terlihat compat. Secara pembagian ada 3 macam Giant TCR ketika postingan ini dirilis, yakni Giant TCR Advanced, Giant TCR Adcanced Pro dan Giant TCR Advanced SL. Dari 3 pembagian terebut, ada lagi pembagiannya, mulai dari nomor 0, 1, 2, 3 dan untuk disc dan rim brake. Yuk kita pelajari sama-sama. Giant TCR Advanced Di seri ini Giant TCR Advanced dijual secara fullbike tidak frame only, mulai dari TCR Advanced 0, 1, 2 hingga 3.  Untuk geometru Giant TCR Advanced dan TCR Advanced Pro tidak ada banyak perbedaan, Perbedaannya hanya di steerer tubenya yang masih dari alloy dan ukuran standard. Jadi meskipun fork Giant TCR Advanced ini terbuat dari carbon, tapi tidak 100% carbon, pada bagian steerer tubenya masih alloy. Sedangkan untuk seri 0, 1, 2, 3 adalah groupset yang digunakan, untuk Giant TCR 0 bisa menggunakan shimano Dura Ace / Ultegra, untuk Giant TCR 1 menggunakan Ultegra, Giant TCR 2 menggunakan 105 dan Giant TCR 3 menggunanakan Tiagra. Giant TCR Advanced Pro Beralih naik satu level, ke Giant TCR Advanced Pro, dengan bentu frame dan material lebih baik. Oke tadi sempat saya bahas geometrinya hampir sama, tapi ada yang membedakan di bagian forknya yang sudah 100% carbon, termasuk steerer tubenya. Disamping itu ukurannya juga sudah oversize alias 1 1/4mm, sehingga lebih nyaman lagi dipakai. Nah tapi ada juga seri yang menggunakan angka, semisal Giant TCR Advanced Pro 0, 1, 2 , sama sih seperti di Giant TCR Advanced biasa, untuk menandakan groupset apa yang terpakai. Giant TCR Advanced SL Seri ini bisa dibilang salah satu stiffness-to-weight ratio paling baik didunia. Dibanding 2 seri sebelumnya berbeda sekalikan, terutama dibagian seatpost yang integrated dengan frame, membuatnya semakin stiff dan power yang ditransfer semakin optimal pastinya.  Tapi disini tidak ada angka 0, 1, 2, 3 yang artinya hanya frame only. Tapi jangan salah meskipun frame only, harganya bisa sama dengan 1 fullbike Giant TCR Advanced. Seri ini adalah seri tertinggi dari Giant TCR dan digunakan jugal oleh atlit grand tour. Meskipun geometrinya mirip dengan seri dibawahnya, material yang digunakan tentu berbedan dan memilki level tertinggi Sumber Gambar : https://www.giant-bicycles.com/se/tcr-advanced-0 https://www.ebay.com.au/itm/Giant-TCR-Advanced-1-Disc-2018-Road-Fork-OverDrive-Alloy-Steerer-Thru-Axle-485g-/164014665716 https://www.giant-bicycles.com/se/tcr-advanced-0 https://www.ebay.com/itm/NEW-2020-Giant-TCR-Advanced-Pro-1-Carbon-Fork-1-1-4-Overdrive-2-Steerer-45-Rake-/324156432626 https://www.giant-bicycles.com/us/tcr-advanced-sl-1-disc-2021


setahun yang laluyussan

Fiber Grip, Threadlock, Anti Seize dan Grease untuk Part Sepeda

Selain hobi mengendarai sepeda, apakah kamu juga hobi untuk utak atik sepeda, jika iya 4 bahan berupa gel yang ada di judul atas akan membantu kamu untuk menjadi mekanik sepeda yang lebih baik, tentu masing-masing punya kegunaannya sendiri yuk lanjutkan. Fiber Grip Fiber grip bisa juga dikenal dengan Fiber Carbon Grip, diimplementasikan jika ada part fiber carbon disepedakamu, tepatnya di kontak antara 2 part, semisal handlebar dengan stem, stem dengan steerer tube, seat post dengan frame dan lain sebagainya. Untuk penggunaan fiber grip tidak mengharuskan kedua part tersebut dari fiber carbon, bisa salah satunya saja, semisal seatpost dan fiber carbon dan frame dari alloy. Tujuan dari implementasi fiber grip ini adalah mencegah slip dan membuat kontak kedua part tersebut lebih mantap. Threadlock Ada beberapa kasus ketika mengencangkan sebuah mur atau sekrup, tapi setelah waktu berlalu, ternya baut tersebut melongar dan terlepas sendiri. Hal tersebut bisa diminimalisir dengan menambahkan threadlock sebelum memasangkan mur, cukup setengah bagian mur saja dan biarkan sisanya rata di bagian lainnya. Anti Seize Memiliki fungsi sama seperti dengan fiber grip, hanya saja 2 part yang terhubung seharusnya terbuat dari logam, bisa steel atau alloy bahkan titanium. Jika salah satu partnya adalah fiber carbon, fiber grip adalah solusi terbaik bukan menggunakan bahan ini. Tujuannya agar 2 part yang terhubung tersebut tidak mudah longgar dan tetap terjaga dengan baik koneksinya. Grease Mungkin dari semua benda diatas, yang satu ini palaing dikenal dan mungkin kamu memilikinya, istilah kerennya kita sebut pelumas, tapi bukan yang berupa cairan melainkan gel, bahan seperti ini lebih lama menempel di part dan mudah untuk diimplementasikan.  Paling sering diimplementasi di dalam bottom bracket, headset dan part part sepeda lainnya yang bergerak. Sumber Gambar: https://www.youtube.com/watch?v=mCrY2w7lAlc https://www.rodalink.com/id/finish-line-pelumas-sepeda-fiber-grip-110616.html http://goliathstrong.com/product/goliath-grip-42-blue-medium-standard-strength/ https://blog.weicon.de/rennrad-fit-fuer-die-saison/?lang=en https://wplbike.com/products/absolute-bike-grease


setahun yang laluyussan

Ganti Sprocket Tiagra 11-28 ke 11-32

Sebelum yakin untuk membeli sprocket baru, ada beberapa pertanyaan yang terlintas di kepala saya, apakah akan muat?, apakah butuh goat link? , dan ternyata tinggal pasang dan sedikit utak atik, maka dari shimano tiagra 11-28 menjadi 11-32, berikut ceritanya. Membeli Sprocket Yang Benar Pastikan kamu tidak salah beli sprocket yang tentu akan membuat kamu menyesal kemudian. Cara gampang agar tidak salah membeli sprocket adalah, pertama tentukan merek groupset yang kamu gunakan, dalam kasus ini saya menggunakan Shimano Tiagra. Kedua tentukan rasio dan total speed yang kamu butuhkan, dalam kasus ini 10 speed dengan rasio 11-32. Berbekal 2 hal diatas,maka kamu siap untuk mendapatkan sprocket baru siap pasang. Untuk catatan, perlakukan beli sprocket antara roadbike dan mtb berbeda, karena rd roadbike dibiat dengan arm yang kecil, maka akan sulit untuk menggunakan sprocket besar, semisal 34t dan keatasnya. Solusinya kamu harus membeli tambahan part, bernama goat link, tujuannya agar rd roadbike bisa menjangkau gear paling besar dan kecil tanpa halangan. Memiliki Alat untuk Bongkar Sprocket Jika kamu memutuskan membawa ke bengkel untuk bongkar pasang, kamu bisa deh melewati bagian ini. Karena groupsetnya Shimano maka saya cuma memerlukan penahan sprocket dan kunci lock ring untuk bongkar pasang sprocket. Mau Gowes juga pernah membuat videonya di https://www.youtube.com/watch?v=2KLiDTbHO0A .  Hal yang perlu dicatat disini, jika kamu mengalami masalah untuk memasukan sprocket , ada kemungkinan kamu salah posisi, masukan sambil putar-putar untuk menentukan posisi yang pas, karena produk sprocket shimano memang dibuat agar bisa terpasang dalam satu posisi. Pastikan Bisa Shift ke Berbagai Kombinasi Speed Gear Hal ini yang paling penting, untuk apa ganti sprocket tapi tidak bisa shifting dengan mulus. Mulai dari kombinasi chainring depan besar lalu kecil.  Nah berhubung gear belakang tambah besar, maka jika terbiasa crosschain, diusahakan untuk menguranginya setelah mengganti sprocket ini. Tapi saya coba di 11-32t ini masih aman cross chain, kemungkinan akan menimbulkan masalah untuk sprocket lebih besar seperti 34t.  Jika belum tahu crosschain, crosschain adalah kondisi rantai yang menyilang, kondisi ini terjadi ketika chainring depan di posisi besar dan sprocket belakang di posisi besar, sehingga rantai menyilang, berlaku pula kebalikannya ketika depan kecil dan belakang juga kecil. Memang aman, tapi crosschain seperti ini membuat energi yang tersampaikan tidak sefektif jika posisi rantai lebih lurus. Oke Selamat mencoba ganti sprocket.


setahun yang laluyussan

Magene Gemini 210 Sebuah Cadence dan Speed Sensor Dalam Satu Wadah

Apakah kamu sedang mencari cadence sensor, atau mungkin speed sensor. Magene Gemini menyedia dua sensor tersebut menjadi satu kesatuan, dan tentunya support untuk ANT+ maupun Bluetooth, berikut ceritanya. Harga Harga yang ditawarkan di sebagian besar toko di Indonesia adalah sekitar Rp 350.000,- (kurang lebih). Produk ini bisa kamu temukan dengan mudah di Tokopedia maupun Bukalapak, tentunya dengan keyword "Magene Gemini". Cara Penggunaan Dua sensor (speed dan cadence) yang saya jelaskan diatas tidak aktif secara bersamaan. Tidak ada tombol switch sensor disini, caranya dengan melepas dan kemudian memasang baterai. Sesaat setelah baterai terpasang akan ada led menyala sebentar, bisa 2 warna antara hijau atau merah. Jika hijau maka speed sensor yang sedang aktif, jika merah maka cadence sensor yang sedang aktif. Untuk berikutnya setelah tahu sensor mana yang aktif, tinggal meletakannya di sepeda, jika cadence sensor bisa diletakan di crank arm, dan jika speed sensor, bisa diletakan di hub. Sensor ini memiliki 2 macam koneksi ant+ atau bluetooth, keduanya aktif secara bersamaan, kamu bisa memilihih 2 koneksi tersebut sesuai dengan yang disupport cyclocomp yang kamu punya. Dalam kasus ini saya menggunakan Garmin Edge 130 dan terkoneksi dengan baik menggunakan ANT+ sensor pun berjalan dengan lancar dan bisa dibaca dengan baik di cyclocomp. - yussan Sumber Gambar : https://www.tokopedia.com/charliebike/sensor-speed-dan-cadence-magene-gemini-210-ant-bluetooth-strava-garmin


setahun yang laluyussan

Panduan Mengganti Rantai Sepeda

Jika rantai kamu mulai tidak normal, atau entah sekedar ingin ganti rantai saja, tentu tujuan terakhir adalah membeli rantai baru, atau bahkan langsung membeli sepeda baru. Nah beli rantai tentu tidak asal, ada beberapa poin-poin yang perlu diperhatikan, sebagai berikut. Memastikan Apakah Perlu Ganti Yups sebelum mengganti rantai, kita pastikan dulu apakah memang rantai benar-benar harus diganti. Beberapa kasus yang wajib mengganti rantai seperti korosi, roller rantai susah berputar, link, inner plate, outer plate penyok atau bengkok.  Panjang Rantai Beberapa hal yang mempengaruhi panjang rantai adalah rasio gear/speed sepeda kamu. Disini kamu tidak perlu mengukur berapa panjang rantai yang kamu butuhkan, cukup dengan menyampaikan kepada penjual rasio gear/speed dari groupset kamu, misal 2x11, 3x12 dan lain sebagainya. Makin banyak speed untuk cassete/gear belakang, maka semakin tipis pula rantai yang digunakan.  Material Rantai Bahan yang populer saat ini tersedia dimana-mana adalah bahan alloy yang murah, kuat dan tahan karat. Tapi ada juga bahan lain seperti titanium atau kombinasi dari nya, tentu dengan harga yang lebih mahal pula namun lebih ringan dan lebih kuat. Tapi untuk rantai berbahan alloy bisa juga kamu dapatkan dengan berat lebih ringan, yakni dengan memilih rantai alloy yang outer platenya ada lubang / hollownya, sama seperti pada gambar diatas. Harga Budget yang sudah kamu tentukan akan sangat mempengaruhi jenis rantai apa yang kamu dapatkan. Tapi yang paling penting jangan gunakan patokan semakin mahal harga rantai maka harus dibeli, sesuai harga rantai yang kamu beli dengan kantong, karena kamu bisa menggunakannya untuk membeli tool lainnya yang berhubungan dengan rantai, seperti chain tool dan quick link. - yussan -


setahun yang laluyussan

Pilih Koneksi ANT+ atau Bluetooth Smart

Bagi yang terbiasa membawa perlengkapan monitoring atau memasang berbagai macam sensor di sepeda, pasti akan terbiasa dengan istilah ANT+ atau Bluetooth Smart sensor. Tapi tenang saja, sebelumnya akan saya jelaskan dulu masing-masing diatas sebelum memulai melihat perbedaannya. Bluetooth Smart Bluetooth adalah sebuah teknologi wireless yang wajib ada di kalangan smartphone saat ini. Sering dipakai untuk transfer file, tapi jarang dipakai karena lambat dan pengguna lebih suka menggunakan wifi untuk transfer wireless. Untuk saling terkoneksi / pairing masing-masing device memerlukan semacam permission agar bisa terkoneksi, bisa dengan isi code atau cukup allow saja. Sampai tulisan ini dibuat versi terakhir bluetooth adalah Bluetooth 5. Masih berjalan di frekuensi 2.4GHZ, dibanding versi sebelumnya, Bluetooth 5 memiliki jangkauan lebih luas dibanding versi sebelumnya dan siap untuk mengirim file berukuran lebih besar. Jarak maksimal yang bisa diakses bluetooth ini adalah 120 meters.  Untuk Bluetooth 5 ini dibuat agar lebih cocok dengan IOT (Internet Of Things), karena memungkinkan untuk transfer data dengan low energi, lebih hemat baterai, nah low energy inilah yang menjadi inti dari Bluetooth Smart. Selengkapnya : https://id.wikipedia.org/wiki/Bluetooth ANT+ ANT+ adalah sebuah teknologi wireless yang sifatnya multicast bisa terkoneksi lebih dari satu device. Biasanya terkoneksi dengan sensor atau alat-alat kesehatan/kebugaran, sebagai contoh : heart rate monitor, speed sensor, cadencese sensor, power meter dan lain sebagainya. Disamping itu penggunaan baterai yang effisien dari ANT+ membuatnya bisa bertahan sampai berbulan tanpa ganti baterai. ANT+ bekerja di frekuensi 2.4GHZ, dan rangenya bisa sampai 30 metres pada 0 dBm. Yang membedakan dengan Bluetooh adalah, "it's just works", ketika pairing dengan bluetooth kedua device harus saling konfirmasi untuk menerima. Berbeda dengan ANT+ , cukup pilih device yang ingin di hubungkan, maka akan langsung terhubung tanpa ada effort tambahan. Selengkapnya https://en.wikipedia.org/wiki/ANT_(network)  Perbandingan Untuk mempermudah perbandingan, kita buat poin to poin saja ya : User Experience Bluetooth hanya memungkin koneksi satu device saja, semisal saya punya 1 power meter terpasang di sepeda dan terkoneksi ke cyclocompt lewat bluetooth, tidak memungkinkan device lain untuk terkoneksi ke power meter tersebut lewat bluetooth. ANT+ sifatnya lebih terbuka, jadi kasusnya saya ada 1 power meter dan telah terpasang di sepeda, berhasil saya koneksikan dengan cyclocomp di sepeda lewat ant+, dan terkoneksi pula ke smartphone pelatih saya yang sudah support ANT+ juga, hal seperti ini sangat memungkinkan. Efisiensi Baterai ANT+ hanya membutuhkan energi yang sangat kecil untuk bisa bekerja, bahkan lebih kecil dibandingakan Bluetooth Smart. Hal inilah yang menjadi nilai utama sebuah ANT+. Kecepatan Transfer Data Power meter Bluetooth dapat mengirimkan informasi 64x per detik, 16x lebih cepat dari ANT+ . Sementara ANT + dapat mengirimkan data 4x per detik, dan Bluetooth SMART 64x per detik, power meter saat ini tidak berjalan secepat ini. Mengapa? Akan terlalu sulit pada baterai. Sebagian besar pengukur daya merekam data lebih singkat menjadi satu kali per detik. Dengan cara ini, cyclocomp pada dasarnya dapat memasuki sleep mode untuk periode waktu yang sangat singkat, sehingga memperpanjang usia baterai. Penutup Dari semua poin-poin diatas sudah terjawab, kenapa banyak brand-brand penyedia sensor olahraga menggunakan ANT+ sebagai standar koneksi wireless, nilai utamanya adalah lebih hemat baterai. Namun Bluetootjh Smart juga memiliki nilai plus, dengan transfer rate lebih besar dan jangkauan jauh cocok untuk industri IOT. Sumber : https://powermetercity.com/2016/02/14/ant-bluetooth-power-meter/- yussan


2 tahun yang laluyussan

Mengaplikasikan Wend Wax di Rantai Sepeda

Apakah kalian pernah terbayangkan mengaplikasikan wax untuk rantai ? , yups memungkinkan kok, bayak kelebihan yang bisa didapatkan dari pada menggunakan pelumas cair. Berikut penjelasannya. Untuk mempermudah penjelasannya, saya bagi menjadi beberapa part untuk kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelengketan Pelumas Untuk pelumas cair bisa dibilang tidak benar-benar lengket dengan sempurna dipermukaan rantai, karena rantai berada di luar dan ada pada putaran cukup tinggi, sehingga efek tercipratpun tak terelakan. Beda jika kalian mengaplikasikan rantai tepat di roler-roler rantai yang memerlukan ketelitian khusus untuk melakukannya. Wax Tingkat kelengketan wax memang jauh diatas pelumas. Anggap saja tiap sebulan sekali harus kembali mengaplikasikan pelumas karena sudah mengering, berbeda dengan wax yang bisa bertahan sampai berbulan-bulan. Dengan catatan sepedanya digunakan setiap hari.  Tahan Terhadap Kotoran Pelumas Jika terkena kotoran baik itu tanah, debu, pasir, rantain yang menggunakan pelumas akan sangat mudah tertempel kotoran-kotoran tersebut. Ada sih beberapa pelumas yang tidak mudah ditempeli kotoran, tapi harga bisa berkali-kali lipat dari pelumas biasa. Disamping itu, untuk pelumas yang sudah lama tidak tergantikan, akan menghasilkan kotoran lengket berwarna hitam yang kadang susah dicuci dengan air. Wax Sifat wax yang licin dipermukaan membuat kotoran tidak bisa menempel, bahwa setelah lama digunakan dan kamu memegang rantainya masih berasa licin kok, dan tidak ada noda hitam yang menempel di tanganmu. Harga Pelumas Harga pelumas memang bisa dibilang murah dan mudah sekali di temukan di pasaran, mulai harga Rp 30rban kamu sudah bisa mendapatkan pelumas dengan kualitas terbaik. Wax Untuk wax seukuran salep saja bisa sampai Rp 80-an, bahkan keatasnya, tapi itu sebanding kok dengan yang didapatkan. Contohnya kamu ganti 1 kali wax sama dengan ganti pelumas sebanyak 5 kali. Cara Pengaplikasian Wax Agar wax bisa menempel sempurna dengan rantai, hal yang paling penting adalah membuat rantai sebersih mungkin, jangan sampai ada sisa-sisa pelumas yang ada (sifat pelumas akan membuat wax susah menempel). Setelah bersih, keringkan sampai benar-benar tidak ada air yang menempel disana. Setelah kering, lanjutkan melapisi rantai dengan wax, kamu bisa kok menggunakan tangan, karena wax ini memang aman untuk kulit.  Ditutup dengan cek memutar rantai dengan kecepatan tinggi, sekaligus merapikan bagian-bagian rantai yang tidak terkena wax. Produk yang digunakan penulis di video dan postingan ini adalah Wend Wax made in USA, jika berminat, silahkan cek produknya di Tokopedia https://www.tokopedia.com/search?st=product&q=wend%20wax 


2 tahun yang laluyussan

TERIMAKASIH UNTUK

Terimakasih DomainesiaTerimakasih Digital Ocean